Pulang kuliah kadang rasanya capek ya tapi kalo inget cuman diem aja di dorm pas weekend rasanya malah tambah bosen. Masa ga mau eksplor tempat-tempat menarik waktu kuliah di Korea? Yuk ah ajak temen buat keliling tempat-tempat bersejarah di Korea.
Istana kerajaan yang di dirikan oleh Raja Taejo, pendiri dinasti Joseon, tahun 1394 ini berdiri megah di antara Gunung Bugaksan dan Gwanghamun Square. Saat ini istana menjadi objek wisata utama baik wisatawan asing maupun lokal.

Istana ini menyimpan seribu kisah. Di sini lah dilahirkan Raja Korea yang paling termayshur Raja Sejong yang Agung, raja yang membawa masa keemasan Kerajaan Korea. Dalam pemerintahannya Korea mengalami terobosan dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, dan militer, serta perluasan teritori. Raja Sejong membawa bangsanya keluar dari kebodohan. Dengan di kembangkannya Hangul, rakyat kecil pun bisa membaca. Sebelumnya Korea memakai karakter China yang disbeut Hanja. Saat itu hanya kaum cendekiawan dan bangsawaan (Yangban) yang bisa membaca, smentara rakyat umumnya buta huruf. Hangul yang di pakai sampai saat ini sangat mudah untuk pelajari, di butuhkan untuk waktu beberapa jam saja untuk menguasainya.
Gyeongbokgung merupakan kota mandiri yang terdiri atas rumah tinggal, kantor pemerintahan, kuil-kuil, dan taman-taman. Areanya sangat luas, Istana ini adalah lambing kebanggan bangsa. Oleh sebab itu pada saat invasi Jepang pertama di Korea tahun 1592, istana ini di bumi hanguskan. Selama beberapa abad Gyeongbokagung rata dengan tanah sampai ada usaha untuk merestorasinya pada abad ke-19. Saat itu, kemegahan Istana Gyeongbokagung yang merupakan kediaman dinasti Joseon dipulihkan. Bangunan yang sudah roboh dan hangus terbakar di dirikan kembali. Proyek ini membutuhkan usaha dan dana yang tidak kecil, namun untuk mengembalikan apa yang dulu menjadi kebanggaan bangsa, pengorbanan itu tidak seberapa.
Istana Gyeongbokagung kembali berdiri megah tapi sayangnya tidak bertahan lama. Beberapa tahun kemudian, istana tersebut kembali dihancurkan Jepang. Kali ini tidak tanggung-tanggung, hanya 10% bangunan yang dibiarkan berdiri. Beberapa diantaranya di pakai sebagai kantor administrasi pemerintahan Jepang saat mereka menduduki Korea.
Setelah kemerdekaan Korea tahun1945, pemerintah kembali melakukan pemugaran. Saat ini pemugaran telah memakan waktu hampir tujuh puluh tahun, namun masih 40% persen dari seluruh bangunan yang bisa diselesaikan. Lamanya waktu untuk melakukan pemugaran pada dasarnya di sebabkan oleh keinginan pemerintah mempertahankan keaslian bangunan-bangunan tersebut. Satu per satu bangunan dibangun kembali secara detail dan akurat mendekati bangunan asli sbelumnya. Gerbang utama Gwanghamun baru selesai dibangun tahun 2010.
Nami Island
Sekitar dua jam dari Seoul, terdapat pulau yang juga terkenal di antara penggemar Korea dan wisatawan asing, Nami Island. Pulau kecil yang terletak di wilayah Chungcheong ini menyimpan keindahan alami karena dikelilingi pegunungan, sungai, dan danau yang indah. Namun, tidak ada yang memperhatikan pulau kecil ini sampai pada tahun 1960 seorang pengusaha kaya mengubah Pulau Nami menjadi objek wisata, yang sekarang di kunjungi tidak kurang 1,5 juta orang per tahun.
Di pulau itu pengunjung seperti dimanjakan oleh pelayan khusus, pepohonan tertata indah, binatang-binatang jinak berkeliaran, dan bangunan-bangunan dengan konsep kuno tapi alami, membuktikan bahwa manusia dan alam bisa hidup dengan harmoni. Setiap musim palau ini menyuguhkan pemandangan spektakuler. Pada musim gugur, setiap pohon menampilakan jamuan terbaik mereka, pohon gingko yang berdaun seperti kaki bebek akan akan menjadi kuning menyala. Daun-daun pohon mapel tidak kalah dengan warna daunnya yang merah darah. Sementara phon-pohon deciduous lainnya berwarna cokelat keemasan dan pohon cemara tetap hijau. Ini adalah simfoni alam yang tidak dapat dinilain dengan uang.
Demikian juga pada musim semi saat bunga berwarna-warni bermunculan di setiap dahan pohon, semuanya memberikan kesan ceria di hati. Setelah kering beberapa bulan lamanya, bunga-bunga kecil dan kuncup-kuncup daunnya seakan tidak sabar untuk menyapa dunia. Seperti kanak-kanak kecil yang bermain hide and seek tiba-tiba muncul dengan million dollars smile-nya seakan tidak sadar bahwa semua telah menantikannya dengan cinta.

Musim dingin juga tidak kalah indahnya, apalagi ketika permukaan yana diselimuti putih dan lembutnya salju sementara pohon-pohon cemara berdiri kokoh melambai-lambaikan daunnya yang tetap hijau. Musim panas juga memberikan kesejukan dengan hijaunya daun, desir angin pegunungan, germercik air mancur, serta teduhnya air danau yang mengelilingi pulau itu.
Di luar negeri, Nami Island mungkin dikenal karena menjadi tempat pembuatan drama Winter Sonata. Beberapa site pembuatan film itu masih ada sampai saat ini. ada patung dan foto dari kedua sejoli Bae Young-joon dan Choi Ji-woo, tempat pertama kali mereka berciuman, bahkan sepeda yang mereka pakai berdua dipamerkan disana.
Legenda dan cerita rakyat pun tidak kalah menarik. Nami sebenarnya berasal dari nama seorang jendral yang hidup pada saat pemerintahan Raja Sejo (1417-14-68) dan anaknya, Raja Yejong (1450-1469). Name sudah menjadi jendral pada saat usia tujuh belas tahun. Ia adalah jendral favorit Raja Sejo. Ia menunjukan kemampuan militernya yang luar bisa dan berhasil memadamkan kerusuhan serta pemberontakan yang terjadi saat itu. Sebagai seorang nasionalis yang cinta dengan negaranya, Nami pernah berajanji pada dirinya sendiri, “jika seorang muda tidak dapat membawa kedamaian bagi bangsanya pada saat berusia dua puluh, maka siapakah yang menyebutnya pahlawan?” ia kemudian mengukir penggalan puisi itu pada sebuah batu.
Kesuksesan Nami membuat iri salah seorang menteri saat itu, Yu Ja-gwang. Ia menumukan penggalan puisi Jendral Nami dan mengganti kata yang berarti “membawa damai” menjadi “menguasai”. Dengan demikian Nami dibawa kehadapan Raja dengan tuduhan pengkhianatan. Saat itu Korea diperintah oleh Raja Yejong, anak Raja Sejo, yang memang tidak menyukai Jendral Nami. Ia menyetujui eksekusi Jendral Nami dan mengangkat Yu Ja-gwang menjadi petinggi negeri dan memberinya pangkat Pengeran. Raja Yejong hanya memerintah Korea selama empat belas bulan, ia meninggal karena penyakit.
Selama empat ratus tahun Jendral Nami dikenal sebagai pengkhianat bangsa, sementara Jendral Yu sebagai pahlawan. Jendral Yu dikubur di tempat yang terhoramat sementara itu tidak ada yang mengetaui di mana tubuh Jendral Nami berada, sampai pada pemerintaha Raja Sunjo (1818), Raja yang kembali pembelajari sejarah dan menyadari kekeliruan tersebut. Raja Sunjo memerintahkan untuk memberikan penghormatan anumetra bagi Jendral Nami sementara itu memberikan hukuman bagi Yu Ja-gwang. Hukuman bagi Jendral Yu yang telah meninggal empat ratus tahun adalah dengan membongkar kembali kuburanya dan meyebarkan sisa abunya.
Sementara itu bagi Jendral Nami dibangun kuburan selayaknya pahlawan serta kuil untuk menghormatinya di Hwaseong. Geyonggi-do. Namun, legenda rakyat percaya bahwa tubuh Jendral Nami berada di pulau kecil di Chungceon yang sekarang dikenal dengan Pulau Nami tersebut. Oleh karena itu jika berkunjung ke sana, kita akan menemukan kuburan Jendral Nami beserta batu yang berukiran penggalan puisi tersebut. Menurut legenda, Jendral Nami kala itu dihukum dengan cara diikat tangan, kaki, dan kepalanya ke lima kuda kemudian ditarik sampai terputus-putus. Menurut perinta Jendral Yu, tidak ada yang boleh mengumpulkan apalagi menguburkan sisa-sisa tubuhnya tersebut. Tapi satu keluarga petani yang mengenal perjuangan Jendral Nami mengumpulkan potongan tubuhnya dan membawanya ke pulau di Chungceon yang sejak saat itu disebut Pulau Nami. Mereka menguburkannya di sana dan secara turun-temurunmengadakan penghormatan kepadanya. Ada kepercayaa rakyat bahwa orang yang mengambil batu dari kuburan Jendral Nami akan mengalami sial.
Hangang Bride
Hangang Bride merupakan salah satu landmark kota Seoul. Jembatan yang terbentang di atas Sungai Han ini memisahkan bagian utara (Yongsan-gu) dan Selatan Seoul (Dongjak-gu). Saat ini jembatan terlihat kokoh dan setiap hari menopang ratusan ribu kendaraan yang lalu lalang melintasinya.

Dibangun mulai tahun1917, hangang bridge merupakan saksi bisu dari tragdei perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan tahun1950. Tanggal 25 juni 1959, Korea Selatan diserang oleh saudara mereka Utara. Presiden Ree Syng-man memberikan perintah untuk mempertahankan Seoul sampai titik darah penghabisan. Kekuatan tentara Korea Selatan masih jauh dibandingkan Korea Utara yang kala itu didukung pengaruh tentara Soviet yang komunis. Kepahlawanan Korea Selatan yang siap mati itu hanya mampu bertahan tiga hari.
Pada tanggal 28 juni 1950, pukul 01.45 dini hari dikeluarkan perintah untuk meledakan Hangan Bridge. Pukul 02.30 perintah itu dijalankan. Tujuan utama ledakan itu adalah memperlambat ekspansi tentara Utara yang saat itu sudah tidak terbendung lagi. Sayangnya, rencana itu tidak di umumkan kepada masyarakat. Padahal saat itu ada sekita lima ribu pengungsi yang memadati Hangang Bridge, semuanya adalah penduduk Korea Selatan. Diperkirakan lima ratus sampai seribu pengungsi tersebut tewas hari itu.
Bukan Cuma itu, Divisi 5 dari tentara Korea Selatan masih berada di seberang jembatan. Mereka juga tidak tahu-menahu tentang perintah ledakan tersebut. Banyak dari mereka yang kemudian menjadi tawanan tentara Korea Utara dan tewas sebagai POW (Prisoner of War).
Tentara Korea Selatan tidak bisa menghadapi kenyataan banyak korban jiwa. Tanggal 1 September 1950, Kolonel Choi Chang-sik dinyatakan bertanggung jawan atas kejadian tersebut dan dieksekusi. Tapi, enam belas tahun kemudian atas tuntutan istrinya, nama Choi Chang-sik dibersihkan. Ia dinyatakan tidak bersalah karena sebenarnya yang memberi perintah adalah atasannya.
DMZ
Sejak pecahnya perang saudra yang memisahkan Korea Utara dan Selata, 25 Juni 1950, kedua bersaudara ini sebenarnya masih dalam gencatan senjata. Sampai sekarang hubungan keduanya masih menunjukkan sikap bermusuhan dan saling membenci terutama dari pihak Korea Utara.
Korea Utara tidak beruntung seperti Korea Selatan baik dalam hal kemajuan ekonomi maupun politik. Paham komunis ditambah sikap tutupnya terhadap dunia luar telah menyengsarakan rakyatnya. Tidak ada yang tahu persis keadaan masyarakatnya, tetapi banyak penduduk Korea Utara yang menyelundup masuk ke Korea Selatan meskipun dengan resiko bayaran nyawanya sendiri dan keluarganya jika terangkap. Banyak informasi kehidupan di Korea Utara berasal dari mereka. kehidupan kedua negeri ini, jika dibandingkan, seperti langit dan bumi jauhnya.
Tapi apakah seperti itu sebelumnya? Dalam War Museum Memorial, Yongsan, terdapat posisi kekuatan kedua partai sebelum pecah perang. Dalam hal jumla tentara, perlengakapan perang seperti senjata, pesawat tempur, kapal laut, Korea Selatan kalah dari Korea Utara. Dalam hal asset, sumber daya alam, bahkan luas area alam juga demikian. Inilah yang memberikan keberania Korea Utara yang didukung superpower Rusia menyerang Korea Selatan dan bertekad menundukkannya di bawah bendera komunis. Perang korea sering disebut Perang Dunia III karena melibatkan Rusia dan China di pihak Korea Utara sementara Amerika dan PBB ada di pihak Korea Selatan.
Perang tersebut menelan korban tiga juta orang dan memisahkan banyak keluarga. Saat ini dibawah perjanjian gencatan senjata, kedua Negara memelihara kebersamaan yang pahit hanya melalui daerah DMZ. Daerah tempat penduduk dari kedua Negara hidup bersama dengan penjagaan ketat tentara kedua belah pihak. Daerah DMZ ini disebut sebagai “daerah yang paling berbahaya di dunia”, di tempata itu berajaga-jaga sekitar 500 ribu tentara Korea Utara dan 200 ribu tentara Selatan lengakap dengan tank-tank dan misil yang siap diluncurkan. Sewaktu-waktu ada perintah untuk meluncurkan perang maka daerah ini lah yang akan menjadi garis depan.
Saat ini DMZ dijadikan salah satu tempat kunjungan wisata. Mereka yang tertarik akan sejarah Perang korea ditambah yang senang dengan petualangan yang mendebarkan akan memilih tempat ini. hanya berjarak sekitar 50 KM dari pusat kota Seoul, DMZ dengan mudah dicapai dalam waktu satu jam. Dari RMZ ini pengunjung dapat melihat Korea Utara baik dengan telanjang mata maupun dengan teropong. Yang menarik, kita akan meliha gedung-gedung megah namun kosong tanpa penghuni dibagian Korea Utara. Konon dibalik gdeung-gedung itu telah ditanam bom yang akan diledakan jika Korea Selatan mencoba melakukan invasi ke Utara. Pemerintah Korea Selatan juga menemukan beberapa terowongan yang digali oleh Korea Utara yang berujung di Korea Selatan, sarana yang akan mereka pakai untuk menyerang atau untuk menyelundupkan mata-mata. Ada tujuh terowongan yang sudah ditemukan, nau dicurigai ada banyak lagi terowongan sejenis yang belum ditemukan.
Sampai saat ini kabar mengenai perang dingin antar kedua Negara sering dibesar-besarkan oleh media. Faktanya penduduk Korea Selatan jauh lebih tenang dan lebih percaya diri. Selain mendapat dukunga dari tentara Amerika yang ditempatkan di Seoul, mereka juga memiliki persiapan sendiri. Setiap pria di Korea yang berusia diantara 18-35 tahun harus menjalani wajib militer selama dua tahun sehingga pada dasarnya setiap penduduk pria tahu bagaimana berperang dan membela negaranya.
Gyeongju
Tidak banyak negara yang masih memelihara peninggalan sejarah selama itu dengan apiknya. Area kota kuno ini dapat dijelajahi dengan berjalan kaki atau dengan bersepeda.
Gyeongju adalah ibu kota kerajaan Shilla kuno yang memerintah di semenanjung Korea antara 57SM-935M. lokasi ini adalah salah satu peninggalan budaya Korea yang terbaik. UNESCO mengklaim paling tidak tiga tempat sebagai World Heritage Sites: Biara Buddha Bulguksa tempat Seokuram Grottoo yang indah, Gyeongju National Park yang menyimpan tak terhitung koleksi relic Shilla, dan Yang-dong Village yang memberi gambaran kehidupan di zaman Dinasti Joseon. Pada musim semi tempat-tempat ini memberikan gambaran keindahan alam yang menakjubkan.
Gyeongju didirikan oleh Raja Park Hyeokgeose tahun 57SM. Saat kerajaan itu Berjaya, semenanjung Korea dikuasai oleh dua kerajaan lainnya, Baekje dan Goegoryo. Zaman ini dikenal dengan “The Three Kingdoms”. Shilla terletak dibagian Selatan, di lembah yang dipagari oleh pegunungan, dan itu menjadikannya tempat yang relatif aman dari invasi asing. Kondisi itu membuat Shilla memiliki kesempatan untuk mengembangkan kebudayaannya, dengan banyak mengadopsi dari kebudayaan China. Pada masa pemerintahan Raja Beopheung (514-540) agama Buddha menjadi agama Negara.
Pada abad ketujuh, dengan bantuan DInasti Tang China, Shilla mengalahkan Baekje dan Geoguryeo lalu mendirikan kerajaan Shilla Bersatu (Unified Shilla). Saat itu tentara Shilla dipimpin oleh jendral yang brilian bernama Kim YU-sin. Setelah membantu Shilla mencaplok Baekje dan Geoguryeo, Dinasti Thang China ingin menjadikan Shilla sebagai koloninya, tetapi melalui perang enam tahun, Shilla dan para prajurit tangguhnya bertahan dan berhasil mengusir Dinasti Tang kembali ke China. Pada masa aman itu Unified Shilla mengalami banyak kemajuan dan Berjaya dalam seni serta kebudayaan. Dari zaman inilah semua peninggalan yang dapat kita saksikan di Gyeongju sekarang.
Email: info@konsultanpendidikan.com

Untuk jarak jauh, baik jarak antara kota dan provinsi di layani oleh korail. Misalnya dari Seoul menuju Busan, kota nomor dua terbesar, orang dapat menumpang Korail atau bullet train yang di beri nama KTX (Korea Train Express). Perjalanan yang biasanya memakan waktu 5-6 jam dipercepat menjadi 3 jam. Hal ini mempermudah dan mempercepat transportasi antara dua kota besar itu atau dengan kota-kota lainnya.
Di Seoul, penggunaan transportasi umum memiliki banyak keuntungan. Pertama mereka tidak harus membayar biaya pemilikan seperti gas, pajak, asuransi, dan parkir. Kedua, mereka bisa menhindari macet terutama pada saat pulang-pergi kantor. Dengan subway waktu tempuh perjalanan lebih akurat dan bisa diprediksi. Ketiga, mereka meningkatkan aktivitas fisik. Karena kebanyakan orang kota terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk berolahraga, berjalan kaki adalah sarana untuk membakar kalori. Keempat, sambil berjalan kaki kita bisa menikmati banyak pemandangan, jualan kaki lima, atau pertokoan bawah tanah yang biasanya ada setiap stasiun kereta.
Salah satu stasiun subway yang paling padat adalah Sindorim. Sepuluh tahun sebelumnya kompleks apartemen terbaru saat itu adalah Tae Young Apt yang kelihatan megah dan mewah. Tahun 2000, salah satu apartemen berkamar tiga harganya 600 juta won. Sekarang, Sindorim menjadi distrik yang di penuhi oleh gedung pencakar langit, apartemen, kondominium, perkantoran, hotel, dan mal modern. Kompleks Tae Young sudah kelihatan ketinggalan zaman. Tumbuhnya gedung-gedung tinggi seperti jamur ini tidak disertai dengan hiruk-pikuk, semerawut, atau kekotoran jika ada konstruksi besar. Semuanya berlangsung tenang, dalam hitungan bulan satu gedung baru tiba-tiba berdiri didepan mata.
Technomart tidak kalah populer, tapi karena di bangun pada tahun 2007, dengan desain yang lebih sederhana, maka ini bukanlah tempat santai keluarga. Para penduduk sekitar dan pengunjung dari distrik lain berkunjung untuk berbelanja. Pusat belanja bawah tanah, supermarket (E-Mart), food court, pusat elektronik, dan playground bagi anak-anak semuanya menawarkan harga yang lebih murah dari mal tetangganya.
Hanya dengan berjalan kaki, kita akan menjumpai Cheonggychon atau dalam bahasa Korea berarti Sungai Cheonggye. Tempat ini sangat indah terutama di malam hari dan ada even khusus. Sungai kecil tersebut dialiri sungai yang jernih, sementara koridor ditepinya menjadi tempat orang berjalan kaki, dan banyak juga pasangan muda-mudi yang berpacaran di situ. Dulunya Chenggyechon memang sungai kecil tapi selama lima puluh tahun, ketika pembangunan kota Seoul membutuhkan jalan, sungai itu ditimbun dan dijadikan jalan raya. Di masa Lee Myun Bak menjadi walikota di Seoul ia mengembalikan Chenggyechon menjadi sungai. Kebijakannya banyak dikecam karena dianggap pemborosan dan ia di tuduh pemimpin yang terobsesi dengan air. Tapi saat ini Chenggyechon menjadi objek wisata penduduk Seoul dan wisatawan asing; itu membuktikan bahwa kebijakan Lee Myun Bak membawa keuntungan. Setelah menjadi walikota Seoul, Lee Myun Bak menjadi Presiden Korea untuk periode 2008-2013.
Kamu juga harus bisa menjelaskan alasan apa yang membuat kamu nggak mengonsumsi daging babi. Kadang kala, budaya, dan suku bangsa, membutuhkan selera humor tersendiri untuk menyikapi apa pun yang mereka lakukan berkaitan dengan kebiasaan masing-masing.
Namun, lain hal nya dengan kawan saya yang berasal dari Estonia. Rupanya, ia penasaran kenapa saya nggak juga makan babi selama tinggal di Amerika. Alasan Agama ternyata nggak cukup buat dia. Lalu, suatu hari, ia mengajak kami makan malam bersama dengan masakan khas negaranya. Ketika acara makan malam berlangsung, nggak ada salah seorang dari kami pun yang menanyakan terbuat dari daging apa makanan yang disajikannya. Saya pikir, dia tahu saya nggak makan babi. Kawan Amerika saya yang biasanya paling rewel urusan makan saya pun nggak bertanya. Dia malah yang mengambilkan makanan untuk saya. Selesai makan, salah seorang teman Polandia saya berkata, “Congratulation, Windy! You just eat pork!”
Ketika berbicara dengan kawan internasionalmu, maka hindari kontak tubuh yang nggak perlu kalau kamu nggak teralalu mengenal mereka. kadang, kita suka berbicara dengan menyentuh lawan bicara untuk menunjukan bahwa kita terbuka atau sekedar bersikap ramah. Nggak semua dari mereka suka di sentuh ketika sedang berbicara. Kontak fisik, misalnya dengan mendorong tubuh mereka, bisa dianggap tindakan lancang. Namun, orang Amerika, kalau sudah merasa cukup akrab dengan kita, suka memegang kepala. Jangan tersinggung kalau tiba tiba mereka memegang kepalamu. Mereka suka berbicara dengan menatap mata lawan bicara, namun nggak terlalu menyukai kontak fisik.
O, ya ada perbedaan antara kebiasaan menerima undangan di Indonesia dengan di luar. Kalau di Indonesia, ketika menerima undangan pesta, kita umumnya cukup bawa badan doang. Tapi kalau di sana, kemungkinan kamu juga harus membawa makanan dan minumanmu sendiri. Tuan rumah biasanya hanya menyediakan tempat. Ketika menerima undangan, tanyakan, apakah kamu harus datang dengan membawa makanan-minuman sendiri, atau mereka yang menyediakan.
Kita sering menganggap teraktir adalah salah satu tindakan ramah. Kalau kamu ingin melakukannya, sebaiknya sedari awal kamu sampaikan hal ini kepada kawan yang berkaitan. Jangan sampai tindakan yang awalnya kamu maksudkan baik, justru disalahartikan oleh kawanmu dan membuat ia tersinggung.
Begitu pula sebaliknya. Kalau kamu makan direstoran atau menginap di hotel, jangan lupa memberi tip kepada para pelayanannya. Coba perhatikan bill yang disodorkan kepada kamu. Kalau harga didalamnya belum termasuk uang service, maka kamu wajib memberi tip. Namun, kalau jumlah total yang kamu bayarkan sudah termasuk uang pajak dan service, maka kamu nggak harus memberikan tip kepada pelayan.



Misalnya nih, masalah pergaulan bebas. Di Negara-negara Barat, tinggal bersama sebelum menikah bukan sebuah persoalan dan nggak dianggap bertentangan dengan norma yang ada. Sementara, di Negara kita, persoalan seperti itu jelas bertentangan dengan norma. Ini yang dimaksud membedakan dengan tepat mana adaptasi, mana yang terseret arus westernisasi. Nggak melakukan hal itu, nggak lantas membuat kamu di cap kuno, kok. Begitu pula sebaliknya. Melakukan hal itu, nggak bikin kamu dianggap modern juga. Ini hanya masalah pilihan.
Kawan-kawan internasional pernah bertanya apakah saya lesbian. Tentunya saya kaget dengan pertanyaan itu. Namun, setelah ngobrol, saya paham kenapa mereka menyakan hal tersebut. Bagi mereka, perempuan tinggal sekamar dengan perempuan itu aneh, dan mengarah dengan indikasi homoseksual. Lalu, saya menjelaskan kepada mereka kenapa saya memilih roommate berjenis kelamin sama. Bukan karena saya lesbian, tetapi karena persoalan agama dan norma kebudayaan yang ada di Negara saya. Mereka pun bisa memahami alasan saya tersebut.
Baru menyadari hal ini ketika tinggal di Amerika. Pelajar Indonesia yang perempuan, punya kecendurangan suka jalan sambil bergandengan tangan. Hati-hati kalau melakukan hal ini diruang publik. Mereka bisa menganggap kamu homoseksual! Jadi, sebaiknya hindari jalan bergandengan tangan ditempat umum dengan teman yang memiliki kelamin yang sama.
Kalau kamu muslim dan termasuk pelajar yang berencana akan mencari kerja sampingan sambil sekolah nanti, sebaiknya kamu juga memerhatikan hal yang satu ini: waktu sholat. Sebaiknya, dari awal kamu menerangkan kepada bosmu ada jam-jam tertentu di mana kamu minta izin untuk melakukan ibadah. Kalau kamu nggak memberitahu mereka, lalu tiba-tiba menghilang waktu sholat tiba, hal ini bisa menimbulkan penilaian negative. Kamu dianggap mangkir. Upah kerja di luar negeri umumnya di hitung berdasarkan per-jam. Jadi jangan sampai kamu dianggap mencuri jam kerja buat bermalas-malasan.
Untuk menghemat biaya penginapan, saya menyewa satu kamar hotel. Ketika menjelang tidur, ketiga teman saya meninggalkan pakaian yang mereka kenakan. Teman perempuan saya yang berasal dari Polandia dengan cuek melepas semua pakaian hingga yang tersisa hanyalah pakaian dalam. Dua teman lelaki saya juga melakukan hal serupa. Mereka hanya mengenakan celana dalam. Saya memilih mengganti pakaian main saya dengan pakaian tidur—kaus dan celana pendek—di kamar mandi. Ketika saya keluar dari kamar mandi, kawan saya bertanya, “where will you go?”
Membuat catatan tentang betapa bangsa kita pada beberapa sisi unggul dibandingkan bangsa lain. Entah itu Amerika atau Eropa. Dan ini harus nya membuat kita nggak perlulah merasa minder bergaul dengan mereka. Memang, terkadang, kita menerima perlakuan dan sikap meremehkan dari mereka. hal itu terjadi hanya karena mereka kurang memiliki wawasan internasional dan jarang berhadapan dengan orang asing. Teman-teman yang sering kali bergaul dengan siswa internasional justru memiliki penilaian tersendiri tentang pelajar-pelajar dari Indonesia ataupun Asia pada umumnya. Mereka sering berkagum-kagum dengan kita yang sekolah sampai jauh dan memiliki pengetahuan yang sebenarnya luas. Luas karena sistem pendidikan kita memaksa kita belajar banyak hal. Walaupun terkadang, setelah itu kita juga nggak tahu apa gunanya mempelajari hal itu. Well, kegunaannya: agar bisa membuat bule-bule itu terkagum-kagum ketika kita bisa menjelaskan banyak hal.
Orang-orang asing yang berbahasa Inggris sering kali kagum dengan kemampuan kita berbicara menggunakan bahasa mereka. kita bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris, sebaliknya belum tentu mereka bisa bicara dengan bahasa kita. Itu sudah jadi poin plus buat kita,loh, di mata mereka. belum lagi ternyata kita juga meguasai bahasa lain selain Inggris. Karena merasa bahasa mereka bahasa internasional, orang-orang asing itu seringkali menganggap nggak perlu mempelajari bahasa lain. Toh, orang dari Negara lain mempelajari bahasa mereka. Hal itu disadari mereka membuat mereka kurang memerhatikan kemampuan berbicara dengan bahasa selain Inggris.
Pelajar Indonesia juga dikenal ulet dan rajin. Pekerjaan yang biasanya dikerjakan tiga orang, mampu diselesaikan seorang pelajar Indonesia dengan sangat baik dan tepat waktu. Waktu, di Holiday Inn, hotel tempat bekerja selama musim panas, pemiliknya pernah menjamu semua pelajar Indonesia yang bekerja di hotelnya makan siang di restoran cina. Dalam kesempatan itu juga, Mr. Cooper bilang, undangan makan siang ini sebagai bentuk penghargaan dan terima kasihnya kepada pelajar-pelajar Indonesia yang bekerja dengan sangat baik selama musim panas. Padahal, selain pelajar dari Indonesia, masih ada pelajar dari Negara lain yang bekerja disana. Acara hari itu pun, pertama kalinya dalam sejarah holiday Inn, Cherokee, seorang pemilik menjamu pelajar internasional yang bekerja di hotelnya sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih.
Orang Indonesia juga terkenal kreatif. Di Amerika, orang-orangnya terbiasa menggunakan barang yang mereka beli hanya satu kali. Kalau rusak ya dibuang dan beli baru lagi. Misalnya, ban sepeda. Kalau ban sepeda mereka bocor, biasanya mereka akan membeli ban baru dan menggantinya. Mereka nggak mengenal sistem tambal ban. Kawan saya yang asli Amerika pernah terlongo-longo waktu mendapati saya dan kawan saya yang juga berasal dari Indonesia sedang memperbaiki ban sepeda saya yang bocor. Begitupula ketika mereka mendapati, pelajar Indonesia bisa memperbaiki radio atau alat listrik yang rusak. Buat mereka, kalau sudah nggak bisa berfungsi, buang dan beli yang baru. Orang kita? Kalau masih bisa dibenerin dan dipakai, kenapa harus dibuang. Lumayan kan duitnya bisa dihemat!