Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Konsultan Pendidikan Luar Negeri Terbaik Empower Education
Kuliah ke Luar Negeri Anti Ribet
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com

Beberapa universitas memiliki margin operasi yang cukup atau dana tunai dan cadangan investasi yang tersedia untuk menahan penurunan pendapatan biaya internasional yang berkelanjutan.
Tanpa peningkatan yang signifikan dalam pendanaan publik (yang kemungkinannya kecil), setiap universitas dalam berbagai tingkatan, perlu mengidentifikasi dan membangun aliran pendapatan tambahan.
Universitas secara aktif merencanakan dan menerapkan berbagai strategi untuk mengurangi potensi kerugian. Strategi terpenting akan mencakup:
Tinjauan lebih lanjut atas biaya staf administrasi dan profesional yang berjumlah A $ 8,6 miliar pada tahun 2018. Tolak ukur di seluruh sektor sudah tersedia untuk menilai efisiensi relatif berdasarkan fungsi per fungsi.
Mengingat biaya karyawan mewakili 57% dari total pengeluaran universitas, pengurangan lebih lanjut di bidang ini tidak dapat dihindari untuk mencerminkan penurunan pendaftaran siswa. Setiap universitas mungkin juga perlu menyesuaikan kemampuan tenaga kerjanya untuk memenuhi persyaratan masa depan yang berubah.
Salah satu tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya melibatkan para pemimpin universitas yang mencari kerja sama dengan serikat pekerja untuk mengubah perjanjian perusahaan yang ada untuk memungkinkan pembekuan gaji sementara. Namun, kehilangan pekerjaan akan tetap terjadi, dengan staf tetap dan jangka waktu tetap paling berisiko.
Pada saat yang sama, universitas perlu terus berinvestasi dalam pendidikan digital dan bentuk pengalaman mahasiswa baru yang mampu menarik dan mempertahankan pangsa pasar domestik dan internasional di era pasca-COVID-19.
COVID-19 akan menguji ketahanan semua universitas Australia dengan cara yang jarang pernah terlihat sebelumnya.
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Emma Leech director of marketing and advancement, Loughborough University
Jon Wakeford group corporate affairs director and chair, UPP Foundation
Smita Jamdar head of education, Shakespeare Martineau
Phil Richards chief innovation officer, Jisc
Professor Roderick Watson vice-chancellor, Anglia Ruskin University (ARU)

1. Kesejahteraan Mahasiswa
Dengan bergerak menuju kehidupan kolaboratif untuk membantu mendorong dukungan peer-to-peer, ditambah perkembangan digital dari aplikasi hingga teknologi chatbot, kami telah melihat kemajuan besar dalam membantu mendorong dan mendukung kesejahteraan siswa yang baik. Apa yang sedang direncanakan untuk tahun 2020?
JW: Universitas dan penyedia akomodasi memiliki peran penting dalam mempromosikan kesejahteraan siswa, jadi bersama tim mitra pastoral universitas, inisiatif, kampanye, dan acara Student Experience Champions kami yang berfokus pada penyambutan, penyelesaian, dan integrasi siswa. Melalui UPP Foundation, kami telah bekerja dengan Charity Student Minds untuk merintis pelatihan kesejahteraan mental bagi karyawan kami dan mitra kami.
SJ: Dari perspektif peraturan, kami mengharapkan intervensi yang lebih besar dari Office for Students (OfS) terkait dengan kesejahteraan siswa, mungkin melalui perubahan kerangka peraturan yang akan mereka konsultasikan di tahun baru.
2. Perubahan Iklim
Dengan universitas yang bersatu secara global untuk mengumumkan keadaan darurat iklim, bagaimana mereka dapat mengimbangi tuntutan mereka untuk memenuhi target nol bersih – dan seterusnya?
EL: Universitas harus menjadi yang terdepan dengan agenda keberlanjutan – sekarang ini menjadi pertimbangan penting bagi siswa, dan universitas perlu memainkan peran kunci dalam menangani perubahan iklim. Mulai dari bangunan dan daur ulang hingga cara mereka berinvestasi, lembaga dapat diharapkan berada di bawah pengawasan yang lebih ketat. Untuk mengimbangi, kita perlu mempelajari dan mendengarkan penelitian kita sendiri dan tidak menghindar dari praktik terbaik karena biaya, yang mungkin menjadi penyebab utama sektor ini di masa lalu.

3. Pembeli Pelajar
Universitas berada di bawah tekanan yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa – pembeli – yang mengharapkan ROI. Bagaimana hal ini berdampak dalam hal fasilitas, teknologi, dan dukungan?
JW: Menyusul penghapusan Kontrol Nomor Siswa pada tahun 2015/16, persaingan antar universitas untuk siswa menjadi lebih ketat dari sebelumnya dan ini berarti bahwa memberikan ‘etalase’ terbaik kepada siswa menjadi sangat penting secara eksponensial. Akomodasi dan penyediaan fasilitas yang lebih luas berperan sebagai daya tarik penting bagi siswa dan penyampaian pembelajaran di lingkungan perumahan menjadi pendekatan utama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang benar-benar imersif.
4. Kliring
Kliring pada 2019 belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal jumlah pelamar yang memasuki universitas melalui jalur ini. Apa implikasinya pada HEI dan untuk tahun 2020?
RW: Tren aplikasi selanjutnya yang melewati siklus Ucas utama diatur untuk terus berlanjut di masa mendatang, terutama untuk kursus tanpa batas kapasitas eksternal. Oleh karena itu, penting bagi universitas untuk memastikan bahwa layanan persiapan dan dukungan tersedia untuk peserta selanjutnya. Pelamar yang pertama kali mendaftar untuk masuk universitas di akhir musim panas sering kali membutuhkan dukungan dan bimbingan tambahan agar siap untuk mulai belajar dan menjadi siswa yang sukses sejak mereka bergabung dengan komunitas universitas.
5. Teknologi
Dengan perubahan dan perkembangan yang konstan dalam lanskap teknologi HE, bagaimana universitas dapat memenuhi kebutuhan mahasiswanya, sambil juga menyeimbangkan buku?
PR: Dalam hal kualitas, saya akan mendorong universitas untuk melihat lebih dekat penawaran dari perusahaan teknologi pendidikan kecil dan inovatif yang dapat membuat perbedaan dalam bidang khusus kurikulum dan dukungan siswa.
Agar institusi lebih percaya diri dalam bekerja dengan edtech, Jisc meluncurkan program peningkatannya pada bulan Mei. Disampaikan dalam kemitraan dengan Emerge Education, ini bertujuan untuk mengurangi risiko keterlibatan universitas dan perguruan tinggi dengan perusahaan rintisan edtech yang telah melewati pemeriksaan langkah-langkah kami, mengetahui bahwa beberapa uji tuntas telah dilakukan dan solusinya adalah pengadaan yang siap.

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com

Sebagai salah satu negara bagian Amerika yang paling besar sudah sewajarnya bila California menjadi tujuan banyak mahasiswa yang sedang mencari Kampus di luar negeri
University of Southern California (USC) merupakan kampus yang masuk dalam Top 10 kampus terbaik di dunia dan USC juga menerima lebih banyak mahasiswa internasional setiap tahun daripada universitas lain mana pun di seluruh Amerika Serikat! Makanya sudah tidak heran lagi kalo kampus ini begitu banyak kebudayaan dari berbagai negara
Lebih dari 375.000 alumni USC merupakan orang-orang yang berengaruh di dunia diantaranya pencipta Star Wars George Lucas dan orang pertama yang berjalan di bulan, Neil Armstrong.
Dua sekolah yang paling populer di kalangan mahasiswa Indonesia yaitu Leventhal School of Accounting dan Marshall School of Business. Menariknya, tiap minggu nya ada berbagai kantor firma akuntan terkenal yang mengadakan job fair di Leventhal School of Accounting, sehingga kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan sangat terbuka lebar!
Email: info@konsultanpendidikan.com
Sebagai salah satu universitas riset terkemuka yang ada di UK, University of Southampton berkomitmen untuk memberikan para siswanya pengalaman belajar yang terbaik. Di University of Southampton, para siswa akan belajar dengan metode khusus yang dikembangkan oleh pihak universitas untuk meningkatkan kemampuan siswa agar nantinya bisa berpikir kritis dan belajar secara mandiri. Hal yang nantinya akan sangat berpengaruh dan dapat membentuk siswa untuk bisa menjadi pemimpin di masa depan.
Di University of Southampton, siswa akan langsung diajar oleh para pengajar yang berasal dari para akademisi yang memang terjun langsung di lapangan. Sehingga pengajaran yang akan diajarkan ke para siswa nantinya tidak hanya pelajaran teori saja, tapi juga pelajaran praktis yang memang harus dilakukan saat siswa nantinya berada di industri. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat bagi siswa, karena siswa akan mendapat kesempatan untuk bisa belajar langsung dari para ahlinya.
Tergantung dari program yang dipilih oleh siswa, nantinya siswa akan mendapat berbagai metode pengajaran yang inovatif seperti kunjungan langsung ke lapangan, studi laboratorium, penempatan sektor swasta dan umum, proyek secara grup dan lain sebagainya yang semuanya di dukung oleh lingkungan belajar virtual.
Di sini siswa bisa menggunakan semua fasilitas canggih yang ada di University of Southampton seperti Flight Simulator Southampton dan terowongan angin (wind tunnel) untuk bisa mempelajari bidang studi yang di ambil dengan lebih komprehensif. Siswa akan ditantang secara intelektual dan juga didorong untuk bekerja dan belajar secara mandiri. Melalui kerja proyek kelompok, siswa akan mendapatkan keterampilan dan kemampuan dari masing-masing anggota kelompok, kerja tim, dimana anggota tim salling bahu membahu saling membantu anggota tim lainnya dan belajar serta mentransfer pengetahuan yang dimiliki dari dan ke anggota kelompok lainnya.
Mempersiapkan Masa Depan Siswa
University of Southampton secara khusus telah mengubah struktur dan fleksibilitas program pendidikannya sehingga bisa menawarkan pengalaman pendidikan yang unik yang akan didapat para siswa yang belajar di University of Southampton.
Salah satu inovasi yang dilakukan oleh University of Southampton adalah siswa diberi kesempatan untuk memilih dan menyesuaikan sistem belajar yang sesuai dengan minat para siswa. University of Southampton telah memperkenalkan modul interdisipliner untuk banyak program studi yang ada di sana. Sebagai contoh, jika siswa mengambil program studi di bidang Humanities atau Social Science, siswa juga diberikan kesempatan untuk mengambil mata kuliah lain yang sesuai dengan program studi yang sedang diambil.
Beberapa modul interdisipliner baru yang ada di University of Southampton diantaranya adalah: Building the Human Body, Business Skills for Employability, Ethics in a Complex World, Global Healthm Health Policy and Economics, Global Challenges, Understanding Modern in China, Intercultural Communication in a Global World, Living with Environmental Change, Online Social Networks, Piracy, Security and Maritime Space, dan banyak modul lainnya.
Bagaimana Sistem Pengajaran Yang Ditawarkan Untuk Siswa?
Siswa yang kuliah di Universitas Southampton akan diajarkan dan diawasi oleh para peneliti-peneliti ahli di bidangnya masing-masing. Siswa akan mendapat kesempatan untuk belajar mengenai perkembangan terbaru dunia dari para ahlinya yang langsung melakukan perubahan tersebut. Bisa dibilang siswa akan banyak belajar dari para ahlinya langsung.
University if Southampton menyediakan lingkungan belajar dengan fasilitas terbaik dan peralatan berstandar dunia, mulai dari komputer canggih yang memiliki basis data arsip-arsip sejarah yang cukup lengkap, terowongan angin hingga ruang konser kelas dunia. Intinya pihak University of Southampton akan menantang para siswa untuk bisa memacu daya pikir, daya belajar serta daya kreatifitasnya untuk menjadi siswa yang berkualitas.
Beberapa poin utama dari metode belajar mengajar yang diterapkan di University of Southampton secara garis besar diuraikan ke dalam:
Email: info@konsultanpendidikan.com
WhatsApp us