Berapa Gaji Dosen PNS di Perguruan Tinggi?

images8.content-hcs.jpg

Sebagai profesi yang cukup familiar di tengah masyarakat, mungkin banyak yang penasaran berapa gaji dosen, terutama gaji dosen PNS atau mereka yang mengajar mata kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Gaji dosen sendiri sebenarnya sama dengan PNS di instansi lainnya mengikuti golongan dan jabatannya. Gaji dosen PNS alias gaji dosen negeri didasarkan atas pembagian pada golongan dan lama masa kerja yang dikenal dengan masa kerja golongan (MKG). Skema penggajian ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019. Artinya untuk gaji pokok, besaran gaji dosen sama untuk seluruh PNS di Indonesia, baik yang bekerja di instansi pusat maupun daerah atau pemda, tak terkecuali untuk profesi dosen berstatus ASN.

Dikutip dari laman Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), gaji dosen ditentukan berdasarkan golongannya dari III sampai IV. Gaji dosen PNS atau gaji dosen negeri yang berkarya 0-1 tahun ada di level golongan III berkisar antara Rp 2.688.500 hingga Rp 4.797.000 per bulannya. Sementara itu gaji dosen golongan IV berkisar antara Rp 3.044.300 dan Rp 5.901.200.

Berikut ini rincian gaji dosen PNS berdasarkan golongannya:

Golongan III

  • Golongan III A: Rp 2.688.500 – Rp 4.415.600
  • Golongan III B : Rp 2.802.300 – Rp 4.602.400
  • Golongan III C: Rp 2.920.800 – Rp 4.797.000

Golongan IV

  • Golongan IV A: Rp 3.044.300 – Rp 5.000.000
  • Golongan IV B: Rp 3.173.100 – Rp 5.211.500
  • Golongan IV C: Rp 3.307.300 – Rp 5.431.900
  • Golongan IV D: Rp 3.447.200 – Rp 5.661.700
  • Golongan IV E: Rp 3.593.100 – Rp 5.901.200

Sebagai ilustrasi gaji dosen di Indonesia, seorang dengan kualifikasi pendidikan S2 baru diterima sebagai CPNS dosen pengajar di salah satu perguruan tinggi dengan masa kerja di bawah 1 tahun, maka ia secara otomatis masuk ke golongan IIIb dan mendapatkan gaji pokok sebesar sebesar Rp 2.688.500 per bulannya.

Sebagai ilustrasi gaji dosen di Indonesia, seorang dengan kualifikasi pendidikan S2 baru diterima sebagai CPNS dosen pengajar di salah satu perguruan tinggi dengan masa kerja di bawah 1 tahun, maka ia secara otomatis masuk ke golongan IIIb dan mendapatkan gaji pokok sebesar sebesar Rp 2.688.500 per bulannya.

Aturan pengecualian tukin ini memang kerap kali diprotes para dosen di bawah Kemendikbud, mengingat dosen yang berada di bawah kementerian/lembaga lainnya tetap mendapatkan tukin. Pendapatan lainnya Meski tak mendapatkan tunjangan kinerja sebagaimana PNS lainnya di Kemendikbud, dosen juga sebenarnya masih bisa mendapatkan pendapatannya lainnya di luar gaji pokok. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009, setiap pendidik profesional, seperti guru dan dosen yang telah memiliki sertifikat pendidik diberi tunjangan profesi setiap bulan.

Besaran tunjangan profesi adalah satu kali gaji pokok pegawai sesuai dengan peraturan UU terkait gaji dosen di Indonesia. Khusus untuk dosen dalam masa penugasan di suatu daerah, akan mendapatkan tunjangan khusus setiap bulan setelah menyelesaikan tugas di daerah tersebut. Besarnya sama dengan tunjangan profesi, yaitu sebesar satu kali gaji pokok.

Bagi dosen yang telah memiliki jabatan akademik profesor akan mendapatkan tunjangan kehormatan setiap bulan. Tunjangan ini diberikan khusus kepada profesor PNS sebesar dua kali gaji pokok. Sumber pendapatan lainnya bagi dosen adalah hibah penelitian. Semakin banyak penelitian yang dilakukan dosen, maka semakin besar pula pemasukan yang bisa diterima.

Namun, tidak semua dosen mendapat peluang untuk mendapat insentif penelitian atau hibah riset (tambahan gaji dosen). Selain berbagai tunjangan di atas, dosen juga berhak mendapat tunjangan atas tugas tambahan setiap bulannnya. Hal ini tercantum dalam Perpres Nomor 65 Tahun 2007. Tambahan tugas yang dimaksud di atas meliputi tugas memimpin sebagai Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, Pembantu Dekan, Ketua Sekolah Tinggi, Pembantu Ketua, Direktur Politeknik, Direktur Akademi, dan Pembantu Direktur.

Tunjangan tambahan ini akan gugur jika dosen diangkat dalam jabatan struktural atau fungsional. Besaran tunjangan atas tugas tambahan ini berkisar dari Rp 1,35 juta hingga Rp 5,5 juta sesuai dengan tugas yang diemban. Dosen juga masih bisa mendapatkan penghasilan dengan menjadi pembicara atau pengisi workshop, penulis buku, peneliti, penulis modul praktikum, pengoreksi soal ujian, penguji sidang akhir, pembimbing mahasiswa tugas akhir, dan pembimbing mahasiswa PKL (Praktek Kerja Lapangan).

Sumber: kompas.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

5 Fakta Data Analyst dan Data Scientist

miro.medium.png

Menurut World Economic Forum (WEF) melalui laporan Prediksi Perkembangan Pasar Tenaga Kerja Tahun 2020-2025, data analyst dan data scientist menjadi profesi yang paling banyak dicari di tahun 2025. Sebelum melanjutkan studi ke perguruan tinggi, siswa perlu tahu soal profesi yang tengah naik daun ini.

Selain sebagai wawasan, siswa juga dapat menjadikan informasi ini sebagai referensi dalam menentukan jurusan. Seperti apa kedua profesi itu?

Sesuai dengan namanya, profesi data analyst dan data scientist memiliki hubungan yang erat dengan data. Kedua profesi ini lahir seiring dengan berkembangnya era digital transformasi dan perkembangan Big Data seperti sekarang.

5 Fakta Profesi Data Analyst dan Data Scientist

1. Deskripsi Pekerjaan

Bagi detikers yang hendak memulai karier di dunia data, bisa memulainya dengan bekerja sebagai data analyst. Dikutip dari laman resmi Universitas Multimedia Nusantara, hal umum yang dilakukan oleh seorang data analyst adalah pembersihan data (data cleaning), menganalisis data tersebut, dan membuat visualisasi data.

Hasil pengolahan data itu nantinya digunakan untuk memperbaiki proses manajemen perusahaan. Hingga perusahaan mampu meningkatkan kredibilitas dan keuntungan.

Kemudian, data analyst diminta untuk mampu menampilkan data ke bentuk visual ataupun grafik. Jadi, data tersebut bisa dibaca dan dipahami oleh awam sekalipun.

Bagaimana dengan data scientist? Data scientist dibutuhkan untuk mengubah kumpulan data yang rumit ke dalam sebuah format yang mudah dibaca. Melansir dari laman resmi Prakerja, seorang data scientist diharapkan bisa menemukan pola dan melihat tren agar dapat membuat hipotesis.

Hipotesis dan kesimpulan itulah yang menjadi dasar rekomendasi dan alat pendukung keputusan perusahaan untuk meningkatkan nilai bisnis, mulai dari pengembangan produk, teknik pemasaran, dan strategi bisnis.

2. Keahlian yang Dibutuhkan

Keahlian yang harus dimiliki oleh seorang data analyst adalah memiliki keahlian di bidang bisnis dan komunikasi. Hingga memahami bahasa pemrograman seperti, SQL, Excel, MySQL, PostGre, dan tools pembuat infografik atau grafik yang menarik.

Selain itu, data analyst juga harus memiliki pemahaman ilmu statistika yang kuat agar bisa memahami teknik pengolahan data, pemodelan, dan pelaporan, serta dasar pemahaman yang kuat tentang bisnis.

Tidak jauh berbeda dengan data analyst, seorang data scientist pun diminta sudah mampu menganalisis dan menafsirkan data digital yang kompleks. Ilmu statistika juga dibutuhkan dalam menentukan algoritma yang akan digunakan, dan mengembangkan software machine learning.

Pengetahuan kalkulus dan aljabar dari lulusan matematika juga sangat mendukung bagi profesi ini. Selain ilmu matematika dan statistika, profesi data scientist juga membutuhkan keahlian di bidang bahasa pemrograman.

Pengetahuan mengenai program komputer digunakan untuk membuat model dan algoritma. Dua bahasa pemrograman yang dapat dipelajari, yaitu Phyton, R, dan SQL.

3. Softskill

Seorang data analyst diminta untuk kreatif untuk memajukan bisnis dari segi apapun. Sebab, peran data analyst sebagai estafet pertama sebelum memberikan hasilnya pada data engineer dan data scientist.

Mirip dengan hal itu, seorang data scientist setidaknya juga harus memiliki jiwa kreativitas, kemampuan berpikir yang kritis, hingga kemampuan komunikasi. Sebab, softskill tersebut dapat membantu detikers dalam menganalisa dan memecahkan masalah.

Kemampuan berkomunikasi dibutuhkan oleh data scientist sebagai ‘penerjemah’ data yang rumit dan kompleks kepada pihak stakeholder yang tidak paham mengenai teknis. Data scientist juga akan memiliki banyak interaksi dengan ahli data lainnya dalam bekerja sama dengan tim.

4. Kisaran Gaji

Besaran gaji yang diterima seorang data analyst berdasarkan pada pengalaman dan kebijakan perusahaan. Menurut laman resmi Binus University, rata-rata perusahaan dalam negeri menetapkan gaji analis data sekitar Rp 4 – 18 juta per bulan.

Sementara itu melansir dari laman resmi Prakerja, gaji data scientist dimulai dari kisaran Rp 4 juta – Rp 8 juta. Namun, beberapa perusahaan juga menawarkan gaji data scientist hingga mencapai Rp 28 juta.

5. Pilihan Kampus di Indonesia

Bila detikers tertarik dengan kedua program studi di atas, beberapa kampus di Indonesia yang membuka mata kuliah terkait Big Data antaranya:

– Institut Pertanian Bogor
– Universitas Indonesia
– Universitas Gadjah Mada
– Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
– Binus University
– Universitas Parahyangan

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

20 Profesi Paling Dicari di 2025

keydifferences.jpg

Siswa SMA kelas 12 perlu mengetahui prospek karir sebelum memilih jurusan kuliah yang tepat dan sesuai kemampuan. Salah satu cara mengetahuinya dapat melalui survei pasar tenaga kerja yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF).

Pada laporannya menjelang akhir tahun lalu, WEF memberikan Forecast for Labour Market Evolution in 2020-2025 atau Prediksi Perkembangan Pasar Tenaga Kerja Tahun 2020-2025.

Salah satu segmen dalam laporan tersebut merinci 10 profesi yang akan paling banyak dicari dan yang akan menurun popularitasnya pada tahun 2025.

Profesi yang paling banyak dicari di tahun 2025

1. Data Analysts and Scientists
2. AI and Machine Learning Specialists
3. Big Data Specialists
4. Digital Marketing and Strategy Specialists
5. Process Automation Specialists
6. Business Development Professionals
7. Digital Transformation Specialists
8. Information Security Analysts
9. Software and Applications Developers
10. Internet of Things Specialists
11. Project Managers
12. Business Services and Administration Managers
13. Database and Network Professionals
14. Robotics Engineers
15. Strategic Advisors
16. Management and Organization Analysts
17. FinTech Engineers
18. Mechanics and Machinery Repairers
19. Organizational Development Specialists
20. Risk Management Specialists


Mirip dengan survei yang dilakukan pada 2018, profesi yang mengalami peningkatan permintaan adalah semacam Data Analyst and Scientist, lalu AI and Machine Learning Specialist, Robotics Engineers, Software and Application Developers, serta Digital Transformation Specialists. Sementara itu, ada juga karir yang pamornya diperkirakan melandai pada 2025.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

nasihat CEO LinkedIn untuk lulusan baru: ‘Tidak wajib untuk mengetahui apa yang Anda inginkan setelah lulus’

LinkedIn CEO to new grads: 'It's not mandatory to know what you want right after graduation'

Selamat untuk angkatan 2021! Saat Anda melihat kembali tahun-tahun kuliah Anda, saya harap Anda meluangkan waktu untuk menghargai semua kerja keras dan dukungan yang mengarah pada momen ini.

Dan saat Anda melihat ke depan untuk tahun-tahun mendatang, tahun-tahun yang akan Anda habiskan sebagai seorang profesional yang sedang naik daun, saya ingin menjadi orang pertama yang tidak hanya menyambut Anda di babak baru ini, tetapi juga berbagi beberapa saran berdasarkan pelajaran yang telah saya pelajari sepanjang jalan.

Saran terpenting adalah jangan pernah lupa bahwa Anda menavigasi karier Anda pada saat yang sedang dibentuk oleh kekuatan yang tidak seperti apa pun yang pernah kita lihat sebelumnya.
Ada perubahan mendasar pada cara kami bekerja, dari dorongan ke kerja jarak jauh hingga seruan untuk kesetaraan dan keberlanjutan yang lebih besar di tempat kerja kami.
Kabar baik bagi Anda semua yang memulai pencarian kerja adalah bahwa kita sedang menuju pemulihan ekonomi dari COVID-19.
Data dari Panduan Lulusan 2021 untuk Mendapatkan Dipekerjakan menunjukkan tingkat perekrutan untuk lulusan perguruan tinggi baru yang kembali ke tingkat sebelum COVID pada Oktober 2020, yang menunjukkan bahwa Anda semua menuju ke pasar kerja yang lebih sehat dengan lebih banyak opsi untuk fleksibilitas dan pekerjaan jarak jauh.

Tapi ini hanya satu saat. Perubahan yang terjadi dalam angkatan kerja akan konstan. Itu berarti Anda harus terus belajar untuk mengimbangi.
Gagasan itu bisa tampak menakutkan, bahkan mustahil.

Bukan juga. Pembelajaran seumur hidup bisa sesederhana mendengarkan podcast, membaca artikel atau buku yang menarik, mengikuti tren dan pemimpin pemikiran, atau mengikuti kursus online.
Pembelajaran itu juga bisa datang dari percakapan dengan jaringan orang yang beragam, sehingga Anda bisa belajar dan tumbuh bersama.

Kita sering berpikir tentang jaringan sebagai sesuatu yang Anda miliki atau tidak, tetapi mereka dapat dibangun dan dikembangkan kapan saja.
Mulailah dengan komunitas yang sudah Anda miliki dengan teman sebaya, guru, dan mentor. Jangkau alumni atau bergabunglah dengan kelompok berbasis minat. Langkah-langkah kecil ini akan memperluas jaringan Anda secara eksponensial.

Dan itu berhasil. Di LinkedIn, pencari kerja 4X lebih mungkin untuk dipekerjakan ketika mereka memanfaatkan jaringan mereka.
Itulah formula sebenarnya untuk kesuksesan jangka panjang: mengembangkan keterampilan dan jaringan Anda.

Itu mungkin tampak mengejutkan karena, untuk waktu yang lama, lulusan seperti Anda diberitahu untuk mengetahui semuanya, hingga peran dan perusahaan tempat Anda ingin bekerja selama beberapa dekade mendatang.

Tetapi di era perubahan yang konstan, Anda tidak perlu mengetahui semuanya sekaligus, dan saya berharap saya mengetahuinya di awal karir saya. Pekerjaan Anda dan apa yang ingin Anda lakukan kemungkinan besar akan berubah dalam lima tahun, tiga tahun, atau bahkan tahun depan.
Anda mungkin memiliki poros karir (atau beberapa), mengambil cuti, mengalami kemunduran, bosan dengan beberapa keterampilan dan menemukan Anda bersemangat tentang yang baru.
Pada akhirnya, yang benar-benar ingin diketahui oleh pemberi kerja adalah apakah Anda dapat melakukan pekerjaan itu.

Jadi kurangi fokus pada pekerjaan apa yang Anda inginkan dalam sepuluh tahun, dan lebih fokus pada bagaimana Anda akan terus belajar selama sepuluh tahun ke depan.

LinkedIn CEO to new grads: 'It's not mandatory to know what you want right after graduation'

Saya akan meninggalkan Anda dengan sebuah cerita yang berdampak dalam karir saya sendiri.
Ketika saya berusia 10 tahun, saya bertanya kepada ayah saya tentang kutipan Shakespeare yang telah ditempel di sebelah telepon kantornya selama bertahun-tahun: “Ketika laut tenang, semua kapal sama-sama menunjukkan keahlian dalam mengambang.”

Dia mengatakan kepada saya bahwa karakter dan kesuksesan sejati tidak ditentukan oleh bagaimana Anda bertindak ketika semuanya berjalan sesuai keinginan Anda, melainkan bagaimana Anda merespons ketika semuanya tidak berjalan sesuai keinginan Anda. Saya sering kembali ke percakapan ini karena laut tidak selalu tenang. Anda hanya perlu melihat ke belakang pada tahun lalu untuk melihat bagaimana hal itu benar bagi kita semua.
Sekali lagi selamat atas tonggak penting ini dalam karier dan hidup Anda. Temukan apa yang Anda suka lakukan, dan jadilah lebih baik saat Anda melakukannya.

Dan ingatlah untuk tetap tegak ketika laut sedang tidak tenang. Kehidupan profesional Anda akan menyegarkan, menggairahkan, dan terkadang menantang – tetapi juga akan mengubah hidup, dan bahkan mungkin mengubah dunia.

Ryan Roslansky adalah CEO LinkedIn.

Sumber: businessinsider.in

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Profesional Master Vs. Master Riset: yang Perlu Anda Ketahui

Dalam hal mengejar gelar pascasarjana, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda harus memilih master riset atau master profesional. Meskipun mereka memiliki beberapa kesamaan, mereka juga memiliki perbedaan utama, mulai dari durasi kursus hingga mode pembelajaran, konten kursus, cara penilaian Anda, dan bahkan proses aplikasi.

Kami telah bekerja sama dengan Universitas Clarkson di Amerika Serikat untuk mencari tahu apa yang perlu Anda ketahui tentang kedua opsi tersebut.

Apa yang Anda pelajari dan bagaimana Anda belajar

Penting untuk bertanya pada diri sendiri apa yang Anda inginkan dari pengalaman master Anda dan apa alasan Anda mempelajarinya. Melihat kembali gelar sarjana Anda, apakah Anda suka memiliki jadwal yang ditentukan? Atau apakah Anda menikmati kebebasan yang datang dengan meneliti batu penjuru atau proyek tesis Anda? Apakah Anda mencari tantangan akademis atau ingin meningkatkan pengembangan karier Anda? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dapat membantu Anda mengambil keputusan akhir.

Berikut adalah uraian tentang hal-hal yang dapat Anda harapkan:

Master profesional

Master profesional sangat cocok untuk siswa yang ingin maju dalam suatu bidang atau menambah keterampilan baru. Biasanya, mereka lebih berbasis kursus dan lebih terstruktur dengan jadwal kuliah, seminar, dan sesi lab yang terdiri dari sejumlah modul inti dan pilihan. Sebagian besar program master profesional menilai siswa sepanjang tahun melalui tugas yang ditetapkan, proyek kelompok, presentasi, dan ujian.

Banyak master profesional menyimpulkan dengan proyek yang signifikan, mirip dengan tesis, tetapi bersifat terapan, bukan teoritis. Program lain diakhiri dengan ujian komprehensif dan beberapa sepenuhnya berbasis kursus, di mana siswa lulus setelah menyelesaikan semua persyaratan.

Jika Anda ingin bekerja menuju profesi tertentu dan mengembangkan keahlian yang lebih menyeluruh, master profesional biasanya merupakan pilihan terbaik. Anda mungkin juga ingin mengejar gelar master profesional jika Anda ingin memperluas pengetahuan Anda tentang subjek tertentu untuk pengembangan dan minat pribadi Anda sendiri.

Bagi Ryan Coleman, MS dalam Rekayasa & Sistem Manajemen di Clarkson University adalah “keputusan yang mudah dibuat”.

“Saya ingin menyerap pendidikan kelas sebanyak mungkin untuk gelar saya, jadi ketika saya diberikan pilihan untuk melakukan penelitian vs mengambil kelas tambahan, itu adalah pilihan yang jelas,” kata Ryan.

Master Penelitian

Master penelitian adalah gelar berbasis penelitian lanjutan dengan penekanan besar pada pekerjaan mandiri. Anda harus siap untuk belajar secara mandiri dan memiliki rasa disiplin diri yang baik karena mungkin hanya ada sedikit kelas dengan jadwal waktu (atau tidak sama sekali!), Karena waktu Anda akan digunakan untuk menyelesaikan satu proyek besar. Untuk proyek penelitian yang diperpanjang, Anda akan diberi supervisor yang sesuai yang dapat menawarkan bimbingan dan dukungan.

Seorang master penelitian sangat ideal jika Anda memiliki minat dalam penelitian akademis yang luas, ingin mengembangkan keterampilan penelitian Anda dan pada akhirnya mempersempit fokus Anda ke bidang studi yang lebih terspesialisasi.

Hal inilah yang disadari Joshua Fontana setelah menyelesaikan magang di Naval Nuclear Laboratories pada tahun 2017.

“Saya telah berencana untuk mengejar gelar master, tetapi saya tidak tahu kapan, atau area fokus apa, sampai saya kembali dari magang saya. Setelah mempelajari lebih lanjut tentang pengoptimalan penggunaan komputer untuk menyempurnakan dan memaksimalkan efisiensi desain, saya terpesona, ”kata lulusan teknik mesin dari Clarkson University ini.

“Saat itu saya tahu bahwa saya ingin mengejar gelar master segera setelah saya lulus dan saya ingin melakukan penelitian dalam pengoptimalan. MS di bidang Teknik Mesin di Clarkson University memberi saya kesempatan itu, ”katanya.

Karena master riset jauh lebih berfokus pada penelitian, master riset dianggap lebih cocok bagi mereka yang ingin mengejar karir di bidang akademis atau melanjutkan ke PhD.

Setelah lulus dari master risetnya, Joshua meninjau kembali ide untuk mengejar gelar PhD – sesuatu yang tidak terlalu dipikirkannya sejak masa lajangnya.

“Saya pikir, ‘mungkin saya ingin mendapatkan gelar doktor dan menjadi profesor’, tetapi gagasan untuk benar-benar mengejar gelar PhD tampak jauh, hampir tidak mungkin tercapai,” kata Joshua. “Saya memang mempertimbangkan fakta bahwa master riset tetap membuka pintu untuk PhD lebih dari master profesional, tapi saya tidak berencana mengejar PhD saat itu [selama masa lajangnya].”

Maju cepat hingga hari ini, dan Joshua saat ini sedang menyelesaikan PhD di bidang teknik mesin.

Proses Aplikasi

Mirip dengan konten dan format kursus, proses aplikasi untuk kedua jenis master datang dengan persamaan dan perbedaan yang harus Anda perhatikan dengan seksama. Di Universitas Clarkson misalnya, CV adalah persyaratan untuk semua lamaran.

“CV tersebut memberikan peluang besar untuk mendapatkan informasi relevan yang tidak muncul di tempat lain dalam file aplikasi di depan panitia penerimaan,” kata Colleen Thapalia, Direktur Senior Pascasarjana Pemasaran Rekrutmen & Pendaftaran di Clarkson University.

“Jika Anda adalah pelamar yang berorientasi pada penelitian, resume Anda harus menyertakan publikasi yang Anda miliki, bahkan jika itu ada di jurnal siswa,” jelasnya. “Demikian pula, sebutkan presentasi penelitian yang Anda berikan. Apakah Anda memiliki pengalaman mengajar? Letakkan itu di resume sehingga Anda akan menjadi kandidat yang baik untuk asisten pengajar. “

Tetapi bagaimana jika Anda melamar master profesional?

“Cantumkan semua pengalaman kerja di resume,” kata Colleen. “Ini dapat mencakup magang siswa, jika itu penting, terutama jika Anda belum lulus dari gelar sarjana atau baru saja lulus.

“Kegiatan atau prestasi dalam organisasi profesional dapat membantu pelamar membedakan diri mereka dari kelompok lainnya,” tambahnya.

Melihat ke masa depan

Sebelumnya kami telah menyebutkan bagaimana master profesional mungkin lebih cocok untuk mereka yang memiliki jalur karir tertentu, sedangkan master riset menawarkan dasar yang kuat jika Anda ingin bekerja dalam karir berbasis penelitian.

Joshua saat ini sedang belajar untuk PhD-nya, tetapi berharap untuk terlibat dalam pengembangan perangkat lunak teknik, terlebih lagi dengan perusahaan tempat dia dapat “melihat manfaat nyata dari produk tersebut bagi masyarakat.”

Bukan berarti karier di dunia akademis juga bukan pilihan. “Saya pikir saya ingin mengajar dan meneliti, tetapi persaingannya ketat, dan minggu kerja panjang untuk pekerjaan semacam itu.

“Saya harus melihat peluang apa yang tersedia ketika saya lulus, tetapi ini adalah pemikiran saya saat ini.”

Setelah menyelesaikan MS di bidang Engineering & Management Systems, Ryan berencana untuk terus bekerja sebagai engineer di Naval Nuclear Laboratories. Namun, selalu ada kemungkinan untuk menjelajahi jalan lain di mana seorang master bisa mendapatkan keuntungan.

Penting untuk tidak berkecil hati jika Anda mengalami kesulitan memilih antara satu program master versus yang lain. Master profesional bukan berarti Anda tidak dapat mengejar gelar PhD jika itu yang ingin Anda lakukan, dan master riset tidak berarti Anda tidak dapat mengejar karir di luar akademisi. Untuk mendapatkan ide bagus tentang apa yang dapat Anda lakukan setelah mendapatkan gelar master Anda, kunjungi bagian karir di situs web universitas untuk mengetahui lebih lanjut, atau hubungi kantor penerimaan untuk nasihat dan dukungan tambahan.

Sumber: topuniversities.com

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami