Punya Mimpi di Bidang Kedokteran? Cek Dulu: Gimana sih Proses Menjadi Seorang Tenaga Medis / Dokter itu? Part I

Access Education – bukan sekedar memberikan info soal sekolah; jurusan, gaya hidup, biaya, dan serba-serbi yang kalian perlu ketahui soal kuliah di luar negeri ada semua dihttp://www.konsultanppendidikan.com

Access Education seringkali didatangi oleh kaum muda Indonesia bertalenta yang punya mimpi jadi Dokter atau mau kuliah kedokteran di luar negeri. Tapi sayang sekali, kami sering mendapati kalau kamu-kamu yang punya mimpi jadi Dokter ini belum mengerti proses yang harus kamu lalui untuk menjadi seorang Dokter. Proses pendidikan kedokteran di luar negeri itu ga sembarangan, ada suatu proses dan berbeda dengan pendidikan kedokteran di dalam negeri yang perlu kamu ketahui. Jika kamu mau kuliah kedokteran di luar negeri info yang akan kami share ini sudah wajib untuk dibagikan entah oleh siapa pun agen pendidikan yang kalian pilih untuk membantu kalian kuliah di luar negeri. Road-to-Medical-Degree Nah, kali ini Access Education akan membawa sharing dari Carl Bianco, seorang MD dari Amerika Serikat (kalau kalian belum mengerti apaan sih MD itu; berarti kalian wajib untuk baca ulasan ini ampe tuntas) dan tentunya berdasarkan pengalaman dari Access Education yang sudah berdiri sejak tahun 1979 dan sudah membantu ribuan siswa/i Indonesia kuliah di luar negeri. Sharing ini sangat berguna terutama buat kalian yang bercita-cita untuk jadi dokter dan mau kuliah kedokteran di luar negeri. Banyak yang beranggapan kalau menjadi Dokter itu sulit, butuh waktu lama, dan mahal–semua hal ini benar adanya. Menjadi seorang Dokter merupakan perjalanan panjang yang melelahkan dan mahal; tanpa dedikasi yang kuat tidak akan mungkin bisa tercapai. FYI yang Access Education share ini adalah proses untuk menjadi Dokter di Amerika yak; untuk proses di Australia dll itu beda lagi kisahnya 🙂 Jadi tiap negara itu punya perjalanan yang beda-beda.

Penjajakan Pribadi Sebelum Memutuskan Untuk Menjadi Dokter

do-i-want-to-be-a-doctorSeperti yang disebutkan diatas, proses menjadi Dokter ini memerlukan suatu dedikasi tinggi. Kamu harus bisa menelaah diri sendiri apakah memang bidang ini yang kamu inginkan atau cuma sekedar karena Papa / Mama kamu dokter maka kamu pun ikut-ikutan jadi Dokter; alasan itu tidak bisa diterima. Rata-rata, siswa yang  kuliah di bidang Medicine (yang merupakan dasar wajib untuk meneruskan ke kedokteran) menyelesaikan pendidikannya di usia 26 tahun. Setelah itu mereka wajib untuk menjalani magang selama 3 tahun; akibatnya karir kedokteran mereka baru dimulai di usia 29 tahun. Itu kan baru rata-ratanya ya, kalau mau ambil specialis bisa saja magangnya ini berlanjut sampai usia 30an. Konsekuensinya apa? Ya jelas karena harus berfokus dalam belajar ini berarti telat untuk menikah dan berkeluarga. Apakah kalian punya komitmen dan dedikasi kuat untuk belajar selama bertahun-tahun? Punya nilai tinggi pas masih sekolah? Kalian masuk jurusan IPA? Ini bukan berarti kalian pasti sukses bisa jadi Dokter loh ya. Kepandaian memang dibutuhkan, tapi selain itu kamu juga butuh yang namanya empati karena sudah jadi hal umum untuk diketahui kalau kerjaan sebagai Dokter itu mengabdi dan menolong masyarakat dibidang kesehatan. Jika kamu memang punya empati tapi sudah merasakan kalau Dokter bukan jalan hidupmu, ada bidang lain yang bisa kamu pilih seperti pekerja sosial, pendeta, atau politik. Jangan paksakan diri untuk memilih kedokteran hanya karena ingin menolong orang tapi tidak punya minat dan bakat yang diperlukan. Dunia kedokteran ini penuh dengan pilihan. Kalian bisa menjadi bidan, spesialis anak, mengabdi dibagian Unit Gawat Darurat, penyakit dalam, atau menjadi psikiater; bisa juga jadi ilmuwan yang meneliti penyakit yang belum bisa disembuhkan hingga saat ini. Karir dibidang kedokteran ini bergengsi, terhormat, dihargai, dan sudah terjamin pasti dibutuhkan ke mana saja kamu pergi; bagaimana pun juga selama dunia ini masih ada penyakit akan tetap ada. Walau begitu semua yang manis mengenai menjadi Dokter ini ada harganya; kalian akan mengorbankan waktu bertahun-tahun, dedikasi, dan tanggung jawab. Ada juga resiko dituduh malpraktek oleh pasien atau keluarga pasien. Kalau kamu mau menjadi Dokter karena uang, sebaiknya urungkan niatmu memilih kedokteran dan cari jurusan lain.

Perjalanan Menjadi Dokter

d7c600d86f4fef80115068c8caa449d6.image.350x350 Dasar yang harus dipersiapkan sejak dini adalah kalian harus memilih jurusan IPA saat penjurusan di SMU. Persyaratan untuk diterima di sekolah kedokteran itu punya dasar pengetahuan di Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika (termasuk Matematika Kalkulus). Karena itu SMU ini merupakan dasar yang penting, kalau kalian milih IPS ya jelas ga bisa. Dalam memilih sekolah juga pastinya kita maunya masuk ke sekolah top donk? Karena alasan ini juga maka kalian sebaiknya kejar nilai akademis yang tinggi juga ya. Setelah lulus SMU yang harus kalian lakukan adalah memilih college dengan jurusan yang tepat. Biasanya jurusan yang dipilih itu Biologi baru setelah beres dari college lah kalian bisa memilih medical schoolnya. Syarat untuk masuk ke medical school itu antara lain:
  • Pernah belajar Biology selama 1 tahun dengan pengalaman di lab
  • Pernah belajar Inorganic Chemistry selama 1 tahun dengan pengalaman di lab
  •  Pernah belajar Organic Chemistry selama 1 tahun dengan pengalaman di lab
  •  Pernah belajar bahasa Inggris selama 1 tahun
  • Pernah mempelajari kalkulus lanjutan selama 1 tahun
  • Beberapa sekolah mensyaratkan pernah belajar di Biochemistry
Selain dari college, yang perlu kalian siapkan untuk masuk ke medical school adalah MCAT – Medical College Admission Test yang diadakan oleh AAMC – American Association of Medical College. Hasil tes ini digunakan untuk menyamakan standart dari semua pelamar medical school yang berasal dari latar belakang berbeda. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

5 Buku Wajib Baca Sebelum Kamu Memulai Kuliah Kedokteran

Libur lebaran telah berlalu, tapi pastinya banyak diantara kamu yang masih liburan dan menunggu masuk sekolah atau perguruan tinggi. Atau mungkin ada diantara kamu yang masih berjuang mencari sekolah untuk melakukan pendidikanmu? Well, buat kamu yang masih berlibur menunggu jadwal masuk kuliah, khususnya kamu-kamu yang akan memulai kuliah kedokteran, kali ini kita mau bahas 5 buku wajib baca sebelum kamu memulai kuliah kedokteranmu!

1. The Other Side by Kate GrangerKateGranger

Granger adalah seorang dokter spesialis geriatric medicine tapi dia juga seorang pasien kanker yang sakit parah. Buku ini menggambarkan perjalanannya “sebagai pasien melalui lensa mata seorang dokter”, dan oleh karena itu sangat berharga untuk setiap profesional kesehatan, khususnya mahasiswa kedokteran dan dokter muda. Buku ini dapat membantumu untuk menghargai betapa hal-hal kecil bisa menjadi sangat berarti – seperti berinteraksi dengan pasien, memegang tangan mereka, dan mengenalkan dirimu kepada pasienmu.

41TsSDWjVVL 2. The Man Who Mistook His Wife for a Hat by Oliver Sacks

Buku ini merupakan kompilasi dari cerita manusia klinik. Muddy Bhatt, seorang mahasiswa kedokteran spesialisasi neurologi di University College London, mengatakan  bahwa membaca buku ini menginspirasi dirinya untuk masuk sekolah kedokteran: “Apa yang saya baca tidak  hanya mendorong saya untuk belajar kedokteran, tetapi memupuk passion saya terhadap neuroscience yang  selalu ingin saya raih sampai hari ini. 3. The Checklist Manifesto by Atul Gawande71CwWiCJhuL The Checklist Manifesto menceritakan tentang bagaimana professional di bidang medis menangani peningkatan kompleksitas dalam tanggung jawab mereka dan membahas kegagalan manusia. Buku ini bisa membuat kamu berpikir tentang kegagalan dengan cara yang berbeda-beda, bahkan dalam situasi yang kompleks, alasan kegagalan bisa jadi sangat sederhana. 41XGlUlDmYL._SY344_BO1,204,203,200_ 4. The Optimism Bias by Tali Sharot Optimisme adalah hal penting bagi kita untuk bertahan hidup dan berkembang, tapi ada sisi gelap dalam The  Optimism Bias; menjadi optimis juga berarti kita lebih tahan terhadap peringatan (kamu nggak bakal berpikir  bahwa rokok akan membunuhmu sampai ia benar-benar membunuhmu). Buku ini membantu kita untuk lebih  memahami mengapa orang sulit memperhatikan saran kesehatan (sesuatu yang akan banyak kamu berikan  sebagai seorang dokter).

5. The Family That Couldn’t Sleep by D. T. Max51h+c7O++BL._SY344_BO1,204,203,200_

Misteri medis Venetian menceritakan kisah menarik dari penemuan prion, kegagalan sebuah protein yang dapat mempengaruhi otak dan mengakibatkan insomnia fatal yang bersifat turunan, seperti salah satu keluarga dalam buku ini yang mengalami insomnia. Jing Ouyang, seorang mahasiswa kedokteran di Imperial College London mengatakan bahwa buku ini adalah salah satu buku favoritnya. Beberapa mahasiswa mungkin masih ingin mempelajari fakta-fakta kedokteran melalui buku, tetapi buku-buku tersebut diatas akan memberikan pemahaman yang lebih dalam sudut pandang pasien. Jika kamu dapat membawa ini sepanjang karirmu, pastinya hal ini dapat membantu menjadikanmu dokter yang lebih baik, dokter yang dapat terhubung dengan pasien dan melihat mereka lebih dari sekedar penyakit mereka.

International Medical University Malaysia

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami