Analisis data dan teknologi canggih menggerakkan industri keuangan. Creighton University tidak ingin mahasiswanya tertinggal dan menciptakan gelar FinTech untuk memastikannya.

Di antara yang pertama di negara ini, mahasiswa Creighton University Heider College of Business akan dapat memperoleh gelar di bidang Keuangan dan Teknologi, dimulai pada musim gugur. Hampir setengah dari kurikulum akan terdiri dari kelas-kelas yang baru dikembangkan yang berfokus pada pemrograman Python, pembelajaran mesin, blockchain, dan dasar-dasar FinTech. Gelar ini ditujukan untuk mempersenjatai siswa dengan keterampilan yang diperlukan di pasar keuangan saat ini dan untuk memberi mereka pemahaman yang mendalam tentang bagaimana teknologi mengganggu sektor keuangan.
Creighton University bukan satu-satunya sekolah yang memberikan pelatihan FinTech. “Banyak universitas menawarkan satu atau dua kursus FinTech, dan ada beberapa universitas yang menawarkan gelar pascasarjana di bidang FinTech.
Ide tersebut sudah beresonansi dengan siswa Creighton. Dunham mengatakan beberapa siswa yang mengejar gelar traditional finance telah beralih ke jurusan baru. “Sasaran akhirnya adalah bahwa jurusan FinTech baru Creighton akan membuat siswa kami sangat kompetitif di pasar kerja keuangan setelah lulus,” kata Dunham. “Hasil lainnya adalah bahwa siswa akan berada dalam posisi untuk mendapatkan pekerjaan dalam spektrum yang lebih luas dari peran yang baru-baru ini dikembangkan di bidang FinTech, seperti analis inovasi dan ilmuwan data.”
Email: info@konsultanpendidikan.com
Bagaimana caranya kita dapat mengukur kepopuleran program MBA? Apakah kita harus melihat hal-hal didepan seperti banyaknya mahasiswa yang mendaftar?
Apakah kita perlu melihat nilai Graduate Management Admission Test atau Grade Point Average yang mereka dapatkan di tingkat sarjana?
Haruskah kita melihat hal-hal di kemudian hari seperti tingkat gaji mula-mula, tingkat penerimaan pegawai, dan pilihan pekerjaan yang tersedia? Belum lagi cara lain dengan menanyakan pendapat langsung pada para mahasiswa.
Tentu saja semua cara tersebut bisa dan benar untuk dilakukan. Namun jika kita mengevaluasi sekolah bisnis maka kebanyakan pendaftar akan menanyakan satu pertanyaan serupa yaitu apakah MBA akan dapat membantu mereka mendapatkan pekerjaan setelah 2 tahun belajar.
Dalam tingkat pemikiran manusia pada umumnya, perusahaan menerima orang-orang yang berasal dari sekolah yang juga membawa kesuksesan pada mereka.
Menurut survey ‘2014 Global MBA Rankings’ yang dilakukan oleh Financial Times, beberapa lulusan terlihat lebih menarik dibandingkan dengan lulusan yang lain.
Mereka memberikan pertanyaan pada para alumni untuk memberikan rekomendasi sekolah mana yang lulusannya akan mereka terima bekerja. Pertanyaan ini memiliki bobot 2 persen dalam penentuan peringkat sekolah mereka.
Pada survey yang mengukur kepopularan nama sekolah dan hasil akhirnya. Sekali lagi Harvard Business School muncul pada peringkat nomor 1 pada survey yang dikerjakan oleh para alumni, hasil ini sama seperti tahun sebelumnya. Hasil yang sama juga didapatkan pada survey yang dilakukan oleh U.S. News & World Report.
Namun pada survey yang dilakukan oleh Financial Times untuk mengukur keberhasilan dan prestasi hasil yang didapatkan sangat mengejutkan karena Harvard Business School jatuh ke posisi 50. Hal ini mengindikasikan bahwa para alumni Harvard merasa bahwa pendidikan yang mereka dapatkan tidak membantu mereka.
Babson College yang berada pada peringkat 95 pada survey menyeluruh Financial Times secara mengejutkan berada pada peringkat 30 di survey yang dikerjakan oleh para alumni. Universitas ini juga berada di peringkat 20 besar pada survey proses karir yang ditempuh alumni.
Beberapa universitas yang berada di posisi yang lebih tinggi pada survey yang dikerjakan oleh para alumni jika dibandingkan dengan posisi yang didapatkan pada survey menyeluruh Financial Times antara lain Western University/Ivey di Canada, Indian Institute of Management Bangalore di India, Brigham Young University, McGill University di Canada, Boston College, George Washington University, Arizona State University, dan Boston University.
Dan sebaliknya Cambridge Judge Business School di Inggris berada diantara sekolah yang hasil survey keseluruhannya melebihi hasil survey yang dikerjakan oleh para alumni. Universitas ini berada pada peringkat 16 pada survey keseluruhan sedangkan pada survey yang dikerjakan oleh para alumni ia berada di peringkat 47 selama 2 tahun berturut-turut. Selain itu ia juga berada pada peringkat 10 besar untuk survey hasil akhir, survey perjalanan karir, dan survey nilai uang yang dikeluarkan.