Akomodasi on-campus
Akomodasi off-campus
Fasilitas
Seluruh asrama diatur berdasarkan jenis kelamin, jadi jangan takut ada kejadian aneh yang terjadi :D. Seluruh asrama ilengkapi dengan ruang santai dengan TV dan DVD player, serta dapur buat siswa yang ingin bikin cemilan. Tiap asrama dilengkapi WiFi dan tempat laundry yang dilengkapi mesin untuk mencuci dan mesin pengering. Para siswa suka banget ngumpul di Paul Kitchener building yang punya fasilitas lengkap seperti kolam renang, tenis
meja, kantin, SKY TV dan yang paling penting.. WiFi.
Liburan
Kamu gak pulang pas liburan? No need to worry karena asrama buka selama liburan, meskipun sekolah tutup dan gak ada uang sewa tambahan. Siswa yang tinggal off-campus juga boleh ikut rayain liburan bareng siswa on-campus. Meskipun laki-laki dan perempuan bisa menikmati liburan bersama di asrama, tetap ada peraturan yang harus ditaati, karena Brooke House College sangat menjunjung tinggi nilai moral.Brooke House College – Jembatan menuju Universitas terbaik
Mau Kuliah di Luar Negeri Tapi Takut Ga Betah? Cobain Dulu Summer School di Inggris – Brooke House College Sebelum Memutuskan Berangkat Kuliahnya
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com
Brooke House College adalah college internasional yang berlokasi di Leicestershire, Inggris. Sebagai college bertaraf internasional, Brooke House College menerapkan pendidikan berkualitas tinggi dengan lingkungan belajar yang mendukung, serta fasilitas yang lengkap dan memadai. Lebih dari 50 tahun menerima banyak siswa dari seluruh penjuru dunia, yang diterima di universitas-universitas terkenal, baik di Inggris atau di negara lain. Brooke House College juga memiliki dua sport academy untuk para siswa pecinta sepak bola dan motor sport, Brooke House College Football Academy dan Brooke House College Motorsport Academy.
Syarat masuk
Mungkin tampaknya mudah, menjadi tutor bagi anak-anak sekolah untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Tapi, menjadi tutor bisa jadi lebih sulit dari yang kamu bayangkan. Apalagi, ada kesadaran diri yang perlu dipertimbangkan: perbedaan sistem pendidikan terasa sangat jelas dalam tutoring.
Lalu, bagaimana caranya agar tutoring ini bisa dijadikan bantuan keuangan yang efektif?
Tanpa pengalaman mengajar, akan sulit bagimu untuk langsung jadi tutor.
Seorang lulusan Sastra Inggris, Katie Newman yang sekarang melanjutkan studinya di bidang hukum di London, mendaftarkan dirinya pada beberapa agensi ketika dia memulai karirnya sebagai seorang tutor. Saat itu ia merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Agensi yang pernah dijajal Katie diantaranya adalah Blue Tutors, Kensington and Chelsea Tutors, Gabbitas Educational Consultants dan Tutor Hunt. Katie mengajar bahasa Inggris, sastra, creative writing dan bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Yang mengikuti tutoringnya bervariasi mulai dari anak usia 7 tahun hingga mahasiswa tahun pertama.
Katie mengatakan bahwa jadi tutor selama kuliah sangat membantu dalam menambah penghasilannya dibandingkan menjadi pelayan restoran. Dia bisa mendapat honor sekitar £20 hingga £30 per jam sebagai tutor dan setiap minggunya ada sekitar empat orang yang mengikuti tutorialnya.
Akan tetapi, tentu saja ada kelemahannya. Katie merasa kalau tutoring saat ini menjadi agak keterlaluan—banyak anak yang seharusnya masih menikmati waktu bermain sudah harus mengikuti tutoring dengan begitu ketat. Hal ini dikarenakan tingginya kompetensi untuk memasuki sekolah-sekolah terkenal. Banyak permintaan dari orang tua yang cukup penuntut yang bersedia membayar tinggi asal anak mereka bisa diterima di sekolah atau universitas yang diinginkan.
Kelemahan lainnya dari agensi adalah kurangnya pelatihan bagi tutor yang tidak berpengalaman. Banyak agensi yang meminta komisi terlalu banyak, tapi mereka tidak benar-benar berniat memberikan bimbingan atau dukungan bagi para tutor baru.
Cara lainnya dalam melakukan tutoring yang cukup efektif adalah bergabung dengan lembaga khusus. Cara ini mungkin sedikit kurang menguntungkan tetapi mungkin lebih terstruktur karena lembaga khusus tutoring ini biasanya mengelompokkan peserta bimbingannya dengan jadwal yang teratur seperti pada jam-jam setelah pulang sekolah atau pada hari libur.
Kebanyakan tutor yang aktif adalah mahasiswa. Rata-rata mereka bekerja sekitar 10-12 jam per minggu, bahkan lebih saat libur sekolah dan memperoleh honor per jam sekitar £6 dan akan meningkat sesuai dengan usia yang siswa ikut tutoring dan tanggung jawabnya. Akan tetapi persaingan menjadi tutor seperti ini cukup ketat. Suatu lembaga tutoring di London, misalnya, menerima lebih dari 1600 lamaran dalam satu kali rekrutmen.
Mahasiswa yang menjadi tutor menerima pengajaran dan pelatihan dan memiliki kesempatan untuk turut serta dalam pemasaran atau seminar-seminar di sekolah-sekolah. Banyak mahasiswa yang menggunakan peran ini sebagai batu pijakan untuk mengajar atau bekerja di bidang sosial.
Selain dua cara di atas, ada cara yang lebih mudah untuk menjadi tutor, bahkan tanpa harus repot jauh-jauh meninggalkan rumah atau asrama tempatmu tinggal. Seorang mahasiswa Bristol, Adam Lyth, contohnya, mengajar matematika dan ilmu komputer melalui MyTutorWeb. Di forum ini para pelajar bertemu dengan tutor dari universitas-universitas yang tergabung dalam Russel Group. Melalui forum ini, tutor online bisa menciptakan sebuah kelas virtual dan bisa saling berbagi dokumen, menulis, mengetik dan menggambar melalui webcam dan interactive whiteboard.
Adam memperoleh honor sekitar £10 hingga £12 per jamnya dari pekerjaan menjadi tutor online. Per minggunya ia bisa mengajar sekitar 7 jam dengan jadwal yang telah disetujui oleh siswa yang menjadi peserta bimbingannya dan keluarga siswa tersebut.
Singkat kata, dunia tutoring terus berkembang dan para mahasiswa—dengan biaya pendidikannya yang mahal, waktu luang yang banyak dan biasanya kekurangan uang—berpeluang besar untuk jadi tutor.
Jika kamu menyukai anak-anak dan merasa kamu bisa mengajari mereka, maka menjadi tutor bisa jadi opsi terbaik untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Ada niat untuk kuliah S2 di Inggris? Hmm, kalau ada boleh deh coba intip salah satu universitas profesional yang berpusat di London ini, BPP Business School.
Langsung saja kita kulik bersama universitas ini dengan mencari tahu dari salah satu mahasiswanya yang sudah merasakan sendiri seperti apa dan bagaimana BPP Business School.
Kenapa memilih BPP Business School?
Shameerah Peerkhan, seorang mahasiswa MSc program International Marketing. Ia mengatakan bahwa ia memilih BPP Business School karena reputasi BPP sebagai sekolah tinggi profesi ternama di Inggris. Dan ternyata setelah menjadi mahasiswa, reputasi BPP bukanlah isapan jempol. Ia merasa sangat senang kuliah di BPP Business School karena semua yang didapatinya di BPP benar-benar seperti apa yang dipromosikan. Mulai dari lokasi kampus yang sangat strategis di pusat kota London yang canggih, gedung perkuliahan yang bagus, nyaman, lengkap dengan segala fasilitas yang mendukung belajar mahasiswa untuk mengembangkan diri.
Yang paling disuka di BPP Business School?
Lebih jauh, Shameerah juga mengaku kalau proses perkuliahan di BPP Business School sangat profesional. Ia merasa tidak seperti kuliah, tapi seperti magang tapi dengan tambahan asupan teori yang komplit. Ia sangat suka karena di BPP Business School dia bisa mempelajari banyak hal tentang branding dengan brand-brand dunia ternama seperti Apple dan Samsung. Dalam branding, ia bisa mempelajari tentang perilaku konsumen untuk mengetahui seberapa jauh konsumen menyukai produk dan kenapa mereka memilih produk tersebut dan lain sebagainya.
Academic & Career Skill Module
Shameerah memulai Academic & Career Skill Module di semester 4. Biasanya mahasiswa menempuh 3 semester, baru akan memulai projek konsultansi atau modulnya. Tapi bagi mereka yang mengambil Academic and Career Skill Module memerlukan sekitar 6 bulan pelatihan kerja. Alasannya memilih modul ini adalah karena ia ingin punya pengalaman kerja yang menurutnya sangat bagus untuk meningkatkan pengalaman kerja sekaligus keahlian yang dimiliki.
Menurut Shameerah, selama ada peluang untuk mengembangkan diri, kamu harus memanfaatkan peluang itu sebaik mungkin.
Kuliah, Kerja dan Hidup Seimbang di BPP Business School
Sebagai mahasiswa S2 yang kuliah sambil bekerja, Shameera harus-harus pandai mengatur jadwalnya agar tidak bentrok dan tentunya tidak memengaruhi nilai akademisnya. Ia melakukannya dengan cara bekerja hanya pada saat ia tidak ada kelas. Jadi, misalnya hari Selasa ia ada kelas, maka ia tak akan bekerja dan begitu pula sebaliknya. Ia menyortir dengan teliti setiap jadwal kerja dan kuliah agar jangan sampai bentrok. Karena bagaimanapun, menurutnya sangat penting untuk me-manage waktu antara waktu kerja dan waktu belajar.
Bimbingan Karir di BPP Business School
Ada Career Department di BPP Business School yang menurut Shameerah merupakan salah satu hal terbaik yang ada di BPP. Dengan adanya departemen ini, ia sangat terbantu dalam menyusun perencanaan karir ataupun projek-projek lainnya yang berhubungan dengan pengembangan karir. Staf di departmen ini membantu kita menyusun surat lamaran yang bagus, CV bermutu, tips dan trik interview dan tata cara profesi lainnya. Misalnya, mereka membantu mengoreksi dan mengupdate CV kita sehingga kita sesuai dengan tuntutan pasar. Divisi ini juga memberikan informasi-informasi penting tentang lowongan pekerjaan ataupun daftar perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga ahli. Seperti yang mungkin kamu sudah tahu, bahwa mahasiswa S2 harus punya pengalaman kerja real selain keahlian tinggi dalam subjek yang ditekuninya. Karenanya bimbingan dan bantuan karir di BPP Business School sangatlah membantu mahasiswa.
Saran Bagi mahasiswa baru di BPP Business School
Shameerah menganjurkan bagi para mahasiswa baru untuk benar-benar memanfaatkan setiap peluang yang diberikan BPP dalam pengembangan karir dan potensi diri. Sementara dalam proses perkuliahan, kamu harus memastikan dirimu benar-benar memahami semua materi yang diajarkan di kelas. Jangan hanya memahami materi sebatas agar lulus ujian, tapi jadikanlah itu benar-benar modal untuk terjun langsung ke dunia kerja yang real. Selain itu, penting juga untuk selalu membaca materi sebelum masuk kelas karena dengan pre-reading kamu akan jauh lebih mudah menangkap materi-materi yang diajarkan dosen.


Kalau kamu nggak tahu jurusan apa yang harus kamu pilih pas kuliah nanti, atau kamu nggak tau mau kerja apa nantinya setelah lulus kuliah, tak perlu panik.
Kenapa? Simpel, karna kamu bukan satu-satunya yang mengalami masalah seperti itu. Dan, tentu saja karna semua ada solusinya.
Jadi, jika sampai sekarang kamu masih bingung akan jurusan apa yang mau kamu ambil di universitas atau kamu bingung karna seperti ditekan orang tua untuk masuk jurusan pilihan mereka, tetaplah tenang—stay calm …
Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma, banyak cara untuk mencapai suatu tujuan. Begitu pun dengan yang namanya mendapatkan pekerjaan. Ada banyak sekali cara untuk mewujudkan pekerjaan yang kamu inginkan.
Tak banyak kok pekerjaan yang menuntut orang dengan spesifikasi khusus. Dan jika memang ada, seperti pekerjaan dalam bidang kesehatan misalnya, kamu tetap bisa mengalihkan diri belajar hal lainnya lalu ikut pelatihan khusus jika memang kamu benar-benar ingin bekerja di bidang itu.
Kalau kamu sama sekali nggak ada bayangan tentang jurusan apa yang harus kamu pilih atau pekerjaan apa yang bakal kamu ambil, maka yang perlu kamu lakukan cukuplah memilih bidang studi yang benar-benar kamu sukai, satu bidang yang membuatmu merasa nyaman dan kamu yakin bisa mengerjakannya dengan baik. Kemudian, sambil kamu belajar bidang kesukaanmu itu, cobalah untuk magang di beberapa tempat, ikut organisasi mahasiswa, kegiatan amal atau proyek-proyek lainnya.
Ingat, perusahaan lebih mengutamakan lulusan yang punya inisiatif dalam pengembangan diri lho.
Begitu kamu sudah bisa menentukan daftar pilihan bidang studi, maka kamu perlu tahu sebanyak mungkin tentang mata kuliah yang kamu ambil, dosen pengajar, orang-orang yang akan satu jurusan denganmu, fasilitas yang disediakan, universitasnya dan kota tempat universitas itu berada.
Jangan segan mengunjungi universitas-universitas yang sudah masuk daftar pilihanmu pada saat event open days mereka. Tak perlu malu banyak bertanya pada staf kampus, karna hal ini akan banyak membantumu dalam mengumpulkan informasi dengan lebih akurat.
Biasanya di setiap universitas ada staf khusus yang bertugas melayani publik. Kamu bisa menghubungi bagian ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Jangan sampai ada pertanyaan seputar universitas bersangkutan yang sampai terlewat. Pastikan kamu telah mendapatkan informasi selengkap mungkin.
Kamu juga bisa menanyai beberapa mahasiswa yang mungkin kamu jumpai pada masa kunjungan. Cari tahu tentang siapa dosen yang mengajar subjek favoritmu, durasi kelas dan fasilitas lainnya.
Lokasi universitas juga penting untuk diketahui. Pastikan kamu tahu benar letak kampus dan asrama atau seberapa jauh jarak antara kampus dengan kosmu jika kamu lebih suka tinggal di luar asrama.
Selain mencari tahu secara manual, tentu saja kamu bisa mencari tahu dengan cara favoritmu yaitu via online. Baca dengan cermat prosedur pendaftaran, review setiap jurusan, review alumni, reputasi universitas dan lain-lainnya.
Pilih jurusan yang lebih memotivasi
Meskipun kamu masih belum yakin akan jurusan yang kamu pilih, kamu bisa mulai memikirkan bidang apa yang kamu sukai. Dan jika kamu punya kesukaan pada lebih dari satu bidang studi, kamu bisa mencari subjek yang menghubungkan bidang-bidang favoritmu itu. Misalnya kamu suka kimia, fisika, geografi dan sejarah, kamu bisa mencoba memilih jurusan geologi.
Hal terpenting saat kuliah S1 adalah meyakinkan diri bahwa jurusan yang kamu pilih itu akan bisa menginspirasimu lebih lanjut. Pilihlah satu jurusan yang benar-benar klik di hatimu, yang saat kamu mengenalinya hatimu seolah berbisik, “Ini dia yang aku cari!”.
Jadi, temukan ‘api’ dalam bidang studi pilihanmu karna dengan ‘api’ itulah kamu akan lebih bersemangat dalam kuliah nantinya.