Maryam Mirzakhani, Wanita yang Lahir di Zaman yang Tepat untuk Belajar

Fields-medalSetelah hampir 80 tahun akhirnya ada seorang wanita bernama Maryam Mirzakhani berhasil menyabet penghargaan Fields Medal. Pada upacara yang diadakan di Seoul Maryam Mirzakhani yang adalah seorang professor matematika dari Stanford University menjadi wanita pertama yang memperoleh penghargaan Fields Medal yang merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang matematika.

Penghargaan luar biasa bagi dunia matematika

Penghargaan ini dibuat pertama kali pada tahun 1936 oleh International Mathematical Union sebagai bentuk penghargaan bagi kerja yang luar biasa yang dilakukan sebelum usia 40 tahun. Setiap 4 tahun sekali ada 4 orang yang akan menerima penghargaan, dengan demikian total penghargaan yang sudah diberikan berjumlah 56 buah. Jadi kenapa perlu waktu sampai hampir 80 tahun bagi seorang wanita untuk menerima penghargaan bergengsi ini? Memenangkan Fields Medal bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia matematika adalah sama berharganya seperti seorang atlet yang menerima medali emas olimpiade atau memenangkan pertandingan Wimbledon secara beturut-turut selama beberapa tahun. Perlu tingkat kecerdasan yang sangat tinggi dan tingkat dedikasi yang luar biasa serta kemauan yang keras bagi seseorang untuk dapat memperoleh penghargaan ini. Kita tentu saja harus lahir dengan bakat yang baik dan saat bakat tersebut ditemukan kita harus dapat mengolah dan mengembangkannya. Selanjutnya kita perlu mendapatkan pendidikan yang terbaik agar dapat dilatih oleh orang-orang pada posisi paling atas dalam bidangnya. Langkah akhir yang harus dilakukan adalah menerapkan semua pengetahuan dan kecerdasan kita dengan penuh keyakinan dan dedikasi yang sangat tinggi.

Perjalanan wanita dari masa ke masa

launch_victorian_women Untuk dapat menjawab petanyaan mengapa perlu waktu sampai hampir 80 tahun bagi seorang wanita untuk menerima penghargaan bergengsi ini, maka kita harus kembali mengingat-ingat sejarah masa lampau. Sejak 200 tahun yang lalu atau bahkan sejak beberapa tahun yang lalu di negara yang lebih tertinggal, anak perempuan yang suka matematika harus belajar dari buku milik saudara laki-laki mereka secara diam-diam di malam hari pada saat seharusnya mereka tidur, dan jika mereka sampai ketahuan sedang belajar maka lilin penerangan yang mereka pakai akan disita. Contohnya adalah Sofia Kovalevskaya (lahir 1850 dan meninggal 1891) dan Mary Somerville (lahir 1780 dan meninggal 1872) yang harus belajar secara diam-diam untuk dapat mengembangkan bakatnya. Seratus tahun yang lalu beberapa perempuan dari kalangan bangsawan dapat melanjutakan pendidikan sampai ke universitas. Tetapi tidak ada yang mengharapkan perempuan untuk dapat memiliki karir yang serius. Namun beberapa perempuan seperti Dame Kathleen Ollerenshaw yang baru saja meninggal pada tanggal 10 Agustus 2014 ini berhasil melakukannya. NPG P564(18); Dame Kathleen Ollerenshaw (nÈe Timpson) by Nick SinclairPada tahun 1948 University of Cambridge akhirnya bersedia memberikan gelar pada perempuan. Meskipun demikian perlakuan tidak adil pada perempuan masih terus berlanjut sampai tahun enam puluhan. Meskipun beberapa professor memberikan dukungan penuh yang sangat baik bagi mahasiswa perempuan, namun masih saja ada yang secara terang-terangan mengutarakan keraguan mereka bahwa perempuan tidak mungkin dapat menyelesaikan permasalah matematika tingkat tinggi. Karena itulah banyak wanita yang harus mengatasi banyak anggapan dan asumsi negatif yang dibuat oleh orang-orang yang meremehkan dan tidak menganggap serius kemampuan perempuan. Dengan demikian generasi perempuan yang lahir setelah perang dunia kedua dan saat ini sedang memasuki masa pension benar-benar merupakan generasi pertama untuk perempuan yang dapat mengejar karir mereka dalam dunia matematika tanpa adanya halangan dari dunia pendidikan dalam perjalanannya. Jika kita menggabungkan sejarah yang ada dengan tingkat konsentrasi yang dibutuhkan oleh perempuan pada usia dua puluhan dan tiga puluhan, usia dimana seharusnya perempuan sedang ingin membangun sebuah keluarga, namun mereka juga ingin membangun 2 karir sekaligus dalam satu bidang yang sama sehingga mengharuskan mereka untuk terus-menerus melakukan perjalanan keliling dunia yang mungkin dilakukan bersama suaminya yang bisa menganggap atau tidak menganggap karir istri mereka sama pentingnya dengan karir mereka sendiri. Karena itulah kita bisa melihat dengan jelas kenapa perempuan kurang memiliki dukungan jaringan yang baik, panutan yang dapat ditiru serta kontak yang dibutuhkan oleh kebanyakan orang agar dapat mencapai posisi teratas. Sebagai tambahan dari halangan dalam dunia pendidikan, banyak perempuan yang harus mengatasi anggapan miring yang dibuat oleh orang-orang yang tidak menganggap perempuan dengan serius. 20644_235354984663_4743412_n Karena itulah Maryam Mirzakhani merupakan perempuan yang tepat pada saat yang tepat. Lahir dengan bakat matematika luar biasa pada saat dimana bakat tersebut dapat diolah sehingga berkembang. Guru-guru yang mengenali bakatnya serta teman sekolah laki-laki yang tidak mempertanyakan kemampuannya untuk bekerja dalam bidang dimana dibutuhkan kekuatan otak yang jenius sehingga ia memperoleh penghormatan yang baik. Sekaranglah saatnya bagi perempuan untuk bangkit dalam dunia pendidikan. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami