Jurusan Kuliah Terpopuler di Dunia

grademiners.png

Jurusan kuliah umumnya dipilih berdasarkan keinginan atau minat yang dimiliki. Namun, ada beberapa jurusan yang dipilih karena populer di dunia sekaligus memiliki karier menjanjikan di masa depan. Peluang kerja yang melimpah dan gaji entry-level yang tinggi membuat jurusan kuliah tertentu lebih populer dan menarik.

Gelar bisnis dan kesehatan yang mencakup hampir sepertiga dari semua gelar sarjana di dunia. Kedua bidang tersebut terus mengalami pertumbuhan lapangan kerja sehingga memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Berikut daftar jurusan paling populer di dunia:
1. Bisnis
Jurusan Bisnis menjadi salah satu gelar sarjana paling populer di dunia. Seperti di Amerika Serikat misalnya, hampir 1 dari 5 gelar sarjana, atau 390.600 merupakan bidang bisnis pada tahun 2018-2019.

Mahasiswa yang menempuh jurusan bisnis umumnya mempelajari konsep multidisiplin sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan berpikir kritis yang kuat.

2. Kesehatan
Setelah masa pandemi, banyak orang akan menyadari pentingnya mempelajari bidang kesehatan. Sejak dulu ketika manusia bertambah usia, mereka mulai bergantung pada perawatan kesehatan.

Tuntutan kondisi tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa jurusan yang berhubungan dengan kesehatan termasuk di antara gelar yang paling populer.

Menurut Pusat Statistik Pendidikan Nasional Amerika (NCES), perguruan tinggi memberikan 251.400 gelar sarjana dalam profesi kesehatan dan program terkait pada 2018-2019.

3. Ilmu Sosial dan Sejarah
Untuk membantu memenuhi permintaan yang terus meningkat akan kehidupan, ahli fisika, dan ilmu sosial, maka semakin banyak mahasiswa yang belajar jurusan ilmu sosial.

Data NCES menunjukkan bahwa 160.600 gelar dalam ilmu sosial dan sejarah diberikan oleh perguruan tinggi pada 2018-2019. Ini berarti hampir 1 dari 10 siswa mengambil jurusan ilmu sosial.

Jurusan ilmu sosial sarjana umumnya mengambil pendekatan interdisipliner, menggabungkan topik-topik seperti ekonomi, sosiologi, dan sejarah.

4. Engineering
Berkembangnya teknologi yang terus meningkat membuat permintaan akan lulusan teknik banyak dibutuhkan. Bahkan ada tahun 2019, sekitar 126.700 mahasiswa di Amerika memperoleh gelar sarjana teknik.

5. Fashion
Melansir laman ehef.id, jurusan kuliah satu ini mungkin kurang populer di Indonesia. Namun dalam skala dunia, jurusan ini memiliki peminat yang cukup tinggi dengan prospek karier yang cukup menjanjikan.

Jurusan ini sangat berhubungan dengan tren, pakaian, dan aksesori mode hingga industri majalah fashion. Karier lulusan ini adalah menjadi perancang busana, jurnalis mode, kritikus mode, dan manajer merk.

6. Hukum
Tak bisa dipungkiri hukum menjadi unsur penting dalam berbagai lini kehidupan. Baik untuk menetapkan standar, maupun dalam konteks manajerial.

Hal itu menjadi alasan mengapa jurusan hukum cukup populer di kalangan pelajar sedunia. Adapun karier setelah lulus yang menantimu di antaranya jaksa, pengacara, hakim, dan sebagainya.

7. Psikologi
Dengan meningkatnya jumlah orang dengan kondisi kesehatan mental, semakin banyak yang meminta bantuan psikolog.

Jurusan psikologi biasanya berfokus pada metode penelitian, analisis statistik, dan proses kognitif. Program pascasarjana juga biasanya mencakup pengalaman klinis yang diawasi.

Sementara karier sebagai psikolog klinis umumnya membutuhkan gelar doktor, gelar sarjana dalam bidang psikologi dapat membuat kamu memenuhi syarat untuk peran dalam bisnis dan pendidikan.

8. Komunikasi dan Jurnalisme
komunikasi atau jurnalisme membantu mahasiswa mempelajari keterampilan yang dapat dipasarkan seperti menulis, mengedit, dan berpikir kritis.

Kedua bidang itu mempersiapkan mahasiswa untuk berkarier dalam bisnis, pemasaran, dan menulis. Bidang ini sangat dibutuhkan di masa depan mengingat dunia teknologi dan bisnis membutuhkan ahli menulis dan komunikasi yang baik.

9. Seni Visual dan Pertunjukan
Bagi banyak orang, mengejar karier di bidang seni bukanlah tentang keuntungan finansial dan lebih banyak tentang penghargaan intrinsik.

Menariknya, lulusan jurusan seni memiliki kemampuan membangun keterampilan kreatif, kolaboratif, dan manajemen waktu. Mahasiswa nantinya bisa memiliki karier di studio ataupun laboratorium seni.
10. Ilmu Komputer
Kemampuan teknologi sedang dibutuhkan di mana-mana. Bahkan bisnis mencari ahli komputer terlatih untuk memecahkan masalah teknis dianggap sanggup meningkatkan efisiensi perusahaan.

Maka dari itu, jurusan ilmu komputer menjadi populer di dunia karena memiliki kemampuan terhadap informasi, pemrograman, struktur data, dan dasar-dasar sistem operasi.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Artis Bergelar S1 di Inggris & S2 Awardee LPDP

denotasi.jpg

Meski sejak kecil terjun ke dunia tarik suara, Gita Gutawa tidak pernah mengesampingkan pendidikannya. Bahkan putri dari komposer musik Erwin Gutawa ini, telah berkomitmen sejak awal agar kariernya tidak menganggu sekolah.

“Saat aku masih sekolah dan nyanyi di waktu yang bersamaan, mengatur waktu bukan hal yang gampang. Prinsipnya, aku tidak mau kegiatan menyanyiku mengganggu sekolah, jangan sampai bolos kalau ga penting atau ga sedang sakit,” ungkapnya.

A. Manajemen waktu dalam belajar
Komitmen Gita dalam bermusik dan berpendidikan terbukti berhasil dengan selalu menjadi juara umum saat sekolah dan juga sempat didaulat menjadi Duta Pendidikan di tahun 2009. Bahkan Gita selalu belajar saat berada di belakang panggung.

“Senin sampai Jumat sekolah, terus weekend nyanyi. Untuk hari-hari biasa bisa juga manggung, cuman harus skala acaranya besar dan di Jakarta. Dalam sebulan aku selalu minta satu ‘weekend’ untuk main dan jalan-jalan sama teman,” katanya.

B. Berhasil kuliah S1 di Inggris
Dengan komitmen terhadap pendidikan yang kuat, akhirnya selepas lulus dari SMA Bina Nusantara, Gita memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S1 di luar negeri.

Gita mengaku sejak kecil memang ingin sekali kuliah di UK. Jadi dia akhirnya kuliah di University of Birmingham, Inggris dengan mengambil Jurusan Ekonomi.

“Dulu waktu kecil, sewaktu masih SD, pernah ikut Papa ke UK dan terus terang tertarik banget untuk kuliah di sini. Dalam hatiku berkata ‘one day’ aku harus kuliah di UK” ujarnya.

C. Sempat mendaftar ke Oxford dan LSE
Sebelum diterima Birmingham, Gita sempat mendaftar ke lima kampus di UK di antaranya ada Oxford University dan London School of Economics and Political Science (LSE). Namun, sayangnya ia belum memenuhi persyaratan sehingga tidak berhasil lolos.

Mesti begitu ia tetap berpikir positif dan berusaha semaksimal mungkin. Dengan belajar maksimal di Birmingham University, Gita berhasil menjadi mahasiswa berprestasi di jurusannya.

D. Lanjut S2 dengan beasiswa LPDP
Setelah lulus S1 Gita tidak langsung kembali ke dunia hiburan, tetapi melanjutkan pendidikan masternya di London School of Economics and Political Science, Inggris.

Bahkan ia berhasil kuliah S2 tersebut dengan beasiswa LPDP dan mengambil jurusan Culture and Society.

Hal itu memang keinginan Gita untuk melanjutkan pendidikan agar terus belajar di bidang lain dan bisa mengembangkan diri.

“Walaupun aku mungkin sudah punya ‘karier’, aku rasa banyak hal yang tetap harus aku kembangkan. Bahkan akhirnya untuk kuliah, aku justru memilih jurusan di luar musik,” terangnya.

Menurut Gita, bagi calon mahasiswa yang ingin meraih cita-cita harus memiliki tekad kuat dan berani mencoba karena hal itu penting untuk bermimpi.

“Jangan takut untuk meraih cita-cita. Kalau punya cita-cita langsung tekadkan saja. Jangan takut untuk bermimpi!” ungkapnya.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Negara dengan Kualitas Pendidikan Terbaik

maccopy.png

Pendidikan merupakan salah satu hal penting yang bisa meningkatkan kesejahteraan suatu negara. Dalam hal ini, kualitas pendidikan tiap negara bisa ditentukan dari survei global.

Pemeringkatan tersebut dihimpun pada tahun 2021 dan dibentuk oleh unit perusahaan komunikasi dan The Wharton School dari University of Pennsylvania. Penelitian dilakukan dengan survei lebih dari 17.000 warga global dari empat wilayah untuk menilai persepsi dari 78 negara pada 76 metrik yang berbeda.

Berikut daftar negara dengan kualitas pendidikan terbaik menurut US NEWS.

10 Negara dengan Kualitas Pendidikan Terbaik:

1. Amerika Serikat
Selama dua tahun berturut-turut, Amerika Serikat tetap menjadi negara terbaik No. 1 untuk pendidikan. Sistem pendidikan publik di AS sebagian besar didanai melalui pajak properti federal dan negara bagian. Siswa maju melalui 13 kelas, dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah, dan sekitar 70% siswa yang lulus melanjutkan ke pendidikan tinggi, menurut Pusat Statistik Pendidikan Nasional Amerika Serikat.

2. Inggris
Sekolah di Inggris adalah wajib dari usia 5 hingga 16 tahun, seiring kemajuan siswa melalui empat tahap utama kurikulum nasional.

Kesenjangan antara sekolah menengah modern yang dirancang untuk profesional perdagangan dan sekolah tata bahasa untuk studi klasik menyebabkan terciptanya sekolah komprehensif yang lebih seragam, meskipun administrasi program berbeda di setiap daerah. Siswa memiliki nilai rata-rata matematika, sains, dan membaca pada Program Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk Penilaian Siswa Internasional.

3. Jerman
Konsep TK, atau transisi prasekolah sebelum pendidikan wajib, diperkenalkan di Jerman. Istilah ini diciptakan oleh tokoh pendidikan anak asal Jerman, Friedrich Froebel pada tahun 1840.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di empat kelas, siswa Jerman disarankan untuk mengambil salah satu dari tiga jalur sekolah menengah berdasarkan prestasi akademik: gimnasium untuk mereka yang melanjutkan ke perguruan tinggi “Realschule,” atau sekolah menengah , untuk karir kerah putih; dan “Hauptschule,” atau sekolah umum, adalah untuk profesi perdagangan. Skor pada Program untuk Penilaian Mahasiswa Internasional berada di atas rata-rata dan terus meningkat, menurut Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan.

4. Kanada
Pendidikan dasar dan menengah di Kanada gratis dan wajib bagi anak-anak yang dimulai dari kelas satu, biasanya pada usia 5 atau 6 tahun. Konstitusi mendelegasikan wewenang sekolah ke setiap provinsi, tetapi kurangnya struktur pendidikan terpusat tidak terbukti merugikan. Siswa Kanada mendapat nilai di atas rata-rata pada Program OECD untuk Penilaian Siswa Internasional. Quebec mengharuskan siswa untuk menyelesaikan dua tahun di sekolah profesional khusus sebelum masuk universitas, tetapi sebaliknya, standar umumnya sebanding.

5. Prancis
Pendidikan di Prancis didasarkan pada kurikulum nasional dan diwajibkan dari usia 6 hingga 16 tahun, meskipun sebagian besar siswa menghadiri bentuk prasekolah dan banyak yang melanjutkan ke pendidikan tinggi. Filsafat memainkan peran utama di negara asal Voltaire, Descartes dan para pemimpin pemikiran bersejarah lainnya. Setiap tahun, siswa sekolah menengah yang lulus mengambil baccalauréat, kualifikasi akademik yang diperlukan untuk mencari studi di universitas.

6. Swiss
Melansir laman lembaga pendidikan EF (ef.co.id), negara dengan pendidikan terbaik lainnya adalah Swiss. Di Swiss, hanya 5% anak-anak yang pergi belajar di sekolah swasta dan 95% lainnya belajar di sekolah negeri. Siswa dan siswi di Swiss yang belajar di sekolah negeri akan serentak mempelajari hal yang sama sampai lulus sekolah dasar. Baru setelah memasuki sekolah menengah, para pelajar akan dikelompokkan berdasarkan minat dan bakat agar bisa lebih fokus belajar.

7. Jepang
Jepang menjadi salah satu negara Asia dengan pendidikan terbaik. Sama halnya dengan sistem pendidikan di Indonesia, anak-anak di Jepang juga harus menghabiskan waktu enam tahun untuk pendidikan SD, tiga tahun untuk pendidikan SMP, dan dilanjutkan dengan tiga tahun pendidikan SMA. Perbedaannya terletak pada fakta bahwa negara Sakura ini memiliki kualitas terbaik dalam pendidikan matematika, sains, dan literatur. Di Jepang, pendidikan menengah ke atas tidak diwajibkan. Akan tetapi, minat belajar warga Jepang yang tinggi membuat hampir 98% penduduknya menyelesaikan pendidikannya hingga tamat SMA.

8. Australia
Dengan 26 juta jiwa penduduknya, Australia menjadi salah satu negara makmur dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Tak jauh berbeda dengan di Indonesia, di Australia, anak yang telah berusia 6 tahun diwajibkan mengikuti jenjang pendidikan di sekolah dasar. Jenjang pendidikan menengah juga diwajibkan bagi seluruh warga negara yang telah menempuh pendidikan dasar. Biasanya, anak berusia 6-16 tahun akan duduk di bangku sekolah pada tahun pertama sampai tahun kesembilan atau sepuluh.

9. Swedia
Sistem pendidikan dasar di Swedia dibagi menjadi 4 tingkatan atau jenjang sekolah. Anak berusia 1-5 tahun dapat mengikuti program prasekolah.

Setelah itu, anak-anak dapat bersekolah di jenjang berikutnya yang bernama forskoleklass, yakni jenjang taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Setelahnya, siswa siswi dapat menempuh sekolah menengah (mellanstadiet) dan sekolah menengah pertama atau hogstadiet. Faktanya, setelah sekolah wajib dikuasai, hampir semua warga Swedia akan melanjutkan studi sesuai dengan jurusan atau bidang profesionalisme masing-masing. Dengan acuan standar yang jelas dan baku, pemerintah Swedia dapat dengan ketat menjaga dan mengontrol kualitas pendidikan mereka di mata dunia.

10. Belanda
Negara kincir angin tidak bisa dilewatkan sebagai negara dengan pendidikan terbaik di Eropa. Masih melansir laman ef.co.id, anak-anak di Belanda terhitung sebagai anak-anak paling bahagia di dunia. Hal itu karena para pelajar di Belanda tidak diberikan banyak pekerjaan rumah hingga memasuki sekolah menengah.

Bahkan, anak-anak di negara tersebut dilaporkan tidak merasakan stres atau tekanan dari pihak sekolah sehingga mereka justru senang pergi bersekolah. Di negara tersebut, pendidikan terbagi oleh sekolah keagamaan dan sekolah negeri biasa. Sedangkan jumlah sekolah swasta tergolong sangat sedikit.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami