Sistem Pendidikan Jepang
Dalam hal ini, mungkin kalian tidak akan merasa asing, karena pola pendidikan di Jepang bisa dibilang sama persis dengan pola pendidikan di Indonesia, yaitu pola 6-3-3-4. Penjelasan dari pola ini yaitu:- 6 tahun di Shogakko (小学校) alias SD
- 3 tahun di Chugakko (中 学校) alias SMP
- 3 tahun di Kotogakko () alias SMA
- 4 tahun di Daigaku (大学) alias universitas/perguruan tinggi
Statistik
Melihat statistik Jepang pada 10 tahun yang lalu (2003), mereka sudah memiliki:
- 23.633 SD
- 11.134 SMP
- 5.450 SMA
- 995 sekolah untuk penyandang cacat
- 702 universitas
- 525 junior college
- 14.174 taman kanak-kanak
- Mereka ingin anak-anak mereka untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam prestasi akademik.
- 45% melaporkan bahwa kriteria sangat penting yaitu bullying dan pembolosan. Angka ini menunjukkan bahwa bullying adalah pertimbangan penting. Kriteria yang penting dalam seleksi lainnya adalah jarak ke sekolah, lingkungan, dan apakah teman-teman yang baik juga menghadiri sekolah.
Kurikulum
Kurikulum SD meliputi Jepang, ilmu sosial, matematika, ilmu pengetahuan, musik, seni dan kerajinan, kerumahtanggaan, dan pendidikan jasmani.
Penekanan lebih difokuskan kepada musik, seni rupa dan pendidikan jasmani.
Kelas pendidikan moral juga termasuk dalam kurikulum yang diadakan sekali dalam seminggu dengan penekanan pada sisi non-akademis dan dijalankan melalui rutinitas sekolah dan interaksi sehari-hari seperti pembersihan kelas dan kegiatan makan siang di sekolah.
Kurikulum SMP meliputi Jepang, matematika, ilmu sosial, ilmu pengetahuan, bahasa Inggris, musik, seni, pendidikan jasmani, kunjungan lapangan, klub ekskul, dan waktu wali kelas. Para siswa kini menerima pengajaran dari guru masing-masing mata pelajaran. Disini mereka akan dipersiapkan untuk ujian masuk SMA.
Untuk masuk ke SMA terdapat tes tertulis yang harus diikuti.
Tes tersebut berbeda-beda sesuai dengan sekolah. Ada tiga macam jenis pendidikan menengah atas, yaitu sistem full-time, part-time, dan korespondensi. Sistem full time membutuhkan waktu 3 tahun, sedangkan dua sistem yang lainnya memerlukan waktu lebih dari 3 tahun.
Ada 3 macam jenis sekolah menengah atas yaitu SMA, SMK dan SMA Terpadu yang memadukan antara pendidikan umum dan kejuruan.
Sebagian besar SMA juga menawarkan program kejuruan. Jenis SMK adalah pertanian, teknik, bisnis dan perdagangan, home economics, kesejahteraan dan pelayanan masyarakat, perikanan, kesehatan, Bahasa Inggris, musik, seni, olahraga, dan intercultural studies.
Program kejuruan ini selalu diperbaharui mengikuti perkembangan dan permintaan industri.
Selain ini, SMA dapat digolongkan menjadi:
- SMA Elite, disini para siswa akan difokuskan untuk dapat memasuki ke universitas-universitas papan atas nasional.
- SMA Standar, sekolah-sekolah ini merupakan SMA utama.
- SMA Korespondensi, menawarkan bentuk fleksibelitas pendidikan.
- SMA Sore, kelas untuk siswa miskin (atau sambil bekerja) tapi ambisius untuk memperbaiki kekurangan pendidikan mereka.
Email: info@konsultanpendidikan.com


Published by