Nah, berikut ada kesalahan-kesalahan yang terbesar saat belajar bahasa asing:
Panik saat buat kesalahan
Setiap orang yang belajar bahasa asing pastinya pernah membuat kesalahan. Tidak hanya belajar bahasa, dalam hal lain juga pastinya seseorang pernah berbuat salah. Oleh karena itu, sat kamu melakukan sebuah kesalahan saat belajar bahasa asing kamu tidak perlu panik apa lagi mendramatisirnya. Tapiiiii… bukan berarti kamu anggep sepele juga saat kamu melakukan kesalahan. Kamu harus segera memperbaikinya. “Learn to love your mistake” bahasa gampangnya sih belajarlah dari kesalahan yang pernah kamu lakukan. Kesalahan terbesar saat kamu belajr bahasa asing adalah tidak mau belajar dari kesalahan tersebut.
Thinking you’ll never pronounce it right
Kesalahan terbesar berikutnya adalah kamu berfikir kalau kamu tidak akan pernah benar dalam mengucapkan bahasa yang kamu pelajari itu. Dalam belajar bahasa, pengucapan yang berbeda dari penutur aslinya adalah hal yang wajar karena kamu bukanlah si penutur asli (native speakers) jadi jika pengucapan kamu berbeda dengan penutur asli itu merupakan hal yang wajardalam belajar bahasa asing.
Terlalu memusingkan tata bahasa
Grammar atau tata bahasa memang hal yang penting untuk kita ketahui ssat kit belajar bahsa asing tersebut. Tapi jika kita terlalu berpatokan dengan rules yang ada dalam tata bahasa tersebut justru hal tersebut akan menghambat perkembangan kamuTerlalu fokus pada vocabulary yang salah
Salah satu kesalahan terbesar saat belajar bahasa adalah kamu terlalu fokus untuk mencari-cari kata apa yang tepat untuk digunakan.
Terlau meyakini bahwa belajar bahasa asing harus di negaranya tersebut
Buat kamu yang masih berfikir seperti ini, duuhh kuno nanget sih. Jaman sekarang untuk belajar bahasa asing tidak seperti jaman dulu yang harus ke negaranya. Ang terpenting disini adalah lingkungan bukan lokasi. Dengankata lain, jika kamu menjadikan lingkungan kamu penuh dengan bahasa asing tersebut itu akan memudahkan kamu untuk belajar bahasanya dibanding yang harus jauh-jauh ke negeri orang tapi kamu hanya seorang diri dan berdiam diri. Nah, itu tadi beberapa kesalahan terbesar saat kamu belajar bahasa asing. Terlihat sepele sih, tapi hal yang sepele ini bisa menghambat kemajun kamu dalam belajar bahasa lhoooo… Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com







Jurusan fashion di universitas sangatlah kompetitif, jadi apa yang perlu kamu lakukan agar personal statement alias essay yang kamu buat bisa tampak menonjol? Kuncinya tentu saja harus asli, berunsur bisnis dan jangan meniru!
“Fashion is not simply a matter of clothes; fashion is in the air, born upon the wind; one intuits it.” Ini adalah ucapan Coco Chanel—dan ini bukanlah cara yang boleh kamu gunakan untuk mengawali sebuah personal statement kalau kamu mau masuk jurusan fashion.
Ketika kamu mau kuliah di luar negeri dengan mengambil program studi pada bidang fashion, personal statement tidak akan dibaca jika portofolio yang kamu lampirkan tidak cukup menarik. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Willie Walters yang merupakan ketua jurusan fashion di Central St Martins. Ia tak akan mau repot membaca personal statement calon mahasiswa jika portofolionya tak tampak menarik.
Walter menyarankan para calon mahasiswa untuk membuat portofolio sejelas mungkin, menyertakan karya penelitian dan buku sketsa juga foto-foto dari karya desain. Hal ini karena yang dicari adalah originalitas dan sesuatu yang benar-benar baru.
Sementara itu, menurut Josephine Collins, seorang pengajar Fashion Journalism di London College of Fashion, mengatakan dirimu punya “passion for fashion” saat menulis sebuah pernyataan, adalah jelas sebuah kesalahan karena hal itu sudha biasa dilakukan oleh banyak orang. Umumnya, bagian penerimaan mahasiswa bahkan akan berjengit kalau lagi-lagi mereka harus membaca ucapan yang sama yang seolah sudah menjadi ikon jurusan fashion itu.

Selanjutnya, akurasi dan alur yang yang baik adalah hal-hal yang dianjurkan oleh banyak tutor jika kamu ingin membuat sebuah personal statement yang baik, tapi kamu tetap harus ingat untuk fokus pada apa yang benar-benar kamu ingin pelajari dalam jurusan fashion yang kamu ambil.
Ada banyak mata kuliah seperti fashion marketing, misalnya, tapi isi dari mata kuliah sangatlah luas dan bervariasi. Memahami jurusan yang kamu ambil dengan baik akan membantumu untuk membuat personal statement yang lebih baik.
Sementara itu, untuk program studi fashion dimana sebuah portofolio berporsi lebih besar daripada personal statement, kamu tetap saja perlu mengekspresikan dirimu dalam pernyataan yang baik.
Para tutor mengatakan bahwa individualitas dan karakter kuat adalah hal yang paling penting untuk disampaikan dalam personal statement. Tapi, jangan merekayasa sesuatu hanya untuk mengesankan tutor. Kamu cukup jujur, alami dan jadi dirimu sendiri.
Sekali lagi, intinya, dalam membuat personal statement kamu tak perlu mengutip Coco Chanel.