17 Perasaan yang Akan Anda Miliki Saat akan mulai kuliahan di luar negeri

Memulai  kuliah di luar negeri  bisa menjadi pengalaman yang benar-benar menakutkan dan menegangkan . saat ini mungkin kamu masih hidup nyaman , tetapi kalau pindah ke luar negeri  juga pindah dari rumah untuk pertama kalinya, jadi Anda mungkin akan mengalami banyak perasaan yang berbeda.

  1. Kamu akan benar-benar ketakutan pada malam sebelum kamu pergi
    Apakah saya akan punya teman nanti? Apakah saya bisa mengikuti perkuliahan ? Bagaimana jika saya tidak cocok dengan teman sekamar saya? Bagaimana jika mereka membenciku ?! Begitu banyak pertanyaan, begitu sedikit jawaban.
  2. Perasaan yang bercampur aduk, takut namun juga excited tentang hal-hal yang baru nanti ditemui
  3. Mengucapkan selamat tinggal akan membuat Anda merasa sangat nostalgia.
  4. Di dalam mobil dalam perjalanan ke kota yang baru , Anda akan bertanya-tanya apakah Anda telah membuat keputusan yang tepat.
  5. Begitu  tiba, Anda akan mulai merasa sedikit gugup, karena meskipun Anda sudah lama mengobrol di grup chat  sebelum tiba di sini, Anda tetap ingin membuat kesan pertama yang baik saat bertemu.
  6. Ketika sudah bertemu teman, ternyata mereka juga sama-sama manusia jadi ga terlalu takut lagi
  7. Begitu mulai membongkar semua barang di kamar baru Anda dan mulai merasa sedikit rindu rumah meskipun keluarga Anda baru saja pergi.
  8. Tapi kemudian Anda pergi keluar dengan teman-teman  yang baru dan mulai merasa bahagia lagi.
  9. Jika Anda memiliki aksen daerah, Anda akan merasa kesal pada teman-teman baru Anda karena diolok-olok di setiap kesempatan.
  10. Anda akan memulai minggu baru dengan perasaan berenergi dan siap untuk melakukan apa pun.
  11. Merasa sangat bingung saat mencoba mengingat semua nama dari banyak orang yang baru saja Anda temui, terutama saat keluar malam.
  12. Meskipun Anda sedang bersenang-senang, di pertengahan minggu mahasiswa baru Anda mulai merasa sangat lelah.
  13. Di akhir pekan, Anda akan merasa terkuras baik secara fisik maupun emosional.
  14. Ketika kelelahan , Anda akan merasa sangat sakit dan mulai mengasihani diri sendiri.
  15. Mulai enjoy dengan persahabatan dan juga kegiatan komunitas kampus
  16. Kemudian memasuki fase-fase  produktif dengan mulai banyaknya kegiatan  lalu kamu mulai merasa lebih baik.
  17. Memulai kuliah ternyata  tidak seperti yang kamu kira, dan kamu akan merasa sangat konyol karena selalu mengkhawatirkannya.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Program Beasiswa Santri Berprestasi 2021 – 2022

studyabroad.shiksha.jpg

Ini salah satu program beasiswa yang ditawarkan Kementerian Agama RI bagi para lulusan santri pondok pesantren tahun akademik 2021 – 2022. Program Beasiswa Santri Berprestasi atau PBSB. Pendaftarannya dibuka mulai 15 Maret s/d 15 April 2021. Beasiswa santri ini memberikan kesempatan bagi santri tingkat akhir atau santri lulusan tahun 2019, 2020 dan 2021 pada Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang terintegrasi dan/atau berada dan menjadi bagian dari Pondok Pesantren.

Ada yang berbeda dari beasiswa PBSB 2021 dengan periode sebelumnya. Tahun ini, selain menyediakan program S1, beasiswa PBSB juga membuka kesempatan beasiswa S2 dan program profesi bagi santri lulusan sarjana yang berlatarbelakang pondok pesantren. 

Beasiswa PBSB 2021 mencakup biaya pendaftaran kuliah, biaya matrikulasi untuk pengenalan kampus, Biaya uang kuliah tunggal (UKT) atau biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), biaya pendidikan profesi (bagi yang mengambil program profesi), biaya hidup, biaya tugas akhir, biaya asrama, serta biaya dukungan. Pada tahun 2021, beasiswa PBSB bekerjasama dengan 21 perguruan tinggi mitra yang menjadi tujuan studi para santri. Bidang studi yang ditawarkan mencakup keagamaan, MIPA, sosial humaniora, serta sains dan teknologi.

Jenis beasiswa yang diberikan:
1. Beasiswa penuh untuk Program Sarjana (S1) paling lama 48 bulan;
2. Beasiswa penuh untuk Pendidikan Profesi paling lama 24 bulan; dan
3. Beasiswa penuh untuk Program Magister (S2) paling lama 24 bulan

Sasaran Program PBSB:
1. Mahasantri PBSB yang sedang studi lanjut pada Perguruan Tinggi Mitra (on going);
2. Mahasantri PBSB yang sedang studi pendidikan profesi pada Perguruan Tinggi Mitra: dan
3. Santri yang dinyatakan lulus dalam seleksi calon peserta PBSB tahun 2021.

Perguruan Tinggi Mitra dan Program Studi:
1. UIN ALAUDDIN
   ▪ Kesehatan Masyarakat
2. UIN Maulana Malik Ibrahim
   ▪ Perbankan Syariah
3. UIN Sunan Ampel
   ▪ Pengembangan Masyarakat Islam
4. UIN Sunan Gunung Djati
   ▪ Tasawuf Psikoterapi
5. UIN Sunan Kalijaga
   ▪ Ilmu Kesejahteraan Sosial
   ▪ Magister Informatika
   ▪ Interdisciplinary Islamic Studi
   ▪ Magister Kajian Industri dan Bisnis Halal
6. UIN Syarif Hidayatullah
   ▪ Kedokteran dan Pendidikan Dokter
   ▪ Farmasi
7. UIN Walisongo
   ▪ Ilmu Falak
8. Institut Pertanian Bogor
   ▪ Teknik Industri Pertanian
9. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
   ▪ Teknik Informatika
10. Universitas Gadjah Mada
    ▪ Ilmu Komunikasi
    ▪ Psikologi
11. Universitas Islam Malang
    ▪ Pendidikan Dokter
12. Universitas Pendidikan Indonesia
    ▪ Bimbingan dan Konseling
    ▪ Teknologi Pendidikan
13. Universitas Indonesia
    ▪ Ilmu Hukum
    ▪ Ilmu Keperawatan
    ▪ Ilmu Ekonomi
    ▪ Manajemen
    ▪ Ilmu Ekonomi Islam
    ▪ Hubungan Internasional
    ▪ Teknik Industri
14. Universitas Negeri Jakarta
    ▪ Pendidikan Ekonomi
15. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
    ▪ Sejarah Peradaban Islam
16. Universitas Wahid Hasyim
    ▪ Hukum Ekonomi Syariah
17. Universitas Islam Nusantara
    ▪ Perbankan Syariah
18. UIN Sumatera Utara
    ▪ Hukum
19. Universitas Islam Makassar
    ▪ Agrobisnis
20. Universitas Mataram
    ▪ Ekonomi
21. Institut Agama Islam Bunga Bangsa
    ▪ Magister Manajemen Pendidikan Islam

Persyaratan:

Persyaratan Umum:

1. Santri Warga Negara Indonesia.
2. Santri yang  berasal dari Pesantren yang telah terdaftar di Kementerian Agama, yang dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Statistik Pesantren (NSP) yang terdaftar pada Kementerian Agama.
3. Santri mukim minimal 3 (tiga) tahun berturut-turut yang dibuktikan dengan Surat Keterangan yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir).
4. Memiliki akhlaq terpuji dan direkomendasikan oleh Pimpinan Pesantren dibuktikan dengan Surat Rekomendasi dari Pimpinan Pesantren Asal Santri.
5. Memiliki kemampuan berbahasa Arab.
6. Memiliki kemampuan membaca dan memahami Kitab Kuning.
7. Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil’alamin.
8. Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai nasionalisme, patriotisme serta integritas.
9. Diutamakan santri yang memiliki prestasi akademik dan non akademik dengan melampirkan nilai raport 1 (satu) tahun terakhir, piagam atau sertifikat.
10. Diutamakan santri berprestasi berasal dari keluarga kurang mampu.
11. Pilihan Program Sarjana (S1):
    a. Santri tingkat akhir atau santri lulusan tahun 2019, 2020, dan 2021 pada Satuan Pendidikan  Muadalah(SPM), Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang terintegrasi dan/atau berada dan menjadi bagian dari Pondok Pesantren.
Dipublikasikan pada tanggal 16 Maret 202114
    b. Berusia maksimal (per 1 Juli 2021):
       1) 20 (dua  puluh) tahun untuk santri tingkat akhir pada MAS/MAN yang terintegrasi dan/atau berada dan menjadi bagian dari Pondok Pesantren (lahir pada tanggal 1 Juli 2001, 2 Juli 2001, dan seterusnya);
       2) 23 (dua puluh tiga) tahun untuk santri lulusan SPM/PDF/PKPPS(lahir pada tanggal 1 Juli 1998, 2 Juli 1998, dan seterusnya).
12. Pilihan Program Magister (S2):
    a. Santri Sarjana yang berasal dari Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren  Salafiyah  (PKPPS),  Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang terintegrasi dan/atau berada dan menjadi bagian dari Pondok Pesantren.
    b. Berusia maksimal 35 (tiga puluh lima) tahun per-tanggal 1 Juli 2021. 

Persyaratan Khusus:

1. Pilihan Program Sarjana (S1):
   a. Pilihan Program Studi Perbankan Syariah pada UIN Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang:
      1) Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 10 (sepuluh) juz;
      2) Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 30 (tiga puluh) juz;
      3) Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.

   b. Pilihan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial pada UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:
      1) Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 1 (satu) juz;
      2) Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 (lima) juz;
      3) Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai

   c. Pilihan Program Studi Tasawuf Psikoterapi pada UIN Sunan Gunung Djati, Bandung:
      1) Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 1 (satu) juz;
      2) Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 (lima) juz;
      3) Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.

   d. Pilihan Program Studi Kedokteran dan Farmasi pada UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta:
      1) Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 1 (satu) juz;
      2) Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 (lima) juz;
      3) Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.

2. Pilihan Program Magister (S2):
   a. Pilihan Program Magister Informatika pada UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:
      1) Lulusan S1 atau Sarjana Terapan (D-IV) dengan latar belakang keilmuan semua jurusan, dibuktikan dengan (minimal) Surat Keterangan Lulus. Lulusan perguruan tinggi luar negeri harus menyertakan salinan/fotokopi surat keterangan penyetaraan ijazah dari Kemenristekdikti/Kementerian Agama yang dilegalisir;
      2) IPK minimal 3.00 (dengan melampirkan transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang dilegalisir);
      3) Lulus dari Prodi yang terakreditasi;
      4) Lulus dari perguruan tinggi yang terdaftar dalam PD-Dikti;
      5) Memiliki proposal rencana penelitian untuk tesis;
      6) Surat Rekomendasi dari pimpinan Pesantren asal santri sarjana;
      7) Surat Izin dari pimpinan Pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;
      8) Pernyataan Kesiapan Tinggal di Pesantren sekitar Perguruan Tinggi Mitra saat menempuh studi;
      9) Daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada).

   b. Pilihan Program Magister Interdisciplinary Islamic Studies Konsentrasi Industri dan Bisnis Halal pada UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:
      1) Lulusan S1 dan sederajat dengan latar belakang keilmuan semua jurusan, dibuktikan dengan (minimal) Surat Keterangan Lulus. Lulusan perguruan tinggi luar negeri harus menyertakan salinan/fotokopi surat keterangan penyetaraan ijazah dari Kemenristekdikti/Kementerian Agama yang dilegalisir;
      2) Saat mendaftar, santri sarjana menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 (lima) juz;
      3) Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Arab atau bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor sekurang-kurangnya TOAFL 500, TOEFL ITP 450, TOEFL iBT 45, IELTS 5, atau TOEIC 500;
      4) IPK minimal 3.00 (dengan melampirkan transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang dilegalisir);
      5) Lulus dari Prodi yang terakreditasi;
      6) Lulus dari perguruan tinggi yang terdaftar dalam PD-Dikti;
      7) Memiliki proposal rencana penelitian untuk tesis;
      8) Surat Rekomendasi dari pimpinan Pesantren asal santri sarjana;
      9) Surat Izin dari pimpinan Pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;
     10) Pernyataan Kesiapan Tinggal di Pesantren sekitar Perguruan Tinggi Mitra saat menempuh studi;
     11) Daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada).

   c. Pilihan Program Magister Manajemen Pendidikan Islam pada Institut Agama Islam Bunga Bangsa, Cirebon:
      1) Lulusan S1 dan sederajat dengan latar belakang keilmuan semua jurusan, dibuktikan dengan (minimal) Surat Keterangan Lulus. Lulusan perguruan tinggi luar negeri harus menyertakan salinan/fotokopi surat keterangan penyetaraan ijazah dari Kemenristekdikti/Kementerian Agama yang dilegalisir;
      2) IPK minimal 3.00 (dengan melampirkan transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang dilegalisir);
      3) Lulus dari Prodi yang terakreditasi;
      4) Lulus dari perguruan tinggi yang terdaftar dalam PD-Dikti;
      5) Memiliki proposal rencana penelitian untuk tesis;
      6) Surat Rekomendasi dari pimpinan Pesantren asal santri sarjana;
      7) Surat Izin dari pimpinan Pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;
      8) Pernyataan Kesiapan Tinggal di Pesantren sekitar Perguruan Tinggi Mitra saat menempuh studi;
      9) Daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada).

Pendaftaran:
Pendaftaran PBSB 2021 – 2022 dilakukan secara online melalui laman PBSB Kemenag: ditpdpontren.kemenag.go.id/pendaftaranpbsb

Pihak pesantren mengajukan pendaftaran online terlebih dahulu di laman PBSB, dengan memastikan Nomor Statistik (NSP) yang dicantumkan terdaftar pada Kementerian Agama. Kemudian mengajukan nama santri yang akan mengikuti seleksi beasiswa PBSB. Santri yang telah didaftarkan akan memiliki akun Santri yang bisa digunakan untuk login dan melengkapi formulir dan dokumen aplikasi yang diminta. Dokumen aplikasi dibuat dalam format PDF. Silakan unduh panduan beasiswa PBSB.

Jadwal Seleksi Beasiswa PBSB:
– Periode Pendaftaran: 15 Maret – 15 April 2021
– Verifikasi dan Validasi Data Dan Dokumen Oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi: 15 Maret – 19 April 2021
– Pegumuman Kelayakan Mengikuti Seleksi Tahap 1 – Tes Berbasis Elektronik: 20 April 2021
– Pelaksanaan Seleksi Tahap 1 – Tes Berbasis Elektronik: 27 April 2021
– Pengumuman Kelulusan Seleksi Tahap 1: 7 Mei 2021
– Pelaksanaan Seleksi Tahap 2 – Tes Wawancara/Tes Lisan Online: 18 – 21 Mei 2021 (menyesuaikan jumlah peserta)
– Pengumuman Kelulusan Seleksi Tahap 2: 31 Mei 2021
– Legalisasi Administrasi Pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi: 1 – 8 Juni 2021
– Pendaftaran Pada Perguruan Tinggi Mitra PBSB: Sesuai kalender akademik PTM masing-masing
– Masa Perkuliahan Pada Perguruan Tinggi Mitra PBSB: Sesuai kalender akademik PTM masing-masing
– Pencairan dan Penyaluran Dana Bantuan Beasiswa Santri Berprestasi: Juli 2021

Sumber: beasiswapascasarjana.com

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

5 Masalah Umum yang Dihadapi Siswa Selama Universitas

education.co.za

Waktu yang sebentar dihabiskan di universitas adalah kenangan indah dan pengalaman yang membahagiakan bagi sebagian besar orang, bukannya hidup dikampus tidak ada masa sulit. Pengalaman setiap siswa itu unik, tetapi ada beberapa masalah yang dihadapi hampir semua siswa setidaknya sekali selama mereka di kampus. Jika Anda sedang dalam perjalanan ke perguruan tinggi, pelajari cara menghadapi tantangan yang mungkin menghampiri Anda.

  1. Belajar

Masalah: Universitas menantang secara akademis. Bagi banyak orang, pelajaran di universitas membutuhkan lebih banyak upaya daripada kelas sekolah menengah. Tidak seperti kebanyakan sekolah menengah, universitas sering kali mengemas dua tahun konten menjadi satu tahun. Banyak siswa mengambil 15 sks, sementara yang lain mencoba menjejalkan hingga 18 atau bahkan 21 sks. Kadang-kadang, tampaknya mustahil untuk tetap berada di atas semuanya.

Solusi: Ketahui batasan Anda. Jika Anda tidak dapat menangani 18 sks, ada baiknya dalam jangka panjang untuk memperlambat dan mengambil hanya 15. Meskipun tujuan universitas adalah untuk belajar dan melanjutkan pendidikan Anda, itu tidak berarti belajar sepanjang waktu . Penting untuk menjadwalkan waktu untuk bersenang-senang dan beristirahat dari belajar agar pikiran Anda tetap segar dan jernih.

  1. Uang

Masalah: Biaya sekolah naik dengan kecepatan tinggi dan mengkhawatirkan. Ditambah dengan biaya makan, transportasi, dan buku. Dan Anda mengalami mimpi terburuk seorang mahasiswa. Mahasiswa putus sekolah setiap tahun karena mereka tidak mampu membayar kuliah. Yang lain dipaksa untuk mengubah jadwal akademik penuh waktu dengan pekerjaan penuh waktu untuk memenuhi kebutuhan. Menjadi semakin sulit bagi siswa untuk lulus tanpa hutang.

Solusi: Pinjaman mahasiswa relatif mudah didapat. Namun, banyak siswa tidak tahu cara kerja pembayaran kembali dan berapa tahun yang mereka habiskan untuk melunasi pinjaman mereka. Pertimbangkan untuk bekerja di kampus. Bekerja di kampus akan mengurangi biaya transportasi dan membantu Anda tetap lebih fokus secara akademis. Selain itu, buat anggaran untuk pengeluaran transportasi, makanan, akomodasi, dan biaya keperluan sehari-hari.

  1. Bekerja Sambil Kuliah

Masalah: Untuk membayar biaya kuliah yang tinggi, banyak siswa harus bekerja. Banyak siswa mencoba untuk bekerja dan akhirnya tidak cukup tidur. Tanpa istirahat yang cukup, pelajar rentan terhadap gangguan kesehatan.

Solusi: Putuskan apa yang penting. Prioritaskan dan jadwalkan setiap kegiatan. Dan perhatikan pilihan Anda saat mendapatkan pekerjaan. Universitas sering kali menawarkan pekerjaan kepada siswa yang sesuai dengan jadwal siswa.

  1. Rindu Rumah

Kerinduan adalah tantangan umum dan normal bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang sangat jauh dari rumah dan di tahun pertama sekolah. Jika Anda bisa, kunjungi rumah sekali atau dua bulan sekali.

Masalah: Sebagian besar siswa pada suatu saat akan rindu kampung halaman. Sangat umum bagi siswa yang pergi ke sekolah yang lebih dari tiga jam dari rumah merasa rindu rumah. Mahasiswa baru lebih menderita, karena ini mungkin tahun pertama mereka jauh dari rumah.

Solusi: Rencanakan untuk mengunjungi rumah sekali setiap bulan atau dua. Minta teman dan keluarga untuk mengirim email dan menelpon. Langkah-langkah ini akan sangat membantu dalam mengurangi perasaan rindu rumah.

  1. Depresi

Masalah: Setiap masalah dalam daftar ini dapat meningkatkan tingkat stres siswa. Beberapa merasa lega dan berpesta, dan yang lain (bahkan beberapa yang berpesta) mungkin mendapati diri mereka depresi.

Solusi: Jika stres dan depresi menjadi masalah, carilah dukungan profesional. Banyak kampus memiliki program konseling gratis bagi mahasiswanya. Konselor dilatih untuk mendengarkan dan membantu siswa kembali ke jalurnya. (Ini tidak berarti pesta juga harus dihentikan, selama siswa berpesta secara bertanggung jawab dan sesuai hukum.)

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

5 TIPS SURVIVE SEBAGAI MAHASISWA BARU DI LUAR NEGERI ! | JADI “MABA” DI PRANCIS

Bonjour ! Di video kali ini aku mau berbagi 5 tips cara untuk survive sebagai MABA alias Mahasiswa Baru di luar negeri. Buat kalian yang punya kekhawatiran sebagai MABA di negeri orang atau buat kalian yang sedang mempersiapkan studi di luar negeri, aku punya beberapa tips berdasarkan pengalaman aku pribadi sebagai mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Prancis, supaya kalian bisa menjalani masa-masa sebagai MABA dengan sukses dan lancar. Semoga bermanfaat yaa. Enjoy and thank you for watching!

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Jika Anda benar-benar Belajar Bagaimana cara Memperhatikan, maka Anda akan Melihat Bahwa ada Pilihan Lain

David Foster Wallace
David Foster Wallace at Kenyon College. 
Steve Rhodes

“Ini bukan masalah kebajikan,” kata Wallace. “Ini adalah masalah pilihan saya untuk melakukan pekerjaan entah bagaimana mengubah atau membebaskan pengaturan default alami saya yang terprogram, yang menjadi sangat dan benar-benar mementingkan diri sendiri dan melihat serta menafsirkan segala sesuatu melalui lensa sendiri.”

Melakukan itu akan sulit, katanya. “Dibutuhkan kemauan dan usaha, dan jika Anda seperti saya, suatu hari Anda tidak akan mampu melakukannya, atau Anda hanya tidak mau melakukannya.”

Tetapi melepaskan diri dari lensa itu dapat memungkinkan Anda untuk benar-benar mengalami kehidupan, untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan di luar reaksi gagal Anda.

Sangat sulit untuk melakukan ini, untuk tetap sadar dan hidup menjadi dewasa
hari demi hari. Pendidikan Anda benar-benar adalah pekerjaan seumur hidup.

sheryl sandberg
“Tidak semua yang terjadi pada kita terjadi karena kita.” – Pidato Sheryl Sandberg 2016 di UC Berkeley

Selama pidato pembukaan COO Facebook yang sangat pribadi tentang ketahanan di UC Berkeley, dia berbicara tentang bagaimana memahami tiga P yang sangat menentukan kemampuan kita untuk menghadapi kemunduran membantunya mengatasi kehilangan suaminya, Dave Goldberg.

Dia menguraikan tiga P sebagai:

· Personalisasi: Apakah Anda yakin suatu peristiwa adalah kesalahan Anda.
· Pervasiveness : Apakah Anda yakin suatu peristiwa akan mepengaruhi semua bidang kehidupan Anda.
· Permanen: Berapa lama menurut Anda perasaan negatif akan bertahan.

“Ini adalah pelajaran bahwa tidak semua yang terjadi pada kita terjadi karena kita,” kata Sandberg tentang personalisasi. Butuh pemahaman ini bagi Sandberg untuk menerima bahwa dia tidak bisa mencegah kematian suaminya. “Dokternya belum mengidentifikasi penyakit arteri koronernya. Saya seorang jurusan ekonomi; bagaimana saya bisa?”

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Mahasiswa tidak ingin Kembali pada Musim gugur, itu dapat menyebabkan banyak Universitas Runtuh

colleges crumbling after covid coronavirus tuition 4x3

Minh Phuc Tran, seorang mahasiswa di Universitas San Francisco, telah hadir dan terlibat dalam kehidupan kampus sama seperti Anda.

LinkedIn miliknya lebih seperti pendukung Silicon Valley daripada seorang mahasiswa berusia 19 tahun. Dia mendirikan klub dan organisasi nirlaba sambil mengumpulkan beasiswa dan penghargaan, belum lagi dia berbicara empat bahasa.

Dia juga dapat memilih untuk tidak kembali ke sekolah jika kelas tetap online tahun ajaran depan.

“Pengalaman saya dengan kelas selama beberapa bulan terakhir tidak begitu bagus,” katanya kepada Business Insider.

Ada komplikasi praktis lainnya yang membuat pembelajaran virtual kurang dari ideal – dia harus kembali ke rumah ke Kentucky setelah virus menyebar di Bay Area, jadi salah satu kelas malamnya sekarang berakhir pada pukul 11 ​​malam.

“Bagi saya, kuliah harus benar-benra ada dan hadir,” ujarnya. Dia memilih kuliahnya sebagian berdasarkan lokasi, jadi dia bisa berada di San Francisco dan online.

“Dinamika sekarang tidak sama,” tambahnya.

Aakshi Agarwal, sementara itu, seharusnya menghabiskan musim panasnya di sekolah hukum. Siswa Yale yang berusia 21 tahun hanya memiliki satu tahun lagi sebelum dia lulus, tetapi tidak yakin apakah dia akan mengambil kelas pada musim gugur jika pandemi memaksa kelas online.

“Sangat sulit bagi saya untuk mempertimbangkan lulus tepat waktu versus semua pengalaman yang saya harapkan,” katanya.

Dia mengatakan semua orang dalam kelompok teman dekatnya yang terdiri dari delapan orang cenderung mengambil cuti selama satu semester atau satu tahun. Dia akan mempertimbangkan untuk mengambil kelas online di Yale pada semester mendatang jika sekolah menurunkan biaya sekolah, tetapi dia sudah memiliki rencana untuk bekerja di Telehealth Access for Seniors, organisasi nirlaba yang dia mulai, dan belajar untuk LSAT jika dia mengambilnya. cuti untuk semester musim gugur.

Pengalaman ini membantu menjelaskan mengapa sistem perguruan tinggi dan universitas AS, jalur akses yang sudah lama ada hingga dewasa dan kelas menengah atau profesional, tiba-tiba tampak genting.

Pandemi telah mengungkap realitas ekonomi yang keras dari sistem pendidikan tinggi AS, dan ini bisa menjadi titik puncak bagi siswa dan sekolah setelah bertahun-tahun tekanan keuangan meningkat, belum lagi perdebatan tentang manfaat dari gelar yang mahal.

Sekolah perlu membuktikan bahwa mereka dapat meniru pengalaman kampus secara virtual untuk bertahan hidup – dan banyak yang mungkin tidak berhasil.

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami