Kalo kamu udah ngerti, kamu pasti bakal ngeh bahwa setiap pintu loker punya simbol untuk unsur dengan nomor atom yang sesuai, seperti pada tabel periodik unsur yang kita semua pelajari di kelas kimia, khususnya buat kamu-kamu yang ambil jurusan IPA di bangku SMA.
Contohnya, di loker nomor 12 tertera tulisan Mg di pintunya, yang merupakan simbol untuk Magnesium, yang juga ditulis dalam huruf Jepang di bawah simbol tersebut.
Semetara penggemar ilmu alam sejati kesal karena pengaturan ini tidak sesuai dengan tabel periodik unsur, loker unik ini justru mendapatkan banyak komentar positif di dunia maya;
“”Keren banget!”
“Andaikan kotak sepatu di pintu masuk SMA ku sudah seperti ini.”
“Keren! Simple dan stylish juga… Aku harap mereka mulai jual kotak loker individu kaya gini. ”
“Aku taro barang-barangku di titanium!”
“Iron untukku.”
Di sisi lain, ada seseorang yang berpendapat bahwa loker H kemungkinan merupakan loker yang paling populer. Meskipun secara ilmiah mengacu pada hidrogen, H juga kata slang Jepang untuk “seksi,” dan kita semua pasti ngebayangin dong anak-anak SMA yang masih labil atau penggua internet pasti rame mengklaim loker mana yang dinilai paling sensual.
SOURCE: Rocketnews24
Mau Kuliah di Jepang? Cek Yokohama Design College!
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com
Apa aja perkiraannya? Cekidot~
Transportasi
Beras 250 – 380Yen/kilo
Telur 140 – 260 Yen/lusin
Ayam potong 450 – 800 Yen/kilo
Susu 180 – 200 Yen/liter
Kali ini, Access Education akan ngebahas dikit soal perkiraan biaya hidup yang dibutuhkan kalo kalian tinggal di Yokohama ini.
FYI, Yokohama ini merupakan kota terbesar no 2 di Jepang setelah Tokyo; maka itu biaya hidupnya bisa dibilang tidak terlalu berbeda dengan Tokyo tapi pastinya lebih murah dibanding si ibu kota 😉
Sewa apertemen 1 kamar 90,000 – 255,000 Yen/bulan
Sewa apertemen 3 kamar 300,000 – 600,000 Yen/bulan
Biaya air 10,000 Yen/bulan
Biaya listrik 18,000 Yen/bulan
Biaya gas 5,000 Yen/bulan
Biaya telp + internet 10,000 Yen/bulan









Setiap ada polling atau survey tentang bahasa apa yang paling sulit dipelajari, bahasa Jepang hampir selalu menjadi jawaban yang paling sering dilontarkan.
Memang tak mengherankan sih jika banyak orang menganggap bahasa ini sulit dipelajari. Alasannya sangat jelas malah. Kita bisa melihat bagaimana bahasa Jepang memiliki keanehan dan keistimewaan yang akan membuat banyak orang—dan mungkin termasuk dirimu—terheran-heran bagaimana seseorang, bahkan orang Jepang sendiri, bisa berkomunikasi dengan begitu lancar dalam bahasa Jepang.
Nah, kawan, kalau kamu mau menelisik lebih detail nih, ternyata sebenarnya bahasa Jepang itu tak sesulit yang dibayangkan banyak orang lho. Bahkan pada beberapa hal, belajar bahasa yang satu ini bisa dikatakan mudah.
Penasaran? Baca saja yang berikut ini.
Pertama-tama kita coba kulik dulu nih salah satu permasalahan mendasar yang dikeluhkan banyak orang tentang bahasa Jepang, yaitu tentang adanya 3 jenis karakter/huruf yang digunakan untuk menuliskan bahasa tersebut.
Huruf yang pertama, diimpor dari China, disebut kanji, adalah halangan paling utama yang harus dihadapi—dan terus dihadapi—oleh para pembelajar bahasa ini jika mereka mau dikatakan fasih berbahasa Jepang.
Hal ini karena ada banyak sekali huruf kanji, ada sekitar 2000 karakter yang biasa digunakan.
Mempelajari 2000 karakter bukanlah sesuatu yang bisa dianggap main-main, tapi jumlah ini masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan syarat agar bisa dianggap fasih dalam belajar bahasa China. Beberapa kanji bahasa Jepang merupakan bentuk sederhana dari huruf China, membuatnya lebih mudah untuk diingat.
Selagi menghapalkan huruf kanji yang dianggap sebagai momok yang cukup menakutkan dalam belajar bahasa Jepang dan bisa mencapai masa kritis pengetahuan; yaitu satu titik dimana mereka memeroleh kemampuan untuk membedakan arti dari setiap kata yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.
Sebagai contoh, jika kamu tahu kalau arti dari kanji 着berarti mengenakan/menempatkan, 色berarti warna, dan 料berarti masakan, kamu mungkin akan dengan cepat bisa menebak bahwa 着色料berarti pewarnaan makanan, bahkan meski kamu tak yakin bagaimana cara melafalkannya (by the way, 着色料 : chakushokuryo).
Dua set huruf lainnya yang digunakan dalam bahasa Jepang bahkan lebih sederhana lagi dibandingkan huruf kanji. Hiragana, yakni huruf-huruf yang digunakan untuk menuliskan kata-kata dalam bahasa Jepang, terdiri dari 46 karakter. Awalnya, jumlah ini mungkin juga cukup membuat keder, tapi tak ada huruf Hiragana yang sangat kompleks, dan hampir semuanya cukup sederhana untuk dituliskan dengan 2 atau 3 goresan pulpenmu. Belajar 2 huruf Hiragana setiap hari, dan kamu akan dengan sepenuhnya bisa membaca dan menulis satu set huruf ini dalam waktu kurang dari 1 bulan!
Rangkaian karakter/huruf selanjutnya yang digunakan dalam bahasa Jepang adalah Katakana. Huruf jenis ini digunakan untuk menuliskan kata pinjaman dari bahasa asing ke dalam bahasa Jepang. Jumlah karakter Katakana yang harus dihapalkan juga ada 46 karakter. Tetapi, sebelum kamu merasa frustasi duluan dengan bahasa Jepang ini dan beralih untuk belajar bahasa lainnya, coba perhatikan betapa miripnya karakter Hiragana dan Katakana pada beberapa bunyi seperti berikut:
ri: り / リ
ka: か / カ
se: せ / セ
ki: き / キ
Begitu kamu sudah mempelejari Hiragana, Katakana akan menyusul dengan mudah. Dan yang paling menguntungkan adalah, sistem pengucapan Hiragana dan Katakana nyaris tidak memiliki sistem pengucapan yang bergeliat-geliut sebagaimana dalam bahasa Inggris dengan sistem vokal panjang-pendek dan konsonan keras-lemahnya.
Jika kamu melihat かtertulis dalam banyak kata, misalnya, huruf ini akan dieja “ka” dalam masing-masing dan setiap orang.
Bagi negara yang sangat menghargai ketepatan nilai dan waktu, bahasa Jepang secara mengejutkan malah sangat sederhana saat dikaitkan hubungannya dengan bentuk waktu/tenses. Dalam bahasa Jepang, kamu tak akan menjumpai adanya future tense (bentuk waktu yang akan datang). Jadi, “I write” and “I am going to write” akan diucapkan dengan cara yang sama dalam bahasa Jepang.
Meskipun hal yang semacam itu kadang lumayan memusingkan, konteks pembicaraan biasanya akan membuat maksudnya menjadi lebih jelas.
Karena bahasa Jepang tak memiliki future tense, maka setidaknya berkurang satu gramatika yang harus dihapalkan. Bahkan dalam bahasa Inggris, yang sangat mengatur dalam hal future tense, memiliki 2 cara eksklusif dalam mengungkapkan hal yang akan dilakukan di waktu yang akan datang (misalnya saat akan membukakan pintu karena belnya berdering, maka yang dianjurkan untuk digunakan adalah “I’ll get it” bukannya “I’m going to get it!”).
Kemudian soal past tense, bahasa Jepang memang memiliki bentuk lampau seperti ini, tetapi peraturannya lebih jelas dibandingkan dengan bahasa Inggris yang terkenal dengan kerumitan penggunaan irregular dan regular verb yang berubah saat digunakan untuk bentuk lampau.


Tone merupakan salah satu hal yang paling banyak digunakan dalam komik-komik Jepang tapi hampir tidak digunakan dalam komik Amerika dan Eropa. Tone ini juga ada lho yang sudah siap pakai, mereka sudah tersedia dalam kemasan yang nantinya bisa digunakan untuk komikmu dengan memotong atau menyisipkannya.
Tone siap pakai tersebut dinamakan Letratone, Zipatone atau dalam bentuk plain screen tones yang bisa kamu gunakan cukup dengan meng-cut dan mem-pastenya, atau kamu juga bisa menggunakan versi transferannya. Dengan menggunakan tone siap pakai tersebut, kamu akan lebih menghemat waktu walaupun memang membutuhkan biaya lebih untuk bisa membeli semua screen tones tersebut.
Ada begitu banyak tone di luar sana dan biasanya mereka kebanyakan berbentuk paket seperti Basics pack, Bishoujo pack dll. Tapi kamu tetap bisa membelinya secara terpisah. Kamu akan memiliki lebih banyak variasi jika kamu membelinya langsung dari distributor Letraset Jepang atau perusahaan Amerika yang mengimport seperti ComicTones.com.
Sejauh ini, ComicTones adalah satu-satunya perusahaan yang diketahui menjual Letrasets di Amerika. Tapi mungkin kamu bisa menemukan perusahaan lainnya dengan mencarinya di internet, atau mendengar kabar dari orang lain.
Ada dua cara yang bisa kamu lakukan dalam hal ini, kamu bisa menggambarnya sendiri atau membuatnya secara digital:
Untuk yang satu ini memerlukan sedikit usaha ya guys, sehingga kamu perlu mengatur mood-mu dan beberapa hal-hal lainnya jika dibanding dengan menggunakan tone standar yang siap pakai.
Ada style yang berbeda jika kamu membuat tone-mu sendiri: flat hatching, directional hatching, flatcross-hatching, directional cross-hatching, loose stippling, and tight stippling. Ada beberapa yang bisa kamu buat sendiri tapi tone tipe ini memerlukan waktu, kesabaran dan presisi dalam pembuatannya. Tapi tentu saja Tone ini akan menghemat pengeluaranmu dibandingkan harus membeli Screen Tones kan.
Ada juga Tone yang bisa kamu buat sendiri menggunakan komputer.
Ini merupakan alternatif yang lebih murah untuk membeli tone, tapi memang lebih cocok jika digunakan untuk komik digital, kecuali jika kamu memiliki printer yang memang memiliki tingkat cetak tinggi sehingga kamu bisa mempublikasikan karya digital milikmu sendiri.
Nah, jika kalian berminat untuk membuat manga dan serius ingin mempelajari soal screentone terutama untuk manga tradisional; ikutan yu manga workshopnya~