Emma Leech director of marketing and advancement, Loughborough University
Jon Wakeford group corporate affairs director and chair, UPP Foundation
Smita Jamdar head of education, Shakespeare Martineau
Phil Richards chief innovation officer, Jisc
Professor Roderick Watson vice-chancellor, Anglia Ruskin University (ARU)

1. Kesejahteraan Mahasiswa
Dengan bergerak menuju kehidupan kolaboratif untuk membantu mendorong dukungan peer-to-peer, ditambah perkembangan digital dari aplikasi hingga teknologi chatbot, kami telah melihat kemajuan besar dalam membantu mendorong dan mendukung kesejahteraan siswa yang baik. Apa yang sedang direncanakan untuk tahun 2020?
JW: Universitas dan penyedia akomodasi memiliki peran penting dalam mempromosikan kesejahteraan siswa, jadi bersama tim mitra pastoral universitas, inisiatif, kampanye, dan acara Student Experience Champions kami yang berfokus pada penyambutan, penyelesaian, dan integrasi siswa. Melalui UPP Foundation, kami telah bekerja dengan Charity Student Minds untuk merintis pelatihan kesejahteraan mental bagi karyawan kami dan mitra kami.
SJ: Dari perspektif peraturan, kami mengharapkan intervensi yang lebih besar dari Office for Students (OfS) terkait dengan kesejahteraan siswa, mungkin melalui perubahan kerangka peraturan yang akan mereka konsultasikan di tahun baru.
2. Perubahan Iklim
Dengan universitas yang bersatu secara global untuk mengumumkan keadaan darurat iklim, bagaimana mereka dapat mengimbangi tuntutan mereka untuk memenuhi target nol bersih – dan seterusnya?
EL: Universitas harus menjadi yang terdepan dengan agenda keberlanjutan – sekarang ini menjadi pertimbangan penting bagi siswa, dan universitas perlu memainkan peran kunci dalam menangani perubahan iklim. Mulai dari bangunan dan daur ulang hingga cara mereka berinvestasi, lembaga dapat diharapkan berada di bawah pengawasan yang lebih ketat. Untuk mengimbangi, kita perlu mempelajari dan mendengarkan penelitian kita sendiri dan tidak menghindar dari praktik terbaik karena biaya, yang mungkin menjadi penyebab utama sektor ini di masa lalu.

3. Pembeli Pelajar
Universitas berada di bawah tekanan yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa – pembeli – yang mengharapkan ROI. Bagaimana hal ini berdampak dalam hal fasilitas, teknologi, dan dukungan?
JW: Menyusul penghapusan Kontrol Nomor Siswa pada tahun 2015/16, persaingan antar universitas untuk siswa menjadi lebih ketat dari sebelumnya dan ini berarti bahwa memberikan ‘etalase’ terbaik kepada siswa menjadi sangat penting secara eksponensial. Akomodasi dan penyediaan fasilitas yang lebih luas berperan sebagai daya tarik penting bagi siswa dan penyampaian pembelajaran di lingkungan perumahan menjadi pendekatan utama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang benar-benar imersif.
4. Kliring
Kliring pada 2019 belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal jumlah pelamar yang memasuki universitas melalui jalur ini. Apa implikasinya pada HEI dan untuk tahun 2020?
RW: Tren aplikasi selanjutnya yang melewati siklus Ucas utama diatur untuk terus berlanjut di masa mendatang, terutama untuk kursus tanpa batas kapasitas eksternal. Oleh karena itu, penting bagi universitas untuk memastikan bahwa layanan persiapan dan dukungan tersedia untuk peserta selanjutnya. Pelamar yang pertama kali mendaftar untuk masuk universitas di akhir musim panas sering kali membutuhkan dukungan dan bimbingan tambahan agar siap untuk mulai belajar dan menjadi siswa yang sukses sejak mereka bergabung dengan komunitas universitas.
5. Teknologi
Dengan perubahan dan perkembangan yang konstan dalam lanskap teknologi HE, bagaimana universitas dapat memenuhi kebutuhan mahasiswanya, sambil juga menyeimbangkan buku?
PR: Dalam hal kualitas, saya akan mendorong universitas untuk melihat lebih dekat penawaran dari perusahaan teknologi pendidikan kecil dan inovatif yang dapat membuat perbedaan dalam bidang khusus kurikulum dan dukungan siswa.
Agar institusi lebih percaya diri dalam bekerja dengan edtech, Jisc meluncurkan program peningkatannya pada bulan Mei. Disampaikan dalam kemitraan dengan Emerge Education, ini bertujuan untuk mengurangi risiko keterlibatan universitas dan perguruan tinggi dengan perusahaan rintisan edtech yang telah melewati pemeriksaan langkah-langkah kami, mengetahui bahwa beberapa uji tuntas telah dilakukan dan solusinya adalah pengadaan yang siap.

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Bagi Kamu yang memiliki minat dan berniat untuk melanjutkan studi Kamu di bidang hukum, mungkin Irvine School of Law di University of California dapat menjadi salah satu alternatif pilihan. Salah satu fakultas dari Universitas yang terletak di negara bagian California, Amerika Serikat ini memang memfokuskan layanan pendidikan mereka di bidang hukum.
Tidak heran bila kemudian tujuan utama dari Irvine School adalah untuk menghasilkan para pengacara dan praktisi hukum terbaik di bidangnya.
Berbicara mengenai kualitas, kulitas dari Irvine School of Law tentu tidak perlu dipertanyakan lagi.
Hal ini tergambar dari para lulusannya; 88 persen dari para lulusan universitas tersebut berhasil diterima di paling tidak satu yurisdiksi di Amerika Serikat. Sejauh ini, dari total lulusan yang mencapai 134 orang, 118 dari mereka telah diterima di salah satu yurisdiksi antara di Alaska, California, Hawaii, Massachusetts, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, atau Texas.
Bila lulusannya sedemikian hebatnya, tentu faktor kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh pihak universitas sudah terbukti jempolan. Mengenai hal ini, Irvine School memang menyediakan banyak sekali fasilitas yang mampu menunjang kegiatan perkuliahan.
Selain itu, mereka juga memberikan pengalaman secara langsung kepada para mahasiswanya untuk berkecimpung di dunia hukum sebagai praktisi hukum profesional, bahkan sejak mereka masih duduk di tingkat pertama bangku kuliah. Belum lagi, para dosen yang mengajar di universitas tersebut juga dapat lebih fokus dalam mengajar mahasiswa mereka, karena memang Irvine School menerapkan rasion 10 berbanding 1 untuk semua kelasnya, yang berarti seorang dosen hanya akan membimbing 10 orang mahasiswa.
Sebagai sekolah hukum negeri pertama di California, Irvine School memang terus berusaha untuk dapat menciptakan sekolah hukum ideal. Saat ini, Irvine School tercatat sebagai sekolah hukum terbaik ke-7 di Amerika Serikat. Bahkan, badan mahasiswanya tercatat sebagai salah satu dari 20 badan mahasiswa terbaik se-Amerika Serikat.
Irvine School of Law sendiri membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada siapapun, termasuk para calon mahasiswa dari Indonesia, yang ingin mendalami dunia hukum dan memiliki minat tersendiri untuk menjadi praktisi hukum, tanpa memkamung status, agama, atau pun negara asal.
Biaya perkuliahan di Irvine School juga cukup terjangkau bila dibandingkan dengan sekolah-sekolah hukum lainnya, mengingat Irvine School merupakan salah satu dari tujuh besar sekolah hukum di Amerika Serikat. Untuk dapat mengikuti kegiatan perkuliahan di Irvine School, para calon mahasiswa harus menyiapkan dana kurang lebih Rp500 juta per tahunnya.
Biaya tersebut terbagi atas dua bagian: dana kuliah yang mencapai Rp290 juta per tahun, dan biaya hidup selama Kamu berada di California yang mencapai kurang lebih Rp200 juta per tahunnya. Tentunya biaya hidup dapat lebih ditekan bila Kamu mampu mengatur gaya hidup Kamu selama berada di sana, seperti seberapa sering Kamu makan dalam satu hari, tipe tempat tinggal Kamu, dan keperluan-keperluan lainnya.
Menariknya, pihak Irvine School juga menawarkan bantuan-bantuan kepada para mahasiswanya berupa dana kuliah yang pastinya akan meringankanbeban biaya para mahasiswa selama berkuliah di Irvine School. Bantuan-bantuan tersebut tersedia dalam beberapa bentuk pembiayaan.
Salah satu yang paling diincar oleh para calon mahasiswa tentunya adalah program beasiswa. Terkait hal ini, Irvine School menawarkan beragam pilihan beasiswa, seperti UC Irvine School of Law Dean’s Merit Scholarships yang ditujukan bagi para mahasiswa berprestasi secara akademik, UC Irvine School of Law Public Service Fellowships yang ditujukan bagi para mahasiswa yang mampu menunjukkan kontribusi mereka terhadap pelayanan publik, dan Scholarships from Other Sources yang diberikan oleh institusi-institusi di luar Irvine School. Beberapa contoh dari beasiswa tersebut antara lain The Kaire & Heffernan Bicycle Accident Scholership, The National Academy of Social Insurance Law Student Writing Award, atau Meinhart Smith & Manning PLLC Scholarship.
Satu lagi universitas kece di California yang wajib banget kamu pertimbangin kalau mau melanjutkan studi di luar negeri, khususnya di Amerika. Namanya University of California, Irvine atau UC Irvine.Universitas ini masih termasuk dalam sistem University of California yang kredibilitasnya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
University of California, Irvine merupakan salah satu universitas terkemuka di dunia, terbukti dengan terkumpulnya berbagai peringkat internasional. Salah satunya menjadi universitas terbaik di Amerika dan universitas terbaik nomer lima di dunia. Selain itu universitas ini juga telah memenangkan hadiah nobel juga loh!
UC Irvine letaknya di Orange County dekat Los Angeles di California Selatan. Jaraknya hanya lima mil dari pantai terkenal di dunia, taman hiburan dan landmark budaya. Pokoknya letaknya UC Irvine ini strategis banget guys. Buat kamu yang ingin belajar sekaligus mencicipi kehidupan di Amerika tentu saja UC Irvine adalah pilihan yang paling tepat.




Buat kamu yang mau medaftar di program sarjana maka kamu harus memenuhi persyaratan-persyaratan di bawah ini guys, check this out!
Persyaratan A-G juga disebut sebagai persyaratan subjek akademik, yang akan mewakili akademik persiapan bagi calon mahasiswa baru.
Persyaratan A-G itu terdiri atas 7 bidang studi yang masing-masing memiliki minimum tahun studi yang dibutuhkan, yaitu:
2 tahun untuk Sejarah/ Ilmu Sosial
Satu tahun sejarah dunia, budaya dan geografi
Satu tahun sejarah Amerika atau satu semester untuk sejarah Amerika dan satu semester untuk pemerintah/kewarganegaraan Amerika
4 tahun bahasa Inggris
3 tahun matematika (4 tahun lebih baik)
Sudah termasuk aljabar, geometri, dan aljabar lanjutan
2 tahun ilmu laboratorium (3 tahun lebih baik)
Sudah termasuk mata pelajaran biologi, kimia dan fisika
2 tahun bahasa lain selain bahasa Inggris (3 tahun lebih baik)
1 tahun seni visual dan pertunjukan

