
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendaftaran di pendidikan tinggi AS akan turun selama 10 tahun berturut-turut. Perkiraan terbaru dari National Student Clearinghouse menunjukkan penurunan ’20 pendaftaran ‘2,5% dibandingkan tahun lalu. Hal ini akan melanjutkan slide musim semi ’21, yang akan berakhir dengan penurunan pendaftaran selama satu dekade bagi siswa yang mencari gelar. Secara keseluruhan, pada puncaknya pada musim semi 2011, 19.610.826 siswa terdaftar di Perguruan Tinggi AS. Pada musim semi tahun 2020, jumlah tersebut telah terkikis menjadi 17.458.306. Saya memperkirakan jumlahnya akan turun di bawah 17 juta musim semi ini – menjadikannya kerugian bersih lebih dari dua setengah juta siswa selama dekade terakhir.
Penurunan pendaftaran ini terjadi dengan latar belakang kampanye pencapaian perguruan tinggi yang bermaksud baik dan didanai dengan baik di banyak negara bagian dan dari banyak organisasi pendukung terkenal. Meskipun ada dorongan besar untuk memasukkan lebih banyak orang Amerika dan menyelesaikan perguruan tinggi, angkanya berlawanan arah. Dan mereka tidak akan meningkat dalam waktu dekat.
Data terbaru yang dilaporkan oleh Strada Education Network minggu lalu adalah pengingat yang membuka mata bahwa penurunan akan terus berlanjut. Persentase calon pelajar dewasa yang percaya bahwa pendidikan akan sepadan dengan biayanya turun dari 77% menjadi 59% sejak 2019; Mereka yang percaya bahwa pendidikan akan membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang baik turun dari 89% menjadi 64%. Di atas penurunan terus-menerus dalam nilai yang dirasakan dari pendidikan tinggi, demografi usia populasi dari mahasiswa tradisional yang berusia lanjut akan turun sekitar 15% antara tahun 2025 dan 2030 – hampir ketika banyak perguruan tinggi berharap untuk pulih dari hantaman keuangan yang berkepanjangan yang disebabkan oleh Covid19. Mengingat semua ini, sangat mungkin penurunan pendaftaran akan berlanjut setidaknya selama satu dekade penuh.
Ada banyak alasan untuk penurunan selama satu dekade terakhir dalam pendaftaran mencari gelar dan itu sudah terlihat sejak lama. Siapa pun yang memperhatikan dengan cermat kenaikan biaya kuliah, menurunnya kepercayaan pada perguruan tinggi, dan meningkatnya jumlah alternatif perguruan tinggi bernilai tinggi dapat memperkirakan penurunan pendaftaran yang berkelanjutan. Tetapi banyak perguruan tinggi dan universitas terus berperilaku seperti biasanya – yaitu bereaksi lambat (jika ada) terhadap tren mahasiswa dan pasar, menggandakan gelar sebagai satu-satunya cara pendidikan mereka, dan memungkinkan biaya naik tanpa terkekang. Pendidikan yang lebih tinggi akan membutuhkan buku pedoman yang sama sekali baru untuk membalikkan atau setidaknya memperlambat penurunannya. Kami telah bersatu tahun ini untuk “meratakan kurva” untuk Covid. Pendidikan yang lebih tinggi perlu bersatu untuk “mengurangi penurunan” dalam pendaftaran.
Tapi bagaimana caranya? Rumusnya cukup jelas. Universitas yang telah memperluas penawaran pendidikan mereka melampaui gelar, menawarkan pendidikan gelar dan non-gelar dalam berbagai modalitas (di kampus, online, hybrid), bekerja untuk menurunkan atau membekukan biaya sekolah, dan yang telah memberikan perhatian yang cermat untuk mendukung kesiapan kerja siswa dan menyelaraskan dengan peluang kerja pertumbuhan tinggi adalah mereka yang berkembang saat ini. Seperti yang saya katakan baru-baru ini di The Economist, pendidikan tinggi sangat membutuhkan “kebangkitan relevansi”, di mana ia harus bekerja untuk mencapai empat tujuan strategis:
- Perguruan Tinggi tidak dapat membatasi dirinya pada pola pikir hanya pada gelar. Ada banyak penawaran pendidikan non-gelar bernilai tinggi yang dapat ditawarkan oleh perguruan tinggi dan universitas untuk memajukan misi mereka dan mendiversifikasi pendapatan.
- Perguruan Tinggi perlu melihat pertumbuhan dan skala sebagai pendorong kualitas yang lebih tinggi (bukan lebih rendah). Beberapa universitas paling sukses saat ini memungkinkan peningkatan investasi dalam pembelajaran sains dan kualitas pendidikan dengan meningkatkan pendaftaran secara cepat.
- Perguruan Tinggi perlu mengejar strategi pengurangan biaya. Dan ini jangan disamakan dengan bantuan keuangan yang meningkat. Itu adalah dua hal yang sangat berbeda.
- Perguruan Tinggi harus beroperasi sebagai sektor yang berpusat pada pelanggan. ‘Pelanggan’ berarti pelajar, orang tua, alumni, pembayar pajak, dan pemberi kerja.
Situasi saat ini di perguruan tinggi mirip dengan dongeng katak di dalam pot. Ada mitos yang mengatakan bahwa jika Anda memasukkan katak ke dalam panci berisi air yang perlahan-lahan dididihkan, katak tidak akan mendeteksi bahaya yang meningkat sampai semuanya terlambat. Semoga perguruan tinggi tidak melihat penurunan yang terus-menerus dalam pendaftaran ini sebagai hal lain selain krisis mendesak yang membutuhkan tindakan segera dan signifikan.
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Dari masa ke masa, banyak penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh mengunyah permen karet yang katanya bisa meningkatkan kinerja otak dan produktivitas manusia.
Adalah Craig Johnston dari Baylor College of Medicine di Houston, Texas yang memimpin penelitian yang disebut sebagai The Effect of Gum Chewing on Math Scores in Adolescent. Studi ini dilakukan dengan meneliti peringkat Matematika dan nilai tes dari 53 siswa remaja yang mengunyah permen karet dan 58 yang tidak. Sponsornya adalah Wm Wrigley Jr Company, yang merupakan produsen permen karet terkenal.
Wrigley kemudian menerbitkan berita mengenai hasil studi tersebut yang menyatakan bahwa para murid yang mengunyah permen karet menunjukkan peningkatan nilai tes matematika standar dan peringkat akhir mereka lebih baik dibandingkan para murid yang tidak mengunyah permen karet.
Rincian hasil studi tersebut didaftarkan pada tahun 2008 ke website pemerintah US ClinicalTrials.gov agar bisa diakses semua kalangan—baik ilmuwan maupun umum. Catatan ClinicalTrials.gov menunjukkan perbedaan peringkat dan nilai tes sangatlah kecil (dan secara statistik, bisa jadi nyaris tidak ada). ClinicalTrials.gov mencatat bahwa ada beberapa batasan studi seperti terminasi dini yang mengarah pada sejumlah analisa partisipan dan masalah teknis dengan penilaian yang mengakibatkan kurang reliabelnya data penelitian yang diperoleh.
Pada tahun 2009, Uwe Tanzer dari University of Oldenburg, dengan dua rekannya, meneliti anak-anak SD berumur 8 dan 9 tahun di Jerman yang mengunyah dan tidak mengunyah permen karet bebas gula Wrigley’s Extra Fruity selama 16 menit tes konsentrasi. Para peneliti ini kemudian menerbitkan sebuah kajian yang disebut Chewing Gum and Concentration Performance.
Menurut penelitian ini, mengunyah permen karet ternyata memberi efek yang positif dan signifikan pada uji konsentrasi.
Sementara itu, para peneliti lainnya telah mencoba meneliti ada tidaknya pengaruh mengunyah permen karet dengan peningkatan memori manusia.
Sebuah penelitian pada tahun 2013 lalu yang dinamai Chewing Gum Moderates the Vigilance Decrement, dilakukan oleh Kate Morgan dan Christopher Miles dari Cardiff University dan Andrew Johnson dari Bournemouth University. Hasil penelitian ini “menyanggah” hasil penelitian tahun 2012 yang bernama Gummed-up Memory: Chewing Gum Impair Short-term Recall yang dilakukan oleh tiga peneliti lainnya dari Cardiff University.
Sementara itu, penelitian untuk menguji kaitan antara mengunyah permen karet dengan produktivitas telah dilakukan sekitar satu abad lalu. Setelah permen karet menjadi produk yang bisa dibeli oleh semua kalangan masyarakat, para peneliti mulai melakukan studi dan mencoba memahami efek mengunyah permen karet pada pikiran dan produktivitas pekerja industri.
Penelitian tentang mengunyah permen karet ini dipelopori oleh Harry Hollingworth dari Columbia University di New York City yang melakukan serangkaian percobaan yang cukup dramatis pada tahun 1930-an, disponsori oleh Beech-Nut Nutrition Corporation, produsen permen karet pada waktu itu. Ia meneliti bagaimana mengunyah permen karet bisa memengaruhi tekanan tulisan tangan, akurasi pengetikan, efisiensi kerja, denyut nadi dan sebagainya. Hollingworth menuliskan semuanya dalam sebuah buku yang berjudul Psycho-Dynamics of Chewing.
Dari penelitian yang dilakukannya itu, Hollingworth menemukan bahwa pada prakteknya mengunyah permen karet memiliki efek yang sangat kecil pada apapun yang kita lakukan.
Jadi sampai sekarang, mitos ini masih jadi perdebatan dan pada akhirnya apakah benar atau tidaknya itu semua tergantung ke individu masing-masing.
Tapi ga ada salahnya buatmu dicoba untuk belajar sambil mengunyah permen karet 😉
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Saat kamu memutuskan untuk kuliah di Amerika, kamu tidak hanya harus memikirkan mengenai kualitas akademis universitas tujuanmu, tapi juga cocok atau tidaknya kamu dengan universitas yang ingin kamu masuki.
Penting lho mengetahui tingkat kecocokan suatu universitas dengan dirimu. Pelajar yang cerdas haruslah melakukan penelitian mengenai universitas dan perguruan tinggi di Amerika.
Kecocokan dengan universitas tentu bisa dinilai dengan banyak hal yang mana ini berhubungan erat dengan banyak karakteristik baik dari calon mahasiswa maupun dari institusi pendidikan yang bersangkutan. Faktor-faktor seperti ranking universitas, jurusan dan program-program studi yang tersedia serta lokasi kampus seringkali merupakan faktor utama yang mendasari cocok tidaknya seseorang dengan suatu universitas. Tapi, yang sebenarnya menentukan suatu universitas itu cocok adalah hal yang sedikit berbeda.
Mengulik kualitas yang menentukan suatu universitas berbeda dari lainnya membutuhkan ketekunan dan pemikiran lebih. Bagi komite penerimaan mahasiswa di Amerika, staf merasa sangat terbantu dengan calon mahasiswa yang bisa mengungkapkan apa yang mereka inginkan dari universitas yang bersangkutan.
Banyak pertanyaan yang bisa kamu tanyakan sebagai calon mahasiswa asing saat ingin menemukan universitas yang cocok di Amerika.
Beberapa orang mungkin ada yang lebih suka komunitas internasional yang lebih kecil—suatu komunitas yang menyatukan mahasiswa-mahasiswa asing dari banyak negara tapi dalam jumlah yang relatif kecil. Sementara orang lainnya mungkin lebih suka komunitas yang lebih besar.
Pertanyaan ini bisa menunjukkan seberapa internasional sih kelas yang ada dalam suatu universitas. Suatu universitas yang benar-benar berkelas internasional adalah yang memiliki kurikukum dan kelas dengan model pengajaran yang berbagai macam, sudut pandang yang berbeda-beda dan latar belakang mahasiswa asing yang belajar di dalamnya menciptakan komunitas belajar yang aktif, kreatif dan inovatif.
Pertanyaan ini juga merupakan suatu cara yang tepat untuk mengungkap tingkat internasionalisasi suatu universitas seperti partner internasional yang dimiliki universitas itu, peluang studi ke luar negeri dan program magang di luar negeri.
Apa yang sangat membedakan antara banyak perguruan tinggi dan universitas di Amerika adalah cara dosennya mengajar. Program teknik yang menggunakan kurikulum berbasis pemecahan masalah, program bisnis yang memfasilitasi pengembangan program profesional, program konservatori musik, magang kerja, program belajar pelayanan dan kegiatan belajar lainnya yang tidak hanya akan dipraktekkan dari apa yang telah dipelajari, tapi juga menyediakan pengalaman kuat akan suatu bidang yang dipelajari.
Tanyalah universitas yang akan kamu pilih tentang contoh mahasiswa yang telah menyelesaikan program studinya atau bertanya akan kemungkinan bisa mengontak mahasiswa yang telah lulus dari salah satu program yang ditawarkan dari universitas itu.
Sebagai mahasiswa kelas internasional. Kamu perlu bertanya tentang rating penempatan kerja untuk beberapa program studi, jaringan kerja para alumni dan program kerja yang berbasis di Amerika yang bisa diakses dengan visa pelajar.
Singkat kata, menemukan suatu universitas yang cocok akan selalu memerlukan pembicaraan khusus. Carilah agen pendidikan terpercaya seperti ACCESS Education dan tentunya dengan pengalaman yang kami miliki, kami bisa memberikan masukan yang tepat bagimu soal kuliah ke luar negeri ini.
Besar kecilnya uang kuliah pasti menjadi slaah satu pertimbangan utama bagi banyak orang. Bagi kamu yang ingin kuliah di luar negeri, tentu faktor biaya kuliah menjadi hal paling mendasar yang dipertimbangkan. Untuk mahasiswa asing, kuliah di luar negeri sangat bervariasi biayanya. Untuk yang program 4 tahun biaya kuliahnya bisa mencapai $40,000 USD per tahunnya. Tapi, tahukah kamu kalau di community college kamu bisa membayar uang kuliah sebesar $10,000 saja per tahunnya?
Banyak pelajar asing memilih community college untuk menghemat uang, bukan karena mereka tidak bisa diterima di universitas.
Perbandingan antara mahasiswa dan dosen
Universitas atau perguruan tinggi program 4 tahun biasanya mensyaratkanmu untuk mengikuti mata kuliah umum dalam 2 tahun pertama dari prodi yang kamu ambil. Ini artinya kelas yang kamu ikuti bisa jadi merupakan kelas-kelas besar. Tapi, kalau di community college, kelas-kelas yang ada cenderung lebih kecil sehingga mahasiswa bisa mendapatkan lebih banyak perhatian dari dosen.
Materi kuliah

Tak seperti di banyak negara, termasuk beberapa negara Asia, transfer ke universitas lainnya biasanya cukup mudah di Amerika. Meski demikian, mahasiswa universitas program 4 tahun cenderung tinggal di universitas yang sama dan menyelesaikan semua mata kuliah yang diwajibkan di sana.
Akan tetapi jumlah transfer dari community college biasanya jauh lebih banyak. Tak sedikit mahasiswa community college yang menggunakan community college sebagai batu pijakan sebelum memasuki program 4 tahun di universitas yang lebih bagus. Mereka transfer ke universitas dan bisa jadi diterima di universitas top dunia.
Beberapa community college bahkan memiliki program yang menjamin penerimaan mahasiswa di universitas untuk jenjang S1. Sebagai contoh, mahasiswa di Santa Barbara City College yang memenuhi persyaratan khusus dijamin akan diterima di University of California – Davis.
Dengan perbedaan-perbedaan yang disebutkan di atas antara community college dan program S1 universitas, tidak heran jika ada mahasiswa-mahasiswa yang mulai ingin mempertimbangkan community college sebagai permulaan kuliah mereka di Amerika.
Dan karena biaya community college lebih terjangkau daripada universitas, maka program-program di community college bisa menjadi pilihan buat kamu yang lebih ingin berhemat atau bagi yang punya sedikit masalah dengan keuangan. Dua tahun di community college ditambaha 2 tahun di universitas merupakan kombinasi yang sangat bagus untuk menghemat pengeluaran akan biaya kuliah di luar negeri.
Sebagaimana yang telah disebutkan dii muka, mata kuliah di community college cenderung lebih fundamental. Hal ini memberikan peluang besar bagi pelajar yang tidak punya fondasi akademis yang kuat atau bagi mereka yang ingin lebih mendapatkan bimbingan akademis untuk mengejar ketertinggalannya. Pelajar asing juga bisa menggunakan 2 tahun di community college untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka untuk meraih prestasi akademis yang lebih tinggi.
Banyak pelajar yang merasa bahwa mendapatkan IPK tinggi di community college cenderung lebih mudah. Dengan kelebihan ini, maka pelajar yang bersangkutan bisa berpeluang untuk masuk universitas favoritnya.
Para pemilik usaha sekarang ini lebih mengutamakan untuk mencari karyawan dengan skill khusus yang mumpuni daripada hanya sekedar melihat gelar. Terlebih untuk bidang produksi dimana pengusaha tak bisa dengan mudah mencari orang yang memenuhi kualifikasi.
Keahlian dalam beragam teknologi modern yang bisa diterapkan langsung di lapangan, khususnya sertifikat keahlian individu, cenderung lebih bernilai daripada gelar sarjana biasa.
Misalnya saja, lulusan sarjana teknologi penerbangan atau teknik elektronika biasanya bisa mendapatkan rata-rata gaji hingga $65.000 untuk tahun-tahun pertama pekerjaan mereka, dan ternyata lulusan diploma 2 tahun juga bisa mendapatkan gaji bersih yang hampir sama.

Gelar sarjana memang tak diperlukan kalau hanya untuk jadi tukang pipa atau teknisi HVAC (heating, ventilation, and air conditioning). Akan tetapi mahasiswa bisa kuliah di matematika dan sains yang meng-cover topik seperti hdirolik dan penyusunan mekanik yang berhubungan dengan teknik pemipaan dan pemanasan.
Program magang bisa ditawarkan oleh serikat kerja atau oleh sekolah teknik. Program magang ini biasanya gartis dan peserta magang akan mendapat sertifikat teknik serta lisensi profesional yang bisa digunakan untuk bekerja di bidang pemipaan dan pemanasan.
Setelah masa pelatihan, lulusan dari program magang bisa memeroleh hingga 60 SKS untuk pengalaman kerja. Dan meskipun pada awal magang, kamu dapat gaji yang lebih rendah, tapi jangan khawatir karena begitu kamu bisa menyelesaikan masa pelatihan ini maka gajimu akan naik secara drastis. Umumnya sih sekitar 5 tahun, gajimu sudah akan naik banyak.
Untuk bidang kesehatan gigi, umumnya diperlukan gelar S-1 Dental Hygiene, tapi tahukah kamu bahwa lulusan program diploma bidang ini pun seringkali sudah memenuhi kualifikasi yang diperlukan?
Berdasarkan data American Dental Hygienist Association, misalnya, sebanyak 288 orang dari total 335 program dental hygiene yang terakreditasi adalah merupakan program diploma.
Meraih gelar sarjana ataupun gelar master dalam dental hygiene memang sangat menguntungkan bagi kamu yang tertarik untuk mengajar atau mau fokus penelitian. Tapi saat ini, kalau untuk bekerja sebagai seorang dental hygienist, gelar diploma sudah cukup untuk mendapatkan lisensi profesional untuk bekerja di perawatan gigi.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .






