Dia pun membagikan kunci suksesnya kepada kita semua. Agbafe menyatakan kunci suksesnya adalah “always stay positive, stay focused, stay humble, stay hungry “ baginya keempat hal itulah yang telah membawa dia diterima di delapan kampus paling bergengsi di dunia.
Awalnya, ia mendaftar di 14 kampus yang delapan diantaranya adalah Ivy League. Agbafe menyatakan jika kita melihat rata-rata penerimaan mahasiswanya, sangatlah sulit untuk bisa diterima satu kampus saja.
Selain itu ia juga menyampaikan bahwa keberhasilannnya saat ini juga didukung oleh keluarganya, teman-temannya, dan komunitasnya juga. Walaupun semua kampus Ivy Leagua mengumumkan penerimaan mahasiswa baru dalam waktu yang relatif sama, tapi Agbafe belum mengetahui bahwa dirinya diterima di delapan Ivy League.
Dari kedelapan kampus terbaik itu, dirinya masih belum memilih yang mana. Kemungkinan besar yang akan ia pilih adalah Harvard, Yale atau Stanford. Pria berumur 17 tahun ini memiliki cita-cita untuk menjadi neurosurgeon setelah lulus nanti. Ia terinspirasi setelah melihat J. Fox dalam “Back to the Future”.
Sama seperti mahasiswa lain yang juga diterima di delapan kampus Ivy League, Agbafe adalah juga seorang imigran. Ibunya berasal dari Nigeria. Tapi hal tersebut tidak meyulutkan semangatnya untuk berjuang hingga di terima di Ivy League.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Published by