Harvard University di Amerika Serikat

transfez.jpg

Sejak tahun 1636, Universitas Harvard adalah universitas tertua di AS dan dianggap sebagai salah satu yang paling bergengsi di dunia.

Itu dinamai setelah dermawan pertamanya, John Harvard, yang meninggalkan perpustakaannya dan setengah dari tanah miliknya ke institusi ketika dia meninggal pada tahun 1638.

Lembaga swasta Ivy League memiliki koneksi dengan lebih dari 45 peraih Nobel, lebih dari 30 kepala negara dan 48 pemenang hadiah Pulitzer. Ini memiliki lebih dari 323.000 alumni yang masih hidup, termasuk lebih dari 271.000 di AS dan hampir 52.000 di 201 negara lain. Tiga belas presiden AS memiliki gelar kehormatan dari institusi tersebut; yang terbaru diberikan kepada John F. Kennedy pada tahun 1956.

Anggota fakultas yang telah dianugerahi hadiah Nobel dalam beberapa tahun terakhir termasuk ahli kimia Martin Karplus dan ekonom Alvin Roth, sementara alumni terkenal yang diberi kehormatan termasuk mantan wakil presiden AS Al Gore, yang memenangkan Hadiah Perdamaian pada 2007, dan penyair Seamus Heaney , yang menjadi profesor di Harvard dari 1981 hingga 1997.

Terletak di Cambridge, Massachusetts, kampus Harvard seluas 5.000 hektar memiliki 12 sekolah pemberi gelar selain Radcliffe Institute for Advanced Study, dua teater dan lima museum. Ini juga merupakan rumah bagi perpustakaan akademik terbesar di dunia, dengan 20,4 juta volume, 180.000 judul serial, sekitar 400 juta item manuskrip, 10 juta foto, 124 juta halaman web yang diarsipkan, dan 5,4 terabyte arsip dan manuskrip digital.

Ada lebih dari 400 organisasi mahasiswa di kampus, dan sekolah kedokteran Harvard terhubung dengan 10 rumah sakit.

Universitas menerima salah satu sumbangan keuangan terbesar dari institusi pendidikan tinggi mana pun di dunia; itu menciptakan $ 1,5 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Juni 2013 – lebih dari sepertiga dari total pendapatan operasional Harvard pada tahun itu.

Warna resmi Harvard adalah merah, mengikuti pemungutan suara pada tahun 1910, setelah dua siswa pendayung memberikan syal merah kepada rekan satu tim mereka sehingga penonton dapat membedakan tim universitas selama lomba layar pada tahun 1858.

Sumber: timeshighereducation.com

Alamat Lengkap Kami

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Mahasiswa Kulit Putih Diterima di Harvard Melalui Jalur Khusus

transfez.jpg

Jika membayangkan Universitas Harvard, tentu bisa terpikir betapa sulitnya menjadi mahasiswa di salah satu kampus paling bergengsi di dunia tersebut. Akan tetapi, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Peter Arcidiacono, Josh Kinsler, dan Tyler Ransom dan dipublikasikan pada National Bureau of Economic Research pada September 2019 lalu mengungkapkan hal yang cukup mengejutkan.
Dikutip dari The Guardian, studi dengan judul Legacy and Athlete Preferences at Harvard ini menunjukkan, 43% mahasiswa kulit putih di Universitas Harvard yang diterima adalah atlet, siswa warisan, mereka yang ada dalam daftar minat dekan (orang tuanya adalah donatur), atau anak dari pegawai di Harvard, baik itu dari staf maupun fakultas. Mereka yang telah disebutkan di atas disebut dengan ALDCs. Kepanjangan dari ALDCs adalah Athletes, Legacies, Dean’s Interest List, dan Children of Harvard Employees. Hampir 70% dari seluruh pelamar dengan jalur khusus adalah kulit putih.

Penelitian ini juga menyebutkan, kesempatan orang kulit putih untuk diterima meningkat hingga tujuh kali lipat jika mereka punya keluarga yang sudah menyumbang ke Universitas Harvard. Sementara, mahasiswa Afrika-Amerika, Asia-Amerika, dan Hispanik jumlahnya kurang dari 16% dari mahasiswa ALDCs.

Universitas Harvard disebut mempunyai keketatan yang sangat tinggi. Tingkat penerimaan pada tahun 2025 adalah 3,43% . Ditambahkan dari sebuah laporan oleh NBC News, tingkat penerimaan di Universitas Harvard pada 2023 adalah 4,5%.

Dalam laporan itu dikatakan, dibandingkan dengan pelamar kulit putih yang jumlahnya 70%, pelamar non ALDCs adalah sebanyak 40%.

Menghapus preferensi atlet dan mahasiswa (warisan) ini akan secara signifikan mengubah distribusi ras siswa yang diterima, dengan jumlah siswa kulit putih turun dan semua kelompok lainnya naik atau tidak berubah.

Para peneliti ini menggunakan data dari tahun 2009 hingga 2014. Data mereka ini tersedia dalam gugatan terhadap Universitas Harvard mengenai diskriminasi pelamar sarjana Asia-Amerika. Gugatan ini dilayangkan pada 2014 oleh Students for Fair Admissions.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Harvard University di Amerika

blog.logomyway.jpg

Sejak tahun 1636, Universitas Harvard adalah universitas tertua di AS dan dianggap sebagai salah satu yang paling bergengsi di dunia.

Dinamai setelah dermawan pertamanya, John Harvard, yang meninggalkan perpustakaannya dan setengah dari tanah miliknya ke institusi ketika dia meninggal pada tahun 1638.

Lembaga swasta Ivy League memiliki koneksi ke lebih dari 45 pemenang Nobel, lebih dari 30 kepala negara dan 48 pemenang hadiah Pulitzer. Ini memiliki lebih dari 323.000 alumni yang masih hidup, termasuk lebih dari 271.000 di AS dan hampir 52.000 di 201 negara lain. Tiga belas presiden AS memiliki gelar kehormatan dari institusi tersebut; yang terbaru diberikan kepada John F. Kennedy pada tahun 1956.

Anggota fakultas yang telah dianugerahi hadiah Nobel dalam beberapa tahun terakhir termasuk ahli kimia Martin Karplus dan ekonom Alvin Roth, sementara alumni terkenal yang diberi kehormatan termasuk mantan wakil presiden AS Al Gore, yang memenangkan Hadiah Perdamaian pada 2007, dan penyair Seamus Heaney , yang menjadi profesor di Harvard dari 1981 hingga 1997.

Terletak di Cambridge, Massachusetts, kampus Harvard seluas 5.000 hektar memiliki 12 sekolah pemberi gelar selain Radcliffe Institute for Advanced Study, dua teater, dan lima museum. Ini juga merupakan rumah bagi perpustakaan akademik terbesar di dunia, dengan 20,4 juta volume, 180.000 judul serial, sekitar 400 juta item manuskrip, 10 juta foto, 124 juta halaman web yang diarsipkan, dan 5,4 terabyte arsip dan manuskrip digital.

Ada lebih dari 400 organisasi mahasiswa di kampus, dan sekolah kedokteran Harvard terhubung dengan 10 rumah sakit.

Universitas menerima salah satu sumbangan keuangan terbesar dari institusi pendidikan tinggi mana pun di dunia; itu menciptakan $1,5 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Juni 2013 – lebih dari sepertiga dari total pendapatan operasional Harvard pada tahun itu.

Warna resmi Harvard adalah merah, mengikuti pemungutan suara pada tahun 1910, setelah dua siswa pendayung memberikan syal merah kepada rekan satu tim mereka sehingga penonton dapat membedakan tim universitas selama lomba layar pada tahun 1858.

Sumber: timeshighereducation.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Putri Jet Li Magang di PBB Usia 16, Kini Mahasiswi Harvard

grunge.jpg

Dikaruniai putri berbakat menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Jet Li. Aktor berdarah China-Singapura itu sangat bangga dengan pencapaian putrinya, Jane Li, yang aktif di bidang akdemik.

Menikah dengan aktris Hong Kong bernama Nina Li Chi pada 1999 silam, Jet Li dikaruniai dua putri cantik bernama Jane dan Jada. Putri sulung mereka, Jane, lahir pada 19 April 2000.

Berikut ini fakta menarik tentang Jane Li:

1. Pernah tolak 2 universitas bergengsi

Putri Jet Li tumbuh menjadi wanita cerdas. Dengan segudang prestasi yang diraih semasa sekolah, Jane Li sampai kebanjiran tawaran masuk dari berbagai universitas terkemuka.

Ketiga kampus bergengsi itu adalah Harvard, Yale, dan Princeton. Namun, ia menolak tawaran dari kampus Yale dan Princeton. Pilihannya jatuh pada Harvard University yang berlokasi di Amerika Serikat.

Jane Li memulai perkuliahan di Universitas Harvard pada 2018. Saat ini, ia tengah menjalani tahun ketiga menempuh pendidikan di jurusan Seni dan Sains.

Tak cuma belajar, Jane Li juga menjabat sebagai anggota dewan untuk Komite Sosial Tahun Pertama untuk kelas 2022. Ia menjabat sebagai kepala Harvard-Radcliffe Asian-American Association, yang bergerak untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu minoritas Asia.

Sebelum menempuh pendidikan di Harvard University, Jane Li sekolah di Singapore American School sejak 2007 silam. Ia bersekolah di tempat yang sama dengan adiknya, Jada Li. Prestasi Jane di sekolah juga tak kalah cemerlang lho.

Sewaktu masih sekolah, dara Jane mendapat penghargaan President’s Education Award for Educational Excellence – Recognition of Outstanding Academic Excellence.

2. Pernah magang di PBB

Putri Jet Li ini mengikuti program magang di organisasi internasional yang berpusat di New York tersebut. Jane memulai aktivitas sebagai anak magang di PBB pada Juli 2016 lalu.

Menilik laman Linkedin Jane Li, ia bekerja di bawah arahan PBB sektor non-organisasi Amerika Serikat. Jane Li membantu mempromosikan proyek PBB terkait energi berkelanjutan.

Selama dua bulan, Jane Li bekerja di kantor pusat PBB yang berlokasi di Manhattan. Ia bertugas menerjemahkan artikel dan penelitian terbaru PBB ke dalam Bahasa Mandarin.

Sumber: haibunda.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Kampus para CEO Sukses di Dunia

Kampus-kampus di dunia banyak yang berhasil mencetak para pengusaha sukses ternama seperti CEO Youtube, hingga Facebook. Apa saja kampus-kampus mereka?

Kampus Princeton merupakan almamater orang terkaya di dunia, Jeff Bezos

Universitas Princeton masuk ke dalam 10 kampus terbaik di dunia menurut THE WUR 2020-2021. Kampus ini adalah almamater orang terkaya di dunia saat ini yakni Jeff Bezos, CEO Amazon.

Kampus ini adalah almamater Jack Ma

Di daratan Asia juga ada kampus yang pernah menjadi tempat kuliah CEO sukses di dunia. Kampus tersebut adalah Hangzhou Normal University, tempat kuliah dari CEO Alibaba, Jack Ma.

Pennsylvania University adalah kampus terdahulu dari Elon Musk

Jarang ada yang tahu bahwa University of Pennsylvania juga pernah meluluskan salah satu CEO terkaya di dunia. Dia adalah Elon Musk, CEO Tesla & SpaceX.

Harvard merupakan almamater banyak CEO sukses di dunia

Universitas Harvard merupakan kampus dari banyak miliarder dunia. Sebut saja Susan Wojcicki-CEO Youtube, Mark Zuckerberg-CEO Facebook, dan Bill Gates-Former CEO Microsoft pernah kuliah di sini.

Gedung Kampus Stanford

Tak hanya Harvard, Universitas Stanford juga menjadi kampus CEO sukses di dunia. Ada Marissa Mayer- Former CEO Yahoo dan Evan Spiegel-CEO Snapchat yang berhasil jadi sarjana, serta Reed Hastings-CEO Netflix yang pernah menempuh S2.

Kampus Duke merupakan almamater CEO Apple

Duke University saat ini menempati urutan top 20 kampus terbaik dunia versi Times Higher Education World University Rankings 2020-2021. Siapa sangka ternyata kampus ini merupakan almamater dari CEO Apple, Tim Cook.

Kampus Bowdoin merupakan almamater dari CEO Netflix, Reed Hastings

Bowdoin University merupakan salah satu kampus seni terbaik. Salah satu miliarder ternama dunia pernah menjadi sarjana di sini. Ia adalah CEO Netflix, Reed Hastings.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami