Beasiswa Amsterdam Excellence ini dibuka dari November 2015 lalu dan deadline pendaftaran terakhirnya 15 Januari 2016.
Jumlah beasiswa ini hanya 15 slot dan beasiswa ini adalah full scholarship, artinya biaya kuliah dan biaya hidup ditanggung.
Jurusan yang bisa dapat Amsterdam Excellence Scholarships ini adalah:
• Amsterdam Law School
• Economics and Business
• Faculty of Science
• Graduate School of Child Development and Education
• Graduate School of Communication
• Graduate School of Humanities
• Graduate School of Psychology
• Graduate School of Social Sciences
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai beasiswa ini kamu bisa langsung cek ke link ini
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Beasiswa World Citizen Talent ini diadakan oleh The Hague University of Applied Sciences di Belanda.
Besaran beasiswa yang bisa didapatkan adalah €5,000 dan berlaku hanya untuk jenjang pendidikan S1.
Beberapa persyaratan untuk bisa mendapatkan beasiswa ini diantaranya:
Beasiswa full ini tersedia untuk jenjang pendidikan PhD atau S3 jurusan Faculty of Medical and Human Sciences, University of Manchester – UK.
Biaya yang akan disediakan itu termasuk dalamnya uang kuliah, biaya hidup, dan uang saku.
Untuk mendapatkan beasiswa ini kalian wajib mendaftar dan diterima untuk program PhD atau S3 jurusan Faculty of Medical and Human Sciences, University of Manchester – UK.
Batas pendaftaran beasiswa ini adalah 26 Febuari 2016.
Untuk info lebih jelas langsung cek ke :
Tak sedikit institusi pendidikan di luar negeri yang berlomba-lomba mencari kandidat MBA terbaik, dan karenanya para pelajar yang memenuhi kriteria ini bisa memaksimalkan keuntungan mereka dengan cara mendapatkan beasiswa tunai.
Nah, apa kamu mau tahu apa saja sih yang membuat seorang pelajar begitu berpeluang mendapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri ini?
Dalam permainan beasiswa luar negeri, khususnya untuk beasiswa kuliah jurusan bisnis, satu trik saja bisa membuatmu bisa memenangkan beasiswa favorit. Trik itu misalnya adalah “menorehkan nilai tes tertinggi” atau “perempuan” atau “sedang mengembangkan software canggih” atau bahkan “sedang berjuang dalam perang” atau “punya gelar S1 in Philosophy.”
Satu fakta utama yang mendasari penyebaran uang beasiswa adalah: selain menginginkan pelajar yang bersangkutan meningkatkan nilai, pengalaman dan sudut pandang yang menarik dalam kelas yang dimasukinya, sekolah yang memberikan beasiswa menginginkanmu untuk membuat mereka tampak bagus, untuk memoles pamor mereka dan meningkatkan ranking mereka dalam peringkat universitas terbaik.
Cara yang tercepat—meskipun bukan cara satu-satunya—untuk mendapatkan beasiswa berupa uang tunai tersebut adalah dengan lulus S1 dengan IPK tertinggi. Untuk yang mau beasiswa MBA, tentu saja harus diikuti nilai GMAT (Graduate Management Admission Test) yang tinggi pula. Sekolah-sekolah pemberi beasiswa ingin para penerima beasiswa bisa meningkatkan reputasi mereka, misalnya saja ranking mereka dalam U.S. News dan World Report Top 100 List.
Mendapatkan Nilai GMAT yang Tinggi
Orang dengan nilai GMAT 770 pastinya akan lebih berpeluang untuk mendapatkan beasiswa daripada orang yang GMAT-nya 670. Hal ini membuat seolah-olah sekolah tinggi bisnis di luar negeri ingin ‘membeli’ nilai GMAT yang tinggi itu.
Tapi sekolah juga ingin siswa yang akan memengaruhi reputasi mereka ini tampak menarik dalam hal lainnya. Kebanyakan, apa yang diinginkan pihak sekolah bervariasi. Pihak sekolah biasanya menguji kemampuan akademis, kemampuan personal dan kualifikasi profesional calon penerima beasiswa kemudian mengukur hal-hal ini berdasarkan standar mereka.
Johnson School of Management di Cornell University, misalnya, mereka menginginkan penerima beasiswa merupakan orang yang paling pintar di kelasnya.
Pengaruh perbankan
Dengan adanya keragaman pelajar yang berpotensi mendapatkan beasiswa membuat komite penerimaan mahasiswa baru dan staf pemberi bantuan keuangan menggunakan cara yang berbeda pula. Banyak yang lebih mengutamakan untuk mencari kandidat penerima beasiswa yang punya latar belakang industri, perbankan atau konsultan.
Misalnya saja MIT Sloan School of Business, menawarkan beberapa beasiswa yang memberikan kontribusi pada sekelompok pelajar termasuk Class 2004 Diversity Fellowship bagi para pelajar yang mempunyai “pengalaman kerja khusus, perjuangan berat dalam pendidikan, atau latar belakang kewarganegaraan yang belum atau kurang ada di MIT Sloan.”
Sekolah-sekolah tinggi bisnis Amerika menginginkan mahasiswa dari negara asing, khususnya dari negara-negara yang belum banyak mengirimkan mahasiswanya belajar di negara itu. Kandidat yang memenuhi kualifikasi dari Kolombia, misalnya, akan lebih berpeluang diterima daripada yang berasal dari India atau China.
Nilai tes yang lebih rendah tapi bernilai tinggi
Suatu latar belakang yang istimewa bisa sangat memengaruhi peluang seseorang untuk mendapatkan beasiswa. Amira Abou El Seoud mendapatkan nilai GMAT 650, tapi sekarang ia sudah bisa menikmati tahun pertamanya di Harvard Business School dengan bantuan keuangan mencapai $40,000 per tahun. El Seoud mengatakan kalau sampai sekarang ia belum pernah bertemu mahasiswa Harvard lainnya yang mendapat nilai GMAT di bawah 720. Ini karena El Seoud mempunyai latar belakang yang membuatnya berbeda dari kebanyakan mahasiswa lainnya di sekolah prestisius itu. El Seoud berkebangsaan Mesir, dia telah bekerja sebagai manajer utama Procter & Gamble dengan pendapatan rendah di Mesir, Nigeria dan Pakistan dan mengembangkan proyek pinjaman mikro di Mesir yang mana wanita diberikan kesempatan untuk kredit produk Procter & Gamble untuk dijual kembali sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan untuk hidup. Jangan lupakan pula gender perempuan El Seoud.
Dengan persentase wanita hanya 36% dari keseluruhan pendaftar sekolah bisnis pada tahun 2013/14, dan jumlah pendaftar perempuan untuk kuliah penuh program 2 tahun MBA turun hingga 37% pada tahun 2014, maka menurut Graduate Management Admission Council, banyak sekolah bisnis yang sangat ingin untuk menerima mahasiswa perempuan.
Para perempuan yang memenuhi kualifikasi untuk penerimaan beasiswa akan selalu dicari—dan bahkan diutamakan karena banyak sekolah ingin memiliki representasi gender yang lebih seimbang.
So, kalau kamu perempuan, tunggu apa lagi. Raih kesempatan untuk mendapatkan beasiswa kuliah jurusan bisnis di universitas favorit dunia.





