15 Tanda Jatuh Cinta Dengan Negara Jepang

Jepang, siapa sih yang nggak tau dengan negara yang dijuluki negara sakura ini. Negara ini juga dijulukin negara matahari karena letaknya paling timur sekali. Selain itu ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat sekali. Jadi tidak heran jika banyak orang Indonesai yang kuliah di Jepang. Kampus-kampus disana pun memiliki kualitas pendidikan yang tidak perlu diragukan lagi. Terbukti dari banyaknya ilmuwan dan teknologi yang berasal dari Jepang. Ngomongin soal Jepang, Negara ini memiliki banyak sekali pengagumnya. Atau jangan-jangan kamu adalah salah satu dari penggemar negara Jepang. Eeiittss, tapi tunggu dulu, jangan bilang kamu pecinta negara Jepang kalo belum memiliki sepuluh tanda ini. Nah, ini dia tandanya. Let’s cekidot. japan-destination

Orangnya menyukai manga, anime atau video game

Picture_M_Manga

Vegetarian atau sangat peduli dengan kesehatan

Vegetarian

Mereka berfikir, untuk menjadi lebih baik harus bergaul dengan laki-laki

jepang

Menyukai karakter-karakter kartun

kartun

Menjunjung tinggi sopan santun

japanese-greetings

Memilih untuk makan ikan daripada makanan lain

makanan jepang

Jika bertemu orang yang pemalu, mereka akan membantunya

sakura

Akan sangat kecewa jika orang lain ingkar janji

Mereka tidak memiliki agama namun sangat percaya adanya Tuhan

agama jepang

Menurut mereka, lebih baik wanita berjalan dibelakang pria

jalan jepang

Tidak menyukai pesta ketimbang pulang ke rumah

Lebih menyukai bersosialisasi dibanding individualisme

20090805-Japan Zonepouring_sake

Memiliki hobi yang tidak biasa

Hidup bergantung dari musim yang sedang berlangsung

Selalu update teknologi terbaru

Nahhh itu tadi tanda – tanda penggemar negara Jepang. Kalo kamu mau kuliah di Jepang dan menemukan beberapa tanda tersebut di diri kamu, berarti kamu bisa jadi salah satu orang yang sedang jatuh cinta dengan Jepang. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Pengen ke Jepang? Cekidot Budaya Mahasiswa di Jepangnya Dulu~ Part II

Ohayoouuu \(^o^)/ Melanjutkan artikel sebelumnya Pengen ke Jepang? Cekidot Budaya Mahasiswa di Jepangnya Dulu~ Part I ya~ Mari di baca 😉 Setelah kamu mengenali kelebihan dan kebiasaan-kebiasaan mahasiswa Jepang pada khususnya dan masyarakat Jepang pada umumnya. Sekarang saatnya kamu memprediksi apa aja yang akan menjadi problems selama di Jepang. Lebih baik mempersiapkan dirimu hingga untuk hal yang tidak menyenangkan. Kuliah di Jepang, pastinya akan memberikan pengalaman yang menyenangkan, tetapi di belakang itu yang namanya masalah juga sudah pasti ada. Disini, kamu harus belajar untuk mencoba mengatasi masalah tersebut. Carilah “masalah” sebanyak mungkin supaya nanti kamu tahu penyelesaian dari berbagai masalah tersebut. Tentu aja  cari “masalah” di sini adalah berusaha terus mengeksplorasi hal-hal yang baru. Beberapa ini adalah kasus dari “masalah” tersebut.

Culture Shock

culture shock_ Mango ToursIni masalah yang pasti selalu dirasakan oleh perantau manapun. Karena kita akan mengalami proses peralihan dari zona yang lama ke zona yang baru. Gegar budaya ini biasanya hanya dirasakan pada pertengahan bulan pertama saja, bukan di awal kedatangan kita. Karena saat pertama kali kita menginjakkan kaki di Jepang, yang ada hanyalah euphoria-euphoria. Dan seiring dengan berjalanannya waktu, euphoria tersebut mulai tergeserkan dengan culture shock ini. Banyak hal yang harus segera kita sesuaikan, mulai dari makanan, bahasa, lingkungan, termasuk juga prosedur membuang sampah berdasarkan jenis dan hari, bahkan sampai penyesuaian jam biologis yang baru. Dan termasuk bagaimana mempertahankan kebiasaan baik yang biasa dilakukan ketika di Indonesia. Hal terbaik yang kamu lakukan adalah, mencobalah berbaur dengan masyarakat Jepang. Karena mereka lah yang akan menjadi orang terdekat yang akan membantumu untuk lebih mengenal budaya mereka.

Bahasa

305173_463767103677428_615067827_n Kalau waktu belajar di Indonesia, maka kita hanya butuh memahami materinya saja, mengingat pendidikan tersebut disampaikan dengan bahasa Indonesia. Sedangkan jika di Jepang, kita harus melewati dua tahapan memahami, yaitu memahami apa yang dimaksudkan sensei, baru kemudian memahami materi kuliah itu sendiri. Kemampuan bahasa Inggris sensei juga bervariasi, ada yang fasih, malah ada yang sering campur dengan nihonggo. Bahasa Inggris lebih sering digunakan ketika dalam forum zemi (seminar), jyugyou (kuliah), dan akademi lainnya. Selama itu berada dalam lingkungan akademik (lab, kelas, seminar), bahasa Inggris biasa jadi pengantar. Tapi, jika di luar itu, orang-orang Jepang kerap menggunakan bahasa lokal. Tidak peduli kepada orang asing sekalipun, nampak tidak ada rasa bersalah di wajah mereka saat orang asing kebingungan karena tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Sebagai solusinya, kamu harus mengikuti kelas nihonggo. Semua akan lebih mudah jika kamu menguasai atau fasih nihonggo (bahasa Jepang).

Kehidupan sehari-hari

Japan-in-a-Day

Bisa dibilang malam di Jepang sangat pendek dan otomatis membuat waktu siang menjadi lebih panjang. Mau ga mau, jam biologis kita ikut berubah drastis. Biasanya pagi-pagi kamu akan belajar nihonggo baru kemudian kuliah dan riset. Menariknya, sebagian besar kuliah itu tidak ada ujian (Good news apa badnews nih?? :P). Yang ada cuma tugas dan laporan akhir. Awal datang ke Jepang kamu mungkin selalu mengkonversikan harga. Harga berapa yen selalu dikonversikan ke rupiah. Jadinya, setiap barang pasti kerasa mahal dan akhirnya ga jadi beli. Mau belanja juga sangat perhitungan karena dikonversikan ke rupiah. Memang harganya segitu, kalau dikonversikan terus yang ada malah ga akan belanja-belanja dan makan. Intinya, apa  yang mau dibeli, dibeli aja. Tidak usah terlalu perhitungan kalau memang butuh. Bagaimanapun juga, harga segitu memang harga yang wajar untuk masyarakat Jepang. IMG_0822Dan ini yang ga kalah penting, mumpung lagi di Jepang, manfaatkan setiap kesempatan yang ada. Jangan terlalu perhitungan dengan uang sehingga melewatkan kesempatan jalan-jalan. Jangan terlalu sibuk dengan tugas-tugas, sehingga melewatkan kumpul dengan teman-teman. Jangan menutup diri sehingga melewatkan acara yang cuma ada di Jepang. Manfaatkan waktu untuk hal-hal di luar kuliah. Make friends everywhere, jalin pertemanan lewat media organisasi dan olahraga. Mumpung lagi ada kesempatan di luar negeri, manfaatkan sebaik-baiknya.

Homesick

homesick-illus_optHomesick ini wajar, tapi ga usah lebay. Ingat tujuan awal kamu ketika ingin merantau, dan berterimaksihlah karena kamu telah diberi kesempatan menuntut ilmu ke negeri orang. Kalo saran saya, kalau kamu diberi pilihan: diberi liburan, ingin jalan-jalan di Jepang atau pulang ke Indonesia~ Lebih baik kamu memilih jalan-jalan. Mumpung lagi ada kesempatan di luar negeri, manfaatkan untuk menjelajah XD Di era teknologi komunikasi yang makin modern ini, ada banyak “obat” untuk penyakit homesick tersebut. Kamu bisa ber-skype-an dengan keluarga atau teman-teman di Indonesia. Bergaulah selalu dengan orang-orang Jepang karena mereka memiliki pemikiran yang positif sehingga kamu akan ikut terbawa optimis. Saat homesick melanda, teman-temanmu di Jepang akan saling menguatkan dan menghibur. Konon, gejala homesick ini akan berubah menjadi homeshock saat kita kembali ke tanah air kita Indonesia dan ujung-ujungnya kamu malah harus adaptasi lagi (^.^) Nah, setelah membaca semua ini, udah ga ada alasan buat kamu untuk canggung berada dalam masyarakat Jepang. Dekatlah dengan mereka, karena hal ini secara tidak langsung akan membantumu dalam menimba ilmu di negeri sakura ini. Ganbareba dekiru! Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Pengen ke Jepang? Cekidot Budaya Mahasiswa di Jepangnya Dulu~ part I

Moshi-moshi~ 220px-Japanese_dialects-en Pengen banget kuliah di Jepang? Kalo iyah, banyak banget hal-hal yang kamu persiapkan untuk memuluskan langkahmu kepada negeri matahari terbit ini. Ada baiknya kamu coba cek artikel ini dan di link ini juga untuk nambah informasi agar kamu siap terbang ke Jepang ^o^ Tapi nih, sebelum itu semua, ada baiknya nih buat kamu untuk mengenal kultur masyarakat Jepang, terutama siapa dan bagaimana sih kebiasaan mahasiswa mereka, dan kehidupan sehari-hari akademiknya. Biar kalo kamu udah tiba di Jepang, kamu ga kaget dan dapat berbaur dengan mereka. Mumpung di Jepang, inilah moment yang tepat untuk menambah jumlah temanmu, khususnya yang berasal dari Jepang. Saatnya me-heterogen-kan daftar temanmu sembari meraih pendidikan.. ^^ Ganbatte!!

Pertama, kamu harus mengetahui apa yang menjadi kelebihan dari mahasiswa Jepang

ato-u16844063 Pada dasarnya, mereka itu manusia yang terfokus. Maksudnya, mereka menguasai suatu bidang secara khusus alias telaten. Misalnya seorang mahasiswa tertarik di bidang fisika maka dia akan memfokuskan dirinya hanya pada fisika, khususnya penelitian yang ingin dipelajarinya. Mereka tidak tertarik pada bidang-bidang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan fisika. Mereka juga terbiasa menguatkan pondasi. Dasar-dasar ilmu diutamakan sebelum beranjak ke tahap penerapan.

WS_KaizenWay__70789.1333645928.1000.1000

Mereka memiliki pola pikir “kaizen” yang bagus. Kaizen itu bisa disebut sebagai evaluasi dan perbaikan. Khususnya dalam penelitian, mereka akan berusaha untuk menghasilkan yang lebih dan lebih baik lagi. Dari poin-poin diatas, mari kita tarik kesimpulan lagi apa yang dimiliki oleh mahasiswa Jepang tapi tidak dimiliki mahasiswa Indonesia pada umumnya.

Fokus dan konsentrasi

Mereka tidak rakus ingin bisa menguasai semua bidang, tapi mereka fokus untuk menguasai satu bidang secara maksimal.

Kesabaran (Nintairyoku)

Mereka mampu menghabiskan waktu yang lama di laboratorium untuk mengerjakan penelitian dengan efisiensi yang tetap bagus. Walaupun mereka gagal, hal itu tidak akan membuat mereka putus asa, mereka segera mengulanginya hingga berhasil.

Teratur dan tepat waktu

Mereka terbiasa mengatur dan memanfaatkan waktu dengan baik.

Kerja keras

Ini sudah menjadi kebiasaan bagi semua lapisan masyarakat Jepang.

Punya tujuan

Bagi mereka yang tujuannya menjadi seorang peneliti maka kesehariannya selalu diisi dengan belajar dan belajar. Bagi yang ingin menjadi pemain sepakbola, mereka akan terus berlatih  dan mengolah skill secara maksimal, walaupun nilai belajarnya hanya pas-pasan.

Mereka nggak ribut soal politik

Walaupun situasi politik dan ekonomi Jepang sedang ketar ketir, mahasiswa Jepang hampir tidak pernah meributkannya. Kondisi ini sungguh berbeda dengan mahasiswa Indonesia dimanapun berada.

Kedua, kamu harus mengetahui  dahulu kebiasaan-kebiasaan orang Jepang

Meskipun dirasakan cukup bertentangan dengan kebanyakan kebiasaan orang Indonesia, kamu harus memegang prinsip ini “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”.

 Bangga akan bahasa Jepang

_44249503_print_ap203 Konon orang Jepang itu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang buruk, jadi mereka kerap berbicara dengan bahasa Jepang, sekalipun itu terhadap orang asing. Ini sangat berbeda dengan orang Indonesia, meskipun kurang paham bahasa Inggris, orang Indonesia tetap berusaha berbicara bahasa Inggris kepada orang asing, meskipun itu terbata-bata. Ini menandakan bahwa orang Indonesia sangat terbuka kepada orang asing.

Santun

figure13-1 Di Jepang, kamu akan merasakan kesantunan yang mungkin tidak akan kamu dapatkan di Indonesia terutama di jalanan. Kamu tidak perlu takut atau waspada ketika menyeberang jalan karena mobil tidak akan mendahului sepeda motor dan sepeda, sepeda motor mengalah pada pesepeda, dan pesepeda takluk pada pejalan kaki. Disini, pejalan kaki adalah Raja Jalanan! Bagaimana dengan Indonesia, khususnya Jakarta? Well, saya rasa kamu tau sendiri jawabannya.

Gemar berolahraga

sports1 Kebanyakan mahasiswa Jepang yang suka memakai celana training. Ketika di kelas pun, ada saja yang memakai celana training. Apakah ada hubungan antara celana training mereka dengan olahraga?? Yang pasti, orang Jepang tidak akan betah jika tidak menggerakan tubuh mereka. Bahkan, orang tua pun gemar berolahraga. Di Jepang, kamu pasti akan sering melihat para orang tua mengajak jalan-jalan anjing mereka ke taman-taman. Maka, jangan heran jika kamu bertanya kepada mereka siapa saja anggota keluarganya, anjing-anjing mereka pun akan mereka hitung.

Toilet yang kering

t4 Setiap kamar kecil atau toilet sepertinya didesain dengan konsep kering dan serba otomatis. Lantai basah sedikit saja langsung dikeringkan oleh janitor. Sedikit banyak akan menyulitkan kamu yang lebih terbiasa dengan toilet basah seperti di Indonesia. Dan ini juga menyulitkan bagi yang muslim, karena harus berwudhu dengan air. Untuk berwudhu, kamu bisa berwudhu dari wastafel jika sedang di kampus. Dan jika lantai sampai basah, cepat-cepat dikeringkan.

Makan banyak tapi tetap langsing

Spread-2 Melihat orang Jepang yang gemuk mungkin akan sulit untuk kamu temui. Rata-rata berbadan kurus dan proporsional. Paling banter berbadan gempal, itupun bisa dihitung dengan jari. Padahal, orang Jepang bisa makan sampai 10 tumpuk piring sushi malah sampai habis 30 piring. Tapi, anehnya badannya tetap saja kurus, mungkin karena memang makanan orang Jepang kebanyakan mengandung protein. Mungkin ada hubungannya dengan kebiasaan mereka yang gemar olahraga. Mungkin juga masalah gaya hidup?

Tidak biasa bersalaman

japanese-greetings Secara umum, perkenalan biasanya selalu diiringi dengan salaman. Tapi, di Jepang ini tidak berlaku. Yang kamu perlukan hanya menyebutkan nama, kemudian membungkukkan badan sembari mengucapkan “yoroshiku onegai shimasu”. Untuk moment lainnya pun, kamu cukup membungkukkan badan.

Budaya mengantri

201010-2 Orang-orang Jepang sangat loyal terhadap peraturan dan santun kepada orang lain, termasuk untuk urusan mengantri. Antri sudah menjadi budaya disiplinnya orang-orang Jepang.

Risih duduk bersebelahan

images (9) Mungkin mayoritas dari orang Indonesia lebih nyaman untuk duduk bersebelahan ketika mengobrol. Karena merasa lebih bebas ,tidak canggung, dan lebih santai. Tapi, kebiasaan orang Jepang lain lagi. Justru mereka risih jika duduk bersebelahan. Mereka lebih memilih duduk berhadap-hadapan. Jikapun ada orang yang duduk disampingnya, bisa jadi karena keterbatasan kursi atau memang harus duduk dengan posisi seperti itu (seperti di bis, kereta). Oke sekian dulu part Inya…episode selanjutnya akan segera ditayangkan. Cekidot lanjutannya di Pengen ke Jepang? Cekidot Budaya Mahasiswa di Jepangnya Dulu~ part II 😉 Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami