Tempat Kuliah di Luar Negeri yang Murah

media.istockphoto.jpeg

Beberapa negara dikenal sebagai tempat kuliah yang murah untuk para pelajar. Umumnya biaya yang terjangkau tersebut dihitung berdasarkan rata-rata anggaran yang dikeluarkan untuk akomodasi, program kuliah, hingga transportasi umum.

Berikut 8 negara yang dikenal sebagai tempat kuliah di luar negeri paling murah menurut Quacquarelli Symonds (QS) Top Universities:
1. Norwegia
Negara ini dikenal sebagai tujuan studi yang relatif terjangkau. Negara ini juga dikenal dengan kualitas hidup yang tinggi dan keindahan alam yang menakjubkan.

Di Norwegia juga tersedia program pengajaran bahasa Inggris di semua tingkat studi, ditambah banyaknya penduduk lokal yang mahir berbahasa Inggris. Hal ini akan memudahkan para pelajar yang ingin belajar bahasa Inggris di sini.

Untuk biaya hidup, rata-rata anggaran yang akan membutuhkan sekitar USD 17.200 atau Rp 240 juta (kurs 14.000) per tahun.

2. Taiwan
Menuju ke Asia ada Taiwan yang dikenal sebagai salah satu negara termurah untuk belajar di luar negeri. Misalnya, di National Taiwan University yang dikenal sebagai universitas terkemuka di negara ini dengan peringkat ke-72 dalam QS World University Rankings 2019.

Taiwan menawarkan kualitas hidup yang baik dengan biaya hidup yang relatif rendah. Rata-rata biaya akomodasi di sana sekitar USD 2.900 atau Rp 41 juta per tahun.

3. Malaysia
Negara tetangga Malaysia juga juga menjadi salah satu negara termurah untuk belajar di luar negeri, terutama dalam hal biaya hidup. Ibukotanya, Kuala Lumpur, menempati urutan pertama dalam hal keterjangkauan dalam QS Best Student Cities 2016.

Sebagian besar siswa di sana hanya membutuhkan sekitar USD 3.550 atau Rp 50 juta per tahun untuk hidup nyaman di Malaysia. Dalam hal biaya kuliah, rata-rata membayar USD 4.000 atau Rp 50 juta per tahun akademik, tetapi beberapa kursus bahkan lebih murah.

Malaysia juga merupakan rumah bagi sejumlah kampus cabang universitas internasional, seperti Universitas Nottingham Inggris atau Universitas Monash Australia, yang menawarkan kesempatan untuk memperoleh gelar yang diakreditasi oleh lembaga-lembaga ini dengan biaya lebih rendah.

4. Jerman
Jerman sangat terkenal di kalangan mahasiswa internasional karena banyak menawarkan universitas terkemuka dengan biaya yang relatif rendah dan kualitas hidup yang tinggi.

Di Jerman tidak ada biaya kuliah yang dibebankan di tingkat sarjana dan PhD di semua universitas negeri, tidak termasuk yang ada di Baden-Württemberg.

Untuk menutupi biaya hidup, rata-rata membutuhkan setidaknya USD 11.950 atau Rp 171 juta per tahun, tergantung pada gaya hidup, lokasi, dan kebiasaan belanja.

5. Prancis
Biaya kuliah di Prancis untuk siswa domestik dan internasional adalah sama. Biaya untuk program sarjana (lisensi) berkisar Rp 2,8 juta per tahun, program master sekitar Rp 4 juta per tahun, dan program doktor hanya berkisar 6 juta per tahun.

Sama dengan negara lain, biaya hidup akan menjadi yang tertinggi ketika di ibu kota. Meski begitu, Paris pernah dinobatkan sebagai kota pelajar nomor satu dunia empat kali berturut-turut (dan saat ini berada di urutan kelima).

6. Meksiko
Penuh dengan budaya yang menarik dan unik untuk dijelajahi, Meksiko adalah salah satu negara yang paling banyak dikunjungi di Amerika Latin, dan memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada siswa internasional.

Biaya kuliah di sana bervariasi, dengan universitas swasta mengenakan biaya lebih besar, dan rata-rata sekitar USD 6,300 atau Rp 90 juta per tahun.

Sementara untuk biaya hidup, rata-rata berkisar Rp 92 juta tapi untuk di di ibu kota, Mexico City biaya hidup bertambah hingga sekitar Rp 132 juta.

7. India
Di Asia ada lagi tempat kuliah dengan biaya hidup sangat terjangkau yakni India. Perjalanan sekali jalan menggunakan transportasi umum di sana dikenal murah.

Untuk biaya kuliah bervariasi tergantung pada tingkat studi dan universitas. Tetapi biasanya tidak lebih tinggi dari Rp 112 juta per tahun.

8. Argentina
Argentina juga dianggap sebagai salah satu negara teraman di kawasan ini dan dikenal karena budayanya yang menyenangkan dan identitas nasionalnya yang penuh gairah.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Jurusan Kuliah untuk Si Introvert

expd8.co.uk.png

Seorang introvert memiliki kelebihan yaitu bekerja secara mandiri, berpikir mendalam tentang masalah, dan fokus terhadap suatu hal. Introvert menemukan diri mereka tertarik pada jurusan yang menggunakan keterampilan analitis atau kreativitas mereka.

Jurusan kuliah untuk Introvert menurut laman Best School:

1. Akuntansi
Dalam akuntansi hal yang dipelajari adalah akuntansi keuangan, sistem informasi akuntansi, dan auditing. Prospek karier kedepannya adalah analisis keuangan, akuntan publik, dan auditor. Nah jurusan ini cocok untuk orang introvert karena berkutat dengan angka-angka dan tidak perlu bertemu banyak orang.

2. Ilmu Aktuaria
Jurusan ilmu aktuaria mempelajari teori risiko, ekonomi, dan probabilitas. Jurusan ini masuk ke dalam ranah statistik dan matematika. Jurusan ini cocok untuk orang introvert karena memiliki kemampuan analitis yang kuat.

Prospek kerja dari jurusan ini adalah aktuaria, analis resiko, dan penanggung (underwriter).

3. Arsitektur
Jurusan arsitektur mempelajari teori arsitektur, desain arsitektur, dan teknologi konstruksi. Mereka juga belajar bagaimana menggunakan program penyusunan berbantuan komputer. Jurusan ini juga terbagi dalam arsitektur lansekap, desain industri, dan perencanaan kota.

Prospek kerja dari jurusan ini adalah arsitek, perencana kota, dan konseptor.

4. Seni
Jurusan seni mempelajari menggambar, sejarah seni, dan seni rupa. Peminatan dari jurusan ini adalah ilustrasi, lukisan, keramik, dan patung.

Prospek kerja dari jurusan seni adalah ilustrator, animator, dan kurator.

5. Ilmu Komputer
Jurusan ilmu komputer mempelajari bahasa pemrograman, desain perangkat lunak, arsitektur jaringan komputer, dan keamanan informasi. Mereka belajar bagaimana menggunakan alat seperti Python dan JavaScript untuk mengembangkan solusi komputasi.

Prospek kerja dari jurusan ini adalah analis data, software developer, hingga computer programmer.

6. Teknik
Jurusan yang cocok untuk introvert selanjutnya adalah teknik. Jurusan teknik berfokus pada ilmu material dan prinsip-prinsip teknik. Teknik sendiri terbagi dalam teknik mesin, teknik minyak, teknik kimia, elektro, dan lain sebagainya.

Prospek kerja dari jurusan ini adalah teknisi sipil, teknisi pesawat, teknisi kimia, dan lain sebagainya

7. Desain Visual
Jurusan desain visual mempelajari seni rupa, desain, dan perangkat lunak desain grafis. Jurusan ini cocok untuk seorang introvert karena mereka memiliki daya kreativitas yang tinggi.

Prospek kerja dari jurusan ini adalah graphic designer, animator, dan art director.

8. Teknologi Informasi
Jurusan teknologi informasi memadukan komputer dan bisnis. Jurusan ini juga memiliki spesialisasi dalam keamanan informasi, manajemen sistem informasi, dan sistem administrasi.

Prospek kerja dari jurusan ini adalah analis keamanan informasi, analis sistem komputer, dan administrator.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Cerita Peraih Beasiswa S2-S3 di Polandia

linkedin.com

Yola, begitu ia disapa, semula berencana mencari beasiswa di kampus-kampus Asia Timur. Dari berbagai pencarian dan aplikasi, ia mendapati beasiswa pemerintah Polandia Ignacy Łukasiewicz Narodowa Agencja Wymiany Akademickiej (NAWA) Scholarship Programme untuk studi di sana.

Dengan pencapaiannya, mahasiswa S2 Poznań University of Life Sciences tersebut kelak mendapat tawaran untuk lanjut kuliah S3 Food Technology and Nutrition dengan beasiswa dari kampus. Begini kisah Yola kuliah di Polandia.

Kisah Kuliah Mahasiswa Indonesia di Polandia dengan Beasiswa
A. Pertimbangan kuliah lebih murah dan riset
Perempuan yang berencana menjadi ilmuwan ini menuturkan, setelah menimbang kualitas pendidikan Eropa dan biaya yang terjangkau, ia pun memantapkan diri untuk coba melamar beasiswa studi S2 luar negeri di Polandia.

“Untuk kuliah S2 bisa jadi lebih mahal di Indonesia. Kuliah ini gratis di Poland, funded Europe Union. Jadi mungkin kalau punya (skor) IELTS, TOEFL, minimal (calon mahasiswa) S2 yang merasa mau liat dunia, mau networking jadi scientist, nggak apa-apa (mempertimbangkan kuliah di luar negeri dengan beasiswa)”.

“Aku sendiri mau jadi ilmuwan. Sekarang aku risetnya soal fruit oil authenticity, keaslian minyak buah. Jadi kalau di market itu, tinggi antioksidan, benefitnya banyak untuk muka, kosmetik kan, nah itu rentan dipalsukan, kayak palm oil dan raspberry oil”.

B. Kursus bahasa menentukan beasiswa
Yola bercerita, program beasiswanya terintegrasi dengan kursus bahasa Polandia selama satu tahun. Ia mengingatkan, kelas persiapan bahasa tersebut juga menentukan kelanjutan beasiswa mahasiswa internasional sepertinya. Jika tidak mencukupi persyaratan nilai, sambungnya, maka beasiswa bisa dibatalkan.

“Bahasa Polandia penting buat hidup di sana, penting juga buat studi, meskipun aku Master-nya pakai (bahasa pengantar) bahasa Inggris. Apalagi yang ambil Master bahasa Polandia.”

C. Magang lintas negara
Untuk memperluas pengalaman dan jejaring, Yola juga menjajal berbagai program magang hingga riset. Setelah jadi intern bidang komunikasi dan promosi NAWA, badan nasional Polandia untuk pertukaran pelajar, ia lalu menjadi intern riset yang sesuai dengan studinya lewat Erasmus+ Traineeship Program. Program ini ditekuninya di tahun akhir kuliah S2 dan menjelang kuliah S3 berlangsung.

Dengan Erasmus+ tersebut, Yola berkesempatan jadi pemagang riset di Czech University of Life Sciences, Praha, Ceko dan Free University of Bozen-Bolzano, Bolzano, Italia. Di kampus Praha, ia meriset tentang efek antimikrobial dari tumbuhan medis tropis. Sementara itu di kampus Italia, Yola meneliti pengembangan metode otentikasi butter.

D. Uang saku dan part-time
Uang saku yang tercakup dalam program beasiswa bagi Yola cukup untuk kehidupannya sehari-hari. Ia bercerita, sebagai mahasiswa S2 mulai 2019, ia mendapat uang saku yang setara sekitar Rp 6 juta. Mulai S3 pada Oktober 2021, ia mendapat uang saku Rp 8,2 juta. Jika lulus ujian doktor di tahun kedua, sambungnya, maka uang sakunya akan naik jadi Rp 12,5 juta.

Untuk sampai ke kampus, ia berjalan kaki sekitar 18 menit dari asrama. Yola bercerita, jika sedang di pusat kota, maka trem menjadi kendaraan yang bisa diandalkan mahasiswa.

“Dan ada diskon untuk yang di bawah 35 tahun, jadi terhitung murah menjadi mahasiswa S3 di sini,” tutur Yola yang kerap membagikan pengalaman kuliah dan tips beasiswa di kanal YouTube MahasiswaPL.

Kendati uang saku yang mencukupi, Yola bercerita, ia juga pernah menjajal kerja paruh waktu saat musim panas 2020 dan 2021. Salah satunya yakni menjadi petugas pengepakan di pabrik cokelat. “Awalnya mau lihat bagaimana proses pembuatannya. Lumayan buat tambah uang jajan kalau mau main ke negara-negara Eropa Barat,”.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami