Bener Ga Sih, Kalau Sudah Dewasa Itu = Telat Untuk Belajar Bahasa Asing?

language-big

Mungkin kamu pernah mendengar perumpamaan ini: belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air. Dari perumpamaan ini mungkin kamu jadi berpikiran bahwa hampir mustahil untuk belajar hal baru saat usia sudah tidak lagi muda.

Sebenarnya perumpamaan ini ini tidak sepenuhnya benar.

Yu belajar dikit soal otak kita 😉

shutterstock_psychology-brain-wheels-1280x9601

Menurut sejarah neurosains—ilmu yang mempelajari otak—otak dewasa dianggap serupa struktur yang sudah pasti , yang sekali mengalami gangguan, tidak akan bisa diperbaiki. Akan tetapi hasil penelitian sejak tahun 1960-an menunjukkan hasil yang berlawanan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa struktur otak manusia sebenarnya merupakan struktur yang dinamis yang bisa berubah sendiri sebagai respons terhadap pengalaman baru dan beradaptasi terhadap cedera yang kemugkinan mengenainya. Inilah fenomena yang dikenal dengan neuroplasticity.

Secara kolektif, inti penelitian ini menyarankan bahwa seseorang tak pernah terlalu tua untuk mempelajari suatu hal baru, tetapi semakin tua usianya, semakin sulit baginya untuk memeroleh hasil maksimal. Hal ini dikarenakan neuroplasticity umumnya menurun seiring dengan bertambahnya usia seseorang, yang berarti bahwa otak menjadi kurang bisa fleksibel dalam merespon hal-hal baru.

Beberapa aspek pembelajaran bahasa menjadi lebih sulit seiring dengan usia, sementara aspek lainnya mungkin menjadi lebih mudah. Seperti yang dikatakan oleh Albert Costa—seorang profesor neurosains yang memelajari bilingualisme di Universitat Pompeu Fabra, Barcelona—bahwa orang-orang yang lebih tua memiliki perbendaharaan kata yang lebih banyak daripada orang-orang yang lebih muda, dimana hal ini memungkinkan bagi orang yang lebih tua untuk menjadi seperti pembicara bahasa asli.

Bagi orang yang lebih dewasa, menghafalkan kosakata dalam bahasa asing lebih mudah dilakukan daripada belajar gramatika ataupun syntax. Hal ini karena kata-kata baru dapat dengan mudah dipetakan ke dalam ranah pengetahuan yang sudah ada dalam diri seseorang.

Akan tetapi pelajar yang lebih tua biasanya akan lebih sulit untuk bisa fasih dalam hal pengucapan atau aksen dikarenakan fonem atau bunyi bahasa biasanya diterima lebih natural oleh anak-anak.

Belajar bahasa sebagai pencegahan kepikunan

staying-healthy-13

Mempelajari bahasa asing mungkin tidak mudah bagi orang dewasa, akan tetapi ada penelitian yang menyatakan bahwa dengan mempelajari bahasa asing akan membawa manfaat bagi kesehatan otak. Seiring dengan bertambahnya usia kita, kebanyakan dari kita akan mengalami penurunan fokus dan ingatan, dan bahkan pada beberapa orang ada yang mulai terkena Alzheimer atau penyakit lainnya yang berhubungan dengan kehilangan ingatan. Sejumlah penelitian menyarankan bahwa mempelajari bahasa asing bisa memperlambat gejala penurunan kinerja otak atau bahkan bisa menghindarkan dari penyakit hilang ingatan.

Para peneliti di Edinburg University baru-baru ini menguji catatan medis dari 648 pasien Alzheimer di Hyderabad, sebuah kota di India. Mereka menemukan bahwa orang-orang bilingual lebih lambat terkena penyakit hilang ingatan daripada orang-orang monolingual, dengan catatan rata-rata empat setengah tahun.

Mempelajari sebuah bahasa asing pada saat usia dewasa mungkin lebih bermanfaat daripada mempelajarinya lebih awal karena orang perlu mengerahkan usaha lebih saat melakukannya. Hal ini setara dengan latihan fisik, jalan-jalan lebih baik bagi kesehatanmu, tetapi tak sebaik lari.

Belajar—dan menggunakan—bahasa asing tampaknya meningkatkan sesuatu yang disebut para ahli psikologi dan neurologi sebagai fungsi eksekutif. Sebuah fungsi yang merujuk pada proses mental yang memungkinkan kita untuk menyelang-nyelingkan pikiran dan perilaku kita dari satu waktu ke waktu lainnya berdasarkan hal-hal yang dihadapi.

Lepas dari semua keseulitan yang dihadapi, belajarlah bahasa asing sebagai sebuah kesenangan dan menganggapnya seperti bermain puzzle yang harus diselesaikan. Anggaplah kegiatan belajar tersebut sebagai sebuah usaha untuk menjaga otak agar tetap aktif. Ketika kamu berhasil dan bisa mengekspresikan dirimu sendiri, rasanya akan seperti kamu sedang menggunakan bagian lain dari otakmu yang sebelumnya tidak kamu gunakan.

Jadi, kalau ditanya adakah batasan usia untuk belajar bahasa asing, kamu sudah mendapatkan jawabannya, ‘kan?

 

Sekolah Bahasa Korea Langsung di Seoul National University, Korea

Worldwide School of English, Kuasai Bahasa Inggris langsung di Selandia Baru

Kuliah Sambil Perdalam Bahasa Jepang di Yokohama???Yokohama Design College is A Right Choice

Belajar Bahasa Jepang Intensive Di Yokohama Design College Comperehensive Japanese Department

Belajar Bahasa Inggris di Cornell Institute of Business and Technology, New Zealand

Belajar Bahasa Jepang di Marioka Japanese Language School Yuuukk~

Global Village, Kursus Bahasa Inggris di Kanada dan Hawaii~

Carl Duisburg Centren, Langkah Awal Buat Kamu Yang Pengen Kuliah di Jerman

 

 

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

ACCESS EDUCATION 

Whatsapp :  0812 5998 5997

Line          :  accesseducation

Telegram  :  0812 5998 5997

Email :  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

 

 



Categories: Berita & Informasi

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: