
Struktur Program
Kepemimpinan dalam Kedokteran: Asia Tenggara adalah program satu tahun yang menggunakan model pembelajaran campuran yang inovatif dan interaktif yang menggabungkan pengajaran langsung dengan rekaman materi kuliah online. Kurikulum program terdiri dari pertemuan kelas virtual yang diadakan melalui webinar, pembelajaran mandiri melalui rekaman kuliah online, dan tiga lokakarya intensif.
November 2024
Workshop Dates | Locations
November 7-10, 2024 | Selangor, Malaysia
May 5-8, 2025 | Online
November 3-6, 2025 | Boston, United States
| Application Deadline October 9, 2024 |
Apa yang Akan Anda Pelajari
Dirancang untuk memberikan para sarjana pemahaman yang baik tentang konsep-konsep industri terkini dan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana menerapkannya dengan cara-cara baru, para peserta akan memiliki kesempatan unik untuk fokus pada topik-topik penting termasuk:
- Manajemen dan perencanaan strategis
- Manajemen krisis
- Mengoptimalkan kualitas, keamanan, dan privasi dalam pelayanan kesehatan
- Penganggaran modal
- Teknologi informasi rumah sakit
- Menumbuhkan kreativitas di seluruh departemen atau organisasi
- Kerja tim dalam pengaturan layanan kesehatan
Siapa yang Akan Mendapatkan Manfaat
Profesional & Dokter Perawatan KesehatanTertarik untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan mereka atau beralih ke peran administratif, manajemen, atau eksekutif dalam rumah sakit atau sistem medis. Personel & Staf Medis dan Non MedisBercita-cita menjadi direktur, eksekutif, dan administrator juga akan menemukan nilai luar biasa dalam pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan dalam program ini. |
Program LeadershipSayeed K. Malek adalah Direktur Klinis Transplantasi di Brigham & Women’s Hospital di Boston, Massachusetts, AS dan Asisten Profesor Bedah di Harvard Medical School. Beliau juga merupakan Pimpinan Dokter QAPI (Penilaian Kualitas & Peningkatan Kinerja), yang bertanggung jawab atas semua program transplantasi di rumah sakitnya. Minat dan fokus utama Dr. Malek meliputi transplantasi pankreas, transplantasi otomatis pulau, dan transplantasi ginjal donor hidup. Minat penelitiannya juga mencakup pengembangan teknik transplantasi sel induk diabetes. |
| Sunway Scholarship Didukung oleh Sunway University dan Sunway Medical Center, sejumlah beasiswa tersedia untuk pelajar di Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina, Brunei, Vietnam, Republik Demokratik Rakyat Loa, Kamboja, dan Myanmar. Beasiswa diberikan berdasarkan prestasi dan menunjukkan kebutuhan finansial, dengan pengurangan diberikan sebesar 50% atau 25%. |
Perspektif Peserta
![]() Jaringan di Seluruh Dunia “Belajar dari rekan-rekan medis dan administratif kami dan menerapkan pendekatan pembelajaran multidisiplin sangatlah penting mengingat semua peran berbeda yang dimainkan oleh petugas layanan kesehatan. Saya menyadari bahwa meskipun kita semua berjauhan, kita menghadapi tantangan organisasi yang sama. dalam mencoba menerapkan perubahan dan menghadapi kendala alam.” – Carolyn Naismith, RN, MN, Austin Hospital, Australia |
Sumber: harvard.edu
Email: info@konsultanpendidikan.com
Profesional & Dokter Perawatan Kesehatan
Personel & Staf Medis dan Non Medis
Program Leadership


Nah, kali ini Access Education akan membawa sharing dari Carl Bianco, seorang MD dari Amerika Serikat (kalau kalian belum mengerti apaan sih MD itu; berarti kalian wajib untuk baca ulasan ini ampe tuntas) dan tentunya berdasarkan
Seperti yang disebutkan diatas, proses menjadi Dokter ini memerlukan suatu dedikasi tinggi. Kamu harus bisa menelaah diri sendiri apakah memang bidang ini yang kamu inginkan atau cuma sekedar karena Papa / Mama kamu dokter maka kamu pun ikut-ikutan jadi Dokter; alasan itu tidak bisa diterima.
Rata-rata, siswa yang kuliah di bidang Medicine (yang merupakan dasar wajib untuk meneruskan ke kedokteran) menyelesaikan pendidikannya di usia 26 tahun. Setelah itu mereka wajib untuk menjalani magang selama 3 tahun; akibatnya karir kedokteran mereka baru dimulai di usia 29 tahun. Itu kan baru rata-ratanya ya, kalau mau ambil specialis bisa saja magangnya ini berlanjut sampai usia 30an.
Konsekuensinya apa? Ya jelas karena harus berfokus dalam belajar ini berarti telat untuk menikah dan berkeluarga.
Apakah kalian punya komitmen dan dedikasi kuat untuk belajar selama bertahun-tahun?
Punya nilai tinggi pas masih sekolah? Kalian masuk jurusan IPA?
Ini bukan berarti kalian pasti sukses bisa jadi Dokter loh ya. Kepandaian memang dibutuhkan, tapi selain itu kamu juga butuh yang namanya empati karena sudah jadi hal umum untuk diketahui kalau kerjaan sebagai Dokter itu mengabdi dan menolong masyarakat dibidang kesehatan.
Jika kamu memang punya empati tapi sudah merasakan kalau Dokter bukan jalan hidupmu, ada bidang lain yang bisa kamu pilih seperti pekerja sosial, pendeta, atau politik. Jangan paksakan diri untuk memilih kedokteran hanya karena ingin menolong orang tapi tidak punya minat dan bakat yang diperlukan.
Dunia kedokteran ini penuh dengan pilihan. Kalian bisa menjadi bidan, spesialis anak, mengabdi dibagian Unit Gawat Darurat, penyakit dalam, atau menjadi psikiater; bisa juga jadi ilmuwan yang meneliti penyakit yang belum bisa disembuhkan hingga saat ini.
Karir dibidang kedokteran ini bergengsi, terhormat, dihargai, dan sudah terjamin pasti dibutuhkan ke mana saja kamu pergi; bagaimana pun juga selama dunia ini masih ada penyakit akan tetap ada.
Walau begitu semua yang manis mengenai menjadi Dokter ini ada harganya; kalian akan mengorbankan waktu bertahun-tahun, dedikasi, dan tanggung jawab. Ada juga resiko dituduh malpraktek oleh pasien atau keluarga pasien.
Kalau kamu mau menjadi Dokter karena uang, sebaiknya urungkan niatmu memilih kedokteran dan cari jurusan lain.
Dasar yang harus dipersiapkan sejak dini adalah kalian harus memilih jurusan IPA saat penjurusan di SMU.
Persyaratan untuk diterima di sekolah kedokteran itu punya dasar pengetahuan di Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika (termasuk Matematika Kalkulus). Karena itu SMU ini merupakan dasar yang penting, kalau kalian milih IPS ya jelas ga bisa.
Dalam memilih sekolah juga pastinya kita maunya masuk ke sekolah top donk? Karena alasan ini juga maka kalian sebaiknya kejar nilai akademis yang tinggi juga ya.
Setelah lulus SMU yang harus kalian lakukan adalah memilih college dengan jurusan yang tepat.
Biasanya jurusan yang dipilih itu Biologi baru setelah beres dari college lah kalian bisa memilih medical schoolnya.
Syarat untuk masuk ke medical school itu antara lain:








