Jutaan siswa memperoleh ijazah sekolah menengah mereka bulan ini. Dan saat topi dan gaun dikemas, generasi lain akan mulai melihat ke arah karir mereka. Sebagian besar akan menghabiskan waktu di pendidikan setelah sekolah menengah, tetapi sebagian besar tidak akan melanjutkan gelar empat tahun. Begitu pun pada perayaan kali ini, banyak lulusan yang khawatir. Mereka mendengar teknologi membunuh pekerjaan. Bahkan jika Anda dapat menemukan pekerjaan hari ini, siapa yang tahu apakah itu akan ada untuk karir jangka panjang?

Bagaimana jika para lulusan ini mengetahui bahwa seperempat dari semua pekerjaan yang mereka kenal sekarang akan hilang dalam masa hidup mereka?
Di satu sisi, ini bisa menjadi bencana besar bagi jutaan pekerja yang terlantar. Bagaimana kita mengatasinya?
Di sisi lain, hal itu sudah terjadi — hampir seabad yang lalu. Dan kami berhasil mengatasinya. Faktanya, kami berkembang pesat.
Ancaman historis terbesar bagi pekerjaan Amerika bukanlah kecerdasan buatan — melainkan traktor.
Dari tahun 1910 hingga 1960, industri pertanian berubah dari sepertiga dari semua pekerjaan AS menjadi hanya 8%, menggeser seperempat angkatan kerja keluar dari pertanian selama satu masa kerja. Saat itu, itu berarti 9,7 juta pekerjaan pertanian hilang; hari ini berarti sekitar 40 juta. Itu setara dengan semua pekerjaan di industri ritel, transportasi, manufaktur, dan jasa keuangan yang digantikan oleh industri baru. Kedengarannya sulit dipercaya, bahkan tidak dapat diatasi. Tapi itu terjadi, dan kami mengatasinya.
Transformasi ini bisa menyebabkan bencana ekonomi, tetapi sebaliknya, respons kolektif bangsa membuka jalan menuju kelas menengah terkuat yang pernah dikenal dunia. Alih-alih membiarkan generasi yang terlantar gagal, Gerakan Sekolah Menengah Amerika lahir.
Email: info@konsultanpendidikan.com

Punya cita-cita jadi pilot tapi bingung harus mulai dari mana?
Kalian yang sudah baca artikel ini:
72 minggu
Biaya Perkuliahan:
$76.000 AUD (Biaya tersebut sudah termasuk GST yang berlaku dan semua biaya layanan)
Pesyaratan Pendaftaran:


Menjadi pilot bisa jadi merupakan pilihan karir yang fantastis, apalagi bagi mereka yang menyukai penerbangan, keliling dunia dan tantangan.
Tak hanya itu, menjadi pilot juga menjanjikan pendapatan yang tak sembarangan, bahkan bisa dibilang sangat tinggi.
Nah, kalau dulu profesi pilot identik dengan kaum adam, sekarang ini pilot wanita sudah bukan hal baru lagi. Tak sedikit para perempuan di dunia memutuskan untuk melanglang angkasa dengan mengendalikan burung baja ini.
Sebelum kamu mempertimbangkan apakah pilot adalah pilihan karir yang tepat bagimu, maka kamu perlu untuk menguji dirimu sendiri lebih dulu.
Pastikan apakah menjadi pilot sesuai dengan kepribadianmu, bakat dan tujuan hidupmu.
Seorang pilot profesional perlu memiliki disiplin tinggi dan harus mampu mengikuti prosedur dan rutinitas yang sangat ketat. Pembelajaran dan pelatihan pilot tak pernah berhenti sehingga kamu harus menyiapkan diri untuk dicek dan di-recek sepanjang karirmu.
Tergantung jenis airline yang kamu pilih nantinya, apakah itu regional, domestik atau internasional, kamu akan sangat jarang di rumah dan akan sangat sering meninggalkan keluarga dan orang-orang terdekatmu. Jadi, kalau kamu tipe orang yang tak bisa jauh-jauh dari rumah, mungkin pilot bukanlah pekerjaan yang tepat bagimu.
Hal lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah jam kerja pilot yang bisa setiap waktu, siang dan malam, sehingga artinya menjadi pilot harus siap dengan jam kerja yang tak biasa dan gangguan pola tidur juga.
Kalau kamu yakin bisa menghadapi semua ini dengan baik-baik saja maka kamu bisa melangkah ke tahap selanjutnya, mencari
Adalah Sophie Blanchard yang menjadi kapten pilot wanita pertama untuk Etihad Airways, penerbangan milik Abu Dhabi.
Sophie yang kini telah menjadi ibu dari 2 orang anak kebangsaan Prancis. Ini merasa sangat bahagia dengan pekerjaannya. Meskipun berada di lingkungan yang mayoritas laki-laki, tapi banyak temannya yang mendukungnya dan para pramugari juga sangat membanggakannya.
Sophie bergabung dengan Etihad sebagai pilot wanita pertama tiga tahun yang lalu. Dan minggu lalu ia untuk pertama kalinya setelah diangkat sebagai kapten pilot, duduk di kursi sebelah kiri Airbus A330-200.
Pertama kalinya Sophie menerbangkan pesawat usianya masih 19 tahun, kemudian ia bergabung dengan ayah tirinya yang bekerja sebagai pilot untuk pesawat kargo Belgia dan saat itu dia pun menjadi satu-satunya pilot wanita.
Menurut Sophie, sebagai seorang pilot, dirinya telah terbiasa bekerja di bawah kondisi ekstrem. Ia pernah menerbangkan pesawat tua rakitan tahun 1962, DC-8.
Seringkali, kata Sophie, mereka tak punya pilihan dan dengan hanya tiga mesin tersisa, mendarat di bandara yang sama sekali tak ada bantuannya, malam hari, tak cukup daya pada mesin, dan bahkan di tengah badai. Sekarang, setelah menjadi kapten pilot, dengan tertawa Sophie mengatakan kalau ia merasa jadi lebih santai.
Di Saudi Arabia, dimana wanita tidak boleh mengemudikan mobil, Saudi Arabian Airline pertama kali merekrut pilot wanita pada tahun 2005. Jika Arab yang lumayan ketat dalam perijinan terhadap aktivitas wanita saja membolehkan pilot wanita, maka diprediksi ke depannya kehadiran pilot wanita akan semakin bertambah. Hal ini mulai bisa dilihat dari bertambahnya wanita yang mendaftar di 




