Hampir 500 pelajar dari Indonesia kuliah S1 dan S2 di London, mayoritas di antaranya mengambil program S2. Studi manajemen bisnis, desain dan seni kreatif merupakan subjek paling populer bagi para pelajar Indonesia. Ilmu sosial, teknik dan komunikasi juga merupakah pilihan lainnya yang cukup populer.
Sebelum memutuskan untuk kuliah, kamu sebelumnya harus melakukan langkah-langkah berikut:
Menemukan jurusan yang tepat
Carilah jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Ada fasilitas mesin pencari jurusan kuliah yang bisa kamu gunakan dimana kamu bisa mencari lebih dari 30,000 jenis mata kuliah yang ditawarkan di London. Atau kamu bisa cek :Masih bingung tentuin jurusan kuliah? Ikutin langkah-langkah berikut~
Jika masih galau juga kamu bisa menghubungi kami untuk melakukan profiling test untuk melihat kecendrungan kamu ada ke jurusan apa.Pendaftaran Kuliah
Pendaftaran kuliah ke Inggris bisa melalui kami.
Kamu bisa berkonsultasi dengan kami untuk ngobrol kira-kira kampus apa yang cocok untukmu.
Syarat masuk program studi jenjang S1
Calon mahasiswa yang sudah mendapatkan A-level, International Baccaulaureate atau ujian Advanced Placement akan dipertimbangkan untuk bisa masuk langsung ke dalam program studi jenjang S1.
Pelajar dengan kualifikasi sekolah menengah Indonesia (STTB SMA atau STTB SMA + SKN) biasanya diharuskan melengkapi kursus dasar atau A-level sebelum memasuki tahun pertama S1.
Untuk masuk kursus dasar, kamu biasanya harus memiliki nilai rata-rata minimal 7 atau di atasnya dalam STTB SMA.
Syarat masuk program studi jenjang pascasarjana (S2)
Untuk dapat mengambil S2 di Inggris, kamu harus punya IPK bagus dari S1 universitas berakreditasi baik. Persyaratan IPK yang diajukan berbeda-beda, berkisar antara 2.6 sampai 3.3 dari 4.
Pelajar Indonesia yang tinggal di London
Pelajar Indonesia yang tinggal di London akan belajar di antara banyak pelajar dari Asia Tenggara lainnya dan ikut berkontribusi dalam keberagaman populasi kota London.
Sebagai seorang pelajar Indonesia yang belajar di London, kamu tak perlu khawatir soal kehidupan budaya dan sosial di kota ini karena dipastikan kamu akan bisa menemukan banyak teman dan aktivitas khas Asia di sini.
- Kamu akan bisa menemukan komunitas pelajar Indonesia dan ASEAN di banyak universitas di London. Ada pertemuan-pertemuan yang diadakan secara reguler dimana kamu bisa mendapatkan banyak teman dan menikmati makanan, pertunjukan budaya dan acara lainnya yang khas ASEAN.
- Kamu bisa bergabung dengan Asia-Pacific meet-up group yang biasanya mengadakan acara secara reguler di antara komunitas Asia di London
- Masakan Indonesia cukup terkenal di London dan jumlah restoran di London sekarang bisa kamu temukan di banyak lokasi di ibukota Inggris ini.
Kuliah di Inggris, Kuliah di BPP University
Kuliah di Luar Negeri? Kenapa Ga ke London?
Kuliah Commercial Law di London, Inggris via BPP University
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com

Kalau kamu mau kuliah di London, kamu bisa lho menggunakan sepeda sebagai kendaraan alternatif. Mungkin agak riskan kedengarannya ya, bersepeda di kota metropolitan dunia seperti London, tapi tahukah kamu, komunitas para pemilik sepeda di kota cukup besar. Ada lebih dari satu juta orang di London yang berumur rata-rata dari 25-44 tahun, mengayuh sepedanya sebanyak 4 sampai 5 kali seminggu. Sementara walikota London sendiri telah menargetkan akan ada kenaikan sampai 200% untuk aktivitas bersepeda di kota ini di tahun 2020 nanti. Itu artinya, bersepeda di London adalah suatu aktivitas seru dan sudah pasti perlu dicoba, ‘kan?
Dalam era dimana masalah lingkungan menjadi suatu pemikiran serius bagi banyak orang, sebuah kota yang ramah bagi para pengendara sepeda tentu sangatlah jelas. Dengan semakin banyak orang bersepeda, semakin banyak emisi bahan bakar yang bisa dikurangi dan itu berarti masalah polusi sedikit teratasi. Juga, tekanan pada sistem transportasi umum akan semakin berkurang. Tak hanya itu, dengan bersepeda, kamu bisa lebih menghemat karena tak perlu beli bensin plus lebih sehat juga baik untuk kesehatan fisik maupun mental.
Seramah apasih kota London untuk para pesepeda?
Nah, pertanyaannya adalah seramah apa sih London ini untuk para pengendara sepeda? Well, sebenarnya London Cycle Network sudah menyediakan map lengkap untuk rute para pesepeda yang secara teori tampakny sangat bagus tapi pada prakteknya rute ini rawan terhadap kurangnya infrastruktur pendukung bersepeda.
Klub katring sampai tenis dan kriket kadang menentukan kostum tersendiri. Di tahun 2012 lalu, Marylebone Cricket Club merasa terdorong oleh masalah gambar yang menggambarkan pakaian yang layak dan tidak layak setelah adanya komplen terhadap pakaian yang dikenakan penonton. Untuk wanita dilarang memakai atasan yang memperlihatkan bagian perut dan mengenakan legging tanpa ditutupi rok sedangkan untuk pria dilarang mengenakan kaos polo dan jaket yang bukan jaket kain.
Dalam kurun waktu yang kurang lebih sama, All England Club aka Wimbledon, mengeluarkan gambar pedoman bagi para anggotanya. Kostum serba putih dianjurkan untuk dipakai seluruh anggotanya.
Sementara itu klub Golf juga punya aturan sendiri untuk masalah dress code. Klub golf Royal Blackheath, misalnya, melarang mengenakan celana cardgo dengan banyak kantong atau celana kain pendek di bawah lutut.
Untuk masuk ke opera dan bioskop ada etika berpakaiannya juga lho, apalagi untuk acara khusus seperti pertunjukan balet atau pertunjukan musik klasik. Dulunya untuk acara seperti ini orang hanya boleh mengenakan pakaian formal, tetapi mulai tahun 2012, English National Opera memberlakukan sebuah peraturan baru dimana orang boleh menonton opera meskipun mengenakan celana jeans.
Beberapa restoran tertentu masih memberlakukan dress code dengan ketat. Ritz Restaurant, misalnya, baju denim hanya diperbolehkan untuk sesi makan pagi dan setelahnya harus selalu berdasi dan berjas. Restoran lainnya, Le Gravoche, mensyaratkan bagi para laki-laki yang akan makan malam untuk mengenakan jas. Tetapi untuk menjaga pelayanan konsumen terbaik sebagaimana visi mereka, restoran ini menyediakan jas untuk tamu yang kebetulan datang tanpa jas.
Sementara biasanya hanya restoran kelas atas yang memberlakukan dress code, bar dan klub malam pun ternyata ada yang mengharuskan para pengunjungnya mengenakan kostum khusus. Klub malam di West End (seperti Funky Buddha, Embassy, Tiger Tiger, Mahiki dan Movida) dipastikan akan menolakmu mentah-mentah jika kamu datang dengan memakai pakaian olahraga.
Menjadi member dari sebuah klub khusus seperti Shoreditch dan Soho House tak terlalu merepotkan karena klub ini tak menekankan dress code bagi para anggotanya. Tapi jika kamu berenang di kolam renang atas atap di Shoreditch House hanya dengan memakai pakaian dalam saja, dipastika kamu akan ditarik keluar dengan paksa karena hal tersebut dianggap tidak higienis.
Tak hanya di acara khusus, restoran mewah atau klub malam, pusat perbelanjaan pun ada yang menerapkan dress code lho. Harrod, misalnya, menginginkan pembelinya mengenakan pakaian tertentu. Pengenalan dress code ini dimulai di tahun 1989, di bawah kepemimpinan Mohammed Al Fayed. Pusat belanja yang sekarang ini jadi semacam area wisata terkenal di London ini tidak mendapat keuntungan dari pemberlakuan dress code-nya karena banyak turis yang datang hanya sekedar berfoto dan terpaksa pergi karena mereka hanya mengenakan celan jeans belel atau pakaian pantai.
Begitulah uniknya kehidupan di London 😀
Kuliah di luar negeri untuk mendapatkan gelar MBA? Terdengar keren ya?
Daripada itu, tahukah kamu kalau Master in Business Administration (MBA) merupakan gelar pascasarjana yang sudah ada sejak akhir abad 19? Sejak saat itu, gelar ini terus mengalami perubahan dan secara berkelanjutan mengalami perkembangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan pengusaha, pelajar dan tentunya teknologi yang juga terus berkembang.
Dan kalau kamu menjadi salah satu yang berminat mengambil MBA, beberapa tren MBA berikut sebaiknya perlu kamu tahu deh …
Sebuah studi yang dilakukan AMBA (The Association of MBAs) pada tahun 2012 menunjukkan bahwa 29% responden mendapat semacam sponsor untuk program pendidikan S2 (pascasarjana) mereka. Di tahun 2014, ada penurunan menjadi 21%. Hal ini tentunya bisa diasumsikan bahwa ada sumber dana baru yang bisa kamu gunakan untuk membantumu kuliah MBA. Dan prediksinya, tren tentang adanya sumber dana baru yang membantu lulusan S1 mengambil MBA semakin besar di tahun 2015 ini lho.
Sumber dana seperti crowdfunding (pengumpulan dana dari sejumlah besar orang) memungkinkanmu untuk mendapatkan bantuan keuangan dari mereka yang ingin mendapatkan pendukung. Ada banyak sumber crowdfunding yang tersedia sekarang ini seperti Prodigy Finance dan SoFi. Prodigy Finance memberikan pinjaman kepada mahasiswa yang ingin mengambil program MBA di lebih dari sekolah tinggi yang telah diakreditasi AMBA. Dengan model prediktif, pemberi pinjaman ini mencari potensi pendapatan lebih di masa datang daripada berdasarkan riwayat kredit.
Sementara itu untuk SoFi, pinjaman kuliah hanya diberikan kepada kamu yang sudah bekerja. Hal ini tentunya bagus buat kamu yang ingin mengambil program MBA secara paruh waktu.
Setelah sempat populer sekitar 10 tahun lalu, spesialisasi MBA sekarang menjadi lebih diminati. Subjek spesialisasi MBA telah agak berubah sejak yang pertama kali ditawarkan. Spesialisasi yang dulu populer seperti finance, marketing, strategy dan technology –semuanya itu masih populer dan bisa kamu pilih. Tapi, spesialisasi MBA baru juga perlu kamu pertimbangkan seperti luxury goods, healthy care, aviation dan energy.
Dengan tuntutan banyak perusahaan yang menginginkan lulusan dengan keahlian khusus, maka sudah wajar spesialisasi MBA diperluas. Bahkan nih, prediksinya dalam waktu dekat akan ada MBA spesialisasi human resources, project management, supply chain management and marketing.
Pengusaha dengan gelar MBA
Menjadi pengusaha (wirausahawan) setelah bergelar MBA juga menjadi tren populer. Mahasiswa biasanya lebih tertarik untuk mengelola bisnis mereka sendiri. London School of Business & Finance dan HEC Paris merupakan 2 institusi pendidikan yang menawarkan MBA dengan fokus para kewirausahaan.
Dulunya mungkin kamu mendengar kalau perusahaan mungkin tidak akan tertarik mempekerjakan lulusan MBA spesialis kewirausahaan. Tapi sekarang ini, justru lebih banyak perusahaan yang menginginkan lulusan MBA dengan spesialisasi ini karena dianggap mereka bisa memajukan perusahaan dengan inovasi dan kreatifitas yang dimilikinya.
Perubahan dalam Kurikulum
Dengan perubahan yang terus terjadi dalam dunia ekonomi, maka sudah dapat dipastikan akan ada perubahan secara menyeluruh dalam tata cara pengajaran mahasiswa termasuk penggantian kurikulum. Perubahan ini sebagai respon dari pendidikan bisnis untuk memastikan bahwa lulusan sekolah bisnis memiliki pemahaman penuh pada dunia bisnis secara global. Perubahan yang paling penting yang bisa kamu lihat adalah adanya fokus pada entrepeneurship (kewirausahaan), specialist elective (pilihan spesialis MBA) dan corporate/social responsibility.
Penggunaan teknologi dalam proses belajar
Dengan kemajuan teknologi dewasa ini, maka sudah pasti memengaruhi proses belajar MBA. Kamu akan mendapati adanya kelas-kelas perkuliahan yang disampaikan dengan penggunaan teknologi seperti kuliah online, webinar, materi online dan sebagainya. Belajar juga lebih fleksibel karena tak lagi dibatasi waktu dan tempat karena kemudahan akses materi belajar yang bisa dilakukan setiap saat dari berbagai macam device.
Ke depannya, lulusan MBA luar negeri juga akan lebih dicari banyak perusahaan besar karena mereka tentu menginginkan lulusan yang berwawasan dan berpengalaman internasional. Nah untuk itu, mencari tahu lebih banyak tentang kuliah-kuliah MBA internasional tentu akan sangat bermanfaat. Mulai saja dari sekarang, tunggu apa lagi?