Pengen ke Jepang? Cekidot Budaya Mahasiswa di Jepangnya Dulu~ part I

Moshi-moshi~ 220px-Japanese_dialects-en Pengen banget kuliah di Jepang? Kalo iyah, banyak banget hal-hal yang kamu persiapkan untuk memuluskan langkahmu kepada negeri matahari terbit ini. Ada baiknya kamu coba cek artikel ini dan di link ini juga untuk nambah informasi agar kamu siap terbang ke Jepang ^o^ Tapi nih, sebelum itu semua, ada baiknya nih buat kamu untuk mengenal kultur masyarakat Jepang, terutama siapa dan bagaimana sih kebiasaan mahasiswa mereka, dan kehidupan sehari-hari akademiknya. Biar kalo kamu udah tiba di Jepang, kamu ga kaget dan dapat berbaur dengan mereka. Mumpung di Jepang, inilah moment yang tepat untuk menambah jumlah temanmu, khususnya yang berasal dari Jepang. Saatnya me-heterogen-kan daftar temanmu sembari meraih pendidikan.. ^^ Ganbatte!!

Pertama, kamu harus mengetahui apa yang menjadi kelebihan dari mahasiswa Jepang

ato-u16844063 Pada dasarnya, mereka itu manusia yang terfokus. Maksudnya, mereka menguasai suatu bidang secara khusus alias telaten. Misalnya seorang mahasiswa tertarik di bidang fisika maka dia akan memfokuskan dirinya hanya pada fisika, khususnya penelitian yang ingin dipelajarinya. Mereka tidak tertarik pada bidang-bidang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan fisika. Mereka juga terbiasa menguatkan pondasi. Dasar-dasar ilmu diutamakan sebelum beranjak ke tahap penerapan.

WS_KaizenWay__70789.1333645928.1000.1000

Mereka memiliki pola pikir “kaizen” yang bagus. Kaizen itu bisa disebut sebagai evaluasi dan perbaikan. Khususnya dalam penelitian, mereka akan berusaha untuk menghasilkan yang lebih dan lebih baik lagi. Dari poin-poin diatas, mari kita tarik kesimpulan lagi apa yang dimiliki oleh mahasiswa Jepang tapi tidak dimiliki mahasiswa Indonesia pada umumnya.

Fokus dan konsentrasi

Mereka tidak rakus ingin bisa menguasai semua bidang, tapi mereka fokus untuk menguasai satu bidang secara maksimal.

Kesabaran (Nintairyoku)

Mereka mampu menghabiskan waktu yang lama di laboratorium untuk mengerjakan penelitian dengan efisiensi yang tetap bagus. Walaupun mereka gagal, hal itu tidak akan membuat mereka putus asa, mereka segera mengulanginya hingga berhasil.

Teratur dan tepat waktu

Mereka terbiasa mengatur dan memanfaatkan waktu dengan baik.

Kerja keras

Ini sudah menjadi kebiasaan bagi semua lapisan masyarakat Jepang.

Punya tujuan

Bagi mereka yang tujuannya menjadi seorang peneliti maka kesehariannya selalu diisi dengan belajar dan belajar. Bagi yang ingin menjadi pemain sepakbola, mereka akan terus berlatih  dan mengolah skill secara maksimal, walaupun nilai belajarnya hanya pas-pasan.

Mereka nggak ribut soal politik

Walaupun situasi politik dan ekonomi Jepang sedang ketar ketir, mahasiswa Jepang hampir tidak pernah meributkannya. Kondisi ini sungguh berbeda dengan mahasiswa Indonesia dimanapun berada.

Kedua, kamu harus mengetahui  dahulu kebiasaan-kebiasaan orang Jepang

Meskipun dirasakan cukup bertentangan dengan kebanyakan kebiasaan orang Indonesia, kamu harus memegang prinsip ini “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”.

 Bangga akan bahasa Jepang

_44249503_print_ap203 Konon orang Jepang itu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang buruk, jadi mereka kerap berbicara dengan bahasa Jepang, sekalipun itu terhadap orang asing. Ini sangat berbeda dengan orang Indonesia, meskipun kurang paham bahasa Inggris, orang Indonesia tetap berusaha berbicara bahasa Inggris kepada orang asing, meskipun itu terbata-bata. Ini menandakan bahwa orang Indonesia sangat terbuka kepada orang asing.

Santun

figure13-1 Di Jepang, kamu akan merasakan kesantunan yang mungkin tidak akan kamu dapatkan di Indonesia terutama di jalanan. Kamu tidak perlu takut atau waspada ketika menyeberang jalan karena mobil tidak akan mendahului sepeda motor dan sepeda, sepeda motor mengalah pada pesepeda, dan pesepeda takluk pada pejalan kaki. Disini, pejalan kaki adalah Raja Jalanan! Bagaimana dengan Indonesia, khususnya Jakarta? Well, saya rasa kamu tau sendiri jawabannya.

Gemar berolahraga

sports1 Kebanyakan mahasiswa Jepang yang suka memakai celana training. Ketika di kelas pun, ada saja yang memakai celana training. Apakah ada hubungan antara celana training mereka dengan olahraga?? Yang pasti, orang Jepang tidak akan betah jika tidak menggerakan tubuh mereka. Bahkan, orang tua pun gemar berolahraga. Di Jepang, kamu pasti akan sering melihat para orang tua mengajak jalan-jalan anjing mereka ke taman-taman. Maka, jangan heran jika kamu bertanya kepada mereka siapa saja anggota keluarganya, anjing-anjing mereka pun akan mereka hitung.

Toilet yang kering

t4 Setiap kamar kecil atau toilet sepertinya didesain dengan konsep kering dan serba otomatis. Lantai basah sedikit saja langsung dikeringkan oleh janitor. Sedikit banyak akan menyulitkan kamu yang lebih terbiasa dengan toilet basah seperti di Indonesia. Dan ini juga menyulitkan bagi yang muslim, karena harus berwudhu dengan air. Untuk berwudhu, kamu bisa berwudhu dari wastafel jika sedang di kampus. Dan jika lantai sampai basah, cepat-cepat dikeringkan.

Makan banyak tapi tetap langsing

Spread-2 Melihat orang Jepang yang gemuk mungkin akan sulit untuk kamu temui. Rata-rata berbadan kurus dan proporsional. Paling banter berbadan gempal, itupun bisa dihitung dengan jari. Padahal, orang Jepang bisa makan sampai 10 tumpuk piring sushi malah sampai habis 30 piring. Tapi, anehnya badannya tetap saja kurus, mungkin karena memang makanan orang Jepang kebanyakan mengandung protein. Mungkin ada hubungannya dengan kebiasaan mereka yang gemar olahraga. Mungkin juga masalah gaya hidup?

Tidak biasa bersalaman

japanese-greetings Secara umum, perkenalan biasanya selalu diiringi dengan salaman. Tapi, di Jepang ini tidak berlaku. Yang kamu perlukan hanya menyebutkan nama, kemudian membungkukkan badan sembari mengucapkan “yoroshiku onegai shimasu”. Untuk moment lainnya pun, kamu cukup membungkukkan badan.

Budaya mengantri

201010-2 Orang-orang Jepang sangat loyal terhadap peraturan dan santun kepada orang lain, termasuk untuk urusan mengantri. Antri sudah menjadi budaya disiplinnya orang-orang Jepang.

Risih duduk bersebelahan

images (9) Mungkin mayoritas dari orang Indonesia lebih nyaman untuk duduk bersebelahan ketika mengobrol. Karena merasa lebih bebas ,tidak canggung, dan lebih santai. Tapi, kebiasaan orang Jepang lain lagi. Justru mereka risih jika duduk bersebelahan. Mereka lebih memilih duduk berhadap-hadapan. Jikapun ada orang yang duduk disampingnya, bisa jadi karena keterbatasan kursi atau memang harus duduk dengan posisi seperti itu (seperti di bis, kereta). Oke sekian dulu part Inya…episode selanjutnya akan segera ditayangkan. Cekidot lanjutannya di Pengen ke Jepang? Cekidot Budaya Mahasiswa di Jepangnya Dulu~ part II 😉 Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan