Progam Singkat Belajar Soal Fashion Dari Vogue Magazine ;)

Emma Watson covers Vogue UK December 2010Majalah Vogue dikenal sebagai fashion magazine elit terkenal dunia. Jadi, bayangkan seperti apa jadinya jika majalah prestisius ini mendirikan sebuah sekolah fashion. Tentu saja hasilnya akan sangat mengagumkan karena para pengajarnya sendiri adalah orang-orang yang sangat berpengalaman dalam bidang fashion dengan level keahlian tingkat dunia pula. Seperti itulah mungkin yang bisa dirasakan para peserta Vogue Fashion yang berlangsung 10 minggu di Condé Nast College of Fashion & Design yang bermarkas di Soho, London, hanya beberapa menit dari Vogue House. Penasaran seperti apa? Berikut tuturan salah satu peserta kursus fashion elit tersebut. Aku merasa berantakan saat aku berjalan melalui pintu Condé Nast College of Fashion & Design. Pakaian yang aku kenakan, yang mana telah aku pilih dengan sangat cermat di bawah keremangan cahaya lampu kamarku tadi malam, terasa tidak nyaman dan sangat lusuh di bawah terangnya lampu Vogue. Pintu masuk aula didominasi oleh cermin, yang menciptakan ilusi, ruangan dengan pencahayaan cukup. Ketika aku berdiri di tengah ruangan, dan dikelilingi oleh refleksi diri yang tidak terlalu terawat, saya seolah ditegur oleh sang cermin yang dengan sopannya mengingatkan kepada mahasiswa untuk tidak ke sekolah dengan jins atau kemeja yang bernoda. conde-nast-college-5-vogue-1may13-nick-harvey_b_1080x720 Secara resmi dikenal sebagai Level 4 Sertifikat OCN Eastern Region in Fashion (Vogue) (QCF), kursus singkat berbayar £ 6600 termasuk PPN ini, merupakan gagasan Nicholas Coleridge, presiden Conde Nast International. Kalau tertarik untuk program 1 tahun, maka harus menyiapkan biaya sebesar £ 19.560 termasuk PPN yang dimulai pada Oktober 2013. Program ini mencakup hal-hal sebagai berikut:
  • workings of the international fashion calendar
  • styling and art direction
  • brand marketing dan sektor retail mewah, termasuk di dalamnya sesi latihan, kunjungan ke studio desainer dan berbincang dengan para tokoh industri fashion.
Dalam program singkat ini aku berkenalan dengan Ergen, dari Turki, salah satu dari tiga cowok yang mengambil kursus eksklusif ini dan menggambarkan Vogue sebagai “bible fashion”. Ergen mengatakan padaku bahwa dia ingin mempelajari “Vogue way” setelah dia sendiri memplejari komunikasi dan seni visual di Bordeaux Academy di Perancis dan mengambil kelas seni dan fashion di Parsons , School of Visual Arts and Fashion Institute of Technology di New York. “Dalam kehidupan sehari-hari kita membawa karya seni pada tubuh kita. Fashion adalah sebuah bentuk karya seni sekaligus cara berkomunikasi, “katanya. “Aku rasa kita benar-benar beruntung untuk melihat bagian dalam dari Vogue,” tambahnya. Saat kemudian aku diantar melalui sebuah bangunan, yang lebih mirip sebuah galeri seni dari sekolah, aku merasa seolah aku melihat bagian dalam Vogue. Perpustakaannya penuh dengan majalah, buku, meja kopi dan “sesuatu yang seperti buku”. Perpustakaan ini jauh dari perpustakaan yang ada di universitas pada umumnya yang biasanya berisi sebagian besar arsip universitas dengan tumpukan buku-buku tebal mereka yang berkerak. 29-conde-nast-college-lecture-theatre---ground-floor-112Ruang kuliah utama, di mana industri fashion ternama berkumpul untuk pembukaan sekolah ini, lampunya agak temaram, dengan layar interaktif yang menghiasi dinding putihnya yang tanpa cela. Pintu cermin berpanel mengingatkan saya sekali lagi akan penampilanku. Saat kemudian aku diperkenalkan kepada siswa lainnya, aku bersiap diri dan menganggap siswa lainnya itu tak ubahnya seperti kawanan angsa cantik kekurangan gizi dalam balutan sweater Burberry dan Chanel. Nyatanya semua orang di situ sangat ramah dan menyenangkan. Semuanya tampak sungguh-sungguh dan penuh harapan, mengingatkanku saat dulu aku mulai belajar filsafat. Dengan usia antara 18 – 32, ada pertemanan yang sesungguhnya aku temukan di antara mereka. Meskipun lebih dari separuh siswa berasal dari Inggris dan Eropa, beberapa di antaranya telah melakukan perjalanan jauh seperti ke Amerika Serikat, Meksiko, Amerika Selatan, Timur Tengah, Timur Jauh, Turki, Eropa Timur dan Australia untuk belajar. 45 peserta program 10 minggu Vogue ini berasal dari 23 negara yang berbeda. Salah satu yang termuda adalah Alice Carver dari London yang masih berusia 19 tahun. Alice baru lulus sekolah. Dia memutuskan untuk mengambil program 10 minggu untuk mengisi kesenjangan yang ada sementara dia memutuskan jalur karir apa yang dia ingin tempuh. diploma-“Universitas di Inggris berbiaya £ 9.000 per tahun. Aku tidak ingin pergi ke universitas selama tiga tahun dan mempelajari subjek kemudian tidak saya geluti, “katanya. “Menyenangkan sekali berada di sekitar orang-orang yang memiliki kesukaan yang sama. Semua orang ingin berada di sini, tidak ada yang berbuat-buat untuk belajar. Tak ada persaingan. Setiap orang mendukung apa yang orang lain lakukan dan pengalaman apa yang orang lain miliki. Secara keseluruhan, kursus singkat di Vogue benar-benar membuka mata fashionku dan memantik banyak ide serta mendatangkan inspirasi. Para pengajar dengan tepat mengajarkan apa-apa yang harus dilakukan para peserta untuk memasuki dunia fashion yang eksklusif. Sungguh ini sebuah pengalaman yang sangat berharga dan aku merasa beruntung telah mengikuti program ini. Itulah bocoran singkat dari seorang peserta program i Level 4 Sertifikat OCN Eastern Region in Fashion (Vogue) (QCF). Buat kalian yang punya hati dengan dunia fashion, kalian bisa coba cek artikel ini juga:

Cambridge School of Visual & Performing Arts – Batu Loncatan Menuju Dunia Seni di Inggris

CSVPA – PreFoundation & Foundation Diploma

Sensasi Kuliah Fashion di Yokohama Design College

Kuliah Desain, Seni, Musik dan Fashion di TAFE Western Australia

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan