8 kesalahan dalam menulis email formal

Dalam melamar pekerjaan, membangun hubungan bisnis atau berkomunikasi dengan rekan kerja, subject email menjadi bagian yang yang sangat penting dalam menarik minat si penerima email dan mendapat respon. Salah kata sedikit, bisa menimbulkan salah pengertian. Terlalu bertele-tele dan tidak sabaran bisa menjadi penyebab email, yang bukannya dibaca, malah langsung dihapus. Berikut 8 kesalahan dalam menulis email, here they are~

Tidak menulis nomor

Kesalahan terbesar dalam menulis email adalah tidak menulis nomor tiap baris. Menurut Amanda Augustine dari TheLadders, menulis email dengan tidak menulis nomor tiap baris bisanya membuat si penerima email merasa kesulitan dalam mencerna maksud dari email tersebut, menjadi multi tafsir.

 

Terlalu banyak kata

Jaman sekarang, banyak yang membuka email via smartphone. Menurut Augustine, membaca kata-katanya yang terlalu banyak dan bertele-tele membuat penerima email menjadi bosan, susah mengerti maksud email, lalu jadi malas membacanya.

 

Isi email yang tidak jelas

Jangan pernah membuat penerima email menebak isi emailmu karena maksudnya yang tidak jelas. Buat emailmu singkat, padat, dan jelas.

 

Menggunakan bahasa non-formal

Karena terbiasa mengirim email dengan teman, kamu akan terbawa menggunakan bahasa non-formal, hingga kamu mengirim email formal. Kata-kata seperti “halo,” “makasih,” dan “oke,” bisa ditemukan di email formal. Untuk itu, hindari penggunaan kata-kata non-formal diatas.

 

Menggunakan Caps Lock

Mengetik menggunakan caps lock dapat membuat penerima email mengira kamu sedang marah kepadanya atau memaksa mendapatkan sesuatu. Ketik dengan huruf dan kata sesuai EYD dan formal.

 

Menggunakan kata yang seharusnya berada di akhir email menjadi kata pembuka email

Itu sangat menggangu dan tidak sopan, secara tidak langsung tidak menghormati penerima email. Mulailah dengan kata-kata baik dan sopan sehingga penerima email saat membacanya tidak merasa tersinggung.

 

Salah ketik nama

Menggunakan copy-paste memberi resiko besar kesalahan penulisan nama, terutama saat kamu ingin melamar pekerjaan. Kamu copy-paste email lamaran ke perusahaan satu dengan yang lain tapi lupa mengganti nama dari perusahaan atau manager perusahaan. Cara paling mudah untuk menghindarinya adalah membaca lagi email kamu sebelum mengirimnya.

 

Tidak menulis siapa yang merekomendasi

Kalo kamu direkomendasikan oleh seseorang untuk melamar pekerjaan, wajib kamu menyertakan nama orang tersebut dalam email lamaranmu. Ketik pada pembukaan email siapa nama orang yang merekomendasikan kamu bekerja di perusahaan itu.

 

Nah, sudah tau kan apa aja kesalahan dalam penulisan email, terutama email formal? Untuk meminimalisirnya, sebelum kamu mengirim email kamu harus membaca dan cek lagi bahasa maupun kata yang sudah kamu ketik. Lebih baik dicek berulang kali, daripada nantinya kamu menyesal.

 

 

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

ACCESS EDUCATION 

Whatsapp :  0812 5998 5997

Line          :  accesseducation

Telegram  :  0812 5998 5997

Email :  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

 

 

Published by

Tinggalkan Balasan