
IELTS atau International English Language Testing System adalah standar kemampuan bahasa Inggris yang dibutuhkan untuk mendaftar dan berkuliah di luar negeri. Agar bisa berhasil lulus IELTS, diperlukan beberapa persiapan matang.
Pendaftar beasiswa reguler untuk melanjutkan magister dalam negeri, harus memiliki sertifikat IELTS minimal 6. Sedangkan pendaftar reguler magister luar negeri, IELTS minimal 6,5.
Untuk pendaftar beasiswa reguler doktor, pendaftar program doktor dalam negeri skor minimal IELTS adalah 6,0. Kemudian pendaftar program doktor luar negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris IELTS adalah 7,0.
Untuk mempersiapkan tes IELTS, alumni penerima beasiswa LPDP, Zahratul Kamila yang pernah belajar di University of Auckland memberikan tipsnya.
Zahratul Kamila menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam belajar bahasa Inggris untuk persiapan tes IELTS.
“Di antaranya adalah vocabulary; grammar reading dan listening; writing dan speaking; dan hal terkait lainnya,” kata Zahra dalam webinar bertajuk ‘Study Overseas to New Zealand : Why & How’, dikutip dari laman resmi Universitas Airlangga (Unair).
Tips Persiapan IELTS:
1. Membaca Kamus Bahasa Inggris
Zahra mengatakan bahwa mempelajari kosakata dapat dilakukan dengan membaca kamus bahasa Inggris seperti Cambridge Advanced Dictionary atau Oxford Dictionary. Proses memperkaya kosakata juga perlu mengacu pada berbagai topik keilmuan, konteks, sinonim, antonim, dan cara penggunaannya.
“Hal tersebut penting karena selain untuk mengetahui arti dari sebuah kata dalam bahasa Inggris, namun juga dapat memahami penggunaan kata tersebut,” jelas Zahra.
2. Mendalami dan Latihan Soal Grammar
Kemudian ketika mempelajari tata bahasa atau grammar, Zahra menjelaskan setidaknya terdapat dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama memahami dasar-dasar grammar dan mendalaminya dengan melakukan latihan soal.
3. Evaluasi Reading and Listening
Adapun persiapan untuk tes IELTS bagian reading dan listening dapat dilakukan dengan latihan soal dan evaluasi secara teratur.
Menurut Zahra, hal tersebut perlu karena proses penilaian pada sesi itu dilakukan secara objektif, langsung, dan terukur. Sehingga evaluasi dapat dilakukan sendiri setiap kali selesai mengerjakan latihan soal.
4. Meminta Penilaian Writing and Speaking ke Orang Lain
Berbeda dengan reading dan listening, pada sesi writing dan speaking penilaian bersifat cukup objektif. Biasanya dinilai oleh seorang assessor untuk melihat apakah kemampuan speaking dan writing peserta layak mendapat skor berapa.
Zahra memberi saran bahwa proses belajar yang paling baik untuk meningkatkan kemampuan writing dan speaking adalah dengan terus berlatih. Selain itu, juga perlu meminta second opinion dari orang lain untuk menilai kemampuan kita. Jangan hanya diri sendiri yang menilai.
“Makin banyak latihan, makin bagus karena kemampuan ini (writing dan speaking) akan sangat penting saat berkuliah seperti pada saat presentasi atau membuat esai,” terang Zahra.
5. Manajemen Waktu
Hal lain yang perlu dilatih adalah manajemen waktu, ketelitian dan ketenangan. Hal tersebut penting karena peserta tes perlu memiliki keterampilan manajemen waktu yang baik dalam menjawab soal di setiap sesinya.
Ketelitian dan ketenangan penting untuk dimiliki karena ketika menjalani tes, pikiran dapat kacau ketika pada salah satu sesi terdapat soal yang belum terjawab atau salah menjawab. Ketika hal tersebut terjadi, peserta perlu fokus dan tenang agar dapat mengerjakan soal di sesi selanjutnya dengan baik. “Selain melatih kemampuan bahasa Inggris, juga perlu melatih mental,”.
6. Riset Lembaga Tes IELTS
Terakhir, Zahra menyarankan agar calon peserta tes melakukan riset mengenai lembaga tes IELTS yang akan mereka pakai. Hal tersebut penting agar ketika tes tidak terjadi hal yang dapat merugikan peserta seperti kualitas speaker yang buruk, yang dapat berdampak pada skor listening.
Kemudian, juga perlu dipelajari target minimum yang ingin dicapai. Sehingga dapat memperkirakan skor minimal berapa saja yang harus diraih di setiap sesi tes. Zahra berpesan agar calon peserta bisa menyusun jadwal agar tidak terdistraksi lingkungan luar.
“Mereka harus disiplin belajar setiap hari agar mendapat hasil (IELTS) yang maksimal,” ujarnya.
Sumber: detik.com
Email: info@konsultanpendidikan.com

Biaya kuliah di Harvard Business School ini sekitar $98,400 pertahun (sudah termasuk biaya hidup).
Untuk beasiswa yang tersedia kalian bisa cek langsung ke
Berikut adalah beberapa kelas dari banyak kelas yang diambil Setiap MBA di HBS pada tahun pertamanya:
Jika kamu sekarang sudah di tahun tearkhir SMA atau sedang menempuh program diloma dan ingin kuliah di universitas luar negeri dalam bidang seni dan desain, maka kamu harus mulai menyiapkan yang namanya portofoliomu.
Dan inilah yang perlu kamu perhatikan dengan baik agar portofolio yang kamu buat bisa membantumu untuk masuk universitas luar negeri favoritmu.
Setelah kamu memutuskan jurusan dan institusi apa yang ingin kamu pelajari, langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana caranya menampilkan karya yang akan kamu serahkan. Tujuan portofolio adalah agar calon tutormu melihat sekilas tentang ide, konsep, cara kerja serta potensi yang kamu miliki.
Portofolio adalah suatu cara yang bisa digunakan untuk melihat karyamu dimana dengan portofolio ini kamu bisa menunjukkan kemampuan dan gayamu sendiri.
Berdasar universitas yang kamu pilih di luar negeri nantinya, portofolio biasanya dikirimkan sebelum interview atau kamu bawa saat interview. Selain itu, portofolio yang kamu buat juga harus mampu mempresentasikan ide dan skill-mu sendiri tanpa kamu mempresentasikannya secara verbal. Ini karena seringkali kamu mungkin tak akan bisa mempresentasikannya secara penuh saat interview.
Seorang lulusan seni dari Westminter University bernama ED Jpjm, mengatakan bahwa para tutor sama sekali tak memberimu kesempatan untuk berdiri dan menjelaskan apa sebenarnya dalam portofolio milikmu.
Karena itu portofolio yang kamu buat harus jelas, dengan atau tanpa penjelasan, referensi atau klarifikasi. Anotasi, dalam buku sketsa atau yang dilampirkan dalam karya yang kamu serahkan, harus menjelaskan dengan gamblang mengenai media, skala (jika portofolio merupakan kopian atau foto), tanggal pembuatan dan berbagai macam catatan lainnya.
Sebagai contoh, jika kamu memasukkan gambar manual dengan tangan kiri, maka pastikan ada penjelasannya dalam portofoliomu. Dengan begini calon tutor akan memahami karyamu dan kemampuan yang kamu miliki dengan lebih baik.
Selanjutnya sebelum menentukan karya apa yang ingin kamu buat sebagai portofolio seni, lebih baik kamu cek dengan teliti setiap persayaratan untuk masing-masing jurusan. Hal ini biasanya bisa kamu temukan pada situs resmi universitas. Dan jika masih ada yang kurang jelas, kamu bisa menanyakan via telepon atau email agar kamu mendapat informasi yang lebih jelas.
Pertanyaan yang diajukan saat penjurusan kadang bisa sangat banyak dan detail, tapi saat mendapat pertanyaan balik, pihak penjurusan akan menjawa seefisien mungkin. Tanya lebih jelas mengenai ukuran, media dan jumlah sekaligus kapan deadline-nya.
Jumlah karya bervariasi. Rata-rata sebuah portofolio seni terdiri dari 20 lembar, dengan kertas ukuran A3 sebagai ukuran yang paling sering digunakan. Akan tetapi tak berarti bahwa hasil kerjamu harus dibuat dalam satu ukuran. Hasil karya yang berukuran lebih kecil bisa dilekatkan dan hasil karya yang lebih besar bisa dalam bentuk foto atau print-out. Tentu saja pihak universitas tak akan suka jika kamu mengirimkan sebuah lukisan cat minyak berukuran 4 x 8 kaki ke kantor penerimaan mahasiswa baru.
Saat kamu menyerahkan portofolio seni ke universitas, bersiaplah bahwa portofoliomu tidak akan dikembalikan. Di webssite universitas-universitas seni, biasanya dicantumkan dengan jelas jika kamu mengirimkan portofolio seni via pos, maka sebaiknya kamu tak menyertakan aslinya. Ini karena pihak universitas menerima sangat banyak portofolio seni dan karenanya mereka tak menjamin bisa mengembalikan lagi padamu.
Karya yang paling baru seringkali dianggap sebagai poin yang paling penting karena dari situ para tutor bisa melihat ide, kemampuan, metode dan minatmu. Meski begitu, karya yang kamu sertakan dalam portofolio seni tak harus diurutkan secara kronologis. Yang paling bagus adalah menaruh karya terbaikmu di halaman awal portofolio.
Meminta saran dari guru atau tutormu yang masih mengajarmu juga penting. Mereka baisanya lebih tahu kelebihanmu dan selain itu mereka bisa jadi memberikan perspektif yang berbeda yang bisa membuat peluangmu diterima jadi lebih besar. Tentu saja, pada akhirnya semua akan kembali pada dirimu sendiri karena portofolio itu adalah milikmu dan harus mencerminkan dirimu secara jujur.
Bagi kamu yang ingin kuliah di negara berbahasa Inggris, biasanya akan diwajibkan mengikuti tes kecakapan bahasa seperti IELTS atau TOEFL. Untuk menentukan apakah kamu harus memilih IELTS atau TOEFL, kamu harus mengecek universitas yang ingin kamu masuki.
International English Language Testing System (IELTS) adalah salah satu tes bahasa Inggris yang sudah terkenal di seluruh dunia. Tes ini mencakup reading, writing, listening dan speaking yang dirancang untuk orang-orang yang ingin belajar atau bekerja di negara berbahasa Inggris. Biaya tes ini adalah sekitar $200, tapi lebih baik kamu mengeceknya di perwakilan-perwakilan terdekat di kotamu untuk mengetahui berapa jumlah pastinya dalam rupiah.
Buat kamu para pelajar yang ingin kuliah di luar negeri, utamanya di negara-negara berbahasa Inggris, atau bagi kamu yang ingin mengikuti suatu program dimana bahasa pengantarnya bahasa Inggris, biasanya akan dimintai untuk mengikuti tes bahasa seperti IELTS atau TOEFL ini. Kontak universitas atau sekolah yang ingin kamu masuki untuk menanyakan tes bahasa yang mana yang mereka inginkan. Atau, kamu bisa juga mengeceknya di IELTS Global Recognition System untuk mencari tahu sekolah mana saja yang menerima IELTS.
Jika kamu membutuhkan nilai IELTS, maka ketahuilah 3 hal ini terlebih dulu sebelum kamu mengikutinya.
IELTS sendiri merupakan singkatan dari Internatinal English Language Testing System. Ini merupakan sebuah test yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang. Adapun tujuan sesorang mengikuti ujian IELTS bisa dua, test pelatihan umum untuk melamar kerja dan test akademik untuk belajar (dalam hal ini study ke luar negeri). Antara test akademik dan test pelatihan umum pada dasarnya sama. Disini para peserta akan diuji kemampuan bahasa Inggrisnya melalui empat skil dasar yaitu mendengarkan (listening), membaca (reading), berbicara (speaking), dan menulis (writing). Antara test pelatihan umum dan test akademik pada dasarnya sama. Cuma, konten (isi) nya saja yang dikhususkan. Kalau test akademik kontennya lebih ke ranah akademik, sementara test pelatihan umum kontennya lebih kearah dunia kerja.
Contoh test IELTS speaking itu bisa kamu coba cek:
TOEFL itu singkatannya adalah Test of English as Foreign Language, dimana gunanya adalah buat mengukur sejauh apa sih kemampuan bahasa Inggris kalian. Terutama buat kalian yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu kalian.
Kemudian dibandingkan dengan