Beasiswa Open Doors Program S2, S3 Pemerintah Rusia

http://www.beasiswapascasarjana.com

Program beasiswa S2 dan S3 yang ditawarkan satu ini disediakan Pemerintah Rusia melalui Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia bekerjasama dengan Global Universities Association, wadah yang menaungi universitas-universitas di Rusia. Beasiswa yang ditawarkan dalam bentuk kompetisi di mana para pemenang dan runner-up akan dihadiahi beasiswa S2 maupun beasiswa S3 di Rusia setelah memenangkan kompetisi yang diselenggarakan.

Program beasiswanya dinamai Open Doors Russian Scholarship for International Students. Melalui rilis yang diterima beasiswapascasarjana.com, program ini menyediakan 300 kursi beasiswa bagi kandidat internasional terpilih, termasuk dari pelamar Indonesia. Mereka yang terpilih akan mendapatkan potongan 100 persen biaya kuliah (tuition fee) plus beasiswa dari Pemerintah Rusia untuk studi S2 atau S3 di universitas-universitas terkemuka di Rusia, tanpa perlu mengikuti ujian masuk universitas. Menariknya lagi ada sekitar 21 universitas di Rusia yang bisa menjadi pilihan yang merupakan universitas kelas dunia.

Biaya yang tidak ditanggung oleh beasiswa Open Doors ini adalah kebutuhan yang menyangkut kebutuhan pribadi, seperti biaya tiket dan akomodasi, asuransi, biaya hidup, dll. Sementara, biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh Federasi Rusia.

Area Studi:
· Mathematics & Artificial Intelligence
· Clinical Medicine & Public Health
· Computer & Data Science
· Business & Management
· Politics & International Relations
· Biology & Biotechnology
· Neuroscience & Psychology
· Physical Sciences
· Linguistics & Modern Languages
· Chemistry & Materials Science
· Economics & Econometrics
· Engineering & Technology
· Earth Sciences
· Education

21 Universitas Pilihan:
1. Higher School of Economics (HSE)
2. Tomsk state university
3. ITMO
4. Moscow Institute of Physics and Technology
5. Novosibirsk State Universtity
6. National Research Nuclear University
7. National University of Science and Technology MISIS
8. Ural Federal University
9. Saint Petersburg Electrotechnical University “LETI”
10. Sechenov First Moscow State Medical University
11. Peter the Great St.Petersburg Polytechnic University (SPbPU)
12. Tomsk Polytechnic University
13. Immanuel Kant Baltic Federal University
14. People’s Friendship University of Russia (RUDN)
15. University of Tyumen
16. Far Eastern Federal University
17. Kazan University
18. Lobachevsky State University of Nizhni Novgorod (UNN)
19. Samara National Research University
20. Siberian Federal University
21. South Ural State University

Persyaratan:
1. Warganegara dari negara manapun, kecuali Rusia2. Bergelar sarjana (untuk program master) atau master (untuk program doktor)3. Peserta bisa mengambil program berbahasa Rusia atau Inggris

Pendaftaran:
Bagi Anda yang berminat pendaftaran beasiswa Open Doors 2021 dibuka secara online 15 September s/d 10 Desember 2020. Silakan buat akun di laman Global Universities kemudian login dan lengkapi formulir beserta portofolio Anda.

Kompetisi tahap awal adalah berdasarkan portofolio yang Anda ajukan. Jadi, siapkan portofolio sebaik mungkin, seperti semua makalah penelitian, sertifikat, penghargaan, dan anugerah bernilai yang pernah Anda terima. Untuk meningkatkan peluang keberhasilan, bisa sertakan juga prestasi yang berhubungan dengan area studi yang dipilih dalam portofolio.

Jika lolos seleksi portofolio, peserta akan mengikuti kompetisi tahap kedua berupa tugas pemecahan masalah berkaitan dengan area studi yang dipilih. Jadi peserta akan melengkapi tugas online yang bisa dilengkapi di akun masing-masing.

Jadwal seleksi:
Pendaftaran online: 15 September – 10 Desember 2020
Pengumuman hasil seleksi kompetisi portofolio: 15 Desember 2020
Pengumuman hasil putaran kedua: 10 Februari 2021
Pengumuman pemenang Open Doors untuk program master: 22 Februari 2021Putaran ketiga (untuk peserta program doktor): 1 – 19 Maret 2021 
Pengumuman pemenang Open Doors untuk program doktor: 23 Maret 2021

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Seberapa Buruk Pelatihan Bedah?

Concentrated surgeon performing surgery with her team

Studi New England Journal of Medicine berfokus pada residen bedah dan memerlukan survei terhadap 7.464 dari mereka. Hampir semua (7409 atau 99,3%) menyelesaikan survei. Tingkat penyelesaian yang tinggi ini tidak mengherankan karena menjadi teliti bukanlah sifat yang tidak biasa di kalangan ahli bedah. Dari mereka yang telah menyelesaikan survei, 2.935 (39,6%) adalah perempuan. Publikasi tidak memberikan rincian responden berdasarkan ras atau etnis.

Kebetulan, warga mengikuti survei tepat setelah mereka mengikuti ujian dewan bedah, mungkin bukan waktu terbaik untuk menyelesaikan survei. Lagi pula, apa yang paling ingin Anda lakukan setelah Anda selesai menjawab banyak pertanyaan yang melelahkan? Bagaimana jika menjawab lebih banyak pertanyaan? Jadi ingatlah ini saat mengevaluasi hasil. Namun demikian, ini adalah cara untuk mengumpulkan banyak penghuni bedah yang sibuk sekaligus.

Hasilnya mengejutkan, bahwa banyak penduduk mengalami diskriminasi gender, hampir sepertiga (31,9%) dari semua yang menyelesaikan survei. Itu terjadi pada 65,1% wanita dan 10,0% pria. Untuk 26,9% wanita, ini adalah kebalikan dari hal yang sesekali terjadi pada bulan biru, tetapi setidaknya merupakan pengalaman bulanan.

Authors of the study presented at the American College of Surgeons Clinical Congress in San Francisco this past week.

Dr. Nayyar, penulis pertama studi tersebut, menjelaskan bahwa “studi kami menunjukkan ketidaksesuaian antara pengalaman pelecehan seksual yang dihadapi oleh ahli bedah wanita, dan persepsi dari faksi ahli bedah pria yang tidak melihat pelecehan seksual di tempat kerja sebagai masalah nyata , sebaliknya cenderung percaya bahwa percakapan tentang kesetaraan, keragaman, dan kesopanan tempat kerja membatasi pertumbuhan karier mereka sendiri. “

Dengan demikian, masalah yang digariskan oleh studi New England Journal of Medicine tampaknya lebih dari sekedar masalah “pelatihan dokter” tetapi masalah budaya, kepemimpinan, dan sistem yang perlu diperbaiki. Penghuni bedah mungkin lebih menderita, mengingat kerentanan mereka yang rendah di tiang totem dan bahwa mereka mungkin masih relatif baru dalam hal “diperlakukan seperti sampah” ini. Tetapi diskriminasi dan penganiayaan tampaknya tidak berhenti begitu pelatihan selesai. Ini bukan seolah-olah pelaku perilaku buruk kemudian berkata, “oh, itu benar, Anda adalah manusia sekarang,” setelah Anda berpindah dari status pelatihan menjadi hadir penuh. Menyelesaikan pelatihan tidak seperti meninggalkan Kota Gotham dan pindah ke Asgard. Anda masih tetap berada di lingkungan yang sama dan dengan jenis orang yang sama.

Pada akhirnya, dokter yang mengalami diskriminasi, pelecehan, dan penganiayaan adalah masalah perawatan pasien dan masalah sistem perawatan kesehatan. Budaya toksik dan sistem toksik yang mencegah dokter berbakat mencapai potensinya pada gilirannya akan merugikan pasien dan masyarakat. Dan tidak ada yang menginginkan sampah seperti itu terjadi.

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

4 Pilihan Negara Studi Bagi yang Tidak Jago Berbahasa Inggris

1. Perancis               

Para pelajar internasional yang ingin melanjutkan kuliah di Perancis tidak diwajibkan mahir berbahasa Inggris. Sebaliknya, mereka akan didorong untuk menguasai bahasa Perancis minimal level Delf B2 untuk dapat mendaftar di berbagai perguruan tinggi terbaik di Perancis. Untuk belajar bahasa Perancis di Indonesia, anda dapat mencari informasi di Pusat Kebudayaan Perancis (IFI) yang terdapat di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.

2. Jerman

Jerman telah menjadi salah satu negara favorit tujuan studi para pelajar Indonesia. Kuliah di Jerman memang bisa menjadi alternatif yang tepat apabila kemampuan bahasa Inggris anda biasa-biasa saja. Namun, sebagai gantinya anda harus menguasai bahasa Jerman supaya kuliah anda dapat berjalan lancar.

3. Rusia

Jika anda merasa kurang yakin dengan kemampuan bahasa Inggris anda, anda juga bisa mendaftar di universitas yang terdapat di Rusia. Ya, Negeri Beruang Merah ini bahkan menyediakan kelas persiapan selama setahun untuk mempelajari bahasa Rusia bagi para pelajar internasionalnya sebelum memasuki masa pendidikan. Contohnya saja beasiswa kuliah di Rusia yang disediakan oleh NRTPU dalam skema NRTPU Rosatom State Scholarships. Tawaran beasiswa S2 di Rusia ini sudah termasuk pembiayaan pendidikan bahasa Rusia selama 1 tahun.

4. China

Kalau anda tidak ingin mencari negara yang jauh-jauh seperti 3 negara di atas, anda juga bisa melanjutkan studi di China. Setiap tahunnya, Negeri Tirai Bambu tersebut menerima pelajar internasional termasuk dari Indonesia dengan kemampuan bahasa Inggris standar namun dapat menguasai bahasa China dengan baik. Pada beberapa universitas ada yang menawarkan program master dan doktoral dengan bahasa pengantar Mandarin dan dengan bahasa Inggris. Nah, jika anda memilih untuk bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar, maka pihak universitas akan memberikan kursus bahasa Mandarin terlebih dahulu selama maksimal 2 tahun sebelum memulai perkuliahan.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami