Mahasiswa Luar Biasa di Cambridge University Pada Saat Ini (Part 1)

A-man-at-Cambridge-Univer-001 Sebagai sebuah universitas, nama Cambridge University tentu sudah tak perlu diragukan lagi reputasi dan kualitasnya. Universitas ini adalah Harvard-nya Britania Raya. Dengan proses penerimaan mahasiswanya yang terkenal sangat ketat dan sulit—sekitar 16000 orang berlomba-lomba hanya untuk memperebutkan 3400 bangku di Cambridge—sudah bisa dibayangkan betapa sulitnya menjadi mahasiswa universitas ini ‘kan? Jadi, masuk akal sekali kalau orang-orang yang melewati interview yang panjang dan melelahkan bisa kuliah di Cambridge ini. Mereka ini adalah para penemu, aktor, atlit dan filantropis—dan merupakan mahasiswa-mahasiswa paling mengesankan yang pernah kita jumpai kuliah di Cambridge University. Dan inilah 8 mahasiswa paling keren di Cambridge University sekarang ini.

1. Adam Crafton – Menjadi Jurnalis Olahraga Untuk Salah Satu Media Cetak Terbesar di UK

image Sejak ia berumur 16 tahun, Adam Crafton telah menulis berita olahraga untuk The Daily Mail—koran terkenal Inggris Raya. Dan pada musim panas tahun lalu dia bahkan didaulat menjadi Manchester Football Reporter untuk divisi online harian tersebut, MailOnline. Dalam perannya yang ini, Crafton meng-cover semua interview eksklusif, merancang berbagai program dan breaking news. Crafton mengakui kalau dia tidak berbakat dalam hal olahrga, tetapi tulisannya tentang olahraga telah dibaca dan diakui secara luas oleh masyarakat. Pada bulan Februari, Crafton dinominasikan oleh Sports Journalist Association sebagai Young Sports Writer of The Year Award—sebuah pencapaian yang sangat mengesankan bagi seorang remaja 19 tahun. Setahun sebelumnya ia dinominasikan sebagai Feature Writer of the Year di The Guardian Student Media Awards. Saat semester aktif, Crafton bekerja sebagai contributor MailOnline, dan saat libur dia akan bekerja sebagai reporter penuh. Crafton kembali ke posisi full-time pada musim panas ini dengan fokus pada World Cup 2014 di Brazil. Dia juga merupakan penulis yang giat untuk Cambridge, termasuk diantaranya adalah sebagai editor yang berkontribusi di The Cambridge Tab, terbitan kampus paling banyak dibaca di UK. Selain bekerja sebagai penulis olahraga, Crafton juga telah menjadi pelatih sepakbola dan wasit sejak umur 14, dan setelah sebuah pelatihan intensif selama 4 minggu, dia berhasil meraih kualifikasi pelatih profesional. Mengambil jurusan French and Spanish, Crafton yang menguasai 5 bahasa ini, akan berangkat ke Barcelona di bulan Agustus mendatang untuk studi di sana selama setahun. Ia ingin mengkombinasikan mengajar di sekolah dengan jurnalisme olahraga di Barcelona sambil menulis buku.

2. Amber Cowburn – Membangun Sebuah Organisasi Kesehatan Mental Bertaraf Nasional Bersama Keluarganya

image (1) Amber Cowburn mengalami kehilangan besar yang sangat membuat dia dan keluarganya terpukul saat kakak laki-lakinya—setelah mengalami gangguan kejiwaan—bunuh diri pada tahun 2010. Atas kejadian ini Amber dan keluarganya memutuskan untuk menyikapinya dengan lebih positif. Mereka membangun The Invictus Trust, sebuah lembaga sosial yang bertujuan untuk mendukung para remaja dengan gangguan kejiwaan. Lembaga yang awalnya hanya sebuah organisasi lokal ini, kini telah mendapat dukungan nasional. Sekarang Amber dan saudari-saudarinya mengatur dan mengelola semua acara penggalangan dana dan memimpin usaha branding dengan Cowburn di situs jejaring sosial mereka. Hingga hari ini, mereka telah menghasilkan lebih dari £50.000, tiga film pendek yang dipilih dan disiarkan di Sky TV dan mulai melobi sebuah unit khusus kesehatan jiwa dewasa seharga £5 juta di Cornwall, pertama kalinya kelompok usia ini dikenali dalam perawatan pasien gangguan kejiwaan. Cowburn merupakan pengacara kesehatan jiwa di Cambridge University, ketua Student Minds yang mengorganisir konferensi kesehatan jiwa terbesar di Cambridge termasuk 5 pembicara utama dan benar-benar untuk pertama kalinya menghasilkan video mahasiswa tentag kesehatan jiwa. Acara yang digelarnya mendapatkan respon yang sangat postif dan dihadiri oleh pemimpin dari 3 organisasi kesehatan jiwa terbesar di Inggris. Di luar pekerjaannya dalam bidang kesehatan jiwa, Amber Cowburn menguasai banyak sekali bidang yang sangat bervariasi. Ia bekerja sebagai penari Bollywood profesional, fotografer, brand ambassador dan sangat menyukai fitnes. Nantinya setelah lulus, gadis ini berharap untuk terjun dalam dunia bisnis seperti ibunya yang pengusaha.

3. Carina Tyrrell – Kandidat Dalam Kompetisi “Miss England”

image (2) Bulan lalu, Carina Tyrrell bersaing dengan 11 wanita muda lainnya dalam ajang perebutan Miss Cambridgeshire dan berhasil memenangkannya. Dengan gelarnya sekarang ini, dia pun maju untuk ke ajang yang lebh presitisius lagi yaitu Miss England. Kontestan Miss Cambridgeshire tak hanya dinilai dari kecantikannya, tetapi juga dari sportifitasnya, kepribadiannya, kepeduliannya terhadap lingkungan, kemanusiaan dan bakat (Tyrrell merupakan tap dancer yang sangat ahli). Tyrrell aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan tergabung dalam Beauty with A Purpose, sebuah lembaga nirlaba Miss World yang mendonasikan uang kepada anak-anak yang kurang beruntung di seluruh dunia. Ia telah berhasil meraih lebih dari £3.000 dari kampanye yang dilakukannya dan terus melanjutkan kampanye kemanusiaan hingga berakhirnya ajang Miss England, Juni ini. Tyrell merupakan mahasiswa jurusan kedokteran dan bercita-cita untuk bekerja di WHO di Geneva begitu ia lulus nanti. Ia ingin menjadi dokter yang bekerja di bidang pelayanan masyarakat internasional. Saat lulus nanti, Tyrrell akan menerima first class honor degree, sebuah gelar istimewa yang mana menunjukkan kesempurnaan nilai yang diraihnya dalam bidang akademis dan ini merupakan pencapaian luar biasa bagia seorang mahasiswa yang hanya akan diraih oleh satu orang dari 6 mahasiswa S1. Di kampusnya, Tyrrell juga menjadi ketua Cambridge’s Global Health Committee, organisasi intra kampus yang aktif menggalang projek untuk membantu para fakir miskin dan gelandangan di sekitar Cambridge.  

4. Isabel Adomakoh-Young – Telah Menjadi Penulis Handal & Telah Menghasilkan 5 Buku Anak-Anak Berkualitas

 image (3)

Isabel Adomakoh-Young telah menulis banyak buku fantasi untuk anak-anak bersama ibunya dengan menggunakan nama pena Zizou Corder sejak umurnya baru 7 tahun. Buku pertama yang mereka tulis adalah “Lionboy” menjadi trilogi terkenal tentang seorang anak laki-laki yag bsa berbicara dengan kucing.  Buku tersebut banyak menuai pujian dan Adomakoh-Young bersama ibunya kemudian menulis 2 buku lagi setelah trilogi tersebut yaitu: “Halo” dan “Lee Raven, Boy Thief.” Lionboy telah diterbitkan ke dalam 37 bahasa dan pengarang ini telah melakukan kontrak untuk memfilmkannya dengan DreamWorks dan Warner Brothers. Meski filmnya kurang sukses, tetapi bukunya kemudian diadaptasi ke atas panggung oleh kelompok teater Inggris yang berkeliling negara itu pada tahun 2013. Adomakoh-Young berperan sebagai konsultan kelompok teater tersebut dalam proses produksinya dan juga ikut menyumbang aktingnya. Di Cambridge, Adomakoh-Young merupakan editor utama Ladybeard, majalah feminis pertama dan menulis juga tampil di Pecs, sebuah pertunjukan yang semuanya wanita dan sangat terkenal di London dan Cambridge.

5. James Popper – Telah Menciptakan Alat Pendeteksi Api yang Telah Menyelamatkan Banyak Nyawa

image (4) Pada tahun 2010, James Popper mewakili Inggris dalam International Science and Engineering Fair (ISEF) di San Jose, California, dimana dia menunjukkan desain sebuah pendeteksi api murah, efektif dan praktis dengan memanfaatkan infrared. Tujuannya adalah untuk mengembangkan suatu alat dapur yang akan merespon dengan cepat melalui alarm tanda bahaya ketika terjadi tanda-tanda kebakaran. Atas inovasinya ini, Popper memenangkan Electrical and Mechanical Engineering, membuatnya partisipan paling sukses dari Eropa dalam ISEF 2010. Popper terus berupaya mengembangkan penemuannya dan ingin mempublikasikan lebih banyak alat pendeteksi api yang bisa digunakan oleh masyarakat luas.

6. Joseph Mambwe – Mengembangkan Sebuah Aplikasi yang Telah Di Download di Lebih Dari 130 Negara

image (5) Joseph Mambwe nyaris gagal pada pembuatan modul software di tahun pertamanya kuliah saat ia memulai perusahaan aplikasinya, Ruvix. Perusahaan ini didirikan hanya sebagai suatu cara bagi Mambwe untuk menantang dirinya sendiri tapi pada akhirnya ternyata berkembang menjadi serial aplikasi yang didowload oleh ratusan ribu orang di lebih dari 130 negara. Aplikasi buatan Mambwe, GysmStreak, ditampilkan di iTunes sebagai aplikasi fitnes nomor satu di Inggris. Mambwe kemudian menjalin kerjasama dengan orang lainnya dan kini ia memiliki banya pegawai yang membantunya untuk mengelola 11 aplikasi yang terus berjalan tersebut. Di Cambridge, Mambwe telah menjadi konsultan Manufacturing Engineering Department dan memenangkan 3 penghargaan Cambridge University Entrepreneurs (CUE) Ideas Take Flight 2013. Pemuda yang tumbuh di Zambia ini akan lulus dari Cambridge University tahun 2015 mendatang. Dia mengatakan bahwa dia akan menjadi seorang pengusaha hingga akhir hayatnya. Sekedar informasi, saat ini Mambwe dan perusahaannya tengah mengembangkan sebuah aplikasi yang akan dipatenkan dimana—meski ia belum bisa membocorkan apa sebenarnya aplikasi tersebut—katanya akan bisa mengubah cara jutaan orang dalam mengambil video.

7. Mark Chonofsky – Namanya Telah Di Abadikan Menjadi Sebuah Nama Planet

image (6) Saat masih duduk di bangku SMA tahun terakhir, Mark Chonofski meraih juara pertama pada 2009 Intel Internationa Science and Engineering Fair dengan projek plant-science-nya. Saat itu dia mengurutkan DNA Taxaceae, sebuah keluarga tanaman yang memiliki 30 spesies dan menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan sejaraha evolusinya. Dan kamu tahu hadiahnya? Sebuah planet kecil! Ya, benar, kamu tak salah baca. Sebuah planet kecil yang ditemukan pada tahun 2000, planet 25662 kini menyandang namanya. Dan meski kemudian Chonofsky kehilangan minat dalam sistematika molekuler, kemenangannya ini membuatnya makin bersemangat dalam metode kuantitatif kontemporer dalam biologi. Di Cambridge, Chonofksy memfokuskan dirinya dalam biologi, kimia dan fisika.  Musim gugur tahun ini, Chonofsky akan mulai mengajar kelas 11 dan 12 pada mata pelajaran Matematika dan Fisika di London Timur. Dia berharap akan segera kembali melanjutkan penelitiaannya.

8. Skandar Keynes – Bermain Peran Sebagai “Edmund” Dalam Film ‘Chronicles of Narnia’

image (7) Saat umurnya 12 tahun, Skandar Keynes mengikuti sebuah kelas akting kecil setelah sekolah. Siapa yang menyangka kalau saat itu, ada seorang agen casting lewat dan saat dia melihat Keynes—dengan rambutnya kecoklatannya yang gelap dan pipinya bersemu merah—sang agen langsung merasa bahwa dia telah menemukan aktor yang akan memerankan Edmund Pevensie, salah satu karakter dari buku klasik anak-anak terkenal karya C.S. Lewis “Chronicle of Narnia”. Dan jadilah kita mengenal Keynes muda ini sebagai salah satu selebritis internasional setelah film yang dibintanginya—serial Narnia: “The Lion, The Witch and The Wardrobe”, “Prince Caspian”,  dan “The Voyage of the Dawn Treader”, menjadi booming di seluruh dunia. Bagi Keynes, dalam darahnya mengalir darah biru Cambridge. Dia adalah keponakan dari dua profesor Cambridge: Ahli Sejarah Simon Keynes dan neuroscientist Roger Keynes. Setelah aktor muda satu ini mendaftar dan diterima pada tahun 2010 lalu, dia pun kuliah di Cambridge University untuk mempelajari Arabic and Middler Eastern History. Ayah Keynes adalah seorang Inggris sedangkan ibunya seorang Libanon. Keynes sangat tertarik untuk mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan bahasa, kebudayaan dan sejarah dari pihak ibunya setelah menghabiskan musim panas masa kecilnya di Libanon. Pada tahun 2011, dalam sebuah wawancara dia mengatakan kalau keputusannya untuk mempelajari bahasa Arab adalah karena dia ingin benar-benar fasih dalam bahasa tersebut. Agar bisa menyelesaikan studinya tepat waktu, Keynes telah memutuskan untuk break sejenak dari dunia hiburan. Dia ingin fokus pada studinya dulu dan akan mempertimbangkan untuk kembali ke film setelah kelulusannya. Wah, ditunggu sekali nih akting Keynes, ya? Nah itulah beberapa orang yang sudah melakukan hal luar biasa di umurnya yang masih termasuk muda, dan pastinya bisa masuk Cambridge. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kamu ya guys 🙂 clare460 Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan