Hai..hai apa kabar? Kali ini Access bakal kasih kamu ulasan baru yang lebih fresh dari kemaren. Kamu pasti t au London kan? Yaa, kota pelajar yang satu ini memang terkenal banget dengan kampus-kampus terbaiknya seperti Oxford, Cambridge dan masih banyak lagi. Nah kali ini Access bakal ngulas tentang perbedaan dari United Kingdom, Great Britain, dan England. Mau tau ulasan tentang perbedaan United Kingdom, Great Britain dan England, ini dia ulasannya…
Sekilas tentang United Kingdom
United Kingdom atau yang biasa disebut Inggris ini ternyata buka sebutan untuk satu negara lho tapi untuk negara-negara. Tapi negara-negara yang ada dalam kawasan United Kingdom ini terdiri atas empat negara yaitu England, Scotland, Wales, dan Northern Ireland.
England atau yang biasa disebut negara Inggris ini adalah negara dengan populasi penduduk terbesar dan terpadat di Inggris dan disinilah terdapat ibukota Inggris yaitu London.
Next, disebelah utara Inggris ada Scotland atau Skotlandia dan disebelah baratnya ada Wales, dan Sekarang kita beralih ke pulau terbesar kedua di Britania Raya yaitu Republic of Ireland dan Northern Ireland. Walalupun 2 negara ini terpisah dari Inggris tapi mereka termasuk kedalam keluarga Inggris dan kelompok Uni Eropa tapi mereka semua memiliki parlemen dan pemerintah masing-masing, jadi ini yang bikin mereka unik.
FYI guys, Inggris itu sebenarnya adalah istilah politik untuk menyebut negara England, Scotland, dan Wales kecuali Irlandia Utara.
Inggris juga ternyata memiliki kepulauan yang punya julukan yaitu The Isle of Wight yang terdiri atas kepulauan Scilly dan kepulauan Lundy yang masih menjadi bagian dari Inggris seperti Hebrides, Shetland Islands, Orkney Islands, dan kepulauan dari Clyde.
Sebagai negara dengan pemerintah monarki yang di kepalai oleh seorang ratu, kamu bisa intip gimana teraturnya, lengkapnya dan bersihnya kehidupan serta fasilitas di London. Hal ini juga yang membuat Inggris khususnya London sebagai kota dengan biaya hidup termahal kedua di dunia.
Buat kamu yang mau banget kuliah di Inggris, don’t worry bakal bosen sama suasana disana karena pemandangan dan wisata disana bener-bener menakjubkan dan bikin kamu bakal betah tinggal disana. Kamu bisa jalan-jalan ke istana Buckingham, London eye, Westmintster street dan liat gimana megahnya jam terbesar yang ada di London. Kamu juga bisa ngerasain naik bus tinggkat ala Inggris beneran lho.
London Eye
So negara si Prince William ini bisa kamu jadiin referensi buat melanjutkan studi luar negeri kamu. 🙂
Keuntungan Hidup dan Sekolah di London
London, Kota Terbaik untuk Pelajar: Benarkah?
15 Fakta Unik Kota Pelajar di Eropa, London
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com










Selain di bidang kreatif media, meski tidak terlalu banyak, lulusan musik juga bekerja di bidang keuangan, perbankan, hukum dan konsultasi. Menurut Dr Robert Adlington, seorang dosen musik di University of Nottingham, kesuksesan dan bervariasinya bidang pekerjaan yang bisa dimasuki oleh jurusan musik adalah sebagai hasil dari tingginya keahlian yang dikembangkan oleh siswa jurusan musik selama masa studi mereka.
Pada tahun 2011, Confederate of British Industry menguraikan 7 skill yang menentukan peluang kerja: manajemen diri, team work, pengetahuan bisnis dan konsumen, problem solving (penyelesaian masalah), komunikasi, numerasi dan skill IT.
Adlington mengatakan bahwa siswa jurusan musik mengembangkan 7 skill ini. Berdasarkan hal ini, maka dapat disimpulkan bahwa lulusan musik adalah yang paling berpeluang bekerja di antara lainnya.
Sementara beberapa di antara skill tersebut dimiliki juga oleh siswa jurusan lainnya dari berbagai program studi—seperti misalnya team work, komunikasi dan manajemen diri—Adlington menunjukkan bahwa siswa musik memiliki kelebihannya sendiri.
Pengalaman siswa musik dalam mengorganisir, mengelola dan menampilkan diri dalam berbagai acara di depan publik membuat mereka memiliki keahlian melebihi siswa-siswa dari prodi lainnya. Sedikit jurusan yang memerlukan pengetahuan konsumen atau interaksi dengan publik, misalnya.
James Lister memelajari musik di University of Nottingham, tapi sekarang ia bekerja di bidang hukum di firma Charles Russel. Gelar sarjananya dalam musik “mengajarkannya keseluruhan hal yang tak akan ditemukan di tempat lainnya” seperti halnya public speaking dan self-expression. Menurut Lister, hal ini selain merupakan aspek analitis tinggi dalam sarjana musik, yang memungkinkan lulusan musik untuk membca, meggali dan membentuk pendapat dari serangkaian besar informasi, sangat membantunya dalam transisinya bekerja di bidang hukum.
Peluang kerja lulusan musik sepertinya akan semakin meroket. Selain mengcover elemen dasar yang biasanya dikuasai sarjana musik—seperti misalnya komposisi, performansi, teori, sejarah musik dan lain sebagainya—modul baru kuliah musik fokus pada bagaimana agar lulusan musik bisa mendapatkan peluang karir yang lebih baik.
“Para siswa tentu tak ingin menjadikan masa depannya terombang-ambing,” ucap Adlington, menyiratkan bahwa keterserapan lulusan musik di dunia kerja adalah salah satu hal inti.
Prospek karir yang sama menjanjikannya juga bisa diperoleh oleh yang mengambil jurusan musik di universitas dengan kurikulum pembelajaran yang lebih modern dan lebih menekankan pada praktik. SAE Institute (sebelumnya dikenal dengan School of Audio Engineering) menawarkan kelas musik yang menekankan nilai produksi dan mengajarkan siswanya standar profesi di dunia musik.
Salah satu lulusan terbaik SAE pada program studi audio production, Jordan O’Shea, mengatakan bahwa institusi tempatnya kuliah itu melacak jalur karirnya, membuatnya bisa lebih terbantu. Dia mengatakan bahwa kalau tanpa SAE, dia mungkin belum bisa melakukan perekaman albumnya sendiri. SAE mengubahnya dari seorang produser kamar menjadi seorang yang siap bersaing di kancah musik yang lebih luas.
“Tentu saja tak ada jaminan bahwa selanjutnya kamu bisa memproduseri artis sekelas Adele,” tambah O’Shea.
Siswa jurusan musik diajarkan untuk tidak bergantung pada akses studio saja, atau dukungan atau bantuan dana dari label rekaman. Sejak lulus SAE, O’Shea telah merancang untuk membangun studio miliknya sendiri.
Kesuksesan dari banyak siswa musik tersebut menunjukkan bagaimana perubahan yang terjadi dalam kancah industri musik dewasa ini. Kita bisa melihat bagaimana seorang musisi memproduksi dan mempublikasikan diri mereka sendiri. Dengan adanya internet yang semakin booming, publikasi jauh lebih mudah. Distribusi dan prosmosi juga lebih lancar.
Pendek kata, jurusan musik benar-benar menjanjikan banyak hal menarik disamping peluang karir yang luas dan meyakinkan. So, masih ragu kuliah musik?