1. The Other Side by Kate Granger
Granger adalah seorang dokter spesialis geriatric medicine tapi dia juga seorang pasien kanker yang sakit parah. Buku ini menggambarkan perjalanannya “sebagai pasien melalui lensa mata seorang dokter”, dan oleh karena itu sangat berharga untuk setiap profesional kesehatan, khususnya mahasiswa kedokteran dan dokter muda. Buku ini dapat membantumu untuk menghargai betapa hal-hal kecil bisa menjadi sangat berarti – seperti berinteraksi dengan pasien, memegang tangan mereka, dan mengenalkan dirimu kepada pasienmu.
2. The Man Who Mistook His Wife for a Hat by Oliver Sacks
Buku ini merupakan kompilasi dari cerita manusia klinik.
Muddy Bhatt, seorang mahasiswa kedokteran spesialisasi neurologi di University College London, mengatakan bahwa membaca buku ini menginspirasi dirinya untuk masuk sekolah kedokteran: “Apa yang saya baca tidak hanya mendorong saya untuk belajar kedokteran, tetapi memupuk passion saya terhadap neuroscience yang selalu ingin saya raih sampai hari ini.
3. The Checklist Manifesto by Atul Gawande
The Checklist Manifesto menceritakan tentang bagaimana professional di bidang medis menangani peningkatan kompleksitas dalam tanggung jawab mereka dan membahas kegagalan manusia. Buku ini bisa membuat kamu berpikir tentang kegagalan dengan cara yang berbeda-beda, bahkan dalam situasi yang kompleks, alasan kegagalan bisa jadi sangat sederhana.
4. The Optimism Bias by Tali Sharot
Optimisme adalah hal penting bagi kita untuk bertahan hidup dan berkembang, tapi ada sisi gelap dalam The Optimism Bias; menjadi optimis juga berarti kita lebih tahan terhadap peringatan (kamu nggak bakal berpikir bahwa rokok akan membunuhmu sampai ia benar-benar membunuhmu). Buku ini membantu kita untuk lebih memahami mengapa orang sulit memperhatikan saran kesehatan (sesuatu yang akan banyak kamu berikan sebagai seorang dokter).
5. The Family That Couldn’t Sleep by D. T. Max
Misteri medis Venetian menceritakan kisah menarik dari penemuan prion, kegagalan sebuah protein yang dapat mempengaruhi otak dan mengakibatkan insomnia fatal yang bersifat turunan, seperti salah satu keluarga dalam buku ini yang mengalami insomnia. Jing Ouyang, seorang mahasiswa kedokteran di Imperial College London mengatakan bahwa buku ini adalah salah satu buku favoritnya.
Beberapa mahasiswa mungkin masih ingin mempelajari fakta-fakta kedokteran melalui buku, tetapi buku-buku tersebut diatas akan memberikan pemahaman yang lebih dalam sudut pandang pasien. Jika kamu dapat membawa ini sepanjang karirmu, pastinya hal ini dapat membantu menjadikanmu dokter yang lebih baik, dokter yang dapat terhubung dengan pasien dan melihat mereka lebih dari sekedar penyakit mereka.
International Medical University Malaysia
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com
Published by