
Seni, Desain & Arsitektur adalah sekelompok disiplin ilmu yang memungkinkan siswa untuk menggunakan kreativitas, prinsip desain, teori, metode, dan alat untuk menciptakan dunia yang lebih indah dan fungsional.
Orang yang bekerja di bidang Seni, Desain & Arsitektur mengembangkan proyek, rencana, desain, dan konsep untuk semuanya, mulai dari bangunan, monumen, pakaian, dan perangkat hingga antarmuka grafis intuitif dan halaman web yang mudah digunakan. Mereka juga pencipta seni yang luar biasa, termasuk lukisan, musik, drama teater, tarian, dan banyak ekspresi keindahan dan imajinasi indah lainnya.
Beberapa ilmu utama dalam Seni, Desain & Arsitektur adalah Sejarah Seni, Desain Grafis, Arsitektur Lansekap, Musik, Seni Visual, dll.
Jika Anda memilih untuk fokus pada Arsitektur, Anda akan mempelajari segala sesuatu yang perlu diketahui tentang menciptakan desain yang sempurna untuk bangunan baru atau bahkan seluruh kota. Kursus akan fokus pada elemen arsitektur dasar, pada keamanan dan material, dampak lingkungan, serta pencahayaan, tekstur, dan bagaimana menciptakan kontras yang sempurna antara material dan warna. Ini bukan pekerjaan mudah, karena juga melibatkan prinsip-prinsip fisika dan matematika, tetapi merancang rumah impian seseorang atau lanskap kota adalah pekerjaan yang sangat bermanfaat.
Mempelajari Desain Grafis akan berfokus pada mengajari Anda cara menggunakan gambar, teks, dan warna untuk mengomunikasikan pesan secara efisien. Untuk melakukan itu, kelas akan menyajikan prinsip, elemen, dan aturan desain dasar.
Jika Anda memilih Musik, Anda akan mempelajari teori musik, instrumen, harmoni yang sempurna, dan berbagai gaya musik. Anda akan bekerja dengan musisi berbakat lainnya, sama seperti Anda. Setelah lulus, Anda akan menjadi ahli dalam memainkan setidaknya satu alat musik.
Gelar Sarjana atau Magister Seni, Desain & Arsitektur membuka banyak peluang karir. Selain subbidang yang telah kami sebutkan, Anda dapat berspesialisasi dalam Desain Mode, Film, Fotografi & Media, Teater & Tari, Desain Pengalaman Pengguna, dan lainnya.
Sumber: mastersportal.com
Email: info@konsultanpendidikan.com




Majalah Vogue dikenal sebagai fashion magazine elit terkenal dunia. Jadi, bayangkan seperti apa jadinya jika majalah prestisius ini mendirikan sebuah sekolah fashion.
Tentu saja hasilnya akan sangat mengagumkan karena para pengajarnya sendiri adalah orang-orang yang sangat berpengalaman dalam bidang fashion dengan level keahlian tingkat dunia pula.
Seperti itulah mungkin yang bisa dirasakan para peserta Vogue Fashion yang berlangsung 10 minggu di Condé Nast College of Fashion & Design yang bermarkas di Soho, London, hanya beberapa menit dari Vogue House.
Penasaran seperti apa?
Berikut tuturan salah satu peserta kursus fashion elit tersebut.
Aku merasa berantakan saat aku berjalan melalui pintu Condé Nast College of Fashion & Design. Pakaian yang aku kenakan, yang mana telah aku pilih dengan sangat cermat di bawah keremangan cahaya lampu kamarku tadi malam, terasa tidak nyaman dan sangat lusuh di bawah terangnya lampu Vogue.
Pintu masuk aula didominasi oleh cermin, yang menciptakan ilusi, ruangan dengan pencahayaan cukup. Ketika aku berdiri di tengah ruangan, dan dikelilingi oleh refleksi diri yang tidak terlalu terawat, saya seolah ditegur oleh sang cermin yang dengan sopannya mengingatkan kepada mahasiswa untuk tidak ke sekolah dengan jins atau kemeja yang bernoda.
Secara resmi dikenal sebagai Level 4 Sertifikat OCN Eastern Region in Fashion (Vogue) (QCF), kursus singkat berbayar £ 6600 termasuk PPN ini, merupakan gagasan Nicholas Coleridge, presiden Conde Nast International.
Kalau tertarik untuk program 1 tahun, maka harus menyiapkan biaya sebesar £ 19.560 termasuk PPN yang dimulai pada Oktober 2013.
Program ini mencakup hal-hal sebagai berikut:
Ruang kuliah utama, di mana industri fashion ternama berkumpul untuk pembukaan sekolah ini, lampunya agak temaram, dengan layar interaktif yang menghiasi dinding putihnya yang tanpa cela. Pintu cermin berpanel mengingatkan saya sekali lagi akan penampilanku.
Saat kemudian aku diperkenalkan kepada siswa lainnya, aku bersiap diri dan menganggap siswa lainnya itu tak ubahnya seperti kawanan angsa cantik kekurangan gizi dalam balutan sweater Burberry dan Chanel.
Nyatanya semua orang di situ sangat ramah dan menyenangkan. Semuanya tampak sungguh-sungguh dan penuh harapan, mengingatkanku saat dulu aku mulai belajar filsafat. Dengan usia antara 18 – 32, ada pertemanan yang sesungguhnya aku temukan di antara mereka. Meskipun lebih dari separuh siswa berasal dari Inggris dan Eropa, beberapa di antaranya telah melakukan perjalanan jauh seperti ke Amerika Serikat, Meksiko, Amerika Selatan, Timur Tengah, Timur Jauh, Turki, Eropa Timur dan Australia untuk belajar. 45 peserta program 10 minggu Vogue ini berasal dari 23 negara yang berbeda. Salah satu yang termuda adalah Alice Carver dari London yang masih berusia 19 tahun. Alice baru lulus sekolah. Dia memutuskan untuk mengambil program 10 minggu untuk mengisi kesenjangan yang ada sementara dia memutuskan jalur karir apa yang dia ingin tempuh.
“Universitas di Inggris berbiaya £ 9.000 per tahun. Aku tidak ingin pergi ke universitas selama tiga tahun dan mempelajari subjek kemudian tidak saya geluti, “katanya.
“Menyenangkan sekali berada di sekitar orang-orang yang memiliki kesukaan yang sama. Semua orang ingin berada di sini, tidak ada yang berbuat-buat untuk belajar. Tak ada persaingan. Setiap orang mendukung apa yang orang lain lakukan dan pengalaman apa yang orang lain miliki.
Secara keseluruhan, kursus singkat di Vogue benar-benar membuka mata fashionku dan memantik banyak ide serta mendatangkan inspirasi.
Para pengajar dengan tepat mengajarkan apa-apa yang harus dilakukan para peserta untuk memasuki dunia fashion yang eksklusif. Sungguh ini sebuah pengalaman yang sangat berharga dan aku merasa beruntung telah mengikuti program ini.
Itulah bocoran singkat dari seorang peserta program i Level 4 Sertifikat OCN Eastern Region in Fashion (Vogue) (QCF).
Buat kalian yang punya hati dengan dunia fashion, kalian bisa coba cek artikel ini juga:



