Kalo kalian ragu karena lom kenal siapa ini Yokohama Design College, coba cek dulu ke sini:
MAU BELAJAR KE JEPANG DAN NGERASAIN SERUNYA BUDAYANYA? COME HERE, YOKOHAMA DESIGN COLLEGE
Pengen ikutan? Ayu segera hubungi kami ke info@konsultanpendidikan.com untuk detail Summer Course ini 😉Biaya Hidup di Yokohama, Jepang
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Subjek-subjek utama yang kalian pelajari di jurusan ini antara lain:
Subjek-subjek utama yang akan kalian pelajari di jurusan ini antara lain:


Kali ini, Access Education akan ngebahas dikit soal perkiraan biaya hidup yang dibutuhkan kalo kalian tinggal di Yokohama ini.
FYI, Yokohama ini merupakan kota terbesar no 2 di Jepang setelah Tokyo; maka itu biaya hidupnya bisa dibilang tidak terlalu berbeda dengan Tokyo tapi pastinya lebih murah dibanding si ibu kota 😉
Sewa apertemen 1 kamar 90,000 – 255,000 Yen/bulan
Sewa apertemen 3 kamar 300,000 – 600,000 Yen/bulan
Biaya air 10,000 Yen/bulan
Biaya listrik 18,000 Yen/bulan
Biaya gas 5,000 Yen/bulan
Biaya telp + internet 10,000 Yen/bulan


Setiap ada polling atau survey tentang bahasa apa yang paling sulit dipelajari, bahasa Jepang hampir selalu menjadi jawaban yang paling sering dilontarkan.
Memang tak mengherankan sih jika banyak orang menganggap bahasa ini sulit dipelajari. Alasannya sangat jelas malah. Kita bisa melihat bagaimana bahasa Jepang memiliki keanehan dan keistimewaan yang akan membuat banyak orang—dan mungkin termasuk dirimu—terheran-heran bagaimana seseorang, bahkan orang Jepang sendiri, bisa berkomunikasi dengan begitu lancar dalam bahasa Jepang.
Nah, kawan, kalau kamu mau menelisik lebih detail nih, ternyata sebenarnya bahasa Jepang itu tak sesulit yang dibayangkan banyak orang lho. Bahkan pada beberapa hal, belajar bahasa yang satu ini bisa dikatakan mudah.
Penasaran? Baca saja yang berikut ini.
Pertama-tama kita coba kulik dulu nih salah satu permasalahan mendasar yang dikeluhkan banyak orang tentang bahasa Jepang, yaitu tentang adanya 3 jenis karakter/huruf yang digunakan untuk menuliskan bahasa tersebut.
Huruf yang pertama, diimpor dari China, disebut kanji, adalah halangan paling utama yang harus dihadapi—dan terus dihadapi—oleh para pembelajar bahasa ini jika mereka mau dikatakan fasih berbahasa Jepang.
Hal ini karena ada banyak sekali huruf kanji, ada sekitar 2000 karakter yang biasa digunakan.
Mempelajari 2000 karakter bukanlah sesuatu yang bisa dianggap main-main, tapi jumlah ini masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan syarat agar bisa dianggap fasih dalam belajar bahasa China. Beberapa kanji bahasa Jepang merupakan bentuk sederhana dari huruf China, membuatnya lebih mudah untuk diingat.
Selagi menghapalkan huruf kanji yang dianggap sebagai momok yang cukup menakutkan dalam belajar bahasa Jepang dan bisa mencapai masa kritis pengetahuan; yaitu satu titik dimana mereka memeroleh kemampuan untuk membedakan arti dari setiap kata yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.
Sebagai contoh, jika kamu tahu kalau arti dari kanji 着berarti mengenakan/menempatkan, 色berarti warna, dan 料berarti masakan, kamu mungkin akan dengan cepat bisa menebak bahwa 着色料berarti pewarnaan makanan, bahkan meski kamu tak yakin bagaimana cara melafalkannya (by the way, 着色料 : chakushokuryo).
Dua set huruf lainnya yang digunakan dalam bahasa Jepang bahkan lebih sederhana lagi dibandingkan huruf kanji. Hiragana, yakni huruf-huruf yang digunakan untuk menuliskan kata-kata dalam bahasa Jepang, terdiri dari 46 karakter. Awalnya, jumlah ini mungkin juga cukup membuat keder, tapi tak ada huruf Hiragana yang sangat kompleks, dan hampir semuanya cukup sederhana untuk dituliskan dengan 2 atau 3 goresan pulpenmu. Belajar 2 huruf Hiragana setiap hari, dan kamu akan dengan sepenuhnya bisa membaca dan menulis satu set huruf ini dalam waktu kurang dari 1 bulan!
Rangkaian karakter/huruf selanjutnya yang digunakan dalam bahasa Jepang adalah Katakana. Huruf jenis ini digunakan untuk menuliskan kata pinjaman dari bahasa asing ke dalam bahasa Jepang. Jumlah karakter Katakana yang harus dihapalkan juga ada 46 karakter. Tetapi, sebelum kamu merasa frustasi duluan dengan bahasa Jepang ini dan beralih untuk belajar bahasa lainnya, coba perhatikan betapa miripnya karakter Hiragana dan Katakana pada beberapa bunyi seperti berikut:
ri: り / リ
ka: か / カ
se: せ / セ
ki: き / キ
Begitu kamu sudah mempelejari Hiragana, Katakana akan menyusul dengan mudah. Dan yang paling menguntungkan adalah, sistem pengucapan Hiragana dan Katakana nyaris tidak memiliki sistem pengucapan yang bergeliat-geliut sebagaimana dalam bahasa Inggris dengan sistem vokal panjang-pendek dan konsonan keras-lemahnya.
Jika kamu melihat かtertulis dalam banyak kata, misalnya, huruf ini akan dieja “ka” dalam masing-masing dan setiap orang.
Bagi negara yang sangat menghargai ketepatan nilai dan waktu, bahasa Jepang secara mengejutkan malah sangat sederhana saat dikaitkan hubungannya dengan bentuk waktu/tenses. Dalam bahasa Jepang, kamu tak akan menjumpai adanya future tense (bentuk waktu yang akan datang). Jadi, “I write” and “I am going to write” akan diucapkan dengan cara yang sama dalam bahasa Jepang.
Meskipun hal yang semacam itu kadang lumayan memusingkan, konteks pembicaraan biasanya akan membuat maksudnya menjadi lebih jelas.
Karena bahasa Jepang tak memiliki future tense, maka setidaknya berkurang satu gramatika yang harus dihapalkan. Bahkan dalam bahasa Inggris, yang sangat mengatur dalam hal future tense, memiliki 2 cara eksklusif dalam mengungkapkan hal yang akan dilakukan di waktu yang akan datang (misalnya saat akan membukakan pintu karena belnya berdering, maka yang dianjurkan untuk digunakan adalah “I’ll get it” bukannya “I’m going to get it!”).
Kemudian soal past tense, bahasa Jepang memang memiliki bentuk lampau seperti ini, tetapi peraturannya lebih jelas dibandingkan dengan bahasa Inggris yang terkenal dengan kerumitan penggunaan irregular dan regular verb yang berubah saat digunakan untuk bentuk lampau.




