IRCC membatasi OWP keluarga untuk siswa internasional

Efektif tanggal 21 Januari 2025, hanya pasangan dari pelajar internasional tertentu dan pekerja luar negeri tertentu yang dapat mengajukan izin kerja terbuka keluarga (OWP).

Berdasarkan aturan baru, yang diselesaikan pada 14 Januari 2025, OWP akan dibatasi pada pasangan mahasiswa magister yang terdaftar dalam program yang berdurasi lebih dari 16 bulan, program doktoral, atau “program profesional tertentu dan memenuhi syarat”, kata Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada.

“Kenyataannya adalah tidak semua orang yang ingin datang ke Kanada akan bisa sama seperti tidak semua orang yang ingin tinggal di Kanada akan bisa melakukannya,” kata Menteri Imigrasi Marc Miller, saat mengumumkan niat IRCC pada bulan September 2024.

“Sistem imigrasi kita harus menjaga integritasnya, dan dikelola dengan baik serta berkelanjutan.”

Sebelum perubahan ini, pasangan mahasiswa master internasional yang mengikuti program kurang dari 16 bulan memenuhi syarat untuk mendapatkan OWP. Izin yang diperoleh berdasarkan aturan sebelumnya dan belum habis masa berlakunya, akan tetap berlaku.

Meskipun IRCC mengumumkan niatnya untuk membatasi kelayakan izin kerja pasangan “akhir tahun ini” pada bulan September 2024, waktu pengumuman tersebut telah memicu kritik dari para pemangku kepentingan yang bekerja erat dengan pelajar internasional.

“Waktu pengumuman IRCC adalah saat yang paling buruk bagi para lulusan internasional ini. Banyak yang baru lulus dan sedang dalam proses mengajukan PGWP,” kata konsultan imigrasi teregulasi dan pendiri CIP StudyAbroad, Gautham Kolluri.

“Selain itu, sayangnya pasar kerja sangat lambat setelah tahun baru. IRCC seharusnya memberikan pemberitahuan lebih lanjut dan menerapkan peraturan baru ini mulai tanggal 1 Mei 2025, bukan tanggal 21 Januari 2025. Hal ini dapat memberikan lebih banyak waktu bagi lulusan internasional untuk mempersiapkan dan mencari pekerjaan yang memenuhi syarat,” tambah Kolluri.

Implementasi kebijakan ini didasarkan pada pengumuman IRCC pada bulan September 2024, di mana IRCC mengisyaratkan adanya perubahan pada OWP. Pada saat itu, Miller memperkirakan bahwa perubahan tersebut akan mengakibatkan pengurangan 50.000 dan 100.000 izin yang dikeluarkan selama tiga tahun ke depan, masing-masing bagi pelajar dan pekerja asing.

Bagi mereka yang memiliki izin kerja, kelayakan OWP kini terbatas pada pasangan pekerja asing yang memiliki pekerjaan di sektor yang kekurangan tenaga kerja atau terkait dengan prioritas pemerintah.

Ini termasuk pekerjaan di bidang ilmu pengetahuan alam dan terapan, konstruksi, perawatan kesehatan, sumber daya alam, pendidikan, olahraga dan sektor militer. Daftar lengkapnya akan tersedia pada 21 Januari, menurut situs IRCC.

Berdasarkan peraturan baru, pekerja harus memiliki sisa izin kerja setidaknya 16 bulan pada saat pasangan mereka mengajukan OWP dan anak-anak yang menjadi tanggungan pekerja asing tidak lagi memenuhi syarat.

Pada bulan September 2024, Miller mengejutkan sektor ini dengan mengumumkan pembatasan lebih lanjut pada batas izin belajar di Kanada dan memperluas pembatasan tersebut hingga mencakup mahasiswa pasca sarjana.

Persyaratan bahasa yang lebih ketat dan kriteria kelayakan PGWP yang baru juga diperkenalkan, dalam upaya untuk mencapai tujuan IRCC secara keseluruhan untuk mengurangi penduduk sementara dari 6,5% menjadi 5% dari total populasi Kanada.

Sumber: thepienews.com

Alamat Lengkap Kami

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Inilah 5 Kebiasaan Aneh dan Unik di Jepang

main_popculture Setiap tempat punya adat dan kebiasaan sendiri-sendiri. Hal inilah yang menjadi ciri khas, membuat suatu daerah menjadi istimewa, special karenanya. Keunikan dan keanehan yang mungkin dijumpai dalam setiap budaya adalah nilai lebih tersendiri. Jepang pun tak luput dari hal yang sama. Berikut adalah 5 kebiasaan yang bisa jadi merupakan hal teraneh yang tapi unik dan menimbulkan rasa sayang pada budaya dan orang-orang Jepang 🙂

1. “Polite sharking”

cute1 Yang satu ini sepertinya sedikit berlawanan dengan status Jepang sebagai negara paling sopan dalam hal bahasa tubuh saat berpapasan dengan orang lain atau antara dua orang yang bercakap-cakap. Alih-alih jabat tangan atau bungkukkan badan, satu tangan terbuka menjulur ke muka seseorang seolah akan mencaplok udara di depan wajah si lawan bicara atau seperti gaya ikan hiu, seringkali diiringi dengan bisikan “sumimase” (permisi) atau membungkuk/mengangguk sekilas untuk mengakui ketidaksopanan mereka. “Polite sharking” ini merupakan ‘salam hangat’ yang akan kamu jumpai di dalam dan luar kantor, di swalayan bahkan di dekat toilet!

2. Menggerakkan tangan bermakna “pergilah” saat maksudnya adalah “kemarilah”

come-here1 Gerak tubuh/bahasa tubuh/gerak isyarat (gesture) memang bisa berbeda-beda pada setiap negara. Gerak isyarat yang sama bisa jadi berarti banyak hal yang sangat berbeda di negar atau daerah lainnya dan jika kamu tidak sadar hal seperti ini, kamu mungkin akan mengalami kesulitan. Nah, soal yang satu ini ada yang aneh lagi dan agak membingungkan bagi orang asing yang tinggal atau berkunjung di negara Jepang, yaitu gerak isyarat “kemarilah”. Orang Jepang menggunakan gerakan tangan seperti “pergilah” saat mereka bermaksud mengatakan “kemarilah”. Jika kamu dipusingkan soal gestur satu ini, ingat satu hal: orang Jepang itu terkenal sopan, jadi meskipun mereka ingin kamu pergi jauh dari mereka, mereka kemungkinan tak aka mengungkapkannya dengan gerakan tangan. Well, kecuali kalau mereka benar-benar marah. Atau lagi mabuk …

3. Tanpa sadar menjadi sangat merah saat minum minuman beralkohol

20090805-Japan Zonepouring_sake Bahkan meskipun tak menenggak banyak minuman alkohol, wajah orang Jepang sangat mudah berubah menjadi sangat merah saat acara minum-minum. Mata mereka juga sama. Tapi anehnya, meski begitu mereka akan tetap bisa berbicara dan berjalan dengan normal tanpa kesulitan sedikitpun. “Alcohol flush reaction”, kadang dikenal dengan “Asian flush syndrome”, merupakan suatu kondisi dimana acetaldehyde—susunan kimia yang dihasilkan ketika tubuh menerima asupan alkohol—menyebabkan bintik-bintik pada kulit atau pada wajah seseorang membuatnya memerah dan hal ini biasanya memang terjadi pada orang Asia.

4. Hebohnya membeli suvenir

omiyage Di banyak perusahaan Jepang, cuti kerja adalah sesuatu yang besar maknanya. Beberapa orang bahkan akan menghabiskan waktu berhari-hari dalam satu kali cuti. Sebagai akibatnya, orang-orang akan berdesakan dalam acara yang semenyenangkan mungkin pada saat libur nasional atau akhir pekan yang panjang dengan tarif akomodasi yang setinggi langit selama masa liburan tersebut yang mana dikenal dengan sebutan “Golden Week”. Jadi, ketika orang cuti kerja, mereka biasanya merasa wajib untuk membawa oleh-oleh bagi teman sekerja mereka sebagai cara terima kasih mereka atas bantuannya selama mereka lburan. Atau kalau tidak berbagi cerita liburan, tergantung situasinya. Jadi, kalau kamu mau kaya dengan cepat, bangun saja toko suvenir di satu tempat yang banyak dikunjungi turis Jepang. Pastikan kalau kamu punya cukup stok untuk produk-produk yang bisa dengan mudah dibagikan ke sesama teman kerja.

5. Melihat film sampai hampir selesai—benar-benar sampai paling akhir—di bioskop

movies Meskipun bukan suatu hal aneh jika beberapa orang mungkin penasaran akan siapa yang terlibat dalam suatu produksi film dan nama siapa saja yang muncul pada akhir film, toh kebanyakan orang pada umumnya cenderung meninggalkan bioskop begitu layar telah berubah hitam dan layar hanya berisi tulisan berjalan yang menampilkan kru pembuat film tersebut. Memang, ada beberapa film yang menaruh sesuatu yang menarik di sela ending tersebut, tetapi lebih seringnya kan ending film tak lebih dari sederetan nama (maaf ya para pembuat film) yang tak banyak berarti bagi penonton. Nah lepas dari fakta ini nih dan juga fakta bahwa nama dan peran kru di ending tertulis dalam bahasa asing, banyak orang Jepang akan tetap duduk tenang dan diam di bioskop dan menonton keseluruhan tulisan berisikan kredit kepada seluruh pihak yang terkait dalam pembuatan film tersebut sampai layar proyektor filmnya mati dan lampu dinyalan kembali. Beberap orang Jepang sengaja menonton kredit film tersebut hingga selesai sebagi respek mereka terhadap pembuat film, atau untuk memberi waktu bagi mereka memroses apa yang baru saja mereka lihat. Nah itulah 5 kebiasaan aneh atau unik yang bisa kamu jumpai di Jepang. Bagaimana menurutmu? japanese-fashion-shibuya-student Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami