Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Konsultan Pendidikan Luar Negeri Terbaik Empower Education
Kuliah ke Luar Negeri Anti Ribet
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Film ini pastinya film teratas yang wajib ditonton buat kamu para mahasiswa bisnis! Film ini menggali lebih dalam tentang bisnis dan segala sesuatunya yang disembunyikan dari dunia bisnis. Perjalanan mendebarkan dalam hidup Gordon Gekko di film ini menunjukkan persis bagaimana orang rela menukar moral mereka untuk menjadi kaya raya dan menjadi orang yang diakui di Wall Street, dengan prinsip seperti, “Money is everything,” atau “Greed is good.”

Kamu lagi nyari inspirasi untuk memicu semangatmu sebelum terjun ke dunia kewirausahaan? Film ini bisa menjadi inspirasi yang tak terlupakan buatmu. Film ini bener-bener ngasih inspirasi buat kamu mahasiswa sekolah bisnis dengan mengatakan seperti apa rasanya saat kamu mengejar impianmu yang pastinya perlu banyak pengorbanan.
Bangun citra konglomerat bisnis dalam dirimu dan liat apa reaksi orang-orang terhadapmu! Bernegosiasi dengan etikamu adalah sebuah pilihan yang banyak pengusaha harus hadapi. Film brilian ini memberitahumu bagaimana rasanya membangun sebuah kerajaan dan apa bahaya apa yang bakal kamu hadapi dalam proses tersebut. Pelajaran yang bisa diambil dalam film ini adalah sebuah kenyataan pahit: Sukses itu ada harganya, dan kadang kalo kamu udah jadi orang sukses, kamu bisa jadi orang yang kesepian.
Film jadul yang nggak pernah habis dimakan zaman ini adalah sebuah pelajaran ilustratif yang menggambarkan tentang moral dan keuangan. Pelajaran yang paling penting yang dapat kamu ambil adalah bahwa uang nggak bisa membeli kebahagiaan dan kebahagiaan sejati tidak terletak pada bisnis atau pekerjaan, tetapi dalam hubunganmu dengan keluarga, cinta dan teman-temanmu.
Apa yang bakal kamu lakukan ketika kamu punya pekerjaan dari jam 9-5 yang menyerap jiwamu? Pastinya kamu nggak bakal bisa bikin hari-harimu di kantor jadi selucu sekaligus seseram yang dilakukan Peter Gibbons. Film ini menampilkan politik kantor dengan sangat pas. Jika tidak di masa lalu atau sekarang, kamu pasti pernah mengalami hal serupa yang ada di film ini seenggaknya sekali dalam hidupmu.
ENRON adalah salah satu penipuan bisnis terbesar di dalam sejarah dunia, dan kamu sebagai mahasiswa bisnis, pasti ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan masalah apa yang mereka ciptakan. Dapatkan pelajaran bisnis di kehidupan nyata dan pelajari perbedaan antara melakukan hal yang benar dan melakukan hal dengan benar!
Kamu bener-bener nggak boleh melewatkan yang satu ini! Film yang wajib banget ditonton buat para mahasiswa jurusan bisnis. The Godfather adalah kitab sucinya anak bisnis yang menceritakan kenapa relationships dan networking dalam sebuah bisnis itu penting, kenapa membantu orang juga nggak kalah penting, dan mengapa mengetahui tentang suatu kompetisi itu merupakan suatu hal yang nggak bisa ditawar lagi.
Mengetahui pengambilalihan secara paksa atau pembelian terutang itu wajib hukumnya buat kamu yang punya passion di bidang bisnis. Nah, film ini pas banget buat kamu yang pengen belajar tentang kedua hal tersebut. Sebagai film klasik untuk para mahasiswa bisnis, film ini akan membawamu ke dalam kisah pertempuran untuk kekuasaan, pengambilalihan secara paksa dan pembelian terutang.
Mengapa serikat buruh beroperasi seperti yang mereka lakukan? Cari tahu jawaban dalam film yang menggambarkan tentang seorang ibu tunggal yang berjuang untuk memperbaiki kondisi kerja pabrik tekstil di tempatnya ini.
Nah, sekarang kamu udah tau kan daftar film yang harus kamu tonton? Siapin popcorn dan softdrink buat stok film-film ini ya… Enjoy the movies! 🙂
SOURCE: poetsandquants
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Hollywood, well, apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata ini? Pasti tak akan jauh-jauh dengan yang namanya film barat yang hampir setiap hari menjadi tontonan kita ‘kan? Yah, memang tak dapat dipungkiri kalau Hollywood memang lebih dikenal dunia sebagai sebuah pusat perfilman Amerika. Di banyak film atau tayangan televisi lainnya, mungkin kita sudah sering melihat abjad ‘HOLLYWOOD’ bertahta dengan anggunnya di atas bukit hijau yang tinggi itu. Begitu terlihatnya nama Hollywood di atas bukit itu seperti halnya nama ini telah dikenal seluruh dunia sebagai pusat industri hiburan ternama.
Nah, kali ini kita akan melihat Hollywood lebih dekat. Kita akan melihat bagaimana sebenarnya sejarah/awal mula kota penghasil film-film hebat ini. Dan, banyak hal menarik tentang Hollywood yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Dengan mengetahui kota Hollywood ini, kalau kita sempat bertandang ke sana, maka kita akan lebih bisa berinteraksi dengan kota penghasil film dunia ini.
Semuanya bermula di tahun 1853, ketika sebuah pondok bata dibangun di Nopalera (Lapangan Nopal, yang namanya diambil dari nama kaktus Meksiko yang merupakan tanaman asli daerah ini). Pada tahun 1870, sebuah komunitas tani pun tumbuh dan berkembang. Daerah ini kemudian dikenal dengan Cahuenga Valley, yang mana wilayahnya meliputi pas jalan di Pegunungan Santa Monica hingga ke utara.
Adapun yang memberi nama Hollywood adalah H.J. Whitley yang kemudian disebut sebagai ‘Father of Hollywood’. Pak Whitley membeli sebuah lahan pertanian dan peternakan E.C. Hurd seluas 232,3 hektar dan menjelaskan rencananya kepada sang pemilik lahan. Mereka kemudian sepakat setelah harga yang diajukan sesuai dan pemilik lahan yang bernama Hurd itu pun setuju untuk menjual tanahnya pada tanggal yang ditentukan. Sebelum Pak Whitley menginjakkan kakinya pada lahan dengan nama Hollywood itu, kabar mengenai rencananya untuk kota baru tersebut tersebar luas hingga ke Jendral Harrison Gray Otiz, istri Pak Hurd, Bu Daeida Wilcox dan yang lainnya.
Bu Daeida mendengar nama Hollywood dari tetangganya yang bernama Ivar Weid di Holly Canyon (sekarang Lake Hollywood). Ivar Weid sendiri adalah seorang investor terkenal dan juga merupakan sahabat Whitley. Bu Daeida kemudian merekomendasikan nama yang sama kepada suaminya Harvey H. Wilcox. Seperti istrinya, Pak Harvey pun tertarik dengan kota Hollywood ini. Ia kemudian mengisi akta notaris dan peta bangunan yang ia jual di kantor Los Angeles County Recorder pada 1 Februari 1887. Ia ingin menjadi orang pertama yang mencatatkannya di akta notaris. Tak lama setelahnya, kawasan real-estate pun segera menjamur di daerah baru ini, tetapi Hollywood sendiri berkembang dengan lambat.
Pada tahun 1900, Hollywood mulai memiliki kantor pos dan koran sendiri. Juga ada hotel dan dua pasar. Hollywood Hotel dibangun oleh Pak Whitley sendiri yang memang merupakan presiden direktur dari Los Pacific Boulevard and Development Company. Setelah akhirnya memiliki lahan pertanian Hurd, Pak Whitley membangun hotel dengan tujuan untuk menarik para pembeli tanah. Lahan ini mengapit daerah sisi barat Highland Avenue hingga bangunan depan Prospect Avenue yang mana masih berdebu dengan jalanan yang berbatu. Hollywood Hotel akhirnya berkembang dan dikenal banyak orang dari seluruh dunia serta berkembang menjadi pusat kehidupan masyarakat dan rumah bagi para bintang selama bertahun-tahun.
Perusahaan Whitley terus berkembang dan kemudian menjual area perumahan Ocean View Tract. Untuk mempromosikan kota baru ini, Pak Whitley rela mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Ribuan dolar ia keluarkan untuk membayar lampu-lampu listrik, termasuk membangun pembangkit listrik dan bank serta jalan-jalan menuju Cahuenga Pass. Lampu-lampu listrik menyala di blok-blok jalan Prospect Avenue. Pusat tanah Pak Whitley sendiri berada di Highland Avenue.
Pada tanggal 4 November tahun 1903, Hollywood menjadi sebuah kotamadya setelah diadakan pemungutan suara dimana ada 88 pro dan 77 kontra. Kemudian yang menarik nih, pada 30 Januari tahun 1904, warga kota Hollywood sepakat untuk melarang jual beli minuman keras kecuali untuk tujuan medis.
Selanjutnya, pada tahun 1910 penduduk kota kembali melakukan voting untuk menggabungkan Hollywood menjadi daerah bagian dari Los Angeles agar bisa mengamankan pasokan air dan memeroleh akses ke LA. Dengan penggabungan ini, nama Prospect Avenue berubah menjadi Hollywood Boulevard dan semua nomor jalan di distrik baru ini pun berubah.
Awal mula Hollywood menjadi kota industri hiburan adalah pada tahun 1911. Adalah sutradara D.W. Griffith yang membuat film pertama di Hollywood. Film pertama yang mengambil setting di Hollywood ini merupakan sebuah film pendek berjudul In Old California dan diproduksi untuk Biograph Company.
Saat itu Hollywood melarang produksi film, sebelum kemudian ada penggabungan dengan Los Angeles yang mana membolehkannya. Film pertama yang dibuat oleh studio film Hollywood, Nestor Motion Picture Company, dibuat pada 26 Oktober 1911. Area milik Pak Whitley digunakan sebagai setting-nya. Film yang tak berjudul ini difilmkan di hutan kecil di sudut Whitley Avenue dan Hollywood Boulevard.
Sekarang, 4 studio film besar dunia—Paramount, Warner Bros, RKO, dan Columbia—memiliki studio di Hollywood. Dan masih banyak lagi studio-studio film yang lebih kecil bertebaran di seantero kota yang sekarang telah menjadi salah satu kota terpada di Los Angeles ini. Sebutan Tinseltown dan Movie Biz City yang disematkan pada Hollywood merujuk pada gemerlapnya industri perfilman yang berpusat di kota ini.
Itulah sekilas sejarah tentang kota film dunia, Hollywood. Semoga bermanfaat …
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
WhatsApp us