Inilah Perubahan Besar pada Tes SAT di Tahun 2016

1109-International-Flags-03 Bagi kamu yang akan atau berminat kuliah di luar negeri, khususnya di Amerika, ada berita baru nih. Kali ini adalah tentang adanya perubahan yang terjadi pada tes SAT. Seperti yang mungkin kamu sudah tahu bahwa SAT adalah salah satu tes wajib yang dikeluarkan oleh College Board yang diperlukan untuk mendaftar pada hampir semua universitas atau perguruan tinggi di negeri Barack Obama alias Amerika(lebih lengkapnya disini. Selain itu SAT ini juga banyak sekali kelebihan lainnya untuk kamu disamping untuk urusan admisi (lebih lengkapnya disini). Dikatakan bahwa perubahan besar akan diberlakukan pada tes SAT dikarenakan tes tersebut sudah terlalu tidak nyambung dengan apa yang diajarkan di sekolah menengah. Tes tersebut dianggap terlalu menegangkan bagi para calon mahasiswa, terlalu penuh misteri dan “trik” untuk meningkatkan skor yang mana semuanya tidak diperlukan untuk mencetak seorang mahasiswa yang siap masuk perguruan tinggi. Oleh karena itu SAT 2016 yang akan mulai dipublikasikan musim semi tahun depan (Spring) dirancang secara khusus untuk mengubah semua sisi negatif dari SAT sebelumnya. Tes ini akan mencakup 3 sesi: evidence-based reading and writing, math dan optional essay. Semuanya diperlengkap untuk mencegah para siswa mengerjakannya secara asal. Tes SAT akan mengubah skor maksimalnya dari 2400 kembali menjadi 1600, dengan skor yang terpisah pada kategori essay. Dengan begini, tak akan ada lagi cerita peserta tes ini dihukum karena memilih jawaban yang salah. Untuk mempersiapkan para siswa menjalani tes SAT, College Board akan bekerja sama dengan Khan Akademi untuk menyediakan persiapan materi tes gratis mulai musim semi tahun 2015. Selanjutnya, para calon mahasiswa yang memnuhi syarat akan menerima surat pernyataan bebas biaya sehingga mereka bisa mendaftar secara gratis di perguruan tinggi yang bersangkutan.

Kenapa tes SAT berubah

students-classroom-test Terakhir, perubahan pada tes SAT adalah pada tahun 2005. Waktu itu beberapa format pertanyaan diubah, ada tambahan esai tertulis dan mengubah skor maksimalnya dari 1600 menjadi 2400. Untuk perubahan ini, David Coleman selaku College Board President mengatakan bahwa keinginan untuk menciptakan lebih banyak peluang kepada para calon mahasiswa daripada menggugurkan mereka dengan pertanyaa-pertanyaan ujian yang dirasa tidak cocok dengan pendidikan mereka dan persiapan masuk universitas yang diperlukan. Coleman, yang bergabung di College Board pada tahun 2012, secara kritis telah mengupayakan agar tes yang dikeluarkan oleh organisasi yang dipimpinnya ini bisa dikembangkan dengan lebih baik. Para petugas bagian penerimaan mahasiswa baru dan konselor menyatakan bahwa mereka mendapati data ujian penerimaan sangat berguna tetapi juga menyatakan bahwa ujian ini sepertinya telah tidak cocok lagi dengan pembelajaran yang didapat para calon mahasiswa di sekolah menengah mereka dan ditambah lagi dengan tes persiapan yang mahal. Pada beberapa tahun terakhir, ujian masuk universitas lainnya, ACT, telah menjadi sangat terkenal jika dilihat dari banyaknya negara yang menggunakan tes tersebut sebagai tes standar mereka untuk ujian masuk. Sementara kebanyakan universitas program empat tahun (S-1) mewajibkan calon mahasiswanya memenuhi skor tes tertentu, ratusan sekolah telah mengubah kebijakan tesnya dimana mereka mengijinkan para siswa untuk memutuskan apa yang ingin mereka serahkan saat pendaftaran atau hanya sekedar menyerahkan nilai tes saja. Sebenarnya, seperti yang dilaporkan oleh National Association for College Admission Counselling 2013, prestasi akademis dan pengalaman siswa yang bersangkutan lebih dipertimbangkan daripada skor standar tes, ranking atau minat yang dimiliki dalam penerimaan mahasiswa baru. Laporan tersebut berdasar pada survey yang dilakukan di sekolah menengah negeri dan swasta, lembaga pendidikan pasca skeolah menengah dan data dari College Board, U.S. Department of Education dan U.S. Census Bureau. Steve Syverson, salah satu anggota NACAC dan dekan dari Lawrence University di Appleton, Wisconsin, mengatakan bahwa perubahan pada tes SAT ini diharapkan akan membawa lebih banyak kebaikan meskipun ia belum tahu pasti bagaimana tes ini akan memberikan pengaruh sebesar itu.

Bagaimana tes SAT akan berubah

quiz-test-exam-assessment-3 Sesi dari SAT yang telah dirancang ulang mungkin tak jauh beda dengan tes SAT yang sekarang, tetapi menurut David Coleman, perubahan tersebut sangatlah berpengaruh. Sesi reading dan writing akan mencakup pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan siswa untuk mencantumkan bukti-bukti dari jawaban pilihan mereka dan mencakup bacaan dari cabang ilmu yang lebih luas termasuk sains, sejarah, ilmu sosial dan literatur. Peserta ujian tak akan lagi diminta untuk melengkapi kalimat dengan kata-kata yang kurang jelas yang mungkin mereka ingat dari menghapalkan flash card. Malah, para peserta tes tersebut harus memikirkan konteks tentang suatu kata seperti bagaimana kata “synthesis” dan “empirical” digunakan. Sementara itu pada sesi matematika, penggunaan kalkulator tidak akan diperbolehkan. Ujian pada bidang matematika akan difokuskan pada analisis data dan pemecahan masalah dan beberapa di antaranya konsep matematika tingkat lanjut. Sementara itu kategori esai, yang pada tahun 2005 ditambahkan sebagai bagian utama, kini menjadi opsional. Nah jadi begitu guys info sekilas tentang wacana perubahan sistem SAT yang emang kebanyakan dipake sama siswa Indonesia buat masuk Universitas di USA. Semoga bermanfaat ya 🙂 the-top-10-business-schools Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Ternyata Tes SAT Selain Berguna Untuk Masuk Institusi di Amerika Juga Banyak Kelebihan Lainnya Lhoo..

sat-prep_Full Untuk mendaftar ke sebuah universitas maka kita mau tidak mau harus menghadapi ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh pihak universitas. Salah satu ujian untuk masuk universitas di luar negeri adalah ujian SAT. Kabar bagus bagi para siswa baru yang ingin mendaftar ke universitas dengan ujian SAT. Mulai tahun 2016, ujian ini akan mengalami perancangan ulang. Hal ini disampaikan oleh College Board dalam websitenya, “Perancangan ulang ujian SAT akan lebih mendekati refleksi kepada dunia kerja dan karir, dengan perintah fakta yang fleksibel-akan ditemukandalam teks atau grafis-lebih penting dari yang pernah ada. Sesi menulis akan menjadi opsional, sesi membaca tidak lagi menjadi tes “tak jelas” tentang vocab kata, dan sesi matematika akan menaruh lebih banyak tekanan dalam penyelesaian masalah yang berhubungan dengan dunia nyata. takingtest Terdapat kritikan tentang standarisasi testing memiliki keuntungan untuk menunjukan tembakan tepat pada ujian SAT. Kritikan tersebut ada dua argumen. Argumen pertama adalah skor yang terdapat pada hasil ujian SAT itu kurang bermakna (tidak menandakan seseorang akan menjadi sukses ketika di kampus). Hal ini disampaikan oleh Leon Botstein, Presiden Bard College, ditulis dalam Time, “Ujian ini butuh penggantian,” tulis Leon. “Fakta sebenarnya ujian SAT ini tidak pernah menjadi indikator penentu prediksi yang baik dari sebuah universitas. Mekanisme esensial dari ujian SAT yakni pertanyaan berganda, adalah relik mengerikan yang sudah ketinggalan dari ilmu sosial dan strategi di abad ke-20 ini,” tambah Leon. Mensyaratkan skor SAT untuk pendaftaran Universitas adalah sebuah “skandal nasional”. Jennifer Finney Boylan, seorang English Professor di Colby College, juga memberikan argumennya di New York Times, yang berbunyi: “Satu-satunya jalan untuk mengukur potensial siswa adalah melihat secara mendalam latar belakang kehidupan siswa tersebut, seperti apa mereka saat di sekolah, bagaimana mereka menyelesaikan pendidikannya, apa yang mereka pelajari, proses apa yang membuat mereka over time, bagaimana mereka bereaksi terhadap kekurangan. Disaat yang sama, Elizabeth Kolbert juga menulis di The New Worker, “Ujian SAT mengukur kemampuan-dan hanya kemampuan itu-untuk kebutuhan SAT.” Namun semua argumen dan perdebatan itu tidak semua benar. Ujian SAT mampu memprediksi kesuksesan di kampus, tak sempurna memang, namun relatif baik, khususnya karena hanya membutuhkan waktu hanya beberapa jam saja. Tidak seperti “complex portrait” yang mengharuskan melihat kehidupan siswa, ujian ini bisa menilai melalui objektifitas (Dalam New York Times terbaru, seorang psikologi asal John D. Mayer mendeskripsikan keabsahan dari ujian SAT). bestTimeToTakeSat Dalam sebuah studi yang dipublikasi dalam Psychological Science, peneliti dari University of Minnesota Paul Sackett, Nathan Kuncel, dan kolega menginvestigasi hubungan antara hasil ujian SAT dengan kelulusan kampus dalam skala besar. Sampel berasal dari 150.000 siswa dari 11 universitas yang berbeda. Skor pada SAT memprediksi IPK siswa tahun pertama masih sama tingginya dengan tingkat nilai mereka pada saat kelulusan sekolah, dan prediksi terbaik diraih pada kedua faktor tersebut. Botstein, Boylan, dan Kolbert juga tidak menyangka akan hubungan langsung, aksesnya yang mudah, dan fakta yang empiris. Selain itu, kebalikan dari kepercayaan yang popular, hasil ujian dari ujian SAT ini tidak hanya memprediksi siswa tahun pertama saja. Pada studi selama empat tahun yang dimulai dari 3.000 siswa perguruan tinggi, sebuah tim peneliti dari Michigan University yang dipimpin oleh Neal Schmitt menemukan bahwa skor dari ujian SAT atau ACT berhubungan dengan nilai kumulatif IPK di akhir tahun studi. stock-footage-a-happy-and-excited-multi-ethnic-group-of-friends-on-graduation-day-they-throw-their-caps-into-the Skor ujian juga memprediksikan kelulusan siswa: Seorang siswa dengan tingkat kebenaran sebanyak 95 persen pada tes SAT atau ACT akan memiliki peluang 60 persen akan lulus dibandingkan dengan siswa dengan tingkat kebenaran sebanyak 50 persen. Ujian SAT pun didukung oleh banyak pihak yakni, the Graduate Record Examination, the Law School Admission Test, and the Graduate Management Admission Test. Banyak siswa yang lulus dengan skor SAT yang memuaskan dengan hasil jerih payah sendiri namun ada juga yang skor SAT bagus namun mengandalkan kekayaan orang tua. Tak dipungkiri, kadang berasal dari keluarga yang kaya raya bisa mempengaruhi segalanya termasuk skor SAT. Namun bagaimanapun juga hal tersebut masih jauh dari sempurna. Studi dari University of Minnesota meneliti sekitar 150.000 siswa yang meneliti tentang hubungan dengan sosial ekonomi, dengan SAT hasilnya tidak terlalu berpengaruh, jadi masih terdapat kemungkinan siswa yang berasal dari kalangan sederhana pun dapat meraih hasil yang baik pada ujian SAT. Sekarang jadi pada tahu kan pentingnya ujian SAT dalam pendaftaran kuliah di luar negeri khususnya pendaftaran di perguruan tinggi di Amerika. Kalo kamu Kepengen tau referensi institusi yang ada di Amerika bisa coba surfing di sini guys 😀 Apa kalian sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian yang satu ini guys? 5735339200_b08897a716_z Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami