Setelah Sampai di Negara Tempat Sekolahmu, Welcome to International Life : Mengatasi Ketidakpedean (Part 6)

Do not Underestimate Yourself

Sebenarnya sering risih mendengar kalau ada orang yang mengatakan Kita—Indonesia—adalah bangsa yang bodoh dan malas. Ini bukan bab yang membahas nasionalisme—percayalah, ketika kamu berada di luar, kamu bakal lebih nasionalis dari pada yang kamu duga. Hanya terkadang, sering mendapati kenyataan,ketika memandang rendah bangsa kita sendiri dan overestimate terhadap bangsa lain—dalam hal ini yang kita anggap lebih maju.

p6 1Membuat catatan tentang betapa bangsa kita pada beberapa sisi unggul dibandingkan bangsa lain. Entah itu Amerika atau Eropa. Dan ini harus nya membuat kita nggak perlulah merasa minder bergaul dengan mereka. Memang, terkadang, kita menerima perlakuan dan sikap meremehkan dari mereka. hal itu terjadi hanya karena mereka kurang memiliki wawasan internasional dan jarang berhadapan dengan orang asing. Teman-teman yang sering kali bergaul dengan siswa internasional justru memiliki penilaian tersendiri tentang pelajar-pelajar dari Indonesia ataupun Asia pada umumnya. Mereka sering berkagum-kagum dengan kita yang sekolah sampai jauh dan memiliki pengetahuan yang sebenarnya luas. Luas karena sistem pendidikan kita memaksa kita belajar banyak hal. Walaupun terkadang, setelah itu kita juga nggak tahu apa gunanya mempelajari hal itu. Well, kegunaannya: agar bisa membuat bule-bule itu terkagum-kagum ketika kita bisa menjelaskan banyak hal.

p6 2Orang-orang asing yang berbahasa Inggris sering kali kagum dengan kemampuan kita berbicara menggunakan bahasa mereka. kita bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris, sebaliknya belum tentu mereka bisa bicara dengan bahasa kita. Itu sudah jadi poin plus buat kita,loh, di mata mereka. belum lagi ternyata kita juga meguasai bahasa lain selain Inggris. Karena merasa bahasa mereka bahasa internasional, orang-orang asing itu seringkali menganggap nggak perlu mempelajari bahasa lain. Toh, orang dari Negara lain mempelajari bahasa mereka. Hal itu disadari mereka membuat mereka kurang memerhatikan kemampuan berbicara dengan bahasa selain Inggris.

p6 3Pelajar Indonesia juga dikenal ulet dan rajin. Pekerjaan yang biasanya dikerjakan tiga orang, mampu diselesaikan seorang pelajar Indonesia dengan sangat baik dan tepat waktu. Waktu, di Holiday Inn, hotel tempat bekerja selama musim panas, pemiliknya pernah menjamu semua pelajar Indonesia yang bekerja di hotelnya makan siang di restoran cina. Dalam kesempatan itu juga, Mr. Cooper bilang, undangan makan siang ini sebagai bentuk penghargaan dan terima kasihnya kepada pelajar-pelajar Indonesia yang bekerja dengan sangat baik selama musim panas. Padahal, selain pelajar dari Indonesia, masih ada pelajar dari Negara lain yang bekerja disana. Acara hari itu pun, pertama kalinya dalam sejarah holiday Inn, Cherokee, seorang pemilik menjamu pelajar internasional yang bekerja di hotelnya sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih.

p6Orang Indonesia juga terkenal kreatif. Di Amerika, orang-orangnya terbiasa menggunakan barang yang mereka beli hanya satu kali. Kalau rusak ya dibuang dan beli baru lagi. Misalnya, ban sepeda. Kalau ban sepeda mereka bocor, biasanya mereka akan membeli ban baru dan menggantinya. Mereka nggak mengenal sistem tambal ban. Kawan saya yang asli Amerika pernah terlongo-longo waktu mendapati saya dan kawan saya yang juga berasal dari Indonesia sedang memperbaiki ban sepeda saya yang bocor. Begitupula ketika mereka mendapati, pelajar Indonesia bisa memperbaiki radio atau alat listrik yang rusak. Buat mereka, kalau sudah nggak bisa berfungsi, buang dan beli yang baru. Orang kita? Kalau masih bisa dibenerin dan dipakai, kenapa harus dibuang. Lumayan kan duitnya bisa dihemat!

Di Mana Bumi Dipijak, di Situ Langit Dijunjung

Pepatah bijak itu ada benarnya. Kamu nggak bisa bersikap antipati dengan budaya di Negara tempat kamu belajar. Mau nggak mau, kamu harus mencintainya. Sebagai pelajar asing, kamu minoritas disana, beradaptasi dan menyesuaikan diri adalah keharusan. Memaksakan diri dengan hidup budaya asal dan menolak budaya tempat barumu bukanlah hal yang bijak.

p6 4

Sikap yang demikian justru akan membuat kamu dijauhi. Penduduk lokal dan teman-teman internasional merasa kamu menjaga jarak dengan mereka. penduduk lokal akan lebih mudah bersimpati apabila kita menunjukan betapa kita juga terbuka dengan budaya mereka dan mau belajar mengenalnya. Menghormati dan menghargai budaya mereka akan membuat mereka melakukan hal yang sama kepada kita. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari perbedaan budaya yang terjadi.

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan