Demi kuliah di kampus idaman, banyak orang yang harus merantau ke luar kota bahkan luar negeri. Alhasil, kamu harus menghitung biaya hidup selama kuliah, mulai tempat tinggal, makan, hingga transportasi.
Walaupun biaya kuliah luar negeri super mahal, pastinya banyak diantara kamu yang pengen menuntut ilmu setinggi-tingginya. Orangtua kamu juga pastinya menilai pendidikan merupakan bekal paling berharga yang bisa mereka siapkan untuk kamu.
Bicara soal menyiapkan pendidikan tinggi, pemilihan jurusan dan universitas adalah hal yang mutlak. Jangan sampai minat, ambisi, dan kemampuan kamu berseberangan dengan perguruan tinggi yang kamu impikan. Setelah urusan pemilihan kuliah selesai, kebutuhan hidup semasa kuliah juga jangan luput kamu siapkan. Apalagi, jika kamu kuliah di luar negeri. Kebutuhan seperti tempat tinggal, makan, dan transportasi menjadi biaya yang harus kamu masukkan selain keperluan akademis.
Nah, agar itung-itungan biaya yang kamu persiapkan lebih cermat, berikut ini kita bakal kasih gambaran biaya hidup di sejumlah kota di luar negeri. Check em’ out!
1. London, Inggris
Sebagai ibukota Negara, biaya hidup di London relatif tinggi jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Inggris. Untuk pengajuan visa living allowance aja di London, tarifnya £ 1.000. Bandingkan dengan kota lain di Inggris yang hanya £ 800.
Tapi, Faldo Maldini, mahasiswa Imperial College London, mengatakan, besar kecilnya biaya hidup di London berpaling kembali pada gaya hidup masing-masing orang. Pengalaman dia, dengan perencanaan keuangan yang matang dan gaya hidup sederhana, banyak biaya yang bisa ditekan.
Faldo yang juga Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) United Kingdom mencatat, tiap bulan dirinya menghabiskan £ 800, dengan perincian biaya transportasi £ 100, makan £ 300, dan akomodasi £ 400. Yang penting menjadi catatan, transportasi di Kota Menara Big Ben ini menerapkan system zonasi. Ada sembilan zona. Yang bersifat radial memusat ke zona satu. Transportasi, akomodasi, dan harga makanan juga terpengaruh sistem zonasi. Untuk daerah di zona satu, harganya jauh lebih mahal disbanding zona dua dan lainnya.
Khusus tempat tinggal, secara garis besar terbagi menjadi akomodasi kampus dan non-kampus. Untuk akomodasi kampus, bentuknya asrama tapi bergantung pada level dan tingkatan. Makin luas kamar asrama, biayanya makin mahal. Sementara akomodasi nonkampus bisa berupa apartemen, flat, studio, atau rumah kontrakan. Tarifnya bermacam-macam, tergantung luas, fasilitas dan letaknya. Sekadar gambaran, untuk apartemen yang terletak di pusat kota, tarifnya sekotar £ 1.000-£ 2.000 per bulan. Yang perlu kamu perhatikan, di beberapa tempat tertentu ada pemilik tempat tinggal yang mensyaratkan request deposit bagi yang ingin menyewa. Jika ingin menekan biaya, sarannya adalah tinggal berkelompok. Jadi, bisa berbagi biaya tempat tinggal dan tagihan lain, seperti air, listrik, telepon, internet, dan pemanas. Faldo yang tinggal di flat bersama mahasiswa asal Indonesia lainnya mengeluarkan dana £ 380 per bulan untuk biaya tempat tinggal.
Transportasi publik di London dikelola dengan baik dan professional. Ada dua jenis angkutan: bus dan kereta. Ada yang namanya Transport for London, transportasi milik pemerintah yang sangat memanjakan mahasiswa. Pasalnya, pemilik status student bisa bebas ke manapun di zona satu dan dua dengan biaya flat £ 84,1 sebulan.
Kebutuhan makan juga sangat penting kamu cermati. Yang jelas, Faldo bilang, lebih hemat kalau masak sendiri. ‘Saya sering masak sendiri, jadi sebulan mungkin hanya akan habis £ 300,’ ujar Faldo. Khusus untuk fasilitas penunjang kuliah, seperti buku, fotokopi, dan jilid tugas, kebutuhan ini biasanya disediakan kampus.
2. Melbourne, Australia
Sejak dulu, Australia memang menjadi favorit pelajar Indonesia yang berminat kuliah ke luar negeri. Alasan utamanya, biaya hidup di negeri kangguru tak semahal di Inggris atau Amerika Serikat. Di Melbourne, terdapat banyak pilihan tempat tinggal yang terjangkau bagi mahasiswa. Mahasiswa asing biasanya menyewa kamar, flat, atau rumah. Harganya pun bervariasi. Makin dekat dengan pusat kota, ongkos sewanya lebih mahal.
Leony Stephanie, mahasiswi Universitas Melbourne, bercerita, teman sekampusnya yang berasal dari Indonesia banyak bertempat tinggal di daerah Utara Melbourne. Alasannya, akses ke kampus yang mudah dan harga sewa relative lebih murah. Bagi mahasiswa muslim, area Utara Melbourne menjadi favorit lantaran banyak menyediakan bahan makanan dan restoran yang halal. Leony sendiri tinggal di daerah suburb Melbourne. Bersama seorang teman, dia menyewa flat dua kamar. Tarif sewanya A$ 1.300 per bulan namun belum termasuk tagihan air, listrik, gas, serta internet.
Soal transportasi, mahasiswa bisa menggunakan kereta dan bus atau tram. Untuk pengguna sistem tiket terpadu, Myki, biaya maksimal per hari A$ 7,16 per orang. Sebagai penggunaa transportasi public lebih dari 20 hari per bulan, biaya rata-rata yang Leony keluarkan untuk transportasi A$ 4,4 sehari.
Untuk makan, jika memasak sendiri hanya membutuhkan budget A$ 7 per hari, sedang membeli makanan jadi sekitar A$ 15. Di Melbourne juga terdapat rumah makan Asia yang menyediakan makanan dengan harga terjangkau. Porsi makanan di Australia juga dua kali lipat porsi makanan di Indonesia, sehingga banyak mahasiswa yang membeli makanan jadi untuk dimakan dua kali.
Soal biaya kesehatan juga harus kamu perhitungkan. Soalnya, pemerintah Australia mewajibkan mahasiswa asing memiliki asuransi kesehatan, namanya Overseas Student Heath Cover (OSHC).
3. Seoul, Korea
Korea Selatan mulai dilirik mahasiswa internasional sebagai tujuan kuliah. Selain banyak universitas berkualitas, beasiswa di negeri ginseng juga lebih mudah dibanding AS atau Eropa. Sayang, kebutuhan hidup di Korea tergolong tinggi. Untuk tempat tinggal, ada pilihan asrama dan one room. Jika ingin irit, sebaiknya pilih asrama dengan tarif sewa 150.000 won-250.000 won per bulan. Sedangkan tarif one room berkisar 200.000 won-350.000 won tergantung lokasi dan luas kamar. Havid Aqoma Khoiruddin, mahasiswa Universitas Kookmin, menjelaskan, kelebihan one room ada pada privasi, ketenangan, dan fasilitas penunjang seperti mesin cuci.
Makanan menjadi kendala bagi mahasiswa Indonesia yang kuliah di Korea. Rata-rata keluhan dating lantaran sulitnya memperoleh makanan halal. Havid sendiri memilih masak sendiri dengan biaya 150.000 won per bulan, jauh lebih murah disbanding makan di kantin kampus atau restoran yang bisa menguras kocek 3.000 won-5.000 won sekali makan.
Untuk mengatasi tingginya biaya hidup, Havid memangkas biaya transportasi dengan mencari tempat tinggal yang bisa menjangkau sejumlah tempat dengan berjalan kaki. Tapi, di Seoul terdapat banyak pilihan transportasi publik, mulai bus, subway, hingga kereta cepat. Karena tetap harus naik angkutan umum ke kampus, dalam sehari, Havid mengeluarkan ongkos sekitar 1.050 won. Untuk kebutuhan pendidikan seperti buku dan modul hingga fotokopi, keperluan itu disuplai perpustakaan kampus. ‘Semuanya bisa diakses dengan gratis,’ ungkap Havid.
Gimana nih guys? Udah cukup jelas kan akan gambaran biaya hidup yang perlu kamu keluarkan untuk kuliah di luar negeri? Semoga artikel ini bermanfaat yah buat kamu yang berencana kuliah di luar negeri.
SUMBER: Kontan, Edisi Mei 2014.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Hai guys.. sudah selesai ujian nasional, bingung mau melanjutkan pendidikan kemana? Ingin melanjutkan studi tapi bingung juga pilih perguruan tinggi yang mana? Duh gak usah kebanyakan bingung guys.. Kalian tinggal mengunjungi konsultanpendidikan.com dan pilih deh informasi perguruan tinggi mana yang akan kalian tuju. Gampang kan 😀
Nah untuk menambah wawasan kalian seputar perguruan tinggi di luar negeri, kami sekarang akan membahas tentang salah satu perguruan tinggi yang ada di Amerika Serikat yakni Lafayette College. perguruan tinggi ini terletak di wilayah Pennsylvania, AS. Untuk mengetahui informasi selanjutnya, yuk baca artikel ini sampai habis 😀
Perguruan tinggi ini didirikan pada tahun 1826 oleh rakyat Easton, Pennsylvania, Amerika Serikat. Pada tahun 1832, dibukalah kelas matematika dan klasik dengan menyewa sebuah rumah di Sungai Lehigh. Seiring berkembangnya perguruan tinggi ini, mereka pun memiliki misii yang sangat mulia yakni kebebasan mengutarakan ide. Lafayette College peduli terhadap perkembangan intelektual, sosial, dan personal. Selain itu perguruan tinggi ini juga sangat peduli terhadap perbedaan karena siswa yang ada di kampus ini berasal dari berbagai komunitas yang berbeda-beda.
Soal kualitas pendidikan, Lafayette College sudah diakreditasi oleh Commission on Higher Education of the Middle States Association of Colleges and Schools, Engineering Accreditation Commission of the ABET, the Computing Accreditation Commission of the ABET dan masih banyak areditasi lainnya yang menandakan bahwa kulaitas pendidikan di sini merupakan yang terbaik.
Conway House
Tempat tinggal ini merupakan asrama campuran pria dan wanita. Biasanya asrama ini digunakan oleh siswa semester satu hingga dua.
– Easton Hall
Terdiri dari ruangan double dan triple. Fasilitasnya lengkap tersedia tv, dapur, ruang cuci, kamar mandi, kamar tidur
Yang nyaman.
– Gates Hall
Asrama dengan gedung yang besar dan megah, fasilitas yang lengkap dan suasana lingkungan yang nyaman.
– Kamine Hall
Di asrama ini terdapat venue untuk makan malam, selain itu terdapat fasilitas lainnya seperti dapur umum, kamar mandi, ac, dan lain-lain.
Loker bisa digunakan untu menyimpan barang-barang para siswa. tersedia juga fasilitas sauna.
– Fitness Center
Fasilitas olahraga yang bisa digunakan semua siswa.
– Kamine Gymnasium
Gym ini biasa digunakan untuk kegiatan olahraga seperti basketball, voli, dan badminton. Tersedia juga lapangan futsal, lantai hoki, dan lain-lain.
– Ruang Latihan
Dua ruangan untuk latihan yoga dan menari dari kelas aerobik.











New York adalah sebuah negara bagian
Davidson Hall
Asrama ini mampu menampung sebanyak 238 siswa. Bangunan yang terdiri dari tiga lantai dengan basement. Fasilitas yang tersedia kasur extra besar,wifi, telepon, laundry, dapur, lantai berkarpet, lapangan olahraga, microwave, tv, dll.
– Richmond House
Asrama ini mampu menampung sebanyak 136 siswa. Bangunan terdiri dari empat lantai. Fasilitas yang tersedia antara lain kasur extra besar, telepon, lantai berkarpet, jendela, laundry, dll.
Biology Club
Berdedikasi untuk menjaga para siswa yang berdedikasi dalam bidang biologi. Kegiaseminar tan klub ini sangat menyenangkan yakni piknik tahunan, trip, dan seminar yang berhubungan dengan biologi.
– Eta Kappa Nu
Klub ini dibuat untuk siswa yang memiliki minat dan kemampuan dalam teknik elektrik yang akan menuju pada beasiswa, kepemimpinan, dan pengembangan karakter.
– Society of Women Engineer
SWE adalah organisasi nasional yang mempromosikan peran wanita dalan dunia teknik. Tur, perkuliahan, dan panel diskusi akan membantu para wanita untuk menemukan kesempatan dan pengetahuan dalam bidang teknik.
– Spanish Club
Organisasi ini mempromosikan bahasa dan kultur dari Spanyol melalui film, perkuliahan, pertemuan sosial, kelas memasak, Bahasa Spanyol mingguan, dan kegiatan berbeda lainnya.
Nah buat kalian yang ingin dibantu pendaftarannya di kampus ini bisa banget dan gampang banget guys caranya.. Kalian hanya perlu menghubungi kontak yang ada di bawah ini. Jangan ragu untuk bertanya ya 😀



Masih tentang program yang ada di
Transportation
Traditional Apprenticeships
Waktu yang kamu habiskan di Centennial College tentu saja tidak semata-mata hanya untuk mencapai keberhasilan di bidang akademis saja dong guys, pasti bosen kan masa tiap hari kerjanya Cuma belajar, belajar dan belajar. Maka dari itu, kamu juga perlu banget tuh aktif terlibat dalam berbagai kehidupan yang ada di kampus. Kenapa? Alasannya tentu saja karena ikut terlibat dalam kehidupan kampus merupakan kesempatan kamu untuk bisa berbaur dan bertemu dengan teman-teman baru serta mendapatkan berbagai pengalaman baru. Kamu juga bisa mulai mengumpulkan link-link atau channel-channel dari orang-orang yang ada di sekitar kamu, siapa tahu kan suatu saat mereka bisa membantu kamu dalam dunia kerja? Jadi ga ada ruginya kan ikut terlibat dalam kehidupan kampus? Nah berkaitan dengan hal tersebut, Cetennial College menawarkan berbagai kegiatan untuk mengisi waktu kamu selama menjadi bagian dari Cetennial College. Kamu bisa mengikuti klub atletik, klub rekreasi atau klub-klub lain yang sesuai dengan minatmu.