Kehidupan di Sekolah
Sejak dini, para siswa diajarkan untuk menjaga hubungan kerjasama dengan rekan-rekan mereka. Mereka didorong untuk mengembangkan loyalitas yang kuat untuk kelompok sosial mereka, misalnya kelas atau tim olahraga mereka. Kepemimpinan serta keterampilan berorganisasi juga diimplementasikan melalui peran yang ditugaskan untuk makan siang (kyushoku touban), atau ketua kelas, dan lainnya.
Budaya mengajar di Jepang sangat berbeda dari sekolah-sekolah di barat.
Guru sangat prihatin tentang pengembangan anak secara holistik dan menganggapnya sebagai tugas mereka, seperti pada hal-hal kebersihan pribadi, nutrisi, bahkan jam tidur.
Siswa juga diajarkan sopan santun yang tepat, bagaimana berbicara sopan, bagaimana menghadapi orang dewasa, serta bagaimana berhubungan dengan rekan-rekan mereka dengan cara yang tepat.
Mereka juga diajarkan keterampilan berbicara di depan umum melalui pertemuan kelas serta banyak kegiatan sekolah lainnya.
Kehidupan sekolah di Jepang juga tidak jauh dari masalah, seperti kenakalan, intimidasi/bulying (ijime) atau masalah perilaku.
Kehidupan siswa di SD pada umumnya adalah masa paling menyenangkan, kecuali untuk beberapa siswa yang diatur dalam masa transisi menuju SMP.
Kerasnya usaha belajar demi lulus ujian masuk dapat dikatakan sebagai ciri kehidupan siswa di sekolah Jepang dimulai tepat sebelum masuk ke SMP.
Akibat dari tingkat daya saing yang tinggi (dan stres) sering dialami para siswa (dan ibu mereka). Dalam rangka untuk lulus ujian masuk ke lembaga pendidikan terbaik, banyak siswa menghadiri sesi belajar afterschool (juku atau Gakken) yang dimulai setelah kelas reguler di sekolah.
Gaya pendidikan SMA mulai bergeser ke mode pengajaran yang berpusat dan sistematis, alternatif ini dipuji karena tingkat prestasi yang tinggi dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan dan dikritik karena monoton dan kurangnya kreativitas.
Demi mengejar prestasi akademik, sejak menduduki bangku SMP, para siswa akan menyibukan dirinya dengan juku. 59,55% dari para siswa akan menghadiri juku.
Cekidot video ini buat liat keseharian siswa Jepang 😉
Peran Sekolah
Sekolah negeri cenderung berbeda dari sekolah swasta, karena masing-masing menjalankan filosofi yang berbeda, didasarkan pada tradisi dan karakter kepala sekolah dan guru yang menjalankan sekolah. Namun demikian, terdapat beberapa kesamaan dan generalisasi pada peran dari sekolah Jepang.- Masih ada konsensus relatif kuat di Jepang bahwa sekolah adalah saluran utama untuk transmisi keaksaraan dasar dan keterampilan berhitung, sarana pengetahuan yang berguna, mempersiapkan masyarakat untuk lebih dewasa. Ini adalah peran perkembangan kognitif.
- Proses pendidikan dan interaksi dalam kehidupan sekolah dianggap penting untuk menanamkan nilai-nilai positif yang diinginkan oleh masyarakat Jepang. Banyak sekali studi yang menekankan fitur-fitur sosialisasi dalam kehidupan sekolah di Jepang.
- Sekolah dianggap menjadi persiapan untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam bekerja dan kehidupan bermasyarakat. Pada umumnya, sebagian besar orang Jepang percaya bahwa sekolah menawarkan kesempatan bagi semua anak untuk naik strata sosial jika mereka bersedia bekerja keras(dalam hal belajar tentunya). Hal ini bisa dilihat dari proses seleksi ke sekolah-sekolah yang jenjangnya lebih tinggi, mereka akan bekerja keras agar diterima sekolah favorit.
- Sekolah adalah tempat yang sah, benar, dan netral bagi siswa untuk mendapatkan pengetahuan. Karena pendidikan yang didapat di sekolah bebas dari tekanan politik maupun kontroversi sejarah.
Pendidikan Tinggi
Jepang kini mulai mengalami penurunan populasi, secara tidak langsung mempengaruhi universitas dalam mempertahankan populasi mahasiswa mereka…walo begitu ya untuk masuk ke universitas papan atas tetap sangat kompetitif -__-”
Masalah ini, membuat banyak universitas mencoba untuk menarik perhatian dari calon mahasiswa asing.
Jepang memiliki sekitar tiga juta mahasiswa yang terdaftar di 1.200 universitas dan perguruan tinggi junior, hal ini membuat sistem pendidikan tinggi
Jepang sebagai terbesar kedua di antara negara maju. Jepang juga merupakan salah satu pemilik sistem pendidikan tinggi swasta terbesar di dunia.
Terdapat 710 universitas di Jepang yang dapat dibedakan menjadi 3 kategori: sangat kompetitif, agak kompetitif dan non-kompetitif. Di Jepang, universitas negeri umumnya lebih bergengsi daripada universitas swasta.
Lebih dari 65% lulusan SMA melanjutkan studi mereka ke jenjang kuliah, sekitar 70% akan terdaftar di perguruan tinggi atau universitas swasta.
Cekidot video tentang keseharian seorang mahasiswi di Jepang ini 😉
Email: info@konsultanpendidikan.com








