Mengenal Lebih Dalam Tentang Negeri Ginseng – Sistem Pendidikan Korea Selatan Part 2

Melanjutkan artikel:

Mengenal Lebih Dalam Tentang Negeri Ginseng – Sistem Pendidikan Korea Selatan Part 1

Di sana kalian sudah di temani Junpyoo dan Jinhoo untuk memperkenalkan sistem pendidikannya 😉

Kali ini, kita akan bahas soal sekolah menengahnya sampai ke sekolah tingginya >.<

Sekolah Menengah (Junghakgyo)

FLKoreankids1000-500x333

Sekolah menengah di Korea Selatan terdiri dari tiga kelas. Sebagian besar siswa masuk pada usia 12 atau 13 dan lulus pada usia 15 atau 16.

Pada umumnya, sama seperti di Indonesia~ sekolah menengah adalah sekolah peralihan dari anak-anak menuju dewasa.

Jadi di sekolah menengah pertama, siswa lebih disiplin dan harus mentaati peraturan sekolah serta lebih serius dalam pelajaran. Berbagai aspek kehidupan para siswa sangat dikontrol.

Seperti di sekolah dasar, siswa menghabiskan hampir sepanjang hari di kelas yang sama dengan teman sekelas yang sama, namun siswa memiliki guru yang berbeda untuk setiap mata pelajaran.

Wali kelas guru damim seonsaengnim memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan siswa.

Sebagian besar siswa sekolah menengah mengambil enam pelajaran sehari, dan di samping ini biasanya memiliki kelas pagi yang mendahului pelajaran reguler dan pelajaran ketujuh yang mengkhususkan diri dalam subjek ekstra.

Berbeda dengan sekolah tinggi, kurikulum sekolah menengah tidak berbeda jauh dari sekolah dasar. Matematika, Bahasa Inggris, Korea, studi sosial, dan ilmu pengetahuan membentuk mata pelajaran inti, dengan siswa juga menerima instruksi dalam musik, seni, PE, sejarah, etika, ekonomi rumah, teknologi, dan Hanja.Semua pelajaran reguler berdurasi sekitar 45 menit.

Sebelum sekolah, siswa memiliki kelas tambahan 30 menit yang dapat digunakan untuk belajar mandiri, menonton Sistem Siaran Pendidikan (EBS), atau untuk kegiatan pribadi dan administrasi kelas.

Dalam tahun terakhir, nilai ujian sekolah menengah menjadi sangat penting bagi siswa untuk masuk ke sekolah menengah atas, bagi yang nilainya mencukupi mereka dapat masuk sekolah tinggi (SMA) sedangkan nilainya kurang, mereka akan masuk ke dalam kejuruan (SMK).

Sekolah Tinggi (Godeunghakgyo)

school

Sekolah tinggi di Korea Selatan mengajar siswa dari kelas pertama (umur 15) hingga kelas tiga (umur 17), dan pada usia 18 atau 19. Sekolah tinggi di Korea Selatan dapat dibagi menjadi jalur khusus yang sesuai dengan minat siswa dan jalur karir.

Misalnya jalur khusus sains, bahasa asing, atau seni yang dimana para siswanya dapat mengikuti ujian masuk yang umumnya sangat kompetitif. Tipe lain dari sekolah tinggi termasuk sekolah menengah umum (publik) dan sekolah tinggi swasta, baik dengan atau tanpa ujian masuk.

Bahasa Inggris di sekolah menengah Korea sangat diperlukan untuk tujuan membantu siswa untuk memasuki universitas ternama di Korea maupun di luar negeri.

Kejuruan

100302_p03_vocation

Berbeda dengan sekolah-sekolah tinggi yang terfokus untuk mengirim siswanya ke perguruan tinggi, sekolah kejuruan lebih memfokuskan siswanya untuk bekerja setelah lulus.

Sekolah menengah kejuruan menawarkan program dalam lima bidang: pertanian, teknologi atau rekayasa, perdagangan atau bisnis, maritim atau perikanan, dan ekonomi.

Pada prinsipnya, semua siswa di tahun pertama (kelas 10) mengikuti kurikulum umum nasional. Dalam tahun kedua dan ketiga (kelas 11 dan 12). siswa akan mendapatkan kursus yang relevan dengan spesialisasi mereka. Dalam beberapa program, siswa dapat berpartisipasi dalam pelatihan kerja melalui kerjasama antara sekolah dan pengusaha lokal.

Fakta-fakta Pendidikan di Korea

tumblr_mamoy6ST3I1rsyypko1_1280

Para siswa sekolah tinggi di Korea Selatan memiliki waktu belajar dari jam 08:00 pagi sampai 09:30 atau 10:00 malam. Bayangkan, 14 jam berada di sekolah!

Tujuannya agar para siswa bisa masuk ke dalam perguruan tinggi favorit karena persaingan di negeri ini sangat kompetitif. Seakan belum cukup dengan sekolah formal, para siswa biasanya juga akan menghadiri lembaga pendidikan swasta (Hagwon).

Ini berarti para siswa sekolah tinggi rata-rata tidak pulang sampai tengah malam. Sedangkan bagi siswa sekolah menengah, pihak sekolah masih memberi toleransi dengan waktu belajar antara 08:00 pagi sampai 04:00 sore, dengan tambahan Hagwon sepulang sekolah.

Presentasi Power Point, USB dsb adalah hal-hal dasar yang digunakan dalam sistem pembelajaran SD-SMA. Ruang kelas dilengkapi komputer yang terhubung dengan sistem proyektor overhead atau layar datar LCD.

Ada rotasi mutasi guru setelah lima tahun mengajar. Hal ini dilakukan agar setiap guru mendapat kesempatan yang adil untuk mengajar di berbagai sekolah yang baik atau buruk.

Beberapa sekolah unggulan memiliki ruang praktek teknologi blue screen untuk membuat para siswa dapat berperan dengan layak. Ruangan itu juga dilengkapi dengan berbagai alat dan media untuk membuat akting itu terlihat nyata.

Hukuman fisik masih berlaku di Korea. Sistem pendidikan di sana memang sangat ketat dan keras. Bukan hal yang tabu jika guru melakukan kekerasan fisik untuk mendisiplinkan muridnya. Bahkan para orang tua tidak masalah dengan peraturan itu. Hanya saja saat ini hukuman fisik itu memiliki batasan yang lebih kuat.

Kebersihan sekolah adalah tanggung jawab murid. Sistem pendidikan di Korea Selatan mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab terhadap perawatan sekolah mereka. Sementara para petugas kebersihan melakukan tugas-tugas utama seperti membersihkan kamar mandi, membersihkan lorong, ruang kelas, tangga, para siswa diwajibkan memungut sampah di halaman sekolah setiap pagi sebelum bel berbunyi.

Siswa-siswa di Korea Selatan yang tidak kuat terhadap tekanan pembelajaran banyak yang melakukan bunuh diri. Terkadang, hanya karena nilai mereka yang menurun atau tidak lulus dalam seleksi perguruan tinggi, mereka menganggap bahwa diri mereka telah gagal dan tidak memiliki masa depan yang pasti.

Jadi mereka beranggapan kalau bunuh diri adalah solusi terbaik. -_-“

Para siswa di Korea menghabiskan sebagian waktunya di sekolah. Mereka belajar, makan, dan bergaul bersama. Sehingga banyak siswi yang juga membawa alat makeup ke sekolah, mereka saling membantu memoles wajah bersama. XD

Di Korea, wajib belajar itu cuma SD-SMP, tapi karena tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi, anak-anak mereka tetap di sekolahkan sampai jenjang paling tinggi yakni kuliah.

Saat memasuki SMA, sekolah tidak melarang siswa-siswanya memanjangkan rambut, mewarnai rambut, atau merias diri.

Nah, semoga pembahasannya membuat kamu lebih mengenal bagaimana pendidikan di Negeri Gingseng ini, mereka belajar dengan keras untuk dapat memasuki universitas idamanmu di Korea ya 🙂

Buat kamu yang bercita-cita untuk berkuliah di Korea Selatan, jangan mau kalah yaa, belajar yang tekun dan tetap semangat…

See you.. ^^

 

 

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

ACCESS EDUCATION 

Whatsapp :  0812 5998 5997

Line          :  accesseducation

Telegram  :  0812 5998 5997

Email :  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

 

 



Categories: Korea Selatan, Sistem Pendidikan

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: