Berhasil Kuliah di MIT Kampus Terbaik Dunia

mldspot.jpg

Nadia Amalia berhasil menempuh pendidikan Master of Finance di universitas terbaik dunia MIT. Dia adalah alumni prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI program S1. Bagaimana kisahnya berhasil masuk dan lulus MIT?

Ketertarikan Nadia berawal dari melihat serunya aktivitas di Wallstreet. Bagi Nadia, melihat industri keuangan di Wall Street banyak diisi pria dalam berbagai film membuatnya tertarik membuktikan perempuan juga bisa berdaya di distrik keuangan Amerika.

Nadia didukung keluarganya untuk menekuni bidang keuangan. Dia mulai ikut training saham dan meriset pendidikan yang baik untuk bidang kesukaannya itu di Amerika. Riset tersebut menunjukkannya pada Massachusetts Institute of Technology (MIT).

“Muncullah MIT sebagai kampus yang memiliki jurusan terbaik di finance. Saat buka website, (tertulis mahasiswa akan) belajar dari peraih nobel, memiliki klub finance, (kampus menyediakan) ada inkubator bisnis, dan ada financial aid (bantuan keuangan) untuk (mahasiswa program) undegraduate. Tapi susah banget masuknya,” kata Nadia dikutip dari kanal Youtube Nadia Amalia yang diupload 19 Mei 2020.

Nadia menuturkan, seperti perguruan tinggi lainnya di Amerika, MIT mencari mahasiswa yang aktif dan pintar. Adapun komponen aplikasi MIT di antaranya terdiri dari informasi biografi, esai, aktivitas, dan akademik, evaluasi guru matematika atau sains, evaluasi guru bahasa atau ilmu sosial dan humaniora, rapor sekolah, termasuk transkrip nilai SMA, skor tes SAt atau ACT, dan skor TOEFL (opsional).

“Kebetulan aku bukan keduanya, bukan pintar dan aktif. Boro-boro 10 besar, organisasi enggak aktif, aku introvert, sukanya baca komik, enggak aktif, dan kurang pintar,” katanya.

Nadia menuturkan, setelah membaca komponen aplikasi MIT, ia menyusun strategi untuk membuktikan dirinya layak masuk kampus terbaik dunia tersebut. Strategi pertama Nadia yaitu membuktikan dirinya cukup pintar dan berbeda.

“Aku harus buktikan aku pintar, tapi juara satu yang mau masuk MIT pasti banyak, jadi biar beda aku ikut olimpiade. Mereka (mahasiswa MIT) rata-rata juara olimpiade nasional dan olimpiade internasional. Tapi kupikir mungkin aku anaknya ga saintek banget, jadi aku ikut olimpiade ekonomi nasional dari Kemendikbud,” kisah Nadia.

Ia bercerita, saat itu banyak orang yang menyebutnya nekat dengan strategi dan cita-citanya masuk MIT. Kendati demikian, alumni SMA Islam Al Azhar 1 Jakarta tetap fokus belajar hingga berhasil menyabet medali emas bidang ilmu ekonomi.

“Jadi aku mati-matian setahun isinya hapalan dan rumus ekonomi, ke mana-mana bawa buku poket ekonomi, alhasil aku jadi juara. Jadi aku ikut banyak lomba utuk enhance aplikasi aku ke MIT,” kata Nadia.

Ia menuturkan, adapun untuk memperlihatkan sisi keaktifannya pada aplikasi MIT, ia ikut berbagai organisasi di sekolah hingga berbagai kampanye siswa, seperti masuk OSIS, MPK, dan kampanye HIV AIDS berbahasa Inggris.

“Untuk masuk MPK itu harus pidato di depan tiga angkatan. Rasanya mau muntah pas ngomong. Tapi dari situ aku ngerasa (perjuanganku) udah cukup,” kata Nadia.

Nadia mengatakan, kendati sudah berusaha, perjuangannya rupanya berhenti untuk program S1. Beberapa di antaranya karena tidak menempuh tes SAT (Scholastic Assessment Test) untuk admisi kampus.

“Awalnya super sedih, tapi jadi penyemangat aku. Jadi (saat S1), aku planning S2 mau di mana, salah satunya di MIT,” katanya.

Ia menuturkan, untuk menyiapkan diri masuk MIT pada program S2, pada dasarnya ia merangkai cerita yang diharapkan kampus dari sebuah aplikasi calon mahasiswanya. Nadia mengatakan, ia pun menjelajahi berbagai akun LinkedIn mahasiswa atau alumni di MIT untuk melihat pengalaman apa saja yang ditempuh seseorang untuk dapat dicantumkan dan masuk MIT.

“Di jurusan pilihanku, ternyata enggak ada alumni asal Indonesia. Lalu rupanya mereka ikut lomba dan intership di bidang finance. Aku dari Ilmu Ekonomi, sebelumnya enggak ada menilai perusahaan dan investasi (seperti di bidang ilmu keuangan). Jadi aku daftar di lebih 50 perusahaan. Dari situ bisa minta rekomendasi,” kata Nadia.

Nadia menjelaskan, universitas terbaik MIT meminta pelamar untuk mencantumkan 3 nama rekomendasi dari orang-orang yang bergelut di bidang keuangan. Ia mengatakan, untuk itu, ia berupaya tetap membina hubungan baik dengan para atasannya semasa kerja magang.

Ia bercerita, dirinya belajar bahasa Inggris mandiri untuk persiapan tes. Di sisi lain, ia mengaku cukup terkendala belajar untuk tes karena waktu kerja tidak jarang hingga malam hari.

Nadia menuturkan, untuk menyiasati ini, ia mencoba menonjolkan sisi pengalaman dan rekomendasi yang dimilikinya.

“Pas submit, aku di-interview dan tes matematika on the spot di Singapura. Sebulan dari situ, aku kaget karena diumumkan masuk dengan mendapat fellowship,” kata Nadia.

Ia menuturkan, pengalamannya menunjukkan bahwa MIT dan sebuah kampus juga melihat berbagai sisi menonjol yang ditawarkan calon mahasiswanya saat melamar masuk.

“Meskipun aku enggak jenius, segala macam cara aku gunain. Jadi aku coba apapun yang aku bisa di strategi aku. Jadi kita bisa masuk dengan planning yang baik, segalanya mungkin. Universitas melihat semua aspek, jadi kasih lihat aspek yang kamu bisa perform,” pesan Nadia

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

THE Young University Rankings 2021

istn.jpg

Daftar THE Young University Rankings 2021 berisi perguruan tinggi terbaik dunia yang didirikan antara tahun 1971 hingga 2021. Adapun Telkom University didirikan pada 2013 sebagai penggabungan dari empat perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).

Pemeringkatan THE Young University Rankings 2021 disusun berdasarkan 13 indikator kinerja seperti flagship THE World University Ranking, namun tidak memberi banyak porsi ke indikator reputasi. Indikator kinerja universitas dikelompokkan ke dalam lima area, yaitu teaching (lingkungan belajar), research (volume, income, dan reputasi), citations (pengaruh riset); international outlook (staf, mahasiswa, dan riset), serta industry income (knowledge transfer).

Pada indikator tersebut, Telkom University mencapai skor teaching 17.1, research 12.6, citations 22.2, international outlook 15.5, serta industry income 33.8.

Sebelumnya pada pemeringkatan THE World University Ranking, Telkom University meraih peringkat 9 besar universitas terbaik di Indonesia. Dalam pemeringkatan tersebut, Tel-U merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta, bersanding dengan UI, ITB, Unibraw, Undip, UGM, IPB University, Unpad, dan ITS.

Adapun 10 besar universitas ‘muda’ THE Young University Rankings 2021 diraih oleh banyak perguruan tinggi Asia Timur, khususnya Korea Selatan. Berikut daftar 10 universitas terbaik dunia versi THE Young University Rankings 2021:

1. Nanyang Technological University, Singapura
2. Paris Sciences et Lettres – PSL Research University Paris, Prancis
3. Hong Kong University of Science and Technology, Hong Kong
4. Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Korea Selatan
5. City University of Hong Kong, Hong Kong
6. Maastricht University, Belanda
7. Sant’Anna School of Advanced Studies – Pisa, Italia
8. Pohang University of Science and Technology (POSTECH), Korea Selatan
9. University of Technology Sydney, Australia
10. Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST), Korea Selatan

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Sekolah dengan Biaya Termahal – SPP hingga Rp 350 Juta

1. Global Jaya School

Pembayaran SP hanya berlaku bagi siswa kelas 1-12, tidak ada pembayaran biaya SP bagi TK dan penerimaan. Berikut ini rincian pembayaran SP di antaranya adalah sebagai berikut:

– SP untuk 1 tahun: Rp 23 juta; atau
– SP untuk 6 Tahun: Rp 98,8 juta.

Adapun rincian biaya SPP berikut dengan kedua opsinya adalah sebagai berikut:

a. Opsi 1 (dilakukan per semester atau 3 bulan)
– TK-A: Rp 17,4 juta
– TK-B: Rp 17,4 juta
– Kelas 1-6: Rp 29,1 juta
– Kelas 7-10: Rp 33,9 juta
– IB Diploma Kelas 11-12: Rp 40,8 juta

b. Opsi 2 (dilakukan setahun dan diskon satu bulan)
– TK-A: Rp 63,8 juta
– TK-B: Rp 63,8 juta
– Kelas 1-6: Rp 106,7 juta
– Kelas 7-10: Rp 124,3 juta
– IB Diploma Kelas 11-12: Rp 149,6 juta

Biaya tambahan lainnya dikenakan untuk pembelian seragam sebesar Rp 700.000 untuk 3 set seragam sekolah, satu sweater dan satu seragam PE (olahraga). Kegiatan olahraga dan after school (sepulang sekolah) dari penyedia luar akan dikenakan sejumlah biaya tergantung pada aktivitasnya.

2. SMA Dwiwarna (Boarding School)

SMA Dwiwarna terletak di Parung, Bogor, Jawa Barat menawarkan fasilitas asrama untuk siswanya. Sekolah ini juga mengusung bahasa Asing di antaranya bahasa Inggris, Jerman, dan Jepang.

Untuk mendaftar sebagai siswa baru di sekolah ini akan dikenakan biaya sebesar Rp 2,5 juta. Bagi peserta yang lulus tes seleksi akan kembali dikenakan biaya uang pangkal atau uang gedung, uang seragam dan buku paket, dan SPP perbulan.

Berikut ini rincian pembayaran bagi siswa baru SMA Dwiwarna.

a. Uang pangkal atau uang gedung Rp 60 juta dapat dibayarkan 3 tahap, yaitu:
– Tahap I: Rp 30 juta (saat dinyatakan lulus);
– Tahap II: Rp 20 juta (bulan Desember 2021);
– Tahap III: Rp 10 juta (bulan Maret 2022).

b. Uang seragam dan buku paket Rp 4,5 juta (dibayarkan satu kali untuk tiga tahun);

c. SPP perbulan Rp 6,5 juta dan paling lambat dibayarkan pada tanggal 10 setiap bulannya.

3. New Zealand School Jakarta

New Zealand School Jakarta (NZSJ) terletak di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sekolah ini mengadopsi kurikulum Selandia Baru (New Zealand Curriculum, NZC) yang lengkap dan progresif kepada siswa dari semua negara yang tinggal di Jakarta, Indonesia.

Untuk pendaftaran pertama bagi siswa baru di sekolah ini akan dikenakan biaya sebesar RP 4 juta untuk tahun awal dan Rp 5 juta untuk siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah.

Selain itu, siswa sekolah NZSJ akan dikenakan Biaya Pengembangan Tahunan (BPT) yang dibayarkan untuk satu tahun penuh dan juga biaya SPP. Atau dibayarkan secara prorata per tiga bulan apabila siswa bergabung di NZSJ di tengah tahun akademik yang berjalan.

Dikutip dari laman resminya, berikut total biaya untuk siswa Indonesia di NZSJ:
a. Opsi Tahunan
– Playgroup: Rp 48,7 juta
– TK: Rp 84,9 juta
– Kelas 1-6: Rp 195,6 juta
– Kelas 7-9: Rp 199,4 juta

b. Opsi Setengah Tahun
– Playgroup: Rp 50,9 juta
– TK: Rp 89,1 juta
– Kelas 1-6: Rp 203,3 juta
– Kelas 7-9: Rp 207,2 juta

c. Opsi Per Semester
– Playgroup: Rp 53,3 juta
– TK: Rp 93,3 juta
– Kelas 1-6: Rp 210, 9 juta
– Kelas 7-9: Rp 215,2 juta

Biaya tambahan lainnya akan dibayarkan secara terpisah, seperti bis sekolah, katering/kantin, seragam, ekstra kurikuler dan biaya ujian untuk siswa SMP.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami