China: Peking University
Peringkat dunia: 55
Lokasi: Haidian, Beijing, China
Universitas ini memiliki kurang lebih 24.000 mahasiswa. Peking University juga menjadi anggota Chinese Academy of Science, Chinese Academy of Engineering dan Third World Academy of Sciences. Menduduki peringkat 15 dunia untuk jurusan kimia.
Ceko: Charles University in Prague
Peringkat dunia: 313
Lokasi: Prague, Ceko
Berdiri sejak tahun 1348, universitas ini menjadi salah satu universitas tertua di dunia. Beberapa jurusan di universitas ini seperti addiction study dan climatology tidak ada di universitas di Ceko. Berdasarkan website resmi universitas, lulusan yang belum mendapat pekerjaan sebesar 2,5%.
Denmark: University of Copenhagen
Peringkat dunia: 79
Lokasi: Copenhagen, Denmark
Memiliki kurang lebih 38.000 mahasiswa yang tersebar di empat kampus yang ada di Copenhagen. Mahasiswa di tiap jurusan mempunyai tradisi yang disebut “Friday bar”, dimana mahasiswa dan para staff saling bersosialisasi sambil menyambut weekend.
Perancis: École Normale Supérieure-Paris
Peringkat dunia: 35
Lokasi: Paris, Perancis
Universitas ini sangat selektif dalam memilih mahasiswanya, sekarang hanya memiliki 2.700 mahasiswa. Ahli filsafat Michel Foucault dan ahli kimia Louis Pasteur merupakan lulusan universitas ini.
Jerman: Ludwig Maximilian University of Munich
Peringkat dunia: 82
Lokasi: Munich, Jerman
Menempati peringkat 13 dunia untuk jurusan fisika dan peringkat 27 dunia untuk jurusan sejarah, arkeologi dan kimia. Ludwig Maximilian University of Munich menawarkan jurusan dalam bidang yang luas.
Hong Kong: University of Hong Kong
Peringkat dunia: 155
Lokasi: Pokfulam, Hong Kong
Berdiri sejak tahun 1912, universitas ini menawarkan program untuk S1 dan S2 dengan kesempatan yang luar biasa untuk lulusannya, 100% pegawai di Hong Kong merupakan lulusan universitas ini. Selain itu, para dosen yang mengajar di universitas ini memiliki gelar terhormat di bidangnya masing-masing.
India: Indian Institue of Technology Delhi
Peringkat dunia: 328
Lokasi: New Delhi, India
Indian Institue of Technology Delhi merupakan satu dari tujuh institusi teknologi yang ada di India. Institute yang sebelumnya bernama Institute of National Importance in India, mempersiapkan mahasiswanya dengan latihan skill tinggi untuk persiapan ke dunia professional.
Belom cukup? Masih mau lagi? Tenang, masih ada beberapa universitas yang bakal kita kasih tau. Tetap pantengin ya! 😀
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Punya planning buat kuliah di luar negeri lalu kerja di luar negeri?
Cekidot info yang tentunya akan sangat berguna ini~
Selama ini mungkin yang kamu tahu kalo waktu kerja diseluruh dunia itu sama, tapi kalian salah. Masing-masing negara dan wilayah memiliki jam kerja yang berbeda, ada yang 36,6 jam per minggu sampai 60 jam per minggu, hamper sama kaya jam kerja di Indonesia yaitu 40 jam per minggu. Mau tau jam kerja di tiap negara dan wilayah? Nyok, cek dulu ya.
Statistic menunjukan kalo jam kerja di Kanada pada 2012 rata-rata 36,6 jam per minggu! Dari data yang di dapat, jam kerja di Quebec rata-rata 35,4 jam dan 39 jam di Alberta. Dalam satu negara jam kerja bisa berbeda, tergantung kota.
Data yang dirilis tahun kemarin menunjukan jam kerja di Amerika sekitar 1,700 jam per tahun dan jam kerja ini lebih tinggi dibanding Eropa (terutama Eropa Barat), tapi lebih rendah dibanding beberapa negara di Asia. Kadang di Amerika, waktu kerja yang biasanya 12 jam bisa menjadi lebih untuk beberapa pekerjaan seperti hukum, medis dan sektor penerbangan.
Berdasarkan statistic, rata-rata jam kerja di Eropa lebih rendah dibanding Amerika sekitar 35 jam per minggu. Berdasarkan data terakhir dari OECD data, dari tahun 2012 rata-rata jam kerja di Eastern Europe lebih tinggi seperti Yunani, Rusia, Polandia, Estonia, Hungaria, dan Republik Ceko, dan semua negara ini jam kerjanya lebih tinggi dibanding Amerika. Sedangkan negara-negara Eropa Barat seperti Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol dan Italia memiliki jam kerja yang lebih rendah dibanding Amerika.
Dari data OECD menunjukan bahwa Australia memasang 38 jam per minggu sebagai standart nasional jam kerja. Jika ada tambahan waktu atau lembur, harus dengan alasan yang jelas dan para pegawai yang kerja dengan tambahan waktu atau lembur akan mendapat upah tambahan, sama kaya di Indonesia ya.
Banyak negara di Asia yang punya jam kerja panjang seperti Singapura, Hong Kong dan Korea Selatan dan jam kerja negara-negara tersebut rata-rata lebih tinggi dibanding Amerika. Rata-rata jam kerja di negara-negara Asia rata-rata 60 jam per minggu. Untuk negara seperti Korea Selatan dan Jepang sangat memperhatikan kesehatan pegawainya, para pegawai akan mendapat jaminan kesehatan.
Setelah lihat jam-jam kerja negara-negara diatas, kamu pilih jam kerja di negara mana?
Kalo mau yang santai ada di Australia, tapi kalo mau yang ekstrim ada di Asia.










