Barangkali ada yang berprofesi sbg guru dan minat menambah ilmu di Jepang gratis ;
Pemerintah Jepang membuka kesempatan bagi guru (Negeri maupun Swasta) untuk memperdalam ilmu di Jepang melalui program Teacher Training 2015. Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru.
Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa Jepang) dari Oktober 2015.
Fasilitas yang didapat:
1.Tanpa ikatan Dinas
2.Tiket pesawat kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) – Jepang (Tokyo/Osaka)
3.Full cover biaya pendidikan, full cover biaya pembuatan visa pelajar
4.Tunjangan hidup sebesar ¥ 143.000 per bulan, yang diberikan setiap akhir bulan selama masa studi di Jepang (ada kemungkinan jumlah tunjangan akan mengalami perubahan)
5. Peserta disediakan asrama yang pembayarannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa
Bagi PNS tetap mendapat gaji pokok dengan mengajukan Permohonan Tugas Belajar kepada Pemerintah Kabupaten atau Kota masing-masing.
Penutupan pendaftaran tanggal 8 Januari 2015.
Informasi lebih lanjut langsung ke : http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_tt.html.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com


Pastikan kamu memiliki semua informasi yang tim seleksi pinta dari kamu dalam aplikasi kamu. Aplikasi dengan hal yang hilang engga bikin kesan pertama yang terbaik, terutama jika ini adalah hal-hal yang mereka minta secara khusus. Lihat daftar di bagian bawah artikel ini untuk melihat apa yang kamu perlu sertakan.
Daftarbeasiswa ini mirip dengan wawancara kerja.
Kamu ingin memberikan kesan baik tapi kesalahan ejaan atau menulis engga terlihat baik. Jika kamu mengisi formulir dengan cara tertentu, maka lakukanlah. Dan sebelum kamu mengirimkannya, mintalah anggota keluarga atau teman untuk mengoreksinya. Mereka mungkin menemukan kesalahan yang engga kamu sadari.
Bukan hanya harus berikan semua informasi yang tim seleksi minta, pastikan kamu memberikan informasi yang benar juga. Detil-detil kecil seperti alamat lengkap dan benar, atau nomor telepon baru jika kamu kehilangan ponsel kamu, itu akan menghindari penundaan yang tidak perlu, serta membuat kamu terlihat profesional.
Dalam beberapa kasus, kamu mungkin perlu untuk memberikan referensi atau rujukan. Pilihlah orang-orang ini dengan hati-hati.
Kamu juga harus membiarkan setiap orang rujukan kamu tau kapan kamu melamar beasiswa, dan memberitahu mereka tentang jenis keterampilan dan pengalaman yang kamu perlu tunjukkan. Dengan cara itu mereka akan dapat memastikan memuji kamu dengan cara yang paling efektif!
Selalu sediakan beberapa hari bebas ekstra saat melamar beasiswa. Kamu mungkin perlu ini jika kamu mendapatkan aplikasi kamu secara profesional tercetak, atau jika kamu menunggu konfirmasi dari orang rujukanmu. Ingat, aplikasi terlambat tidak dipertimbangkan.
Checklist Beasiswa:













Professor Jeff Hughes dari Curtin’s School of Pharmacy mendapat penghargaan atas kontribusinya dengan meraih 2014 Australasian Pharmaceutical Sciences Association (APSA) Medal. Medali ini merupakan penghargaan tertinggi APSA untuk mengapresiasi kontribusi yang luar biasa dan berkepanjangan untuk ilmu pharmaceutical dan pelatihan pharmacy. Professor Hughes merupakan professor pertama dari Curtin yang menerima APSA Medal dan ia masuk daftar tokoh-tokoh pharmacy Australia yang menerima penghargaan sejak dimulainya padatahun 2004.
Curtin’s Pro Vice-Chancellor of the Faculty of Health Sciences, Professor Michael Berndt, memberi selamat kepada professor Hughes. Ia mengatakan bahwa professor Hughes adalah tokoh senior di bidang pharmacy di Australia dan New Zealand. Ia menambahkan, komitmennya dalam mengajar dan belajar membangun reputasi internasionalnya sebagai pendidik di bidang pharmacy dengan menekankan pada mahasiswa.
Professor Hughes sudah mempublish lebih dari 200 penelitian dan professional papers serta menulis 17 buku. Penelitiannya fokus pada reaksi obat yang merugikan, penyakit menular dan gangguan kognitif, serta dementia. Ia juga telah menerima berbagai penghargaan bergengsi atas kontribusinya kepada profesi dan kepemimpinannya.
Sekali lagi, selamat prof! 😀