Tipe Orang yang Bisa Mendapatkan Beasiswa

 

TRAVEL-HEAD2HEAD-holidaying-in-oz-overseas-525x375

Tak sedikit institusi pendidikan di luar negeri yang berlomba-lomba mencari kandidat MBA terbaik, dan karenanya para pelajar yang memenuhi kriteria ini bisa memaksimalkan keuntungan mereka dengan cara mendapatkan beasiswa tunai.

Nah, apa kamu mau tahu apa saja sih yang membuat seorang pelajar begitu berpeluang mendapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri ini?

Dalam permainan beasiswa luar negeri, khususnya untuk beasiswa kuliah jurusan bisnis, satu trik saja bisa membuatmu bisa memenangkan beasiswa favorit. Trik itu misalnya adalah “menorehkan nilai tes tertinggi” atau “perempuan” atau “sedang mengembangkan software canggih” atau bahkan “sedang berjuang dalam perang” atau “punya gelar S1 in Philosophy.”

Satu fakta utama yang mendasari penyebaran uang beasiswa adalah: selain menginginkan pelajar yang bersangkutan meningkatkan nilai, pengalaman dan sudut pandang yang menarik dalam kelas yang dimasukinya, sekolah yang memberikan beasiswa menginginkanmu untuk membuat mereka tampak bagus, untuk memoles pamor mereka dan meningkatkan ranking mereka dalam peringkat universitas terbaik.

Cara yang tercepat—meskipun bukan cara satu-satunya—untuk mendapatkan beasiswa berupa uang tunai tersebut adalah dengan lulus S1 dengan IPK tertinggi. Untuk yang mau beasiswa MBA, tentu saja harus diikuti nilai GMAT (Graduate Management Admission Test) yang tinggi pula. Sekolah-sekolah pemberi beasiswa ingin para penerima beasiswa bisa meningkatkan reputasi mereka, misalnya saja ranking mereka dalam U.S. News dan World Report Top 100 List.

Mendapatkan Nilai GMAT yang Tinggi

Princeton-vs-GMAT-review

Orang dengan nilai GMAT 770 pastinya akan lebih berpeluang untuk mendapatkan beasiswa daripada orang yang GMAT-nya 670. Hal ini membuat seolah-olah sekolah tinggi bisnis di luar negeri ingin ‘membeli’ nilai GMAT yang tinggi itu.

Tapi sekolah juga ingin siswa yang akan memengaruhi reputasi mereka ini tampak menarik dalam hal lainnya. Kebanyakan, apa yang diinginkan pihak sekolah bervariasi. Pihak sekolah biasanya menguji kemampuan akademis, kemampuan personal dan kualifikasi profesional calon penerima beasiswa kemudian mengukur hal-hal ini berdasarkan standar mereka.

Johnson School of Management di Cornell University, misalnya, mereka menginginkan penerima beasiswa merupakan orang yang paling pintar di kelasnya.

Pengaruh perbankan

Banking & Financial Service Fair

Dengan adanya keragaman pelajar yang berpotensi mendapatkan beasiswa membuat komite penerimaan mahasiswa baru dan staf pemberi bantuan keuangan menggunakan cara yang berbeda pula. Banyak yang lebih mengutamakan untuk mencari kandidat penerima beasiswa yang punya latar belakang industri, perbankan atau konsultan.

Misalnya saja MIT Sloan School of Business, menawarkan beberapa beasiswa yang memberikan kontribusi pada sekelompok pelajar termasuk Class 2004 Diversity Fellowship bagi para pelajar yang mempunyai “pengalaman kerja khusus, perjuangan berat dalam pendidikan, atau latar belakang kewarganegaraan yang belum atau kurang ada di MIT Sloan.”

Sekolah-sekolah tinggi bisnis Amerika menginginkan mahasiswa dari negara asing, khususnya dari negara-negara yang belum banyak mengirimkan mahasiswanya belajar di negara itu. Kandidat yang memenuhi kualifikasi dari Kolombia, misalnya, akan lebih berpeluang diterima daripada yang berasal dari India atau China.

Nilai tes yang lebih rendah tapi bernilai tinggi

bpp

Suatu latar belakang yang istimewa bisa sangat memengaruhi peluang seseorang untuk mendapatkan beasiswa. Amira Abou El Seoud mendapatkan nilai GMAT 650, tapi sekarang ia sudah bisa menikmati tahun pertamanya di Harvard Business School dengan bantuan keuangan mencapai $40,000 per tahun. El Seoud mengatakan kalau sampai sekarang ia belum pernah bertemu mahasiswa Harvard lainnya yang mendapat nilai GMAT di bawah 720. Ini karena El Seoud mempunyai latar belakang yang membuatnya berbeda dari kebanyakan mahasiswa lainnya di sekolah prestisius itu. El Seoud berkebangsaan Mesir, dia telah bekerja sebagai manajer utama Procter & Gamble dengan pendapatan rendah di Mesir, Nigeria dan Pakistan dan mengembangkan proyek pinjaman mikro di Mesir yang mana wanita diberikan kesempatan untuk kredit produk Procter & Gamble untuk dijual kembali  sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan untuk hidup. Jangan lupakan pula gender perempuan El Seoud.

Dengan persentase wanita hanya 36% dari keseluruhan pendaftar sekolah bisnis pada tahun 2013/14, dan jumlah pendaftar perempuan untuk kuliah penuh program 2 tahun MBA turun hingga 37% pada tahun 2014, maka menurut Graduate Management Admission Council, banyak sekolah bisnis yang sangat ingin untuk menerima mahasiswa perempuan.

Para perempuan yang memenuhi kualifikasi untuk penerimaan beasiswa akan selalu dicari—dan bahkan diutamakan karena banyak sekolah ingin memiliki representasi gender yang lebih seimbang.

So, kalau kamu perempuan, tunggu apa lagi. Raih kesempatan untuk mendapatkan beasiswa kuliah jurusan bisnis di universitas favorit dunia.

Kuliah Bisnis di Inggris? BPP University Bisa Jadi Pilihan Kamu

Beasiswa Kuliah di Australia, Curtin University

 

 

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

ACCESS EDUCATION 

Whatsapp :  0812 5998 5997

Line          :  accesseducation

Telegram  :  0812 5998 5997

Email :  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

 

 



Categories: Beasiswa

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: