Setelah Sampai di Negara Tempat Sekolahmu, Welcome to International Life : Ayo Belajar Adaptasi (Part 7)

Jangan Salah Memaknai Kata Adaptasi

Salah satu tantangan terbesar di luar negeri adalah gaya hidup bebas. Di luar, khususnya Negara-negara Barat, kebebasanmu sebagai individu sangat dijunjung tinggi. Privasi adalah hal yang nggak boleh dilanggar. Perbedaan pola pikir dan gaya hidup ini merupakan hal paling mendasar.

Karena itu, kamu harus benar-benar bisa memahami apa yang dimaksud dengan adaptasi. Adaptasi bukan berarti lantas kamu menelan bulat-bulat semua yang menjadi kebiasaan di Negara tersebut. Menghargai dan menghormati bukan berarti mengikuti dan melakukannya. Filterisasi yang kuat harus kamu miliki. Nggak semua hal harus kamu ikutin. Pilih mana yang baik, dan sedapat mungkin hindari hal-hal yang nggak baik.

p7 6Misalnya nih, masalah pergaulan bebas. Di Negara-negara Barat, tinggal bersama sebelum menikah bukan sebuah persoalan dan nggak dianggap bertentangan dengan norma yang ada. Sementara, di Negara kita, persoalan seperti itu jelas bertentangan dengan norma. Ini yang dimaksud membedakan dengan tepat mana adaptasi, mana yang terseret arus westernisasi. Nggak melakukan hal itu, nggak lantas membuat kamu di cap kuno, kok. Begitu pula sebaliknya. Melakukan hal itu, nggak bikin kamu dianggap modern juga. Ini hanya masalah pilihan.

Ketika pertama kali akan mendiami rumah sewaan, pemilik rumah sempat bertanya, apakah keberatan tinggal serumah dengan orang yang berbeda jenis kelamin. Ketika itu saya menjelaskan, saya nggak keberatan sama sekali tinggal dengan orang dari berbagai bangsa dan jenis kelamin berbeda, tetapi sedapat mungkin, saya minta teman sekamar saya perempuan. Tentunya, saya memberikan alasan saya kepada pemilik rumah. Pemilik rumah bisa memahami dan menghargai alasan saya yang berkaitan dengan kepercayaan. Ini perlu kamu lakukan agar mereka nggak salah tangkap dengan alasanmu.

p7 5Kawan-kawan internasional pernah bertanya apakah saya lesbian. Tentunya saya kaget dengan pertanyaan itu. Namun, setelah ngobrol, saya paham kenapa mereka menyakan hal tersebut. Bagi mereka, perempuan tinggal sekamar dengan perempuan itu aneh, dan mengarah dengan indikasi homoseksual. Lalu, saya menjelaskan kepada mereka kenapa saya memilih roommate berjenis kelamin sama. Bukan karena saya lesbian, tetapi karena persoalan agama dan norma kebudayaan yang ada di Negara saya. Mereka pun bisa memahami alasan saya tersebut.

Pola hubungan lelaki-perempuan di sana pun umumnya berbeda dengan di indonesia. Kamu harus bisa memberi alasan yang memadai tentang hal ini agar hubungan persoalanmu dengan lawan jenis nggak terganggu. Misalnya, masalah tinggal bersama. Kalau kamu memang keberatan untuk tinggal bersama pasanganmu, katakana terus terang. Menghindari ajakan tinggal bersama dengan sejuta alasan yang nggak masuk di akal mereka hanya akan membuat hubunganmu nggak berjalan.

Sepele Tapi Bisa Menimbulkan Salah Persepsi

Memberi pemahaman kepada teman-teman internasional tentang latar belakang budaya, kebiasaan, dan pola pikir kita bisa mengurangi kesalahpahaman yang terjadi. Namun, sebaiknya, kita juga coba menghindari melakukan hal-hal yang bisa memancing salah paham. Berikut ada beberapa hal sepele yang sebaiknya kamu hindari agar nggak memancing salah paham

1. Jalan bergandengan tangan dengan teman sejenis

p7 1Baru menyadari hal ini ketika tinggal di Amerika. Pelajar Indonesia yang perempuan, punya kecendurangan suka jalan sambil bergandengan tangan. Hati-hati kalau melakukan hal ini diruang publik. Mereka bisa menganggap kamu homoseksual! Jadi, sebaiknya hindari jalan bergandengan tangan ditempat umum dengan teman yang memiliki kelamin yang sama.

2. Merokok ditempat umum pun sebaiknya kamu hindari

Kalau di Indonesia, kamu bisa saja merokok di kendaraan umum, di halte, atau di jalanan, maka sebaiknya daris ekarang kamu belajar mengurangi kebiasaan itu. Walaupun sangat individualis, masyarakat di Negara Barat, sangat menghargai kenyamanan orang lain. Kalau kamu tetap ngotot melakukannya, hm, reaksi yang timbul memang bisa macam-macam. Bisa dengan teguran langsung, tatapan sinis, atau… kamu bakal kerepotan menghadapi orang yang bolak-balik datang ke kamu dan meminta batang rokokmu!

p7 2

Yup. Ini serius. Teman saya pernah merokok sambil jalan di kota Atlanta. Setipa kali dia mengeluarkan rokok, setiap kali itu pula ada orang yang meminta rokok darinya. Serba salah itu yang kemudian dihadapi teman saya. Mau menolak memberi, dia berasa nggak enak karena jelas-jelas dia masih punya. Mau ngasih, harga rokok termasuk mahal. Bukannya senang, dia malah bunting akhirnya. Rokok yang seharga US$7 sekotak itu pun ludes dengan cepat.

3. Menghilang di waktu sholat tanpa memberitahu

p7 3Kalau kamu muslim dan termasuk pelajar yang berencana akan mencari kerja sampingan sambil sekolah nanti, sebaiknya kamu juga memerhatikan hal yang satu ini: waktu sholat. Sebaiknya, dari awal kamu menerangkan kepada bosmu ada jam-jam tertentu di mana kamu minta izin untuk melakukan ibadah. Kalau kamu nggak memberitahu mereka, lalu tiba-tiba menghilang waktu sholat tiba, hal ini bisa menimbulkan penilaian negative. Kamu dianggap mangkir. Upah kerja di luar negeri umumnya di hitung berdasarkan per-jam. Jadi jangan sampai kamu dianggap mencuri jam kerja buat bermalas-malasan.

4. Tidur dengan pakaian lengkap!

Yes, I am not kidding. Kamu harus bisa menjelaskan kepada mereka kenapa kamu tidur dengan pakaian lengkap ketika bermalam bersama mereka. saya pernah melakukan traveling dengan tiga kawan internasional saya: dua laki-laki dan satu orng perempuan.kebetulan, saya satu-satunya orangt Indonesia.

p7 4Untuk menghemat biaya penginapan, saya menyewa satu kamar hotel. Ketika menjelang tidur, ketiga teman saya meninggalkan pakaian yang mereka kenakan. Teman perempuan saya yang berasal dari Polandia dengan cuek melepas semua pakaian hingga yang tersisa hanyalah pakaian dalam. Dua teman lelaki saya juga melakukan hal serupa. Mereka hanya mengenakan celana dalam. Saya memilih mengganti pakaian main saya dengan pakaian tidur—kaus dan celana pendek—di kamar mandi. Ketika saya keluar dari kamar mandi, kawan saya bertanya, “where will you go?”

Mereka mengira saya akan pergi ke luar lagi! Saya pun menjelaskan bahwa saya biasa tidur dengan pakaian dalam tataran mereka dianggap lengkap dan rapi. Awalnya, mereka sempat curiga kalau saya nggak percaya dengan mereka. bahkan kawan saya yang laki-laki bilang., “I wont do anything on you. so, you could undress.”

Saat mengatasi situasi semacam itu, kamu harus menjelaskan dengan logika yang bisa mereka terima. Terangkan dengan cara yag manis bahkan mugkin diselingi sedikit lelucon. Sejak saat itu, kawan-kawan saya yang memberi julukan ‘Indonesia Strange Girl’ gara-gara, saya satu-satunya orang yang mereka kenal tidur dengan pakaian lengkap dan punya roommate cewek.

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Telusuri Lebih Dalam Yuk Penggunaan Tanda Kutip Atau Quotation Mark Secara Tepat

OLYMPUS DIGITAL CAMERA Dalam bahasa tulis, tanda baca memiliki peran yang tak bisa dipandang sebelah mata. Salah satu tanda baca yang cukup krusial adalah tanda kutip atau tanda kutip yang biasa kita gunakan untuk menuliskan kutipan langsung. Tak jarang kita menjumpai banyak orang terpelajar pun masih ‘bermasalah’ dalam soal yang satu ini, apalagi saat kita menulis dalam bahasa asing seperti bahasa Inggris. Dalam American English, tanda kutip memang sedikit menjebak. Tanda kutip yang sering digunakan bisa tanda kutip ganda atau tanda kutip tunggal yang mana muncul di dalam atau di luar tanda baca lainnya berdasarkan kalimatnya. Berikut adalah hal-hal penting yang bisa jadi petunjukmu menggunakan tanda kutip dalam American English.

Penggunaan Tanda Kutip

quotation-marks 1)      Pada kutipan langsung Tanda kutip diperlukan untuk menuliskan kutipan langsung. Jadi, jika kamu ingin menuliskan apa yang dikatakan oleh seseorang apa adanya (tanpa mengubah, menambah atau mengurangi isi perkataan orang tersebut), maka kamu harus menggunakan tanda kutip ganda untuk membedakannya dengan kalimat lainnya. Contoh: My brother said, “We should go to the store and buy some snacks.” Perhatikan baik-baik, jika kutipan langsung itu cukup panjang lebih dari satu paragraf, misal tiga paragraf, maka jangan bubuhkan tanda kutip pada akhir paragraf pertama tapi pada akhir paragraf ketiga saja. Tetapi, kamu tetap harus menaruh tanda kutip pada permulaan setiap paragraf. 2)      Pada judul Banyak aturan tata bahasa—termasuk Associated Press Stylebook—memberikan aturan untuk menggunakan tanda kutip pada penulisan judul. Tetapi kita mungkin lebih suka yang simpel untuk penulisan umum: jika sebuah karya tulis berada dalam karya tulis yang lebih besar, maka kita menggunakan tanda kutip untuk menuliskan karya tulis yang lebih kecil. Misal kata kamu ingin menggunakan sebuah esai yang ada dalam sebuah buku, maka kamu perlu menggunakan tanda kutip untuk menuliskan judul esai tersebut sementara judul bukunya cukup di-italic (dimiringkan). Seperti judul lagu-lagu dalam sebuah CD, juga memerlukan tanda kutip dalam penulisannya sebagaimana halnya dengan acara TV atau artikel di majalah atau koran. 3)      Menggunakan tanda kutip untuk menekankan suatu kata atau frasa, seringkali untuk mengungkapkan sarkasme atau ironi Tanda kutip juga digunakan saat kamu ingin menekankan satu kata atau frasa, yang mana seringkali maksudnya berlawanan dengan kata atau frasa yang berada dalam tanda kutip. Contoh: She is so “thin”, isn’t she? (makna yang sebenarnya bisa jadi untuk mengolok-olok karena sebenarnya she ini tidak thin (kurus), melainkan fat (gemuk).

Aturan Penggunaan Tanda Kutip/Kutip

follow-the-rules-1 –         Penggunaan tanda kutip tunggal Ada satu hal pasti yang perlu kamu perhatikan dalam menggunakan tanda kutip tunggal: gunakan tanda kutip tunggal dalam penulisan kutipan dalam kutipan langsung. Hal ini juga berlaku saat kamu menuliskan judul dalam kutipan langsung. Dengan menggunakan tanda kutip tunggal, maka kamu kamu bisa menghindari adanya kutipan ganda yang mungkin bisa membingungkan pembaca. Contoh: “Your sister just said, ‘We need to buy snacks soon,’” Dina said to me. Selanjutnya kita akan membahas lebih jauh tentang peletakan tanda baca lainnya di dekat tanda kutip ini. Dan ingat, peraturan ini berlaku untuk American English. Jadi, jangan campur adukkan dengan peraturan tata penulisan dalam British English, ya? –         Tanda titik selalu diletakkan/berada di dalam tanda kutip, kecuali pada kalimat dengan yang di dalamnya mengandung kutipan. –         Jangan pernah menggunakan tanda kutip secara berurutan (“”) tanpa ada yang memisahkan. Gunakan koma, titik, tanda tanya dan sebagainya, tapi jangan menggunakan dua tanda kutip secara langsung berurutan. –         Tanda koma pada akhir kutipan diletakkan sebelum tanda kutip penutup. Contoh: “We need to go to the store right now,” my sister said. Ingat, meski kalimat dalam kutipan langsung tersebut merupakan kalimat lengkap, kamu tidak boleh menggunakan tanda titik sampai pada akhir keseluruhan kalimat. –         Tanda koma mendahului kalimat/frasa kutipan jika si pembicara dituliskan di depan kutipan langsungnya. Contoh: My sister said, “We need to go to the store right now.” Jika kamu ingin menuliskan pembicara di tengah-tengah dua kutipan, maka letakkan tanda koma pertama di dalam tanda kutip pertama dan tanda koma kedua di luar. Contoh: “We need to go to the store right now,” my sister said, “to buy some snacks.” Tanda koma hampir selalu memisahkan sebuah kutipan langsung dengan si pengucap kutipan itu. Satu-satunya pengecualian adalah saat kita menggunakan “that” yang mendahului kutipan tersebut atau jika kutipan itu tidak dalam bentuk kalimat lengkap. –         Ketika menggunakan tanda tanya, peletakan tanda kutip bergantung pada apakah seluruh kalimat tersebut merupakan kalimat tanya atau hanya kutipan langsungnya saja yang berbentuk kalimat tanya. Jika hanya kutipannya saja yang merupakan pertanyaan, tanda tanya berada di dalam tanda kutip. Contoh: My sister said, “Do we need to go to the store right now?” Bahkan jika kutipan berbentuk pertanyaan berada di tengah kalimat, kamu akan tetap memerlukan tanda tanya (dan tanpa koma). Contoh: My sister said, “Do we need to go to the store?” as we went down the stairs. Akan tetapi, jika seluruh kalimatnya merupakan kalimat tanya, maka tanda tanya berada di luar tanda kutip. Contoh: Did my sister say, “We need to go to the store right now”? Dan, jika kedua-duanya (kalimat dan kutipan) merupakan pertanyaan, maka letakkanlah tanda tanya di dalam tanda kutip. Contoh: Did my brother say, “Do we need to go to the store right now?” Ketika kamu mengutip pertanyaan yang mengutip pertanyaan lain, maka akan sangat sulit untuk meletakkan tanda tanyanya. Secara teknis, kamu harus meletakkan satu tanda tanya di antara tanda kutip tunggal dan tanda kutip ganda—meskipun itu akan kelihatan sangat janggal. Contoh: My friend asked, “Did your sister just say, ‘We need to gor to the store right now’?” Hal yang sama berlaku untuk penulisan tanda seru. Terakhir, tanda titik dua dan tanda titik koma (:) (;). Meski sangat jarang kemungkinan kamu memakai tanda baca ini, tapi kemungkinan itu tetap ada. Jadi, aturannya adalah bahwa tanda titik dua dan titik koma selalu berada di luar tanda kutip. Nih disimak juga video kece tentang penggunaan tanda kutip secara benar 🙂
Sekarang setelah tahu semua tentang tata cara penggunaan tanda kutip, tentunya kamu gak perlu khawatir lagi akan dicap pintar dalam tanda kutip, ‘kan? ahiy… 😀 quotation_marks Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami