Kuliah Di Amerika? Masuk Ke Community College Dulu Lebih Bermanfaat Loh~

Kamu tentu sudah tahu ‘kan beda antara universitas dan sekolah tinggi/perguruan tinggi? Kalo lom ngeh coba check: Apa Sih Bedanya School, College, dan University di Amerika? Nah, community college ini padanannya di negara kita adalah seperti sekolah atau perguruan tinggi. Tapi bedanya, kalau di luar negeri community college kebanyakan menawarkan program kuliah 2 tahun (setara diploma). Community college harusnya sudah familiar bagi kebanyakan mahasiswa asing dan keluarga mereka. Akan tetapi banyak orang tua salah paham mengenai community college ini. Banyak dari orang tua beranggapan bahwa community college tidak memberikan persayaratan masuk apapun, misalnya, atau ada yang beranggapan kalau community college adalah sejenis perguruan tinggi untuk pelajar yang kurang berprestasi. Tentu saja anggapan seperti ini tidak benar. Karena itu biar kamu dan orang tua kamu tak salah paham dan juga lebih mengenal tentang community college, simak yuk sekilas informasi berikut ini. Dengan begitu kamu akan tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan community college dan bagaimana jenis sekolah tinggi ini berbeda dengan universitas atau perguruan tinggi lainnya yang menawarkan program pendidikan 4 tahun.

Uang Kuliah

EatingMoney1-480x300 Besar kecilnya uang kuliah pasti menjadi slaah satu pertimbangan utama bagi banyak orang. Bagi kamu yang ingin kuliah di luar negeri, tentu faktor biaya kuliah menjadi hal paling mendasar yang dipertimbangkan. Untuk mahasiswa asing, kuliah di luar negeri sangat bervariasi biayanya. Untuk yang program 4 tahun biaya kuliahnya bisa mencapai $40,000 USD per tahunnya. Tapi, tahukah kamu kalau di community college kamu bisa membayar uang kuliah sebesar $10,000 saja per tahunnya? Banyak pelajar asing memilih community college untuk menghemat uang, bukan karena mereka tidak bisa diterima di universitas. Perbandingan antara mahasiswa dan dosen Lecture Universitas atau perguruan tinggi program 4 tahun biasanya mensyaratkanmu untuk mengikuti mata kuliah umum dalam 2 tahun pertama dari prodi yang kamu ambil. Ini artinya kelas yang kamu ikuti bisa jadi merupakan kelas-kelas besar. Tapi, kalau di community college, kelas-kelas yang ada cenderung lebih kecil sehingga mahasiswa bisa mendapatkan lebih banyak perhatian dari dosen. Materi kuliah course-page-main-image_630x155px Mata kuliah yang ditawarkan di community college cenderung pada mata kuliah fundamental. Hal ini membuat kamu berpeluang untuk memadatkan pengetahuan tertentu atau mengeksplorasi topik baru tanpa ada biaya tambahan atau beban akademis sebagaimana yang biasa terjadi jika kamu kuliah di universitas program 4 tahun. Kemungkinan transfer ivy Tak seperti di banyak negara, termasuk beberapa negara Asia, transfer ke universitas lainnya biasanya cukup mudah di Amerika. Meski demikian, mahasiswa universitas program 4 tahun cenderung tinggal di universitas yang sama dan menyelesaikan semua mata kuliah yang diwajibkan di sana. Akan tetapi jumlah transfer dari community college biasanya jauh lebih banyak. Tak sedikit mahasiswa community college yang menggunakan community college sebagai batu pijakan sebelum memasuki program 4 tahun di universitas yang lebih bagus. Mereka transfer ke universitas dan bisa jadi diterima di universitas top dunia. Beberapa community college bahkan memiliki program yang menjamin penerimaan mahasiswa di universitas untuk jenjang S1. Sebagai contoh, mahasiswa di Santa Barbara City College yang memenuhi persyaratan khusus dijamin akan diterima di University of California – Davis. Dengan perbedaan-perbedaan yang disebutkan di atas antara community college dan program S1 universitas, tidak heran jika ada mahasiswa-mahasiswa yang mulai ingin mempertimbangkan community college sebagai permulaan kuliah mereka di Amerika. Dan karena biaya community college lebih terjangkau daripada universitas, maka program-program di community college bisa menjadi pilihan buat kamu yang lebih ingin berhemat atau bagi yang punya sedikit masalah dengan keuangan. Dua tahun di community college ditambaha 2 tahun di universitas merupakan kombinasi yang sangat bagus untuk menghemat pengeluaran akan biaya kuliah di luar negeri. Sebagaimana yang telah disebutkan dii muka, mata kuliah di community college cenderung lebih fundamental. Hal ini memberikan peluang besar bagi pelajar yang tidak punya fondasi akademis yang kuat atau bagi mereka yang ingin lebih mendapatkan bimbingan akademis untuk mengejar ketertinggalannya. Pelajar asing juga bisa menggunakan 2 tahun di community college untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka untuk meraih prestasi akademis yang lebih tinggi. Banyak pelajar yang merasa bahwa mendapatkan IPK tinggi di community college cenderung lebih mudah. Dengan kelebihan ini, maka pelajar yang bersangkutan bisa berpeluang untuk masuk universitas favoritnya.

Associate Degree, Apaan sih Itu?

Pengen Kuliah di Amrik tapi Terkendala Biaya? Coba di Cek Foothill College 🙂

COLLEGE OF SAN MATEO CALIFORNIA, COLLEGE DENGAN SISTEM “GUARANTEED TRANSFER CONTRACT”

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Inilah Tren MBA Tahun 2015 yang Perlu Kamu Tahu

MBA - Master of Business Administration Kuliah di luar negeri untuk mendapatkan gelar MBA? Terdengar keren ya? Daripada itu, tahukah kamu kalau Master in Business Administration (MBA) merupakan gelar pascasarjana yang sudah ada sejak akhir abad 19? Sejak saat itu, gelar ini terus mengalami perubahan dan secara berkelanjutan mengalami perkembangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan pengusaha, pelajar dan tentunya teknologi yang juga terus berkembang. Dan kalau kamu menjadi salah satu yang berminat mengambil MBA, beberapa tren MBA berikut sebaiknya perlu kamu tahu deh …

Bantuan Sumber Dana Baru

Applying for a scholarship Sebuah studi yang dilakukan AMBA (The Association of MBAs) pada tahun 2012 menunjukkan bahwa 29% responden mendapat semacam sponsor untuk program pendidikan S2 (pascasarjana) mereka. Di tahun 2014, ada penurunan menjadi 21%. Hal ini tentunya bisa diasumsikan bahwa ada sumber dana baru yang bisa kamu gunakan untuk membantumu kuliah MBA. Dan prediksinya, tren tentang adanya sumber dana baru yang membantu lulusan S1 mengambil MBA semakin besar di tahun 2015 ini lho. Sumber dana seperti crowdfunding (pengumpulan dana dari sejumlah besar orang) memungkinkanmu untuk mendapatkan bantuan keuangan dari mereka yang ingin mendapatkan pendukung. Ada banyak sumber crowdfunding yang tersedia sekarang ini seperti Prodigy Finance dan SoFi. Prodigy Finance memberikan pinjaman kepada mahasiswa yang ingin mengambil program MBA di lebih dari sekolah tinggi yang telah diakreditasi AMBA. Dengan model prediktif, pemberi pinjaman ini mencari potensi pendapatan lebih di masa datang daripada berdasarkan riwayat kredit. Sementara itu untuk SoFi, pinjaman kuliah hanya diberikan kepada kamu yang sudah bekerja. Hal ini tentunya bagus buat kamu yang ingin mengambil program MBA secara paruh waktu.

Spesialisasi MBA

mba Setelah sempat populer sekitar 10 tahun lalu, spesialisasi MBA sekarang menjadi lebih diminati. Subjek spesialisasi MBA telah agak berubah sejak yang pertama kali ditawarkan. Spesialisasi yang dulu populer seperti finance, marketing, strategy dan technology –semuanya itu masih populer dan bisa kamu pilih. Tapi, spesialisasi MBA baru juga perlu kamu pertimbangkan seperti luxury goods, healthy care, aviation dan energy. Dengan tuntutan banyak perusahaan yang menginginkan lulusan dengan keahlian khusus, maka sudah wajar spesialisasi MBA diperluas. Bahkan nih, prediksinya dalam waktu dekat akan ada MBA spesialisasi human resources, project management, supply chain management and marketing. Pengusaha dengan gelar MBA Business-Operations-Manager Menjadi pengusaha (wirausahawan) setelah bergelar MBA juga menjadi tren populer. Mahasiswa biasanya lebih tertarik untuk mengelola bisnis mereka sendiri. London School of Business & Finance dan HEC Paris merupakan 2 institusi pendidikan yang menawarkan MBA dengan fokus para kewirausahaan. Dulunya mungkin kamu mendengar kalau perusahaan mungkin tidak akan tertarik mempekerjakan lulusan MBA spesialis kewirausahaan. Tapi sekarang ini, justru lebih banyak perusahaan yang menginginkan lulusan MBA dengan spesialisasi ini karena dianggap mereka bisa memajukan perusahaan dengan inovasi dan kreatifitas yang dimilikinya. Perubahan dalam Kurikulum business-plan1 Dengan perubahan yang terus terjadi dalam dunia ekonomi, maka sudah dapat dipastikan akan ada perubahan secara menyeluruh dalam tata cara pengajaran mahasiswa termasuk penggantian kurikulum. Perubahan ini sebagai respon dari pendidikan bisnis untuk memastikan bahwa lulusan sekolah bisnis memiliki pemahaman penuh pada dunia bisnis secara global. Perubahan yang paling penting yang bisa kamu lihat adalah adanya fokus pada entrepeneurship (kewirausahaan), specialist elective (pilihan spesialis MBA) dan corporate/social responsibility. Penggunaan teknologi dalam proses belajar Communication-Devlopment- Dengan kemajuan teknologi dewasa ini, maka sudah pasti memengaruhi proses belajar MBA. Kamu akan mendapati adanya kelas-kelas perkuliahan yang disampaikan dengan penggunaan teknologi seperti kuliah online, webinar, materi online dan sebagainya. Belajar juga lebih fleksibel karena tak lagi dibatasi waktu dan tempat karena kemudahan akses materi belajar yang bisa dilakukan setiap saat dari berbagai macam device. Ke depannya, lulusan MBA luar negeri juga akan lebih dicari banyak perusahaan besar karena mereka tentu menginginkan lulusan yang berwawasan dan berpengalaman internasional. Nah untuk itu, mencari tahu  lebih banyak tentang kuliah-kuliah MBA internasional tentu akan sangat bermanfaat. Mulai saja dari sekarang, tunggu apa lagi?

Stop Berpikir Harus Langsung MBA Begitu Baru Lulus S1!

Mahasiswa MBA Brunel University dan Kunjungan Mereka ke Perusahaan Coca Cola

Kuliah Akuntansi dan Keuangan; Prospek Kerjanya Apa Ya??

Jurusan Paling Populer di Coventry University Part I

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

4 Program Diploma Terbaik di Community College

Kalau kamu mau kuliah di luar negeri yang lebih cepat dan hemat, maka bolehlah kamu melirik opsi diploma yang banyak ditawarkan community college atau universitas luar negeri. Lagipula menyelesaikan D-2 dalam bidang seperti teknik elektronika atau pesawat terbang bisa menjanjikan profesi bergaji tinggi lho. Memang gelar S-1 lebih utama, tetapi ingat itu bukan satu-satunya tiket yang bisa kamu gunakan untuk mengakses penghidupan yang layak. Karir dalam bidang kesehatan, produksi dan tekonologi informasi menawarkan pendapatan hingga $55.000 lebih untuk para lulusan diploma. Dan, pada beberapa kasus, lulusan diploma atau pemegang sertifikat teknik justru mendapatkan hasil yang lebih baik daripada yang Diploma 4 atau S-1. Karenanya jika kamu ingin bisa mendapatkan gaji besar tanpa harus berlama-lama menghabiskan lebih banyak uang di universitas, maka lebih baik kamu memilih kuliah Diploma pada bidang-bidang teknik. Dan inilah 4 program diploma pilihan para ahli yang dianggap lebih menjanjikan prospek yang lebih cerah daripada S1.

Engineering technology

chibi_engineer_by_fullmetaldevil-d4v9v6f Para pemilik usaha sekarang ini lebih mengutamakan untuk mencari karyawan dengan skill khusus yang mumpuni daripada hanya sekedar melihat gelar. Terlebih untuk bidang produksi dimana pengusaha tak bisa dengan mudah mencari orang yang memenuhi kualifikasi. Keahlian dalam beragam teknologi modern yang bisa diterapkan langsung di lapangan, khususnya sertifikat keahlian individu, cenderung lebih bernilai daripada gelar sarjana biasa. Misalnya saja, lulusan sarjana teknologi penerbangan atau teknik elektronika biasanya bisa mendapatkan rata-rata gaji hingga $65.000 untuk tahun-tahun pertama pekerjaan mereka, dan ternyata lulusan diploma 2 tahun juga bisa mendapatkan gaji bersih yang hampir sama.

Radiation Technology and Medical Imaging

chemic engineer Terapis radiasi, ahli teknologi pengobatan nuklis atau diagnostic medical sonographer adalah tiga contoh profesi yang bisa kamu tekuni dengan modal ijazah diploma 2. Pada tahun 2012, terapis radiasi dan pengobatan nuklir mendapat rata-rata gaji sebesar $77.560 dan $70.180. Sementara gaji untuk diagnostic medical sonographer sedikit lebih rendah yaitu sekitar $65.860 tapi tetap saja jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan lulusan S1 non teknik. Selain itu, permintaan pada profesi bidang ini juga terus berkembang. Tiga posisi tersebut terus tumbuh hingga 20-40% di tahun 2022 nanti. Dan meskipun program sarjana S1 tersedia untuk ketiga program ini, tapi tak banyak perbedaan yang ditunjukkan dalam soal gaji sehingga jika kamu menyukai salah satunya, lebih baik ambil program diploma 2 saja. Lebih praktis dan efisien.

Plumbing and heating

PLUMBER-TAX Gelar sarjana memang tak diperlukan kalau hanya untuk jadi tukang pipa atau teknisi HVAC (heating, ventilation, and air conditioning). Akan tetapi mahasiswa bisa kuliah di matematika dan sains yang meng-cover topik seperti hdirolik dan penyusunan mekanik yang berhubungan dengan teknik pemipaan dan pemanasan. Program magang bisa ditawarkan oleh serikat kerja atau oleh sekolah teknik. Program magang ini biasanya gartis dan peserta magang akan mendapat sertifikat teknik serta lisensi profesional yang bisa digunakan untuk bekerja di bidang pemipaan dan pemanasan. Setelah masa pelatihan, lulusan dari program magang bisa memeroleh hingga 60 SKS untuk pengalaman kerja. Dan meskipun pada awal magang, kamu dapat gaji yang lebih rendah, tapi jangan khawatir karena begitu kamu bisa menyelesaikan masa pelatihan ini maka gajimu akan naik secara drastis. Umumnya sih sekitar 5 tahun, gajimu sudah akan naik banyak.

Dental Hygiene

dental-hygienist Untuk bidang kesehatan gigi, umumnya diperlukan gelar S-1 Dental Hygiene, tapi tahukah kamu bahwa lulusan program diploma bidang ini pun seringkali sudah memenuhi kualifikasi yang diperlukan? Berdasarkan data American Dental Hygienist Association, misalnya, sebanyak 288 orang dari total 335 program dental hygiene yang terakreditasi adalah merupakan program diploma. Meraih gelar sarjana ataupun gelar master dalam dental hygiene memang sangat menguntungkan bagi kamu yang tertarik untuk mengajar atau mau fokus penelitian. Tapi saat ini, kalau untuk bekerja sebagai seorang dental hygienist, gelar diploma sudah cukup untuk mendapatkan lisensi profesional untuk bekerja di perawatan gigi. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Daftar MBA di Amerika? Eitss, Rem Dulu dan Simak Tipsnya

MBA - Master of Business Administration Bagi kamu yang mau kuliah di Amerika, sepertinya harus bekerja sedikit lebih keras dalam mempersiapkan diri untuk pendaftaran. Ini karena persaingan penerimaan mahasiswa baru di negara ini sangatlah ketat.Apalagi kalau kamu mau ambil program MBA di Amerika. Jumlah mahasiswa asing yang mendaftar di program MBA di Amerika dari tahun ke tahun semakin meningkat saja. Bahkan dalam 30 tahun terakhir ini, jumlahnya mencapai tiga kali lipat. Ambil contoh nih, Harvard Business School (HBS) yang melaporkan bahwa pada tahun 1985 aplikasi internasional mereka mencapai 13% dari seluruh aplikasi pendaftaran yang masuk. Di tahun 2015, jumlah ini naik menjadi 34% dari total aplikasi yang masuk ke HBS. Sebuah kenaikan yang luar biasa, ‘kan? Lebih dari 5 hingga 10 tahun terakhir ini ini memang ada kenaikan signifikan dalam hal aplikasi program MBA. Kandidat-kandidat yang menyerahkan aplikasi pendaftaran tersebut sebagain besar berasal dari India, Cina dan Brazil. Program MBA di Amerika terus menerus mencari kandidat internasional terbaik untuk benar-benar membawa pola pikir global ke dalam sekolah bisnis yang ada di negara adikuasa satu ini. Akan tetapi, persaingan yang ketat ini menjadi sedikit lebih rumit dengan adanya keinginan kuat dari para pengusaha Amerika untuk tetap menjaga jatah bagi warga asli Amerika dan pemegang green card. Karenanya, dengan semakin banyaknya jumlah orang yang mengambil program MBA, maka tak heran jika persaingan menjadi sangat ketat dan peluang untuk diterima semakin kecil. Apalagi untuk sekolah-sekolah bisnis favorit. Tapi, jangan khawatir. Berikut ini ada beberap tips yang bisa kamu gunakan agar kamu bisa lolos dari persaingan ketat program MBA di Amerika.

Kamu harus beda

kwasi-enin-yale-university-student Kamu harus bisa membedakan dirimu dari orang senegaramu yang berprofesi sama yang juga mau mengambil MBA. Ketika kamu menyerahkan formulir masuk ke suatu skeolah bisnis, kamu itu tidak akan bersaing dengan seluruh aplikan, tapi kamu justru akan bersaing dengan para aplikan yang paling mirip denganmu. Karenanya, kamu perlu menekankan cerita pribadimu dalam esai yang kamu buat—menambahkan detail yang relevan dan yang bisa membedakanmu dari orang lain. Juga, kembangkan dan pelihara kegiatan di luar pekerjaanmu yang bisa membuat profilmu lebih menonjol dari kandidat lainnya dari negaramu.

Modifikasi dengan cara yang sama setiap bagian dari aplikasi pendaftaran yang akan kamu submit

writing_essay Kamu perlu mendesain secara khusus esai untuk aplikasi pendaftaran, rekomendasi dan interview untuk menyesuaikan dengan setiap sekolah yang kamu ingin masuki. Pastikan kamu bisa menjawab pertanyaan seperti: mengapa kamu ingin program MBA di universitas tersebut dan kenapa kamu mendaftar sekarang.

Konsultasilah dengan konselor ahli

Lakukan konsultasi dengan konsultan pendidikan yang berpengalaman seperti ACCESS EDUCATION . Konsultasi semacam ini sangat penting karena kamu tahu, tercatat lebih dari 60% para mahasiswa asing yang diterima di uni tujuan mereka melakukan konsultasi selama masa pendaftaran.

Memahami OPT (Optional Practical Training) yang ada

United around the table

Memahami dan memaksimalkan OPT begitu kamu sudah masuk MBA.  OPT memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk bekerja selama setahun setelah mereka lulus tanpa perlu menggunakan visa kerja. Jika kamu bisa benar-benar mengesankan bosmu, maka kemungkinan besar bosmu akan dengan senang hati menjadi sponsor visamu. Ini adalah peluang emas bagi para mahasiswa internasional.

Pengen Gelar MBA? Kenali History of MBA Yu~

Stop Berpikir Harus Langsung MBA Begitu Baru Lulus S1!

Mahasiswa MBA Brunel University dan Kunjungan Mereka ke Perusahaan Coca Cola

Beasiswa MBA untuk Wanita di Top Bussiness Schools

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

10 pekerjaan dengan gaji besar yang bisa kamu dapat dengan modal S1

Gak selamanya pekerjaan bagus dengan gaji tinggi milik para lulusan S2, lulusan S1 juga bisa. Banyak kesempatan dan lowongan pekerjaan dengan prospek bagus untuk lulusan S1, mulai dari customer service sampai supply chain logistics, dalam berbagai bidang dan jurusan. TheLadders mengumpulkan dan membuat peringkat untuk 10 pekerjaan berikut.

1. Sales Operations

Rata-rata gaji yang didapat: $213.852

2. Sales (B2C, B2B)

Rata-rata gaji: $213.538

3. Business Development

Rata-rata gaji: $211.590

4. Supply chain and Logistics

Rata-rata gaji: $211.458

5. Product and Brand Marketing

Rata-rata gaji: $211.033

6. Digital Marketing

Rata-rata gaji: $209.755

7. Public Relations and Communications

Rata-rata gaji: $209.747

8. Plan and Facilities Management

Rata-rata gaji: $209.202

9. Customer Service

Rata-rata gaji: $208.577

10. IT Management & Consulting

Rata-rata gaji: $204.634

Kuliah di Inggris, Biaya Sesuai dengan Kualitas

Pendapat Mahasiswa Asing Tentang Kuliah di Inggris

Tips Hemat Pas Kuliah di Inggris

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Stop Berpikir Harus Langsung MBA Begitu Baru Lulus S1!

MBA - Master of Business Administration MBA memang seperti roket pelejit, tapi gelar ini hanya bisa melejitkan karir seseorang berdasarkan pengalaman kerja sebelumnya. Tak sedikit orang mengambil gelar MBA mereka pada usia yang sangat muda dengan harapan mereka segera menikmati kemapanan karir begitu mereka menyelesaikan program studi ini. Akan tetapi sebelum terlanjur ikut dengan kebanyakan orang ini, sebaiknya kamu mempertimbangkan baik-baik keinginanmu untuk mengambil MBA sebelum umur 25. Inilah yang dikatakan oleh seorang bijak berusia 35 tahun. MBA adalah gelar profesional yang memerlukan pengalaman kerja. Adalah berapa lama dan seperti apa kualitas pengalaman kerja yang kamu miliki yang akan memberikanmu kesempatan untuk menyuarakan pendapat dalam setiap diskusi di kelas dan akan memberikan peluang karir lebih luas setelah kelulusanmu. MBA adalah roket pelejit, tapi apa yang kau miliki sebelum MBA adalah bahan bakarnya sendiri yang menentukan seberapa jauh roket MBA-mu akan mengangkasa ke dunia kerja nantinya. Bisa dibayangkan ‘kan kalau kamu mengambil gelar MBA tanpa pengalaman kerja apapun? Mengambil program MBA tanpa memiliki pengalaman kerja sedikit pun akan merusak masa depan karirmu. Dan inilah empat alasan utama kenapa sebaiknya kamu tak tergesa-gesa mengambil MBA sebelum kamu punya pengalaman kerja yang nyata:

Tidak mempunyai jaringan kerja

Ungkapan lama mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Dan ini benar adanya dalam kelas MBA. Pengalaman tak hanya terbukti mengalahkan pengetahuan dalam praktek kehidupan sehari-hari, tapi juga dalam setiap kelas MBA yang kamu ikuti. Karenanya kalau kamu mengambil program MBA ini tanpa pengalaman kerja sedikit pun, maka jangan heran jika teman sekelasmu yang jauh lebih berpengalaman akan memandang rendah dirimu sebagai kutu buku penuh teori. Tak hanya itu, mereka yang berpengalaman ini bisa jadi enggan membantumu dan membuka jaringan kerja mereka kepadamu untuk membantumu mendapatkan pekerjaan. Dan ini bukan karena mereka membencimu, tetapi karena mereka akan merasa malu berasosiasi denganmu. Tanpa adanya jaringan kerja yang mendukung, maka bersiaplah untuk mendapati MBA milikmu diperlakukan tak jauh beda dengan gelar strata satu lainnya.

Tidak diterima di universitas terbaik

Ini adalah fakta yang simpel tapi sangat menuntut. Orang dengan pengalaman kerja lebih lama dan berkualitas akan lebih bisa diterima masuk di universitas-universitas terbaik dunia. Sisanya, akan terpinggirkan dan ditampung di universitas-universitas yang tidak difavoritkan. Sekedar informasi saja,  The Association of MBA tidak mengakreditasi universitas yang menerima mahasiswa program MBA dengan pengalaman kerja kurang dari 3 tahun setelah lulus S-1. Dan, kalau kamu tak bisa diterima di universitas terbaik, gelar MBA yang kau sandang tentu biasa-biasa saja dan akan menjadi kurang dipertimbangkan saat kau ingin berkarir di perusahaan besar dunia, ‘kan?

Jebakan akan gaji yang diharapkan

Jika pada akhirnya kamu diterima di sebuah kelas program MBA yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa yang sudah berpengalaman dan tidak berpengalaman, kamu akan cenderung merancang karir masa depanmu berdasar gaji dari teman-temanmu yang lebih berpengalaman—khususnya jika kamu secara akademis lebih bagus dari mereka. Di sisi lain, perusahaan tidak akan pernah menawarkan padamu posisi dan gaji yang sama dengan yang sudah berpengalaman kerja. Ini memang sangat tidak menguntungkan bagimu, tetapi inilah kenyataannya. Peluang karir adalah sesuatu yang sangat bergantung pada pengalaman kerjamu sebelumnya. Sebagai hasilnya, harapan gaji yang kamu sudah set akan membuatmu kesulitan dalam perburuan kerja dan akhirnya akan membuat prospek karirmu suram untuk waktu yang lama.

MBA: kesempatan sekali seumur hidup

Seperti emas permata yang abadi, gelar MBA adalah untuk seumur hidup. Kamu tentu tak akan mengambil gelar MBA sampai dua kali. Banyak universitas yang akan memandang rendah para pendaftar MBA yang sudah pernah mengambil MBA sebelumnya di tempat lain karena mereka menganggap itu sebagai pertanda karir yang rusak. Karenanya meski kamu lebih baik mengambil program MBA-mu setelah cukup umur dan punya pengalaman kerja yang cukup, minimal 25 misalnya, tak ada salahnya bagimu untuk mulai menyiapkan MBA impianmu lebih dini: bicara kepada alumni, melakukan GMAT sampai mengunjungi universitas yang ingin kamu jadikan tempat untuk meraih gelar MBA-mu nantinya. Akan tetapi, jangan pernah menghancurkan peluangmu menjadi MBA sukses dengan mengambil program ini terlalu dini. Seperti kata-kata yang sudah sering kamu dengar mungkin, jadikan MBA-mu indah pada waktunya. Nah, setelah mengetahui 4 alasan utama mengapa mengambil program MBA sebaiknya tidak dilakukan sebelum umur 25, kamu tentu sudah punya gambaran sendiri ‘kan setelah lulus S-1 mau kemana dulu. Jadi lebih baik kamu berkarir di bidang yang sesuai dengan gelar S-1mu dahulu baru setelah beberapa tahun berpengalaman, kamu ambil deh program MBA ini sehingga nantinya MBA akan benar-benar menjadi roket pelejt karir masa depanmu. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami