
- Peluang karir terbuka luas
Semakin tinggi pendidikan maka kesempatan karir semakin luas, apalagi kamu lulusan luar Negeri aka nada percepatan peningkatan karir saat lulus sarjana mungkin hanya sebagai staf tapi begitu kamu lulus S2 pasti langsung ada promosi jabatan
- Kemampuan analisis yang bagus
Mungkin sewaktu kuliah sarjana hanya belajar teori berbeda dengan lulusan S2 yang diarahkan untuk meneliti, menganalisa , melakukan riset dan mencari solusi dengan begitu ilmu yang dipeloreh dapat diterapkan di pekerjaan maupun kehidupan nyata
- Memiliki nilai lebih
Tidak dapat dipungkiri ketika sudah menyelesaikan kuliah S2 tingkat kepercayaan diri semakin meningkat. Dan juga dimata perusahaan nilai kalian lebih tinggi dibanding lulusan S1 apalagi kalau kalian lulusan kampus bergengsi
- Jadi incaran peruhaan
Banyak perusahaan masa kini membidik jebolan S2 dibidang apapun . karna wawasan yang luas dan tingkat analisa yang tinggi sehingga diharapkan dapat membawa kemajuan bagi perusahaan
- Kesempatan bekerja diluar negeri
Dengan bekal ijazah S2 kamu bisa berkarir diluar negeri hal ini sangat bagus untuk menambah portofolio . bekerja diluar negeri membuka kesempatan untuk mendapat gaji lebih besar selain itu kemampuan bahasa yang terasa dan lebih baik
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com

Biaya kuliah di Harvard Business School ini sekitar $98,400 pertahun (sudah termasuk biaya hidup).
Untuk beasiswa yang tersedia kalian bisa cek langsung ke
1. Polyglot adalah bakat alami dalam berbahasa
Mitos ini memang yang paling banyak dibicarakan oleh orang mengenai bahwa Polyglot itu adalah bakat alami seseorang untuk bisa mempelajari banyak bahasa sehingga orang lain yang tidak memiliki bakat tersebut tidak akan bisa meniru.
Padahal faktanya, Polyglot telah menemukan cara khusus untuk belajar bahasa asing, dimana kamu juga bisa menggunakannya lho. Jadi Polyglot bisa kamu miliki jika kamu mau belajar dengan sungguh-sungguh, dan bukan menjadi hal yang mustahil kalau nantinya kamu juga akan menjadi seorang Polyglot.
2. Polyglot memiliki memori yang luar biasa
Hmm, mitos ini menjadi salah satu mitos yang paling kuat untuk mencegah orang mempelajari banyak bahasa. Walau memang benar bahwa seseorang yang bisa berbicara dengan banyak bahasa pasti memiliki tingkat memori yang luar biasa, namun hal itu bukan semena-mena langsung ada dengan sendirinya.
Faktanya, untuk mendapatkan memori yang luar biasa tersebut, para Polyglot juga mempelajarinya terlebih dahulu. Dan ilmu tersebut juga bisa kamu pelajari.
3. Polyglot pasti menghabiskan banyak uang ketika melakukan perjalanan
Banyak yang beranggapan bahwa seorang Polyglot pasti menghabiskan banyak uang untuk mempelajari bahasa-bahasa asing ketika mereka melakukan perjalanan ke negara tersebut. Padahal itu hanya mitos belaka.
Faktanya, para Polyglot ini justu memiliki pengorbanan yang kreatif agar mereka bisa melakukan perjalanan keliling dunia. Pelajari dulu bahasa tempat dimana kamu ingin singgahi, maka kamu akan bisa berbicara dengan banyak bahasa sebelum kamu melakukan perjalanan.
4. Polyglots punya banyak waktu ketimbang orang normal
Kesibukan pasti bisa jadi alasan orang enggan untuk belajar banyak bahasa. Mempelajari banyak bahasa pasti membutuhkan banyak waktu, karena pembejalarannya yang tidak mudah. Tapi apakah para Polyglots ini tidak memiliki waktu yang sibuk? Lalu kenapa banyak orang justru menganggap bahwa mitos ini banyak dimiliki oleh para Polyglots?
Faktanya adalah, para Polyglots ini bisa memfokuskan waktu dan energi mereka dalam cara yang pintar untuk memanfaatkan momen yang ada dalam mempelajari banyak bahasa. Jadi bukan hal yang tidak mungkin kan bagi kamu juga.
5. Polyglots adalah seorang yang single dan bisa menghabiskan hidup mereka dengan travelling dan belajar banyak bahasa
Ini adalah mitos popular lainnya mengenai Polyglots yang menyebut bahwa mereka tidak memiliki keluarga atau anak. Padahal hal itu tidaklah benar.
Faktanya, para Polyglots ini datang dengan berbagai kalangan. Bahkan beberapa dari mereka justru tidak membutuhkan perjalanan keliling dunia untuk mempelajari bahasa mereka.
Berikut adalah beberapa kelas dari banyak kelas yang diambil Setiap MBA di HBS pada tahun pertamanya:
Jika kamu sekarang sudah di tahun tearkhir SMA atau sedang menempuh program diloma dan ingin kuliah di universitas luar negeri dalam bidang seni dan desain, maka kamu harus mulai menyiapkan yang namanya portofoliomu.
Dan inilah yang perlu kamu perhatikan dengan baik agar portofolio yang kamu buat bisa membantumu untuk masuk universitas luar negeri favoritmu.
Setelah kamu memutuskan jurusan dan institusi apa yang ingin kamu pelajari, langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana caranya menampilkan karya yang akan kamu serahkan. Tujuan portofolio adalah agar calon tutormu melihat sekilas tentang ide, konsep, cara kerja serta potensi yang kamu miliki.
Portofolio adalah suatu cara yang bisa digunakan untuk melihat karyamu dimana dengan portofolio ini kamu bisa menunjukkan kemampuan dan gayamu sendiri.
Berdasar universitas yang kamu pilih di luar negeri nantinya, portofolio biasanya dikirimkan sebelum interview atau kamu bawa saat interview. Selain itu, portofolio yang kamu buat juga harus mampu mempresentasikan ide dan skill-mu sendiri tanpa kamu mempresentasikannya secara verbal. Ini karena seringkali kamu mungkin tak akan bisa mempresentasikannya secara penuh saat interview.
Seorang lulusan seni dari Westminter University bernama ED Jpjm, mengatakan bahwa para tutor sama sekali tak memberimu kesempatan untuk berdiri dan menjelaskan apa sebenarnya dalam portofolio milikmu.
Karena itu portofolio yang kamu buat harus jelas, dengan atau tanpa penjelasan, referensi atau klarifikasi. Anotasi, dalam buku sketsa atau yang dilampirkan dalam karya yang kamu serahkan, harus menjelaskan dengan gamblang mengenai media, skala (jika portofolio merupakan kopian atau foto), tanggal pembuatan dan berbagai macam catatan lainnya.
Sebagai contoh, jika kamu memasukkan gambar manual dengan tangan kiri, maka pastikan ada penjelasannya dalam portofoliomu. Dengan begini calon tutor akan memahami karyamu dan kemampuan yang kamu miliki dengan lebih baik.
Selanjutnya sebelum menentukan karya apa yang ingin kamu buat sebagai portofolio seni, lebih baik kamu cek dengan teliti setiap persayaratan untuk masing-masing jurusan. Hal ini biasanya bisa kamu temukan pada situs resmi universitas. Dan jika masih ada yang kurang jelas, kamu bisa menanyakan via telepon atau email agar kamu mendapat informasi yang lebih jelas.
Pertanyaan yang diajukan saat penjurusan kadang bisa sangat banyak dan detail, tapi saat mendapat pertanyaan balik, pihak penjurusan akan menjawa seefisien mungkin. Tanya lebih jelas mengenai ukuran, media dan jumlah sekaligus kapan deadline-nya.
Jumlah karya bervariasi. Rata-rata sebuah portofolio seni terdiri dari 20 lembar, dengan kertas ukuran A3 sebagai ukuran yang paling sering digunakan. Akan tetapi tak berarti bahwa hasil kerjamu harus dibuat dalam satu ukuran. Hasil karya yang berukuran lebih kecil bisa dilekatkan dan hasil karya yang lebih besar bisa dalam bentuk foto atau print-out. Tentu saja pihak universitas tak akan suka jika kamu mengirimkan sebuah lukisan cat minyak berukuran 4 x 8 kaki ke kantor penerimaan mahasiswa baru.
Saat kamu menyerahkan portofolio seni ke universitas, bersiaplah bahwa portofoliomu tidak akan dikembalikan. Di webssite universitas-universitas seni, biasanya dicantumkan dengan jelas jika kamu mengirimkan portofolio seni via pos, maka sebaiknya kamu tak menyertakan aslinya. Ini karena pihak universitas menerima sangat banyak portofolio seni dan karenanya mereka tak menjamin bisa mengembalikan lagi padamu.
Karya yang paling baru seringkali dianggap sebagai poin yang paling penting karena dari situ para tutor bisa melihat ide, kemampuan, metode dan minatmu. Meski begitu, karya yang kamu sertakan dalam portofolio seni tak harus diurutkan secara kronologis. Yang paling bagus adalah menaruh karya terbaikmu di halaman awal portofolio.
Meminta saran dari guru atau tutormu yang masih mengajarmu juga penting. Mereka baisanya lebih tahu kelebihanmu dan selain itu mereka bisa jadi memberikan perspektif yang berbeda yang bisa membuat peluangmu diterima jadi lebih besar. Tentu saja, pada akhirnya semua akan kembali pada dirimu sendiri karena portofolio itu adalah milikmu dan harus mencerminkan dirimu secara jujur.