California Institute of Technology di amerika

usnews.jpg

California Institute of Technology (Caltech) adalah lembaga penelitian dan pendidikan sains dan teknik yang terkenal di dunia, di mana fakultas dan mahasiswa yang luar biasa mencari jawaban atas pertanyaan kompleks, menemukan pengetahuan baru, memimpin inovasi, dan mengubah masa depan.

Caltech memiliki enam divisi akademik dengan penekanan kuat dalam pengajaran dan penelitian sains dan teknologi. Universitas memiliki proses penerimaan yang kompetitif yang memastikan bahwa hanya sejumlah kecil siswa paling berbakat yang diterima.

Caltech memiliki hasil penelitian yang tinggi dan di samping banyak fasilitas berkualitas tinggi, baik di kampus maupun secara global. Ini termasuk Laboratorium Propulsi Jet, Laboratorium Seismologi Caltech dan Jaringan Observatorium Internasional.

Alumni dan fakultas Caltech telah dianugerahi 39 Hadiah Nobel, satu Fields Medal, enam Turing Awards dan 71 United States National Medal of Science or Technology. Empat ilmuwan kepala Angkatan Udara AS juga menghadiri lembaga tersebut.

Kampus ini terletak di Pasadena, California, sekitar 11 km dari pusat kota Los Angeles. Maskot resmi sekolah adalah berang-berang, memberi penghormatan kepada insinyur alam.

Siswa Caltech juga terkenal suka bermain lelucon, dengan salah satu lelucon paling terkenal termasuk mengubah tanda “Hollywood” untuk membaca Caltech, dengan menutupi sebagian huruf.

Sumber: timeshighereducation.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Amherst College di amerika

usnews.jpg

Amherst College adalah perguruan tinggi seni liberal swasta kecil yang berbasis di Amherst, Massachusetts. Ini sangat selektif, dan sering mendapat peringkat yang baik di antara perguruan tinggi seni liberal di AS.

Didirikan pada tahun 1821 dengan hanya 47 siswa, sebagai tempat untuk ‘pemuda yang saleh dan berbakat untuk pelayanan Kristen’. Sebuah legenda populer mengatakan bahwa buku-buku diambil dari Williams College yang bertetangga – dari mana Amherst bercabang – dan dipindahkan ke perpustakaan Amherst. Pada tahun 1835, staf Amherst mulai merencanakan program studi yang lebih komprehensif yang mencakup sains dan bahasa modern, dengan kurang fokus pada bahasa Latin dan Yunani.

Amherst dipandang sebagai perguruan tinggi yang konservatif secara agama, dengan siswa dikeluarkan karena bermain kartu atau minum, dan siswa yang kurang saleh ditangkap dan dikecam karena kurangnya kesalehan. Menjelang akhir abad kesembilan belas, perguruan tinggi menjadi lebih sekular. Pada tahun 1975, perguruan tinggi menjadi terbuka untuk siswa perempuan.

Saat ini, Amherst menawarkan program sarjana empat tahun dengan sekitar 40 program utama. Siswa dapat membuat jurusan interdisipliner mereka sendiri, memilih dari kursus lanjutan dan pengantar dalam sains, seni, humaniora, dan bidang interdisipliner di seluruh pendidikan mereka. Sebagai anggota dari Five College Consortium, siswa dapat menghadiri kelas di empat lembaga anggota lainnya, memperluas jumlah kursus yang tersedia untuk siswa Amherst menjadi lebih dari 5000.

Pada tahun 2007, Amherst mengganti pinjaman dengan hibah untuk siswa dari latar belakang berpenghasilan rendah, melanjutkan tradisi amal yang berakar pada asal-usulnya yang sangat religius.

Amherst mengklaim memiliki program atletik perguruan tinggi tertua di AS, dan telah menjadi tuan rumah pertandingan bola basket antar perguruan tinggi pertama. Ultimate Frisbee didirikan oleh mahasiswa Armherst pada tahun 1960-an.

Alumni terkenal termasuk Presiden Calvin Coolidge, ekonom terkenal Joseph Stiglitz, dan Clarence Birdseye, bapak makanan beku.

Sumber: timeshighereducation.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Universitas dengan Lulusan Terbaik QS WUR 2020

cdn-asset.jawapos.jpg

Pemeringkatan universitas-universitas dengan lulusan terbaik dari seluruh dunia tersebut dinilai berdasarkan lima indikator, di antaranya:


1. Employer reputation (30%) atau rekomendasi dari pihak perusahaan terkait kampus-kampus dari pekerjanya yang paling kompeten, inovatif, dan efektif


2. Alumni outcomes (25%) atau alumni yang sukses


3. Partnership with employers per faculty (25%) atau kampus yang bekerja sama dengan perusahaan dunia serta kemitraan terkait penempatan kerja


4. Employer-student connections (10%) atau koneksi antara pemberi pekerja dan pihak kampus


5. Graduate employment rate (10%) atau angka penyerapan kerja alumni kampus tersebut.

Berikut ini daftar universitas di Indonesia dengan lulusan terbaik yang layak kerja menurut QS WUR 2020:

1. Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan skor 15.8 – 27.5


2. Bina Nusantara University (BINUS) dengan skor 15.8 – 27.5


3. Universitas Diponegoro (Undip) dengan skor 15.8 – 27.5


4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS Surabaya) dengan skor 15.8 – 27.5


5. Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan skor 15.8 – 27.5


6. Universitas Indonesia (UI) dengan skor 15.8 – 27.5


Sementara itu, selain universitas di Indonesia, topuniversities.com juga merilis 10 universitas dengan lulusan terbaik di dunia, di antaranya:


1. Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan skor 100


2. Stanford University dengan skor 98.6


3. University of California, Los Angeles (UCLA) dengan skor 98.3


4. The University of Sydney dengan skor 98


5. Harvard University dengan skor 97.8


6. Tsinghua University dengan skor 95.6


7. The University of Melbourne dengan skor 94.9


8. University of Cambridge dengan skor 94.6


9. The University of Hong Kong dengan skor 94.3


10. University of Oxford dengan skor 93.9

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Skill di Dunia Kerja yang Paling Dibutuhkan Tahun 2025

smartbrief.jpeg

Berikut ini 10 skill di dunia kerja yang paling dibutuhkan tahun 2025:


1. Memiliki pemikiran analitis dan inovasi


Untuk bisa mengimbangi kemajuan teknologi, pekerja harus memiliki kemampuan menganalisa kondisi yang ada serta merumuskan solusinya dengan cepat dan tepat.

Tak hanya itu, untuk menyempurnakan analisa, pekerja juga perlu memiliki inovasi yang dapat memberikan efek besar bagi pasar.


2. Memiliki strategi dan daya belajar tinggi


Mengandalkan pengalaman saja mungkin kurang cukup. Pada era serba dinamis dan mudah berubah-ubah dengan cepat, diperlukan kemampuan belajar yang tinggi dengan disertai strategi tepat.

Kondisi pasar modern di kemudian hari sangat memerlukan pekerja dengan kemampuan belajar tinggi serta implementasi pekerjaan yang tepat.


3. Mampu memecahkan masalah yang kompleks


Pekerja akan selalu menemui persoalan baru dengan tingkat kompleksitas yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pekerja di masa depan perlu memiliki berbagai sudut pandang dalam menyelesaikan persoalan.


4. Memiliki pemikiran kritis dan analisis


Setelah memiliki kemampuan analitis, diperlukan pekerja dengan pemikiran kritis dengan pandangan detail dan teliti terhadap kondisi pasar di masa depan.


5. Kreativitas, orisinalitas, dan inisiatif


Setiap pekerja wajib memiliki pemikiran orisinal yang berasal dari dirinya dan dari hasil pemikirannya. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif untuk memberikan ide-ide kreatif dan orisinal di dunia kerja masa depan.


6. Jiwa kepemimpinan dan memiliki pengaruh sosial


Di dunia kerja akan banyak ditemukan banyak bos atau atasan, namun tidak semuanya memiliki jiwa kepemimpinan yang memiliki keseimbangan antara kemajuan pekerjaan, simpati, empati, serta pemikiran yang selangkah lebih maju di banding lainnya.


Pekerja di masa depan tak hanya harus memiliki jiwa kepemimpinan, namun harus bisa memahami situasi sosial dengan baik.


7. Mahir teknologi, pemantauan, dan kontroling


Bersaing dengan teknologi bukan berarti pekerja harus meninggalkan teknologi. Justru sebaliknya, pekerja harus memiliki bekal pengetahuan yang baik dalam teknologi untuk menyempurnakan pemikiran inovatif dan kreatif.


Tak hanya itu, pekerja di masa depan juga harus mampu memantau dan mengontrol sesuatu di dunia kerjanya.


8. Desain teknologi dan pemrograman

Skill ini menjadi sangat penting di tengah majunya teknologi. Banyak perusahaan di masa depan akan mengantre untuk mendapatkan pekerja dengan skill desain teknologi dan kemampuan pemrograman.


9. Memiliki daya ketahanan, toleransi stres, dan fleksibilitas

Di dunia kerja yang semakin bergerak cepat dan penuh tekanan, pekerja wajib memiliki daya tahan baik fisik, pemikiran, maupun cara pandang.

Pekerja di masa depan juga harus memiliki kemampuan mengelola stres dengan baik agar setiap pekerjaan bisa mendapatkan porsi yang sesuai.


Selain itu dibutuhkan juga fleksibilitas agar pekerja sanggup belajar berbagai hal dalam kecepatan transformasi teknologi dan situasi.


10. Memiliki nalar pikir, menciptakan ide, dan merumuskan solusi

Hal yang sangat mendasar namun disepelekan oleh pekerja adalah belajar melatih nalar pikir. Pekerja di masa depan tak selamanya bisa digantikan robot selama memiliki nalar pikir yang kuat serta bisa relevan dengan setiap kondisi.

Jika memiliki nalar pikir, pekerja tak hanya bisa menciptakan ide-ide tapi juga sanggup mengatasi berbagai masalah yang ditemui dengan cara pandang berbeda.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Berhasil Kuliah di MIT Kampus Terbaik Dunia

mldspot.jpg

Nadia Amalia berhasil menempuh pendidikan Master of Finance di universitas terbaik dunia MIT. Dia adalah alumni prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI program S1. Bagaimana kisahnya berhasil masuk dan lulus MIT?

Ketertarikan Nadia berawal dari melihat serunya aktivitas di Wallstreet. Bagi Nadia, melihat industri keuangan di Wall Street banyak diisi pria dalam berbagai film membuatnya tertarik membuktikan perempuan juga bisa berdaya di distrik keuangan Amerika.

Nadia didukung keluarganya untuk menekuni bidang keuangan. Dia mulai ikut training saham dan meriset pendidikan yang baik untuk bidang kesukaannya itu di Amerika. Riset tersebut menunjukkannya pada Massachusetts Institute of Technology (MIT).

“Muncullah MIT sebagai kampus yang memiliki jurusan terbaik di finance. Saat buka website, (tertulis mahasiswa akan) belajar dari peraih nobel, memiliki klub finance, (kampus menyediakan) ada inkubator bisnis, dan ada financial aid (bantuan keuangan) untuk (mahasiswa program) undegraduate. Tapi susah banget masuknya,” kata Nadia dikutip dari kanal Youtube Nadia Amalia yang diupload 19 Mei 2020.

Nadia menuturkan, seperti perguruan tinggi lainnya di Amerika, MIT mencari mahasiswa yang aktif dan pintar. Adapun komponen aplikasi MIT di antaranya terdiri dari informasi biografi, esai, aktivitas, dan akademik, evaluasi guru matematika atau sains, evaluasi guru bahasa atau ilmu sosial dan humaniora, rapor sekolah, termasuk transkrip nilai SMA, skor tes SAt atau ACT, dan skor TOEFL (opsional).

“Kebetulan aku bukan keduanya, bukan pintar dan aktif. Boro-boro 10 besar, organisasi enggak aktif, aku introvert, sukanya baca komik, enggak aktif, dan kurang pintar,” katanya.

Nadia menuturkan, setelah membaca komponen aplikasi MIT, ia menyusun strategi untuk membuktikan dirinya layak masuk kampus terbaik dunia tersebut. Strategi pertama Nadia yaitu membuktikan dirinya cukup pintar dan berbeda.

“Aku harus buktikan aku pintar, tapi juara satu yang mau masuk MIT pasti banyak, jadi biar beda aku ikut olimpiade. Mereka (mahasiswa MIT) rata-rata juara olimpiade nasional dan olimpiade internasional. Tapi kupikir mungkin aku anaknya ga saintek banget, jadi aku ikut olimpiade ekonomi nasional dari Kemendikbud,” kisah Nadia.

Ia bercerita, saat itu banyak orang yang menyebutnya nekat dengan strategi dan cita-citanya masuk MIT. Kendati demikian, alumni SMA Islam Al Azhar 1 Jakarta tetap fokus belajar hingga berhasil menyabet medali emas bidang ilmu ekonomi.

“Jadi aku mati-matian setahun isinya hapalan dan rumus ekonomi, ke mana-mana bawa buku poket ekonomi, alhasil aku jadi juara. Jadi aku ikut banyak lomba utuk enhance aplikasi aku ke MIT,” kata Nadia.

Ia menuturkan, adapun untuk memperlihatkan sisi keaktifannya pada aplikasi MIT, ia ikut berbagai organisasi di sekolah hingga berbagai kampanye siswa, seperti masuk OSIS, MPK, dan kampanye HIV AIDS berbahasa Inggris.

“Untuk masuk MPK itu harus pidato di depan tiga angkatan. Rasanya mau muntah pas ngomong. Tapi dari situ aku ngerasa (perjuanganku) udah cukup,” kata Nadia.

Nadia mengatakan, kendati sudah berusaha, perjuangannya rupanya berhenti untuk program S1. Beberapa di antaranya karena tidak menempuh tes SAT (Scholastic Assessment Test) untuk admisi kampus.

“Awalnya super sedih, tapi jadi penyemangat aku. Jadi (saat S1), aku planning S2 mau di mana, salah satunya di MIT,” katanya.

Ia menuturkan, untuk menyiapkan diri masuk MIT pada program S2, pada dasarnya ia merangkai cerita yang diharapkan kampus dari sebuah aplikasi calon mahasiswanya. Nadia mengatakan, ia pun menjelajahi berbagai akun LinkedIn mahasiswa atau alumni di MIT untuk melihat pengalaman apa saja yang ditempuh seseorang untuk dapat dicantumkan dan masuk MIT.

“Di jurusan pilihanku, ternyata enggak ada alumni asal Indonesia. Lalu rupanya mereka ikut lomba dan intership di bidang finance. Aku dari Ilmu Ekonomi, sebelumnya enggak ada menilai perusahaan dan investasi (seperti di bidang ilmu keuangan). Jadi aku daftar di lebih 50 perusahaan. Dari situ bisa minta rekomendasi,” kata Nadia.

Nadia menjelaskan, universitas terbaik MIT meminta pelamar untuk mencantumkan 3 nama rekomendasi dari orang-orang yang bergelut di bidang keuangan. Ia mengatakan, untuk itu, ia berupaya tetap membina hubungan baik dengan para atasannya semasa kerja magang.

Ia bercerita, dirinya belajar bahasa Inggris mandiri untuk persiapan tes. Di sisi lain, ia mengaku cukup terkendala belajar untuk tes karena waktu kerja tidak jarang hingga malam hari.

Nadia menuturkan, untuk menyiasati ini, ia mencoba menonjolkan sisi pengalaman dan rekomendasi yang dimilikinya.

“Pas submit, aku di-interview dan tes matematika on the spot di Singapura. Sebulan dari situ, aku kaget karena diumumkan masuk dengan mendapat fellowship,” kata Nadia.

Ia menuturkan, pengalamannya menunjukkan bahwa MIT dan sebuah kampus juga melihat berbagai sisi menonjol yang ditawarkan calon mahasiswanya saat melamar masuk.

“Meskipun aku enggak jenius, segala macam cara aku gunain. Jadi aku coba apapun yang aku bisa di strategi aku. Jadi kita bisa masuk dengan planning yang baik, segalanya mungkin. Universitas melihat semua aspek, jadi kasih lihat aspek yang kamu bisa perform,” pesan Nadia

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami