Meraih Gelar MBA dari Universitas Ternama Dunia Tanpa Biaya!

MOOCbetterwordbubble Sepertinya ini bisa jadi kabar paling menggembirakan bagi kamu yang ingin meraih gelar S2 dalam bidang Administrasi dan Bisnis dari universitas elit dunia. Cukup dengan mengandalkan koneksi internet dan kedisiplinan diri serta tentunya niatmu untuk belajar, gelar MBA dari universitas dunia sekelas Stanford atau Wharton akan bisa kamu torehkan dalam riwayat hidupmu lho. Dengan opsi kuliah untuk meraih gelar MBA satu ini kamu tak perlu lagi menjalani masa kuliah selama dua tahun penuh dengan tumpukan buku dan diktat. Kamu juga tak perlu membayar biaya kuliah yang selangit mahalnya, uang asrama dan segala macam tetek bengek lainnya yang perlu kamu penuhi saat kamu memutuskan untuk melanjutkan studi S2. Opsi kuliah S2 satu ini tentunya sedikit berbeda dari kuliah S2 kebanyakan. Sebagaimana yang tadi telah disebutkan, kamu perlu mendisiplinkan diri sebaik mungkin. Sebagai hasilnya, begitu masa kuliah usai, kamu akan berhasil meraih gelar MBA dari universitas Ivy League yang dikenal di seluruh dunia itu. Dan sebagaimana yang disampaikan oleh penulis Poets&Quants, Jeff Schmitt, semua ini gratis! Terdengar mustahil? Terlalu mengada-ada? Mungkin iya. Tapi ini benar-benar nyata lho. Dan tak tanggung-tanggung, salah satu universitas bisnis terkemuka dunia—Wharton—memberikan opsi kuliah S2 gratis melalui MOOC. what-is-a-moocNah, penasaran ‘kan dengan MOOC. Dan pastinya MOOC ini bukanlah plesetan dari kata ‘mock’ yang berarti ‘ejekan’.   adalah kependekan dari Massive Open Online Courses—Kuliah Online Terbuka Global—yang merupakan kuliah online yang dapat diakses oleh siapapun dari seluruh penjuru dunia. Sebenarnya tak ada kata yang benar-benar tepat untuk menggambarkan apa itu yang disebut dengan MOOC. Intinya begini: kamu akan tahu apa itu MOOC setelah mengenalnya sendiri. Kebanyakan MOOC ditetapkan dalam jadwal yang sudah diatur ketat mulai tanggal mulai kuliah sampai tanggal selesainya. Meski demikian, ada juga beberapa MOOC yang memberikan keleluasaan untuk mengatur jadwal kuliah. Jadwal kuliah melalui MOOC ini bisa mengakomodasi ribuan orang tapi juga ada yang hanya bisa untuk komunitas tertentu saja. Kadang, pelajar yang mengikuti program MOOC ini bisa memeroleh tingkatan dan nilai tertentu seperti kuliah pada umumnya. Tapi kebanyakan para pelajar yang mengambil opsi MOOC ini hanya akan menerima sertifikat tanda penyelesaian kuliah. Ujian dalam program MOOC bisa dilakukan di bawah badan pengawas mahasiswa yang ditunjuk, tapi kebanyakan MOOC menggunakan sistem kehormatan. Kamu tidak akan diwajibkan untuk membeli buku teks wajib kuliah, meskipun kadang kamu mungkin akan diminta untuk mendownload e-book atau software tertentu. Meskipun MOOC adalah sebuah program kuliah jarak jauh, tetapi banyak pelajar yang membentuk komunitas berdasar asal daerah atau negaranya untuk mempermudah proses pembelajaran. Dengan fasilitas yang ditawarkan MOOC, mungkin akan timbul suatu pertanyaan besar: Apakah masih perlu kuliah di kampus? MOOC memang telah menunjukkan program kuliah internasional yang bisa diakses dari seluruh dunia oleh siapa saja yang memiliki jaringan internet. MOOC memang sebuah tawaran yang menggiurkan, ‘kan? Bayangkan jika kamu mengambil program MOOC setiap dua bulan sekali. Di atas kertas, kamu akan bisa meraih gelar MBA-mu dalam waktu yang sama dengan mereka yang menempuh kuliah MBA melalui jalur biasa. Nah, selanjutnya kamu mungkin perlu menanyakan hal ini pada dirimu sendiri? 1. Apakah isi kuliah melalui MOOC itu terjamin isinya? 2. Apakah sumber MOOC ini berasal dari pihak yang dapat dipercaya? Dan jawaban dari kedua pertanyaan ini adalah “YA”! MOOC benar-benar dapat dipercaya. Gelar MBA, mungkin saja, tak lagi menjadi sebuah gelar sarjana, melainkan sebuah portofolio. Dunia kerjalah yang akan menentukan apakah kamu memang pantas menyandang gelar MBA itu atau tidak. Karnanya, bagaimana kalau kita mempertimbangkan opsi MOOC ini dengan sebaik mungkin. Apalagi, selain fitur gratis yang ditawarkan, MOOC pun masih akan memberimu banyak keuntungan lainnya. Faktanya, tak akan ada orang yang peduli dimana kamu meraih gelar MBA-mu saat kau sudah bisa menunjukkan pada mereka kualitasmu. moocDengan meraih gelar MBA melalui MOOC ini, kamu akan menunjukkan pada perusahaan yang akan mempekerjakanmu kalau kau adalah pribadi yang disiplin, mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pemikir luas yang bisa dipercaya untuk bekerja secara mandiri. Dengan angka drop-out MOOC yang bahkan melebihi 90%, kamu juga akan menunjukkan kegigihanmu dalam menghadapi situasi sesulit apapun. Hal ini tentunya akan menjadi nilai lebihmu di mata dunia. Abaikan selentingan kabar yang mungkin mengatakan padamu kalau MOOC menggunakan kurikulum dan pengajaran kelas dua. Universitas-universitas ternama dunia justru menggunakan metode pembelajaran dan pengajar utama untuk MOOC ini. Di Yale, peraih Nobel, Robert Shriller, memberikan kuliah MOOC dalam mata kuliah Financial Markets pada bulan Februari. Hal yang hampir sama juga dapat kamu temui Universitas Columbia. Profesor Jeffrey Sach, yang merupakan penasihat khusus dari Sekretaris Negara Amerika Jendral Ban Ki-moon, memberi kuliah Sustainability dalam program MOOC yang dimulai pada bulan Januari. Kenapa para dosen elit dari universitas ternama itu mau memberikan kuliah dalam program MOOC yang notabene gratis? Apakah mereka tidak rugi? Bagi seorang pengajar yang berpikiran jauh ke depan, MOOC adalah sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan yang cukup menakjubkan. Seorang dosen bisa mengajar ribuan murid dalam satu kali kuliah, dan murid-murid itu dari seluruh dunia pula. Jumlah murid yang mereka ajar melalui program MOOC dalam satu kali kuliah bisa jadi setara dengan jumlah murid yang mereka ajar dalam satu tahun kuliah biasa, jika tidak lebih. Hal ini tentunya akan memberikan kebanggan tersendiri bagi setiap pengajar. Dan di atas semuanya, kalau kamu mau ambil program MOOC ini, kamu masih bisa bekerja dengan nyaman di tempatmu sekarang. Pengalaman bekerja bertambah, demikian juga dengan tingkat keilmuanmu di bidang bisnis yang pastinya akan semakin bagus begitu kamu berhasil menyelesaikan MOOC-mu dan meraih gelar MBA. Tak hanya itu, kamu pun akan bisa berhubungan dengan banyak orang dari seluruh dunia yang tentunya akan tambah memperluas wawasanmu. Jadi, tunggu apa lagi, segera cari informasi lengkap tentang MOOC ini. Pastikan kamu pun bisa menjadi bagian dari mereka yang sukses meraih gelar MBA dari universitas ternama dunia! graduation_blog_main_horizontal Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

15 Hal Penyebab Membengkaknya Biaya Kuliah di Luar Negeri

 taxis Berapa menurutmu biaya kuliah untuk program S1 di luar negeri? Ratusan juta pastinya. Well, jumlahnya tentu bervariasi berdasar kampus tempat kamu kuliah dan jurusan yang kamu ambil. Tapi, jika kamu menanyakan soal biaya kuliah pada mereka yang menyebut diri sebagai ahli pendidikan, maka kamu akan mendengar dari mereka kalau biasanya biaya kuliah S1 di universitas negeri berkisar antara 160 juta sampai dengan 200 juta rupiah. Dan untuk universitas swasta jumlahnya bisa melebihi 300 juta rupiah. Tentu saja, sekali lagi, itu semua tergantung tempat kamu kuliah. Semakin tinggi kualitas universitas tempatmu kuliah, biasanya biayanya pun semakin mahal. Kalau dirata-rata, mahasiswa S1 yang bisa menyelesaikan kuliahnya dalam 4 tahun harus membayar biaya kuliah sebesar 240 juta rupiah. Jumlah ini terdengar banyak sekali ‘kan? Tetapi asal kamu tahu, jumlah ini belum seberapa jika dibandingkan dengan jumlah total yang harus dibayar oleh para orang tua yang menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi. Jika kamu mau melihat lebih jeli jumlah biaya kuliah sebenarnya—yaitu jumlah biaya kuliah di balik label harga yang dipatok kampus yang bersangkutan—kamu akan mendapati bahwa total biaya kuliah S1 itu sangatlah mahal. Karenanya tak mengejutkan jika banyak perguruan tinggi memberikan informasi ‘sekilas’ tentang detail biaya kuliah mereka yang sebenarnya atau bahkan ada juga yang tak mencantumkannya sama sekali. 09-06-12-US-INDICATORS-CATALYSTS-DI-EDUCATION--Cost_Comparisons Dalam 30 tahun terakhir, biaya kuliah S1 telah naik sampai 3 kali lipat. Alasan kenaikan itu beragam mulai dari inflasi sampai uang gedung dan asrama yang naik sekitar 6,5% per tahunnya. Tetapi di atas semuanya itu, ada puluhan—kalau tidak ratusan—juta yang dibayar secara tidak tertulis oleh para orang tua untuk biaya kuliah anak-anak mereka. Jika banyak mahasiswa yang kuliah di universitas negeri berakhir dengan hutang kuliah yang cukup besar, sebenarnya penyebab utamanya bukan karena biaya kuliahnya, melainkan biaya hidup mahasiswa itu sendiri selama masa kuliah. Mahasiswa yang tinggal di asrama karena letaknya yang jauh dari rumah mereka, misalnya. Tak tanggung-tanggung, biaya hidup ini bisa jadi 3 sampai 4 kali lipat lebih banyak dari biaya kuliahnya sendiri lho.

Bebearapa Hal Yang Harus Dicermati Pengeluarannya

Jika dihitung-hitung, rata-rata biaya kuliah mencakup 15 macam kebutuhan para mahasiswa, termasuk di dalamnya kebutuhan transportasi (mungkin membeli mobil), maka akan didapat bahwa 600 juta rupiah yang harus dibayar untuk 4 tahun kuliah di universitas negeri bisa berubah menjadi lebih dari 1 milyar. Jadi, ada sekitar 400 juta lebih pembengkakan biaya kuliah. Nah apa saja sih yang menyebabkan biaya kuliah membengkak sampai sebesar itu? Berikut adalah hal-hal yang berpotensi untuk membuat biaya kuliahmu membengkak dengan hebatnya.
  • Buku teks wajib
$_35 Rata-rata mahasiswa membayar sebesar sekitar 10 juta rupiah per tahun untuk buku teks wajib perkuliahan. Jumlah ini naik sekitar 40% sejak tahun 200. Dengan begini, total biaya buku selama tahun ada sekitar 40 juta rupiah.
  • Biaya praktikum (laboratorium)
home_hero Bagi yang mengambil jurusan ilmu pasti, rata-rata biaya praktikum di lab berkisar sekitar 500 ribu rupiah per sesi. Jika kamu mengikuti praktikum sebanyak 3 kali dalam 1 semester maka dalam setahun kamu perlu membayar sekitar  3 juta rupiah atau 12 juta rupiah selama 4 tahun.
  • Biaya tutor
3674533_Psycho 20 Jika kamu menggunakan jasa tutor tambahan untuk membantumu menghadapi tes-tes yang sangat sulit seperti tes matematika, misalnya, maka biaya yang perlu kamu keluarkan bisa berkisar antara 300 ribu rupiah per jam sampai 2 juta rupiah per jam. Jika kamu membayar seorang tutor dengan bayaran medium maka jumlahnya sekitar 750 ribu per jam. Jika 1 semester kamu memerlukan 10 jam jasa tutor tersebut maka kamu pun perlu membayar sekitar 15 juta rupiah dalam setahun dan menjadi 60 juta rupiah untuk 4 tahun.
  • Dekorasi asrama
dorm1 Menurut majalah TIME, setiap mahasiwa menghabiskan 10 ribu dari 100 ribu miliknya untuk mendekorasi kamar mereka. Mereka bisa jadi menggunakan uang itu untuk membeli pakaian, buku sampai seperangkat komputer dan sound . Seorang mahasiswa bisa menghabiskan 15 juta sementara lainnya ada yang menghabiskan biaya sampai 30 juta untuk urusan membuat tempat tinggal mereka selama kuliah ini senyaman mungkin.
  • Ongkos pulang pergi
trolleyatnight Ongkos pulang pergi dari rumah ke kampus pun ternyata berpeluang untuk membuat anggaran biaya kuliahmu membengkak lho. Seorang mahasiswa bisa menghabiskan sampai sekitar 9 juta rupiah untuk ongkos pulang pergi selama 4 tahun ia kuliah.
  • Mobil
car-insurance-007 Kebutuhan mobil bisa dihindari sebenarnya. Tentu saja ini tergantung dirimu sendiri. Untuk mobil Honda Civic standar, misalnya, kamu mungkin perlu membayar sebesar 160 juta rupiah untuk mendapatkannya.
  • Ongkos parkir
cityofhamiltonparking Kedengarannya sepele, tapi ongkos parkir pun memengaruhi total biaya kuliahmu lho. Di beberapa kampus, ongkos parkir ini bisa mencapai 5 juta rupiah per semester atau 40 juta rupiah selama 4 tahun.
  • Laptop
MacorPC Kebutuhan akan laptop sepertinya tak terhindarkan dari dunia kuliah, iya ‘kan? Nah, untuk yang satu ini, biasanya laptop yang dipilih adalah yang memiliki kualifikasi cukup tinggi untuk menunjang tugas-tugas kuliah yang sering membludak. Untuk biaya membeli laptop bisa berkisar sekitar 10 juta rupiah.
  • Software dan aksesoris komputer
27771-45355_Electronics_Computers_POV_806x335 Banyak software dan aksesoris komputer perlu dibeli untuk meningkatkan kinerja komputermu. Jumlahnya bisa mencapai 3 juta rupiah.
  • Laundry
bachelor-laundry-615x461 Sekitar 10 juta rupiah perlu dibayarkan untuk ongkos laundry selama 4 tahun kuliah. Tentunya jumlah ini tergantung dengan selera berpakaianmu juga.
  • Layanan telpon selular
54d59da36e3d3def_shutterstock_106688465_1_.preview Yang satu ini—seperti halnya laptop—juga tak terhindarkan. Jika kamu menginginkan telpon seluler yang bagus, maka kamu pun harus siap membayar sekitar 2 juta rupiah. Dan ongkos operator telpon sendiri sekitar 800 ribu per bulan. Dengan jumlah seperti ini, dalam 4 tahun kamu perlu membayar sekitar 40 juta rupiah untuk layanan telpon selular saja.
  • TV Kabel/Internet
tv-hand-remote-shutterstock Layanan internet juga tak dapat dielakkan meskipun sudah ada layanan Wi-fi atau HotSpot di area kampus. Seperti yang mungkin kamu ketahui, kamu mungkin tak bisa benar-benar menggantungkan pada layanan internet gratis itu karena koneksinya yang tidak stabil. Nah untuk layanan internet pribadi kamu perlu membayar sekitar 18 juta rupiah selama 4 tahun, itu pun jika kamu patungan dengan teman sekamarmu.
  • Tiket
P4240077 Biaya tiket untuk mengunjungi orang tua atau menonton pertandingan olahraga entah untuk urusan tugas kuliah atau bukan, kamu mungkin perlu menganggarkan sebesar 17 juta rupiah.
  • Biaya kesehatan
442x295 Kamu juga perlu menganggarkan biaya sebesar 90 juta rupiah selama 4 tahun kuliah jika kamu tidak mempunyai asuransi kesehatan sendiri.
  • Biaya perkumpulan mahasiswa
12-bachelor-social-work-mark-gregory Tentunya kamu tak mau terkucil dari teman-temanmu ‘kan? Jadi, kamu mungkin perlu menyisihkan sekitar 80 juta rupiah untuk biaya perkumpulan mahasiswa selama 4 tahun kuliahmu. Itulah hal-hal yang berpotensi untuk membuat biaya kuliahmu membengkak berkali lipat. Perlu kamu ingat kelima belas hal tersebut masih dalam kategori umum. Mungkin masih ada biaya tambahan lainnya yang tidak terduga. Jadi, sebaiknya kamu pun perlu berhati-hati soal anggaran biaya kuliah S1 kamu, entah itu kuliah di luar negeri ataupun di dalam negeri. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami