Oxford University Press dan Learnlight telah meluncurkan program pelatihan bahasa Inggris untuk membantu bisnis di seluruh dunia dalam menarik tenaga kerja internasional.

Program ini, Aspire, selaras dengan Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) dan menggunakan Oxford Placement Test untuk menempatkan peserta didik pada jalur pembelajaran yang sesuai, yang kemudian mendapatkan sertifikat kelulusan dari perusahaan edtech, Learnlight dan Oxford University Press.
“Seiring dengan semakin banyaknya organisasi yang mempekerjakan karyawan dari luar negeri untuk mengisi kekurangan keterampilan teknis, mereka sering kali menghadapi kendala bahasa dengan penutur non-pribumi,” ujar CEO dan salah satu pendiri Learnlight, Benjamin Joseph, kepada PIE News.
“Aspire menjawab tantangan dalam menarik talenta internasional dengan menawarkan dukungan bahasa tanpa batas yang disesuaikan untuk penutur bahasa Inggris non-penutur asli,” tambah Joseph.
Program ini menekankan pada bahasa Inggris di tempat kerja dan bahasa Inggris percakapan, dengan sesi yang dipimpin oleh instruktur yang menggabungkan bahasa spesifik industri dan meniru situasi profesional.
“Dengan menanamkan dukungan pelatihan bahasa ini ke dalam alur kerja sehari-hari, Aspire membantu organisasi untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang, menumbuhkan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan produktif,” kata Joseph.
Khususnya, program Aspire memberikan akses ke kamus pelajar Oxford, laboratorium kefasihan bertenaga AI untuk latihan percakapan dan pengucapan secara mandiri, serta panduan tata bahasa, budaya, aksen, dan dialek.
Menurut laporan tahun 2024 dari International Data Corporation, metodologi Learnlight dan pendekatan pembelajaran bahasa campuran membantu mencapai kemahiran bahasa profesional 40% lebih cepat daripada pendekatan pembelajaran bahasa lainnya.
Laporan tersebut, yang menyoroti peluang bagi bisnis untuk menggunakan alat digital untuk memanfaatkan kumpulan talenta global, menemukan bahwa 80% pengguna Learnlight mencapai kemahiran profesional.
Pelatihan ini dapat diselesaikan secara online dengan kecepatan yang berbeda-beda, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam jadwal kerja karyawan di berbagai zona waktu, menggunakan AI untuk menawarkan alat bantu belajar mandiri dan umpan balik yang dipersonalisasi.
Awal tahun ini, OUP meluncurkan tes online baru untuk pelajar CEFR B2 hingga C1, yang mempersiapkan mereka untuk sukses di pendidikan tinggi dan dalam karier selanjutnya.
Menurut Joseph, kredibilitas Learnlight dan OUP dalam bidang bahasa Inggris memberikan kepercayaan pada program Aspire, yang mencakup tes kemajuan reguler untuk melacak peningkatan dan penilaian akhir untuk mengevaluasi kemahiran bahasa secara keseluruhan.
Meskipun AI digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang disesuaikan, Joseph menekankan nilai interaksi manusia yang abadi, yang merupakan inti dari pelatihan yang dipimpin oleh instruktur Aspire, termasuk sesi 1:1 dan sesi kelompok kecil.
Sumber: thepienews.com
Email: info@konsultanpendidikan.com



